
Alex menyelimuti istrinya yang sudah terlelap, lalu ia mengecup keningnya dan membelai pipinya, akhirnya setelah cerita panjang lebar tentang pernikahan mereka, Anna tertidur, dan besar harapan Alex setelah Anna bangun nanti, istrinya itu akan ingat semuanya, terlebih setelah Anna meminum obat dari Sam.
Alex menghela nafasnya, lalu pria itu keluar kamar untuk sedikit mencari angin.
Alex tak pergi jauh, pria itu hanya duduk di teras kamar VVIP itu,menatap taman kecil di depannya, di temani suara binatang malam yang tak banyak, tapi cukup menenangkan suasana.
"Lex... "
Alex berbalik, ada Sam menghampirinya lalu duduk di sebelahnya, "Apa dia sudah tidur?" Tanya Sam
"Ya baru saja, bagaimana Adam dan Axel? "
"Axel sudah baik-baik saja, hanya Adam pria itu masih lemas, sepertinya dosis yang di suntikan padanya cukup banyak."
Alex menghela nafasnya, "Aku pikir pria itu cukup kuat."
"Entahlah ,Adam benar-benar masih lemas atau manja karena ada Dara di sampingnya."
Alex tersenyum tipis mengingat bagaimana bucinnnya seorang Adam Dermawan pada istrinya itu.
"Soal pria itu... "Ujar Sam tiba-tiba
Alex mengerutkan keningnya, lalu menatap bingung pada sahabatnya, "Bagaimana keadaannya? "
Sam menghela nafasnya, "Harapan hidupnya sangat tipis. "
Entah Alex harus senang atau tidak, andai Mike tewas bukan karena untuk melindungi Anna, pasti ia tak akan masalah, justru senang, tapi Mike melindungi Anna, dan juga bagaimana jika nanti Anna ingat pengorbanan Mike untuknya.
"Lakukan segalanya yang terbaik Sam agar dia bertahan. "
Sam menunduk sesaat, "Bolehkah aku mengatakan sesuatu, ya siapa tau dengan itu Mike kembali memiliki harapan hidup, kau tau ketika segala upaya medis sudah kita lakukan, harapan satu-satunya tinggal upaya spirit, dukungan dari orang tersayang.
"Maksudmu? "
"Biarkan Anna menemui Mike. "
Alex sedikit tertegun, ia takut pertemuan Anna dengan Mike sebelum Anna ingat semuanya justru akan membuat Anna semakin sulit mengingat semuanya nanti.
"Percayalah Lex, istrimu tetap akan kembali mengingatmu nanti, ya meski dosis yang ku berikan sekarang berkurang dan mungkin sedikit lambat tapi kamu tinggal bersabar, masih banyak waktu antara kalian, tapi Mike, entah sampai kapan dia bertahan, atau mungkin Anna, justru yang membuatnya rela melepas hidupnya dan pergi dengan damai."
Alex menyandarkan punggungnya, lalu memikirkan kata-kata Sam padanya
"Jika kau izinkan istrimu menemuinya, maka bawa dia besok pagi ke ruang ICU. "
Alex menoleh menatap ragu pada sahabatnya, "Baiklah."
Sam tersenyum, "Kalau begitu aku pergi dulu. "
"Ya... terimakasih Sam. "
"Sama-sama."
Setelah kepergian Sam, Alex menarik nafasnya panjang, ia bangkit dan masuk kembali ke dalam kamar inap istrinya.
................
Alex keluar kamar mandi, dia tersenyum melihat istrinya sudah bangun, Anna tengah menatap keluar jendela.
"Sayang.... "Panggil Alex
Anna menoleh, dan menatap Alex intens.
"Selamat pagi sayang. "
Cup...
Alex mengecup kening istrinya, "Maaf aku baru saja mandi."Ucap Alex sambil menghapus tetesan air dari rambutnya di kening Anna.
Alex lalu menggosok rambutnya dengan handuk kecil, pria itu sibuk dengan kegiatannya setelah mandi, sementara Anna hanya diam menatap apa saja yang di lakukan Alex
Jujur Alex sedang harap-harap cemas saat ini, ekspresi Anna begitu datar, entah istrinya itu sudah kembali mengingat semuanya atau belum.
"Owh, rupanya sarapanmu sudah datang sayang." Ucap Alex saat melihat jatah makan dari rumah sakit untuk istrinya
"Aku suapi? "
Alex lalu duduk di depan Anna setelah mengatur meja makan di depan Anna dan meletakan sarapannya di sana.
"Aaaa....."
Anna menatap Alex lalu menatap sesendok bubur di depan wajahnya.
"Ayo makan sayang, anak kita lapar. "Ucap Alex
Anna mengerutkan keningnya sesaat lalu membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Alex membuat Alex menghela nafasnya lega.
