
Axel baru pulang tengah malam ke apartemen Alex.Dengan tubuh sempoyongan karena sedikit mabuk dia merebahkan dirinya di Sofa.
Axel bukan pria yang suka mabuk-mabukan, hanya sesekali saat dirinya tertekan.
Menerawang ke langit-langit Axel memikirkan kembali pertemuannya dengan papa Bram..
Flashback on
**Axel mengendarai mobilnya untuk bertemu salah satu kekasihnya yang ia panggil Swety, jujur Axel lupa siapa gadis yang kali ini ia ajak berkencan. Terlalu banyak memiliki pacar membuat Axel lupa siapa saja nama-nama pacarnya, maka dia akan memanggil mereka dengan sebutan sayang, honey, swety, babe dan sebagainya.Bahkan Axel harus meminta pacarnya untuk mengenakan pakaian dengan warna tertentu saat mereka janjian supaya Axel bisa mengenali mereka.
Teringat sesuatu yang terjadi di apartemen tadi, Angel mengatakan sesuatu. Tadi dirinya tidak fokus karena sambil berbalas pesan dengan pacarnya membuat Axel kurang ngeh dengan apa yang Angel bicarakan.
"Pernikahan..." Gumam Axel.
Citttttt....
Axel mengerem mendadak mobilnya saat ia teringat apa yang Angel katakan padanya.
"Wait.... wait... " Gumamnya sambil menggigit kuku jari tangannya," Aku tidak salah ingat kan, Angel mau menikah dengan ku? "
Axel terus menajamkan ingatannya, " Ya.. aku tidak salah. Dia mau menikah denganku.. woooo... ini luar biasa, aku tidak akan bermain solo lagi.. woah ini hebat." Seru Axel antusias sampai ia memukul gemas stir mobilnya.
"But... bagaimana dengan ijin papa dan om Banyu. " Axel menggaruk kepalanya.
"Papa menginginkan Angel dengan Alex.Ah Sial. "
Axel memutar kemudi berbalik arah untuk pulang ke rumah menemui papanya, Ia harus cepat bergerak mengingat tujuan Angel mau menikah dengannya adalah demi bisa mengadopsi Lucas secepatnya.
.
.
Memasuki rumahnya Axel langsung di sambut oleh salah satu art di rumah besar milik ayahnya.
"Eh den Axel pulang." Seru seorang art yang masih muda. Ia sangat senang melihat wajah tampan putra majikannya.
"Art baru ya?" Tanya Axel pada art yang terlihat lumayan cantik itu.
"Tidak den, sudah satu tahun. " Jawabnya sendu,rupanya anak majikannya itu tidak mengingatnya.
"Owh, maaf Axel lupa mbak. " Melihat ke sekeliling di mana rumah terasa sepi.
"Papa mana mba? " Tanya Axel.
"Di kebun belakang den, sedang panen Mangga pohon milik mendiang nyonya."
Axel mengangguk,Papa Bram memang menyibukan dirinya dengan merawat perkebunan buah kecil di belakang rumahnya. Perkebunan buah itu adalah peninggalan mendiang istrinya, ibu Alex dan Axel yang ia abaikan dulu karena tugas rahasianya menjadi agen FBI. Bram hampir tak pernah pulang, Terakhir pulang adalah saat sebelum Axel lahir,atau mungkin saat pulang itulah Axel tebentuk.
Bahkan Bram tak pulang saat mama Axel melahirkan Axel. Lagi-lagi karena masa tugas rahasianya di rusia.
Dan setelah menghabiskan masa tugas itu ia memilih keluar dari FBI dan kembali ke Indonesia saat Axel berusia 6 tahun. Kemudian ia bekerja pada om Surya Darmawan menjadi pengawal pribadinya.
Alex dan Axel kecil tumbuh bersama Om Surya dan mendiang istri pertamanya. Bersama kedua putra-putri om Surya,Adam Darmawan yang seusia Alex dan sekarang menjadi bos besarnya.Juga Sifa Ayu Darmawan yang 2 tahun di atas Axel.
Sesal di hati Bram membuatnya memilih menduda selama ini dan menyibukan diri dengan perkebunan peninggalan sang istri.
Di lihatnya Bram tengah memasukan beberapa mangga ke dalam keranjang.
"Sudah cukup mang. " Ujar Bram pada tukang kebunnya yang masih berada di atas pohon.
Axel mendekati Bram dengan perlahan.
"Wah ini mengkal lagi enak-anaknya nih untuk orang ngidam." Gumam Bram.
Axel menghentikan langkahnya mendengar gumaman ayahnya. Seketika ia mendapatkan ide.
"Axel, tumben pulang. " Ujar Bram saat mendapati putra bungsunya di belakangnya.
