
Alex membuka pintu apartemetnya. Ia baru saja pulang dari Thailand beberapa hari lalu, tapi karena menolong seseorang ia baru bisa menyempatkan pulang ke apartemennya.
Di edarkan pandangannya pada seluruh ruangan yang terlihat sepi.
Dia sengaja pulang hanya untuk memastikan keadaan Angel.
Tak menemukan Angel,Alex memilih ke kamarnya terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Tak lama setelahnya ia keluar kamar dan menuju dapur hingga matanya memicing melihat seseorang di depan lemari pendingin.
"Astaga. " Desis Alex melihat di depannya berdiri seorang gadis membelakanginya hanya berbalut handuk pendek di atas lututnya.
"Angel.. " panggil Alex membuat Angel segera membalikkan tubuhnya.
"Om Alex, kapan datang? "
"Kamu, kembali ke kamarmu. " Perintah Alex.
Namun gadis itu terlihat santai saja. Dia cuek dan berjalan menghampiri Alex dan duduk di kursi makan dekat Alex.
"Nanti om, Angel lapar mau makan roti ini dulu. Om mau? "
Alex geram melihat gadis ini tak punya rasa malu.
"Aku bilang masuk ke kamarmu sana,dan pakai bajumu."
"Kenapa? "
"Kamu tanya kenapa? Apa kamu tidak takut dengan penampilan dirimu yang seperti ini akan mengundang serigala lapar hah? "
Angel membulatkan matanya kaget, "Apa. Maksud om, apa sekarang mereka menggunakan serigala untuk menangkap Angel om? "
"Astaga.. " Ujar seseorang yang baru saja datang dan langsung menghampiri Angel.
"Ayo ke kamar dan pakai bajumu. " Ujar Axel menarik tangan Angel agar mengikutinya.
Memasuki kamarnya Angel menyentak tangan Axel darinya.
"Kenapa sih kak?Angel laper tahu. "
Axel menelan susah payah melihat penampilan Angel sebelum ia menyadarkan kembali akalnya.
"Kenapa kamu tidak pakai bajumu di saat ada kak Alex? "
"Owh ini,Angel baru selesai mandi terus Angel tidak tahu kalau si om udah pulang."
"Terus apa kamu tidak takut kalau Alex akan tergoda dengan penampilanmu? "
Dengan cepat Angel menggeleng, "Tidak lah, kan kata kakak,om Alex itu Gay.. "
"What! " Pekik Axel kaget karena Angel mempercayai ucapannya waktu itu.
"Oke kalau kamu berfikir seperti itu,terus sekarang apa kamu tidak takut aku tergoda hemm? "
Angel mengerjapkan matanya mendengar ucapan Axel hingga ia mengerti apa maksud Axel.
"Aaaaaaaaaaa...... " Teriak Angel ia segera mendorong Axel agar keluar dari kamarnya.
Brakkk..
Angel menutup pintu itu dengan kasar.
"Astaga, kak Axel kan pria normal yang mesum."
Angel menutup wajahnya, ia malu pada Axel. Pria itu sudah melihat sebagian tubuhnya.
Sementara di luar ruangan Alex duduk di sofa sambil memangku laptopnya.
"Kak, kenapa baru kemari?Kata papa kamu sudah 5hari pulang."
Alex hanya melirik sekilas pada adiknya kemudian kembali fokus ke laptopnya.
"Bagaimana perkembangan kasus Angel? " Tanya Alex mengalihkan topik pembicaraan.
Axel menghela nafasnya," Sejauh ini aman. Dia menurut untuk diam di apartment selama aku sibuk. "
"Sibuk?" Beo Alex
Axel mengangguk lalu mengambil kaleng soda di depannya dan membukanya untuk ia teguk isinya.
"Si bos besar kehilangan istrinya."
"Maksudmu? "
"Dara kabur kak."
"Kabur? " Beo Alex lagi.
"Hmm.. Adiknya mengalami kecelakaan dan keguguran kemudian di bos tanpa sadar menyalahkan istrinya.Kabur deh si Dara. "
"Kenapa bisa si bos meyalahkan istrinya?"
"Nah itulah bodohnya si bos, jelas-jelas saat kejadian dia bersama istrinya di apartemen."
Axel tiba-tiba mengambil ponselnya,
"Lihat ini kak.. "
Axel menunjukan sebuah rekaman video pada Alex.
"Ini.. "Tanya Alex tak percaya.
Axel mengangguk, " hanya bos Daffa, aku dan kak Alex yang melihat full rekaman ini. "
"Adam tak melihatnya?"
Alex mengangguk mengerti,"Kau simpan itu baik-baik. "
"Pasti, oh ya ayolah bantu cari Dara secepatnya,aku capek di teror terus sama si bos. "
"Kenapa? "
"Hei kak, aku juga harus menjaga Angel kan! "
"Ya baiklah, nanti aku ke markas."
"Ah akhirnya.." Ujar Axel merasa lega karena beban tugasnya berkurang setengah.
...............
