
Alex baru saja selesai mandi, ia lalu memakai jas kerjanya seperti biasanya, serba hitam. Setelah menyisir rambutnya, pria itu keluar kamar.
"Huek... Huek... "
Alex langsung menghampiri Ana di dapur dan membantu memijat tengkuk istrinya itu.
"Kamu tidak apa sayang?"Tanya Alex khawatir.
"Hah... "Ana menarik nafasnya panjang lalu Alex mengambil air minum dan membantu istrinya itu untuk minum.
"Bagaimana? Apa perlu ke dokter?"Tanya Alex lagi.
Ana menggeleng, "Tidak sayang, itu... telurnya amis banget,aku tidak kuat. "
Alex melirik kocokan telur yang ada di meja dapur, "Kalau begitu buang saja. "
Ana menggeleng,"Tidak Alex,mubazir."Ana menatap suaminya itu.
"Kenapa? "Tanya Alex tak mengerti.
"Kamu bisa masak kan? "
"Bisa sedikit."
Ana tersenyum, "Masak telur sama sosisnya ya, aku mau mandi biar segar dan tidak mual lagi. "
Alex mengangguk ragu, tapi ia tak tega jika istrinya itu harus menahan mual, dia juga membenarkan ucapan Ana jika di buang akan menjadi mubazir sementara di luaran sana masih banyak yang tak bisa makan.
"Ya sudah tak apa. "
Ana tersenyum, "Makasih sayang, Oh ya sekalian buatkan aku teh manis hangat ya... "
"Siap sayang. "Ujar Alex sambil mengusap kepala istrinya.
Anapun berlalu menuju kamarnya.
Ceklek..
Wanita itu masuk ke kamar dan langsung menuju ponsel Alex yang tergeletak di atas nakas, Ana tahu jika Alex pasti masih mencarge ponselnya itu.
"Sial, ada kodenya. "Gumam Ana kecewa, ia lalu melirik ke pintu, lalu mencoba membuka kode rahasia di ponsel suaminya itu.
"Ck... apa sih kodenya, semua tanggal sudah aku masukan, apa ya..."
Cukup lama Ana mencoba namun tak berhasil juga.
Ceklek...
Ana menoleh kaget dan mendapati Alex yang menatapnya.
"Kenapa sayang?"Tanya Alex
"Owh ini...aku mau mencarge ponselku, gantian ya. "
Alex mengangguk lalu mengambil ponsel miliknya dari tangan Ana lalu membantu Ana mencarge ponsel milik istrinya.
"Ada apa? "Tanya Alex.
"Kenapa ponselmu di kunci rahasia? "Tanya Ana, "Kamu punya selingkuhan ya? "Tanya Ana to the poin.
Alex mengerutkan keningnya, "Selingkuh?"Alex terkekeh, "Dari mana kamu punya pikiran seperti itu? "
"Ya terus kenapa di kode segala? "
"Ini karena ada banyak rahasia perusahaan di ponselku sayang, bukan seperti yang ada di otak cantikmu itu. "
"Ck... aku tidak percaya, coba aku lihat! "
Sebenarnya Alex merasa ada yang tak beres dengan istrinya itu, tapi dia tak mau membuat istrinya banyak pikiran, "Baiklah kamu bisa mengeceknya. "
Ana tersenyum, "Mana coba, apa kodenya?"
"Kamu tak perlu tahu apa kodenya, yang penting saat ini aku buka kuncinya di hadapan kamu. "
Ana melihat jika Alex hanya menempelkan sidik jarinya alih-alih mengetik kode rahasianya.
"Ini... kamu cek saja. "
Anapun menerima ponsel milik Alex, lalu ia mulai membuka-buka ponsel itu, ia lalu melirik suaminya,"Apa sudah selesai kamu masak telurnya?"
"Belum aku goreng, aku tadinya mau ambil ponselku. "
Ana lalu menyerahkan ponsel Alex padanya, "Sudah. "
"Tidak ada yang aneh kan? "
Dengan terpaksa Ana mengangguk, "Iya... "
Alex mengecup kening istrinya, "Aku tidak akan pernah selingkuh, karena aku tahu bagaimana rasanya,jadi percayalah padaku, hati dan tubuhku sepenuhnya milikmu. "
Deg...
Mendengar ungkapan itu, membuat hati Ana tiba-tiba merasa bersalah,Alex begitu tulus padanya,tapi dia justru berniat membantu Mike.
"Ya sudah, aku kembali ke dapur dulu. "
Sepeninggal Alex, Ana terduduk di ranjang, memikirkan kembali keputusannya, lalu meraba perutnya,"Ayahmu begitu tulus mencintai aku, tapi aku, justru ingin...."
