The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 51



Ibrahim langsung mencekal tangan Naina yang berniat menyusul Alex, "Mau kemana sayang. "


"Baim jaga sikapmu, aku masih istri Alex,adik iparmu. "


Ibrahim tersenyum smirk, "Istri?Kamu bercanda sayang?"


"Lepas Baim. "


"Kita lihat saja nanti jika Alex sudah mengetahui semuanya apa kau masih di terima olehnya atau tidak? Kau tahu saat Alex mengetahui papa berkhianat dengan ibuku, dia hampir membunuh papa di Usia 10 tahun. "


Naina langsung menatap Ibrahim, "Kenapa kamu terus mengancamku? "


"Hanya menyadarkanmu siapa yang benar-benar mencintaimu?Kau lihat Alex sangat peduli pada Ana, dan soal Ana... aku tak tahu apa yang terjadi dengannya yang jelas lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan mengganggu wanita itu, dia bukan hanya gila seperti dulu."


"Ma.. maksudmu? "


Ibrahim meminum minumannya lalu ia bangkit dari hadapan Naina dan menuju sofa ruang tamu tanpa menjawab pertanyaan Naina.


Ceklek...


Alex dan Ana keluar dari kamar.


"Ibrahim kita antar istriku ke rumah papa dulu ya. "Ujar Alex.


"Ke rumah papa? "Tanya Ibrahim tak percaya,sementara Naina yang baru menghampiri mereka langsung mengerutkan keningnya, 'Apa Ana benar-benar di terima oleh papa? 'Batinnya.


"Ya.. papa memintanya datang. "


"Alex... aku... "Ujar Naina ragu-ragu.


Alex tersenyum, "Sebaiknya kamu di rumah saja,istirahat."Lalu Alex menggenggam Jemari Ana dan pergi.


"See... "Tunjuk Ibrahim lirih pada tangan Alex dan Ana.


Sementara Naina menitikan airmatanya menyesali semua kebodohannya di masa lalu.


.


.


"Aku akan pulang larut malam,jika kamu tak mau pulang ke apartemen kamu bisa menginap di sini sayang. "


Ana tersenyum, "Ya baiklah lihat saja nanti. "


Lalu Alex mengecup kening Ana sebelum wanita itu keluar mobilnya.


"Sepertinya kau sangat mencintai Ana Lex."Ujar Ibrahim setelah ia berpindah duduk ke depan.


"Ya seperti yang kau lihat."


Ibrahim mengangguk, "Apa kau tak takut padanya? "


Alex mengerutkan keningnya, "Maksudmu?"


"Tidak, itu maksudku dia dulu... gila... "


"Aku tak peduli siapa dia dulu ,entah dia gila atau bahkan seorang pembunuh sekalipun aku tak peduli,yang penting dia mencintaiku dan tak mengkhianati cinta kami. "


"Sepertinya kau tahu masalalunya. "


Alex hanya tersenyum tipis, mendengar itu ia yakin jika Ibrahim pasti ada hubungannya dengan Ana juga Naina. Pria itu datang ke rumah tiba-tiba di mana dia tak pernah datang ke apartemen Alex sebelumnya.


.


.


Ana memasuki rumah keluarga Bramono,dia langsung di sambut oleh asisten rumah tangga rumah itu.


"Di mama tuan Bram? "


"Beliau di ruang kerjanya non. "


Ana mengangguk lalu segera menuju ruang kerja papa Bram.


Tok... tok...


Setelah mendengar izin masuk, Ana segera masuk ke ruangan itu.


"Naina... ada apa? Kenapa kamu datang tiba-tiba? "Tanya papa Bram di kursi kerjanya.


Ana langsung berdiri begitu yakin di depan meja kerja ayah mertuanya itu.


"Apa anda ada hubungannya dengan masalalu saya? "Tanya Ana To the point.


"Naina... "


"Ana... saya Sandriana... R01... "


Bram cukup kaget dengan apa yang di ucapkan menantunya itu,"Jadi kau... "


Ana tersenyum, "Jadi benar apa yang saya katakan?"


Bram mengerutkan keningnya, sepertinya dugaannya salah, wanita itu belum mengingat sepenuhnya, ia tersenyum tipis artinya semua masih terkendali.


"Ana... jadi aku harus memanggilmu Ana mulai sekarang? "


"Katakan sesuatu?Ada banyak wajah tuan di ingatan saya. "


Bram mendesah, lalu ia mengambil sesuatu dari dalam brankas miliknya dan tak lama kemudian ia meletakkannya di atas meja depan Ana.


"Apa ini?"


"Itu identitasmu, pakailah mulai sekarang."


Ana mengerutkan keningnya lalu mengambil map di depannya dan membukanya, di sana ada ktp, sim, paspor bahkan ijazah sekolahnya dulu.


"Kau Sandriana . Putri temanku yang mati di bantai oleh orang yang dendam pada orang tuamu. "Ujar Bram mulai bercerita.


"Tuan. "


Bram melangkah menuju Jendela,"Bertahun-tahun aku mencari keberadaanmu. Aku berjanji untuk menjagamu,tapi aku terlambat,dan setelah aku menemukanmu maka aku menikahkanmu dengan Alex, dia yang akan bisa menjamin keselamatanmu jika kebenaran lain terungkap nanti. "


Ana masih tak paham maksud papa Bram,"Apa maksudmu tuan. "


"Papa... panggil papa seperti biasanya, kamu menantuku."


