The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 77



Alex membanting semua barang-barang yang ada di dekatnya, kondisi apartemennya benar-benar sudah tak layak di sebut sebagai sebuah hunian.


Anna tak di temukan di seluruh gedung apartemen itu,dan cincin yang ada GPS, di temukan di dalam lift.


"Sial...Kemana kau bawa istriku.. aaarrgggg..... "


Klik...


Ceklek...


Adam dan Axel memasuki apartemen Alex, kedua pria itu tercengang melihat kondisi di depan mereka.


Pajangan, vas,pecahan keca berserakan di mana-mana.


"Ini lebih parah dari saat dia kehilangan Naina dulu."Gumam Adam.


"Bang kau lihat dia di kamar, aku mau cek cctv dulu. "Ujar Axel


"Ya... tentu. "


Adam memasuki kamar Alex, di lihatnya Alex duduk bersandar pada sisi ranjang dengan tangan yang mengeluarkan darah segar.


Sepertinya Alex baru saja memukul cermin


"Apa Anna sudah ketemu Lex? "Tanya Adam


Alex hanya menoleh sekilas, lalu menghela nafasnya panjang.


"Aku bisa menyelesaikan masalah orang lain, termasuk masalahmu. "


Pranggg....


Alex melempar botol parfum ke tembok di depannya, "Tapi kenapa masalahku sendiri selalu tak bisa aku tangani."


"Lalu apa dengan melakukan ini semua, Anna di temukan? "Tanya Adam lagi,


Alex menghela nafasnya, "Aku hanya tidak tahu cara meluapkan emosiku saat ini, aku... benar-benar tak berguna untuk orang yang aku cintai."


Adam mendekat lalu duduk di ranjang,"Begitulah Lex, kita kadang benar-benar bodohnya soal cinta."


"Aku tidak bodoh sepertimu, aku hanya lengah. "


Adam menepuk bahu Alex, " Sama saja, beda tipis."


Alex menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya perlahan, ia harus tenang agar bisa berpikir jernih dan segera menemukan istri tercintanya.


"Alex... sini... "Seru Axel dari luar kamar.


Adam dan Alex bangkit lalu menghampiri Axel yang tengah fokus menatap layar monitor di depannya lalu jari jemarinya dengan lincah menari di atas keyboard.


"Lihat..."Tunjuknya pada layar monitor.


"Gila, penyamarannya nyaris sempurna, tapi dia lupa jika Anna memakai cincin pernikahannya, lihat pria melepas cincin Anna dan melemparnya ke lift. "


"Sial. "Kesal Alex, jam rekaman cctv itu tepat sebelum saat ia memasuki gedung apartemen.


"Minta anak buahmu untuk melacak taksi itu lalu Axel kau cari tahu dari rekaman cctv di sekitar."Ujar Adam


"Tentu... tunggu Alex... dengar ini... sepertinya sudah ada suara yang terekam dari kalung itu, pria itu tak melepas kalung yang istrimu kenakan."


Alex pun duduk, sementara Adam mengambil ponselnya dan meminta apa yang tadi dia perintahkan pada Alex.


Sementara Alex duduk dan memasang headphone dan mendengar percakapan Anna dan R02.


"Ck... kita speaker saja. "


.....................


Anna membuka matanya ia lalu bangkit dan menegakan duduknya lalu memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Di mana aku? "Gumam Anna saat menyadari kamar yang ia tempati begitu asing untuknya.


Ceklek....


Anna menoleh dan mendapati Mike di sana.


"Mike... "


"Hallo my Queen sayang. "Mike mendekat lalu mengecup kening Anna dengan lembut.


"Mike ini di mana? "Tanya Anna


Mike tersenyum, "Di manapun kau tak perlu tahu, yang jelas sebentar lagi kita akan menuju impian kita. "


Anna menggeleng, "Mike kau... aku... "Ucap Anna membelai perutnya.


Mike tersenyum lalu ikut membelai perut wanitanya, "Jangan macam-macam! Cukup menurut saja maka bayi dalam perutmu aku pastikan aman."


Anna menelan paksa salivanya, "Mike kenapa kamu lakukan ini, bukankah sudah aku katakan tunggu aku melahirkan maka aku akan ikut denganmu. "


"Apa bedanya sayang dengan sekarang, pada akhirnya kamu akan ikut denganku. "


"Beda Mike, anak ini harus menjadi milik ayahnya. "


Mike tersenyum tipis, "Anak itu akan ikut dengan kita, dia akan menjadi anak kita."


Mike lalu membelai pipi Anna, beralih ke leher dan berakhir pada liontin di kalung yang Anna kenakan.


Mike tersenyum tipis kala mengingat jika ada mikrophone kecil tertanam di balik liontin itu.


