
Alex memasuki apartementnya, Dia baru saja pulang dari kantor DGS. Melepaskan jas kerjanya dan melemparnya ke Sofa. Kemudian mengendurkan dasinya lantas ia duduk bersandar dan memejamkan matanya.
"Anda baru pulang tuan?"
Alex membuka matanya saat mendengar suara Naina, tapi jelas bukan itu yang membuatnya bingung,tapi kata-kata Naina.
Ia menatap Naina yang kini telah kembali memakai pakaiannya.
"Naina. " Lirih Alex.
"Apa anda butuh kopi atau mau makan malam?"
Alex semakin bingung lalu ia berdiri dan menghampiri Naina, dia mengamati Naina dengan begitu intens.
"Apa kamu sedang bercanda denganku sayang?" Tanya Alex.
"M.. maksud tuan? " Ucap Naina terlihat takut-takut.
Alex langsung meraih pinggang Naina ke dalam pelukannya,"Sayang, ayolah jangan bercanda, aku sedang lelah. "Ujar Alex sambil mengendus leher istrinya.
"Lepas tuan."
Alex semakin mengerutkan keningnya, ia semakin merasakan ada yang tak beres dengan Naina, "Naina, apa kau lupa aku siapa?"
Naina menggeleng,"Tidak. " Cicitnya.
"Kamu tidak lupa kalau kita telah menikah kan?"
Lagi Naina menggeleng tapi justru itu membuat Alex semakin bingung.
"Lalu kenapa kamu seperti ini?"
Ceklek....
Alex langsung menoleh ke arah pintu kamarnya, di sana berdiri Raisa.
"Raisa. " Lirih Alex.
"Sayang... " Raisa yang terlihat baru bangun tidur langsung menghambur ke pelukan Alex.
Naina langsung membuang muka ke samping,ia berusaha menahan sesak di dadanya yang ia tak tahu apa itu.
Seminggu setelah pernikahannya dengan Alex, dan dia merasakan kebahagiaan yang sepertinya tak pernah ia dapatkan sebelumnya.Namun tiba-tiba Semuanya hancur tadi siang.
Flashback On
Naina baru selesai membersihkan apartement yang berantakan Karena ulah dirinya dan Alex semalam yang bermain hampir di setiap sudut apartmentnya.
"Ah malu sekali. " Gumam Naina.
Naina menatap ke seluruh ruangan yang sudah terlihat rapi kembali.
Naina kemudian mengendus ke dirinya sendiri, "Uh bau kecut. "Ia menghela nafasnya, "Aku mandi lagi saja. "
Memasuki kamarnya Naina memilih langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Ia membuka seluruh pakaiannya lalu memandang tubuhnya dari balik cermin washtafel.
Pipinya langsung bersemu merah menatap banyak tanda yang di tinggalkan Alex semalam, "Hais, dia ganas sekali."
Hampir 20 menit dia menghabiskan waktu untuk memanjakan dirinya di dalam kamar mandi, Naina keluar dengan bath robe, lalu ia menuju meja rias di mana sudah ada banyak produk perawatan wajah serta beberapa make up yang sudah Alex belikan saat mereka pulang dari rumah sakit waktu itu.
"Dia sangat mencintaiku. " Gumam Naina sambil memakai krim siang di wajahnya.
Setelah itu Naina menuju ke lemari pakaian untuk mengambil pakaian yang akan ia kenakan.
Puk...
Naina melihat ke bawah kakinya, ada selembar foto di sana yang baru saja jatuh dari balik pakaian yang ia ambil tadi.
"Apa ini?" Naina lalu membungkuk dan mengambilnya.Di lihatnya ada foto seorang wanita cantik yang terlihat anggun dan manis dengan bando putihnya.
"Siapa ini?Apa ini mantan suamiku? " Gumam Naina, "His beraninya dia masih menyimpan foto mantan pacarnya. " Gerutu Naina sambil membalik foto itu.
Keningnya mengerut alisnya saling terpaut ketika melihat ada segores puisi singkat di sana.
Kamu laksana embun pagi menenangkan jiwa.
Kamu laksana bulan penerang gelapnya malamku.
Kamu laksana Madu penawar Racunku.
Kamulah bagian terindah dalam kehidupanku.
^^^NAINA^^^
"Naina... "Lirih Naina, lagi dia membalik foto itu dan itu bukanlah dirinya. Kembali membaca sebait puisi tadi tertera juga tanggal di pojok bawah, itu hampir 8 tahun lalu.