Bram langsung berbalik, "Jangan bodoh Ana... hanya Alex yang bisa melindungimu saat ini."


"Apa maksud anda? "


"Percaya saja padaku... "


Ana menggeleng, "Istri Alex telah kembali aku tidak mau menjadi orang ketiga di antara mereka."


"APA... "


Ana mengangguk, "Naina yang sebenarnya telah kembali. "


Bram langsung mendekat,dan memegang bahu Ana, "Kau tak boleh pergi dari Alex, jika kebenaran tentang wanita itu terungkap entah apa yang akan di lakukan Alex nanti."


"Maksudnya?"


Bram mendesah lalu mencengkeram kuat ujung tongkatnya ,"Aku hampir di bunuh oleh Alex saat anak itu baru berusia 10 tahun."


Ana masih belum mengerti, hingga Bram melanjutkan kalimatnya.


"Alex sangat membenci pengkhianatan."


Ana mulai mengerti, "Maskudmu Naina? Tapi dengan siapa? "


Bram mendesah, "Sebaiknya kamu waspada dan jangan jauh dari Alex, dia yang bisa melindungimu jika pria itu datang. "


"Keluarlah."Ujar Bram, "Dan jangan cari tahu lebih lagi, jadilah istri Alex seperti biasanya."


Ana yakin masalah tak mudah di pecahkan tapi ia akan mulai mencari tahu segala kebenarannya nanti, dengan atau tanpa bantuan Alex.


................


Sementara di apartemen Alex, Naina sibuk mengeluarkan barang-barang milik Ana dari kamarnya, ini adalah apartemen hadiah pernikahannya dengan Alex untuknya maka Ana tak berhak menempatinya apa lagi kamarnya.


"Dasar perempuan licik, pura-pura baik padaku ternyata ini rencana kamu, merebut suamiku."Kesal Naina melempar pakaian-pakaian Ana keluar kamarnya.


Naina terus merubah apa yang ada di kamar itu, mengganti sprei abu-abu dengan sprei bunga-bunga favoritnya dulu.


"Akan aku rebut kembali suamiku. "


Namun tiba-tiba ia ingat ancaman Ibrahim, "Aku harap Baim mau mengerti aku."


Sementara Ana duduk di sebuah taman, ia kembali memikirkan apa yang papa Bram katakan tadi, "Apa benar aku seperti yang ada di ingatanku? Seorang pembunuh? "Gumamnya.


"Ibrahim, Papa... dan satu lagi siapa dia? "


Ana memegang kepalanya yang tiba-tiba merasa pusing, "Ah... pusing sekali...."


Wanita itu memijat pelan pelipisnya,berharap pusing itu mereda, menutup mulutnya hingga ia langsung berlari mencari tempat untuk muntahkan isi perutnya.


"Huekk....Huek..... "


"Ini minumlah..."


Ana menoleh saat ada seseorang yang menyodorkan sebotol air mineral padanya.


"Terima... kasih. "Lirihnya, namun Ana langsung pergi meninggalkan seseorang itu tanpa menerima air pemberiannya.


.


.


Ana langsung menyetop taksi dan menuju ke apartemen,ia berkali-kali menoleh ke belakang, entah rasanya dia ingin lari dari pria itu.


"Siapa dia? Harusnya aku tanya siapa dia? "


"Sudah sampai nyonya... "


"Ah terima kasih, ini ongkosnya."


Ana segera keluar taksi dan masuk ke apartemennya, hari ini dia sangat lelah, entah nanti dia akan bertanya pada Alex tentang apa yang ia dengar dari papa Bram atau tidak? juga tentang seseorang yang ia lihat tadi di taman.


"Sebaiknya kamu waspada dan jangan jauh dari Alex, dia yang bisa melindungimu jika pria itu datang. "


"Apa dia pria itu yang di maksud papa? "Gumamnya di dalam lift.


Ting....


Ana menatap pintu lift yang baru saja terbuka.Ia pun melangkahkan kakinya menuju apartemen Alex.


Klik...


Ceklek...


Ana mengerutkan keningnya melihat pakaiannya berserakan di ruang tamu.


"Ada apa ini? "Tanyanya.


"Apa?Aku hanya mengeluarkan barang-barang yang bukan milikku dari kamarku. "


"Naina... "Desis Ana menahan emosinya.


"Dengar Ana, aku sudah kembali dan akan aku ambil kembali apa yang menjadi milikku. "


"Jadi kamu mengusirku Naina. "


"Ya... "


Ana mengangguk lalu ia mengambil ponselnya dan langsung menelpon Alex, "Sayang.... istri pertamamu telah mengusirku. "


Setelah mengatakan itu Ana langsung menutup panggilannya, "Kita lihat Naina, apa Alex membolehkan aku pergi atau tidak."


"Kau... "Tunjuk Naina kesal.


.............myAmymy .............


Siapa yang nunggu cerita ini Up? Vote dan ramaikan KOMEN nya dong!


...🖤🖤...


...@myAmymy...