"Queen..."


Lalu Mike beralih membelai perut Anna dan sedikit menekannya


"Mike... "Protes Anna


"Katakan kau masih mencintaiku. "


Anna menatap lekat Mike lalu dengan terpaksa ia mengangguk saat merasakan Mike semakin menekan perutnya.


"Katakan sayang, bukan mengangguk!"


"I... iya Mike aku mencintaimu."


Ana bingung, lalu kembali mengangguk, toh ia tahu ini hanya akan berakhir dengan sebuah ciuman, Mike tak akan mampu melakukan lebih dari itu.


Cup...


Akhirnya Anna mencium Mike dengan lembut.


"Manis seperti biasanya."Ujar Mike sengaja berbisik di dekat liontin Anna.


"Ah Mike jangan."Protes Anna ketika Mike meremas dadanya.


"Kenapa? Ah ya kau kira aku belum sembuhkan?"


Anna menelan paksa salivanya, bagaimana bisa Mike sembuh dari impotennya jika beberapa bulan lalu dia belum mampu, astaga Anna lupa jika Mike seorang dokter yang jenius


"Tepat sayang apa yang kau pikirkan, milikku sudah mampu berdiri tegak. "


"Mmmike... aku mau ke kamar mandi dulu."Ujar Anna.


Mike mendesah, "Baiklah... "


Anna turun dari ranjang lalu ia melihat ke sekelilingnya mencari pintu kamar mandi.


"Itu sayang, jangan lama-lama aku ingin mencobanya denganmu. "Tunjuk Mike pada sebuah pintu di pojok ruangan


"I... iya... "


Anna menuju kamar mandi, ia langsung masuk dan langsung memindai kamar mandi.


.


.


Sementara Alex mengepalkan tangannya menahan emosinya mendengar pembicaraan Anna dan pria bernama Mike itu.


"Ku bunuh dia jika berani menyentuh istriku. "Geram Alex.


"Ini di mana? "


Alex kembali fokus mendengar suara istrinya, "Sayang... aku akan segera menemukanmu. "


Alex beralih pada Axel, "Apa tidak bisa cari tahu dari frekuensi suara ini? "


"Tentu, yang jelas dia masih di kota ini. "


"Ah... aku harus hati-hati naik ke kloset ini."


"Laut? "


Alex membulatkan matanya mendengar Anna menyebut kata laut.


"Apa ini dekat dermaga, astaga apa Mike akan membawaku melalui jalur ilegal? "


Alex mengerti sekarang, jika pria itu membawa Anna dengan pesawat tentu itu akan mudah di lacak.


"Adam, kita ke Dermaga yang biasa untuk jalur ilegal. "


"Ya... aku siapkan team kita. "


"Axel kau cari tahu terus posisi pasti Anna. "


"Siap. "


Alex pastikan ia tak akan lama kehilangan istrinya, dan akan ia pastikan pria itu mati di tangannya sendiri.


.


.


Anna tak habis pikir kenapa Mike begitu nekad sekarang, padahal dia sudah berjanji akan ikut dengannya setelah ia melahirkan.


Anna menggeleng, yang harus ia pikirkan sekarang adalah kabur dari tempat itu untuk menyelamatkan bayinya, ia sangat tahu Mike, pria itu hanya menginginkan dirinya tidak dengan bayinya dan ia tak mau jika suatu yang buruk terjadi pada anaknya.


"Bayi ini harus bersama Alex. "


Tok...tok..


"Sayang cepat atau ku dobrak pintunya. "


"I... iya... "


Anna langsung berfikir cepat hingga ia teringat sesuatu lalu meraba pakaiannya, wanita itu tersenyum saat melihat masih ada sebuah peniti besar di bajunya yang ia gunakan karena perintah papa Bram jika peniti itu sebagai pelindung bayinya dari mata jahat,sebuah mitos yang terdengar konyol tapi ia yakin peniti itu akan menolongnya saat ini.


Anna menarik nafasnya panjang lalu membuka pintu kamar mandi.


Ceklek...


Anna cukup kaget, Mike benar, pria itu sudah sembuh,miliknya mengacung begitu tegak di sana.


"Kemari sayang... ayo buktikan kau mencintaiku, bercintalah denganku. "


"Iya... "Jawab Anna.


"Buka bajumu. "Perintah Mike.


"Kenapa harus aku, laki-laki yang harus memulainya."Anna merebahkan dirinya di samping Mike, "Bukalah!"


Mike tersenyum, "Jangan menyesal karena aku tak akan membiarkanmu istirahat siang ini. "


.


.


...............myAmymy..............


...**Apa ya rencana Anna? ...


...🖤🖤...


...@myAmymy** ...