"Apa ini? " Gumam Naina.Hingga tiba-tiba bayangan kilas balik pertemuan dirinya dengan Alex di NewYork serta pernikahan mereka saat itu terlintas dalam pikirannya.
Naina lemas, ia mundur ke belakang hingga di rasa kakinya tak sanggup lagi menahan beban dirinya.Ia pun luruh ke lantai bersandar pada pinggir ranjang.
Ia teringat apa saja yang sudah mereka berdua lakukan selama pernikahan mereka, air matanya mengalir begitu saja mengingat sejauh mana yang sudah mereka lakukan tanpa cinta.
Cukup lama Naina merenungi semuanya.Hingga tiba-tiba ia mendengar suara bel apartemen berbunyi. Ia tahu itu bukan Alex,lalu segera ia mengambil pakaian miliknya di lemari lain, tempat baju-bajunya yang sebenarnya berada.
Setelah di pastikan dirinya telah cukup rapi,Naina keluar kamar lalu menuju pintu dan membukanya.
Ceklek...
Lagi Naina mengerutkan keningnya bingung,menatap seorang wanita cantik dengan pakaian yang cukup seksi di depannya.
"Cari siapa? " Tanya Naina.
Naina semakin bingung karena wanita itu masuk begitu saja dan mengabaikannya.Naina menghela nafasnya lalu menutup pintu dan berbalik masuk ke dalam. Di lihatnya wanita itu sudah duduk di Sofa.
"Maaf, anda siapa dan kenapa anda masuk begitu saja ke rumah orang. "
Wanita itu tampak memindai penampilan Naina.
"Di mana Alex? " Tanyanya.
Naina semakin bingung,"Dia... dia sedang bekerja.saya tanya sekali lagi anda siapa?"
Wanita itu tampak menghela nafasnya, "Saya Raisa, kekasihnya."
Naina kaget,ia sedikit mundur ke belakang,satu lagi Fakta yang ia dapati hari ini.
Kebahagiaan semu yang ia rasakan semakin hancur sudah.
Raisa berdiri, "Di mana kamar Alex, aku lelah sekali."Tanpa menunggu jawaban Raisa langsung masuk ke kamar tepat di belakang Naina, karena memang tak ada pintu lain di sana.
Naina semakin merasa lemas, ia berbalik menatap pintu kamarnya.Air matanya lolos lagi. Hancur, semuanya hancur.
Flashback Off
Alex langsung melepas pelukan Raisa, dia menoleh menatap Naina yang tengah menghapus airmatanya.
"Na... " Lirih Alex khawatir.
Tanpa menjawab Naina memilih mundur ke dapur.Entah apa perasaanya kini, kenapa tiba-tiba dia merasa sangat sakit hati. Padahal ia yakin jika dia tak mencintai pria itu sebelumnya,Naina menghela nafasnya, setidaknya sebelum seminggu ini.
Naina bingung apa yang terjadi padanya sehingga dalam seminggu dia bisa bersikap seperti itu pada Alex.
"Ya Tuhan,apa sebenarnya yang terjadi dengan diriku? Apa benar aku hilang ingatan atau aku mengalami gangguan kejiwaan." Ujar Naina meremas kepalanya.Dia duduk di ruang makan menumpahkan segala perasaannya yang tak ia mengerti.
Sementara Alex dan Raisa di ruang tamu,
"Katakan kenapa kamu bisa ada di sini?"Tanya Alex sambil sesekali matanya melirik ke arah dapur.
"Aku nunggu kamu di CLUB tapi kamu tak kunjung datang, aku cari kamu di apartemenmu tapi sama saja kamu tak datang ke sana.Jadi aku cari tahu apartemen kamu yang lain dan akhirnya aku di sini. ".Ujar Raisa tersenyum.
"Lalu ada apa kamu mencariku? Jika ada sesuatu yang kamu inginkan kamu bisa Meminta pada yang lain. "
Raisa menggeleng,"Aku harus ngomong sama kamu langsung."
Alex melirik khawatir ke arah dapur lalu menatap Raisa,"Cepat katakan apa maumu dan segera pergi dari sini. "
Raisa memgambil tangan Alex dan menggenggamnya,"Aku tak bisa lagi tinggal di CLUB. "
Alex mengerutkan keningnya,"Lalu? "
.
Hmmm.... what happen ya kira-kira? 🤔
.
.
...🖤🖤...
...@myAmymy...