Drrtttt.....
Ana menoleh ke ponselnya, ada sebuah pesan masuk,ia tahu itu dari siapa.
From : 0812345678xx
Bagaimana berhasil masuk? Ingat Queen jika kau mengkhianatiku, anakmu taruhannya.
Sementara Alex di dapur menatap dingin pada layar ponselnya lalu beralih menatap pintu kamarnya.
"Aku belum tahu pilihanmu, tapi aku tahu jika aku harus melindungimu dan anak kita. "Gumam Alex.
Lalu pria itu mengirim pesan pada Axel.
To: Axel
Lacak nomor ini 0812345678xx
Kembali fokus pada pemikirannya, Alex teringat pada permintaan Ana semalam.
"Bisakah kamu mengambil cuti kerja, dan menemaniku selama aku hamil sampai melahirkan?"
Alex mengerutkan keningnya mendengar permintaan Ana, "Kenapa? "
Ana hanya menggeleng, "Tidak apa, tidak usah di pikirkan, aku hanya bercanda tadi."
Alex menghela nafasnya, ia merasa ada rasa takut jauh di dalam hati istrinya itu.
"Ada baiknya aku mengikuti kemauan Ana. "Gumamnya sebelum menelpon Adam.
Ana sudah selesai mandi dan berpakaian, ia langsung keluar kamar.
Ceklek...
"Jadi bisakan? Nanti semua tetap aku atur, sesekali aku bisa datang tapi aku tak bisa menemanimu."
"Ya... terimakasih."
Alex berbalik, "Aku tutup teleponnya."
"Sayang.... "Ujar Alex setelah menutup panggilan teleponnya.
"Ada apa?"Tanya Ana.
Alex mendekat dan menuntun istrinya untuk duduk, "Seperti permintaanmu semalam, aku tak bisa cuti tapi aku bisa hampir full time menjagamu dan calon anak kita. "
Mendengar itu entah kenapa Ana merasakan kelegaan di dalam hatinya.
"Jadi selama 7 bulan ke depan kita akan terus bersama, dan jika sesekali aku harus ke markas maka kamu akan ikut bersamaku jika memungkinkan."
Ana hanya menatap wajah suaminya, ia tak tahu harus merespon seperti apa?
"Kamu senang? "
Ana tersenyum tipis lalu mengangguk, "Iya... terimakasih Alex. "
"Apapun akan aku lakukan untuk melindungimu juga anak kita sayang. "
Mendengar itu, Ana langsung memeluk Alex, wanita itu menenggelamkan wajahnya pada perut rata suaminya.
Alex membelai lembut rambut istrinya, ia yakin Anapun ingin melindungi anak dalam kandungannya.
"Oh ya Alex... "
"Kenapa? "
"Aku ingin sekali makan buah mangga dari kebun papa Bram. "
Alex mengerutkan keningnya, "Kamu sedang mengidam?"
"Sepertinya iya, apa sudah berbuah ya? "
"Sepertinya masih ada beberapa yang berbuah, nanti aku minta orang memetik dan mengirimkannya. "
Ana menggeleng, "Tidak mau, aku mau ke sana, sekalian kita mengunjungi papa... "
Alex menghela nafasnya, jujur ia tak begitu suka pada pria berstatus ayahnya itu tapi jika istrinya sudah memintanya ia tak mungkin menolaknya bukan?
"Baiklah nanti setelah sarapan aku antar kamu ke rumah papa, tapi aku harus pergi ke kantor sebentar."
Ana tersenyum lalu mengangguk, "Iya tidak apa, lagi pula di rumah papa aman kan di sana. "
"Tentu... "
Seperti yang Alex janjikan, akhirnya setelah sarapan ia mengantar istrinya ke rumah papa Bram.
"Ayo aku mau kamu yang petikan."Ujar Ana sambil menatap pohon mangga di depannya.
"Iya sayang... "
"Petik yang mengkal." Seru Ana saat melihat Alex mulai menaiki pohon mangga di depannya.
"Sudah lama? "Tanya Bram.
"Papa... " Balas Ana menatap ayah mertuanya.
"Papa bersyukur karena akhirnya kamu benar-benar hamil anak Alex. "
Ana menoleh menatap Alex yang mulai memetik mangga yang ia inginkan.
"Papa tak perlu khawatir, Hanya Alex yang menyentuhku, Mike...dia tidak mampu melakukannya. "
Bram langsung menoleh menatap menantunya, "Ana... "Ucapnya cukup kaget.
..............myAmymu............
...Vote jangan lupa...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...