"Iya pa, wah panen nih.. "
"Ck... katakan ada apa? Papa tahu kamu pasti ada maunya. "
"Hehe,ketahuan ya pah! "
Bram melangkahkan kakinya menuju sebuah gasebo, duduk di sana lalu menyeruput kopi panas miliknya.
Axel mendekat lalu duduk di sebelah ayahnya.
"Pa... "
"Hmmm.... " Bram masih mengamati tukang kebunnya menyelesaikan pekerjaannya memanen mangga dari beberapa pohon di sana.
"Pa.. Axel mau menikah." Ujar Axel to the point.
Bram langsung menoleh pada putranya lalu kembali melihat pohon mangganya, " Sudah papa bilang tunggu kakakmu menikah lagi. "
Axel mennggeleng, " Tidak pa, aku harus segera nikah gak bisa di tunda."
"Kenapa? Kamu hamilin pacar kamu? " Tanya Bram.
Axel berfikir ',boleh juga idenya'
"Pacar mana yang kamu hamilin? "
"Angel. "
Bram langsung memukul rahang pitranya.
"Astaga, gadis itu akan papa jodohkan dengan kakakmu. "
"Tapi Angel sukanya sama Axel pa, bukan Alex. "
"Astaga Axel, apa yang harus aku katakan pada Banyu. " Bram langsung pergi meninggalkan Axel.
Axel menyentuh rahangnya yang terasa ngilu karena pukulan ayahnya.
**flashback off***
Axel memikirkan rencana dadakannya tadi supaya papanya menyetujui pernikahannya dengan Angel. Tapi ia ragu jika Angel mau untuk hamil duluan.
Sementara Axel ragu kembali dengan niatnya. Apa iya dia akan melepas masa lajangnya demi Angel? Tapi dia memang ingin menikah, dia juga ingin menikmati surga dunia,lalu kenapa pilihannya jatuh pada Angel dari sekian banyak koleksi pacarnya?
Axel memejamkan matanya seraya memegang dadanya. Apa iya jika ia telah jatuh cinta pada Angel hingga ia rela melakukan apapun demi gadis itu?
Ceklek...
suara pintu terbuka mengalihkan Axek dari pemikirannya, menoleh ke samping di mana matanya bertemu dengan mata polos gadis imut itu.
Ya, Angel adalah seorang gadis imut dan wajahnya putih tapi manis.Banyak yang lebih cantik dan seksi tapi tidak ada yang semanis Angel,begitulah pikir Axel.
Axel bangkit untuk duduk,"Mau ke mana? " Tanya Axel.
"Ambil minum kak. "
Axel mengangguk, " Kalau sudah duduk sini. "
"Ada apa kak? "
Axel mendesah," Ada yang mau ku bicarakan soal pernikahan."
Angel mengangguk,"Aku buat minum dulu ya kak, Kak Axel mau coklat hangat?"
Axel tersenyum, "Aku maunya susu hangat."
Angel mengangguk,"Oke, tunggu yah! "
Beberapa saat kemudian Angel kembali ke ruang tamu sambil membawa 2 mug berisi coklat hangat untuknya dan susu hangat untuk Axel.
"Ini susunya kak. "
Axel mendesah, ia sudah menduga jika ini yang akan terjadi ketika ia menggoda Angel.
"Slurrrrpppp. " Angel menyeruput coklat hangat miliknya.
Mendengar bagaimana cara Angel meminum coklatnya itu membuat Axel kesusahan menelan salivanya. Ah dia harus memantapkan untuk menikah sama Angel.
"Mau ngomong apa kak? " Tanya Angel setelah meletakan minumannya di meja.
"Ehem... " Axel berdehem sejenak," Aku sudah ngomong soal pernikahan kita sama papa. "
Angel menahan nafasnya, ia ragu apakah om Bram dan papanya akan setuju.
"Tapi papa tidak setuju,dia kekeh mau kamu menikah dengan Alex. ".
"Tapi Angel tidak suka sama om Alex. "
Axel langsung menatap Angel,Apa maksud gadis itu?Apa itu artinya Angel menyukainya. Ah ini kesempatan bagus.
Axel menggeser Duduknya mendekat pada Angel lalu mengambil tangan Angel untuk ia genggam,"Aku punya ide supaya papaku dan papamu setuju dan tak punya pilihan lain selain menyetujui pernikahan kita."
Angel menatap antusias pada Axel, akhirnya harapannya untuk segera mengadopsi Lucas akan segera terwujud.
"Apa kak?" Seru Angel.
"Kamu yakin mau dengar dan menyetujuinya? "
Angel langsung mengangguk tanpa berfikir.
"Kamu harus hamil duluan. " Ucap Axel dalam satu tarikan nafasnya.
Angel langsung menggangguk lagi sesaat sebelum ia membulatkan matanya.
" APA ! " Seru Angel kaget.
.
.
Part khusus Axel dan Angel.
apakah kalian kangen Alex dan Naina?
.
.
🖤🖤
@myAmymy