"Cukup... "Ucap Anna setelah beberapa kali suapan.
"Baiklah... minum susunya. "
Alex lega karena Anna menurutinya pagi ini, dengan lembut Alex membelai bibir Anna untuk menghapus jejak makan dan susu istrinya.
"Mau mandi? Biar aku seka. "
Anna mengangguk, "Mandi saja. "
"Baiklah, ayo aku bantu ke kamar mandi."
Anna mengangguk lalu perlahan turun dari ranjang dan menuju kamar mandi di bantu Alex.
"Ledakan infusnya di sini." Ujar Alex setelah meletakan infus Anna di tempat yang tersedia di kamar mandi.
"Aku akan menunggu di depan pintu tak usah khawatir."
Anna segera menahan tangan suaminya, "Bantu aku. "
Alex mengerutkan keningnya ragu, "Bantu? "Tanyanya
"Iya, aku tak bisa melepas baju sendiri juga menggosok tubuhku. "
Alex menelan paksa salivanya," Sayang, kau yakin?"
Anna mengangguk," Tentu saja, kamu suamiku kan?"
"Iya tapi...." Alex menatap Anna ragu, "Sayang apa.... apa kamu sudah ingat semuanya?" Tanya Alex penuh harap
Anna menatap lekat suaminya, "Ya... meski belum semuanya, tapi aku yakin kita saling mencintai."
Alex tersenyum lebar penuh kelegaan, lalu pria itu segera menutup pintu kamar mandi dan segera mencium bibir istrinya penuh kerinduan.
"Ah... " Desah Anna saat ciuman mereka terlepas.
Alex menatap lekat istrinya, lalu membelai pipi istrinya, "Terima kasih karena kembali mengingat cinta kita. "
Anna tersenyum tipis," Ayo bantu aku mandi, hanya mandi jangan yang lainnya. "
"Memangnya kenapa? Kita suami istrikan. "
Ujar Alex dengan seringainya
"Alex... "Protes Anna
"Ayo sayang, kita sudah lama tidak melakukannya. "
"Iya.. tapi tidak di sini juga... Aw... Alex kamu... ih..."
Di luar pintu kamar mandi Axel tampak kesal, ia datang pagi-pagi membawa sarapan untuk Alex atas perintah papanya padahal dia juga baru sembuh malah ini yang ia dapatkan.
"Sial, mana Angel marah padaku tadi karena aku tidak bisa menolak perintah papa, dan terpaksa meninggalkan Angel yang sedang ingin berdua mumpung Lucas bersama Naina, malah ini yang aku dapatkan,ini tidak bisa di biarkan. "
Dugg.... dug....
Dengan kesal Axel memukul pintu kamar mandi, "Woy tau tempat dong..."Serunya
Lalu Axel duduk di sofa dan mengambil ponselnya hingga beberapa saat kemudian, Alex keluar dari kamar mandi.
"Dasar adik tidak tau diri. "Kesal Alex
"Ya Lagian kau tidak tau tempat, ini rumah sakit."
Alex duduk di sofa, "Ada apa? "
"Tuh sarapan dari papa. "
Alex menghela nafasnya, "Ya sudah pergi sana. "
Axel semakin kesal, "Sialan dasar kakak Gak tau diri." Dengan kesal Axel bangkit dan keluar dari kamar itu.
Alex menghela nafasnya lega, lalu menatap pintu kamar mandi, ia merasa jika sebenarnya Anna belum kembali sepenuhnya, jelas wanita itu masih ragu di hatinya meski bibir itu berkata iya.
Setelah mandi, Anna duduk di ranjang dengan Alex yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Alex... "
Alex tak menjawab, jika Anna yang dulu akan memanggil sayang di saat seperti ini.
"Aku sudah sehat lagi. "Ujar Anna
"Iya sayang... "
"Jadi.... "Ujar Anna ragu-ragu
"Jadi? "Beo Alex, ia yakin Anna tengah menginginkan sesuatu
"Bolehkah aku tau keadaan Mike? "
Alex menghela nafasnya, ia tahu istrinya pasti belum akan tenang jika belum melihat pria itu.
"Aku ingat jika Mike tertembak untuk melindungiku. "
Alex langsung membelalakan matanya kaget, lalu ia menghentikan kegiatannya ,"A... Anna... kamu.... "
"Ya... aku ingat semuanya, aku ingat kita tapi demi Tuhan, aku masih berat untuk menerima kenyataan apa yang terjadi beberapa hari lalu."
Anna berbalik menatap Alex, "Tolong jangan biarkan aku menyesal nanti, beritau aku bagaimana keadaan Mike, bawa aku menemuinya. "
"Alex percayalah padaku hmmm.... "
.
.
.................myAmymy................
...**Ramaikan Vote dan KOMEN ya biar aku semangat untuk cerita ini ...
...🖤🖤...
...@myAmymy** ...