Seorang wanita menatap sekeliling ruangan yang baru pernah ia lihat. Ruangan dengan cat dinding dan perabotan serba putih.
"Itu kamarmu.. " Tunjuk seorang pria yang baru saja keluar dari dapur membawa 2 gelas air putih.
"Minumlah dulu, maaf hanya ada air putih di sini, nanti malam aku akan belanja kebutuhan dapur,sekarang kamu minum dan kemudian beristirahatlah dengan baik. "
Wanita itu hanya mengangguk menurut, ia duduk lalu meminum segelas air putih itu hingga tandas lantas mengusap perutnya dengan lembut.
"Ohya, apa ada yang ingin kamu makan? Ingat sekarang tak ada infus lagi yang masuk ke tubuhmu, kamu membutuhkannya asupan gizi."
"Terimakasih Alex, tapi kenapa kamu membawaku ke sini? " wanita itu kembali menatap sekeliling apartment itu,"Aku sudah menyewa sebuah rumah untukku. "
Alex menggeleng, "Aku tahu, tapi suamimu sudah mengetahuinya, apa kamu kamu dia menemukanmu secepat ini? "
Dengan cepat wanita itu menggeleng, "Lalu apa dia tidak akan menemukanku di sini? "
"Pasti dia akan tahu nanti tapi tidak dalam waktu dekat ini.Apartement ini tidak ada dalam daftar properti milikku atau DGS. Ini milik istriku."
Wanita itu kaget, dia tiba-tiba merasa tak enak, "Maaf, sebaiknya aku pergi saja, aku tidak mau istrimu salah paham nanti. "
Alex tersenyum tipis, "Tenang saja tidak akan ada yang salah paham. Dia tidak ada di sini sekarang."
"Terimakasih Alex, kamu sangat baik padaku. "
Alex duduk di depan wanita itu,"Dara bolehkah aku bertanya padamu? "
Wanita bernama Dara itu mengangguk pelan.
Alex membenarkan posisi duduknya, "Bagaimana perasaanmu pada Adam? Kau... Mencintainya? "
Dara nampak berfikir sejenak sebelum ia memberi jawaban pada Alex, "Apa gunanya bila aku mengatakan bahwa aku mencintainya, jika dia saja tak benar-benar mencintaiku. Tak ada gunanya Alex. "
Alex menarik nafasnya pelan,"Begini Dara, kita harus membuktikannya apakah apakah dia mencintaimu apa tidak? "
Lagi Dara menggeleng, "Itu tak ada gunanya Alex, baginya hanya Sifa yang terpenting.Apa kamu tahu Alex, dia menyalahkanku atas kemalangan Sifa, dia mengatakan jika saja dia tidak bersamaku, jika saja aku tidak meminta...ah sudahlah Alex."Dara segera menghapus airmatanya.
"Dengar Dara, kau tahu jika Adam mengalami brother complex, dia butuh seseorang untuk mengobatinya, untuk membawanya kembali ke jalan yang benar. Dan aku tahu hanya kau orangnya. "
Dara menggeleng,"Tadinya aku berfikir seperti itu,tapi aku tidak sanggup... "
"Baiklah, kau tak perlu melakukan apapun. Sekarang yang perlu kau lakukan adalah fokus pada kehamilanmu, jangan buat dirimu stress itu tak baik untuk bayi-bayimu."
"Terimakasih Alex, kamu mau memahamiku. "
"Ya.. Untuk ke depan, kau bisa mengandalkanku. Tak perlu merasa tidak enak, mulai sekarang kamu adikku. "
"Sekarang kamu istirahatlah, aku akan keluar dulu,apa kamu mau menitip sesuatu? "
Dara menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, aku pergi. "
Meninggalkan apartemen Alex memikirkan kembali keputusannya.Haruskah ia menyembunyikan keberadaan istri bos sekaligus sahabatnya?Jika iya mau sampai kapan?
Menghela nafasnya panjang Alex memutuskan pergi ke markas untuk menemui bosnya dan melihat situasi dan kondisi bosnya. Akan dia lihat sejauh mana bosnya itu berusaha menemukan istrinya.
Di parkiran tiba-tiba ada beberapa orang yang menghadangnya.
"Apa kau orang yang bernama Alex? " Tanya salah satu dari 5 pria berpakaian serba hitam.
Alex tersenyum tipis seraya mengangguk.
"Heh, sebaiknya kamu katakan di mana gadis itu."
"Gadis? " Beo Alex
"Angel,serahkan gadis itu pada kami maka kau akan selamat."
Alex tersenyum smirk. Sepertinya dia akan olahraga sebentar sebelum menemui bosnya.
"Baiklah, kalian semua maju bersama kita lihat siapa yang akan selamat nanti."
.
.
kalau ada yang bingung dengan jalan cerita ini di sarankan mampir ke ******* untuk membaca cerita awalnya ya
"ADAM MENCARI CINTA"
di akun sama myAmymy.
terimakasih jangan lupa vote dan komennya ya 😉
🖤🖤
@myAmymy