The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 64



Alex mencuci wajahnya di depan washtafel lalu setelah di pastikan ia sudah mulai merasa segar, pria itu langsung keluar toilet.


Tepat saat Alex melewati toilet khusus wanita, langkahnya terhenti, saat di depannya seorang wanita berlari kecil dan masuk ke dalam toilet.


"Huek... huek.... "


Alex masih belum percaya dengan apa yang di lihatnya, pria itu segera masuk ke dalam toilet,di lihatnya wanita itu tengah muntah-muntah di depan washtafel.


"Huek... Huek... "Ana terus saja memuntahkan isi perutnya yang hanya mengeluarkan air berwarna kekuningan,hingga tiba-tiba ia merasakan ada seseorang yang memijat tengkuknya.


"Ah... Thank you sayang. "Ujar Ana tanpa melihat siapa yang memijat tengkuknya.


"Ah leganya. "Ujar Ana setelah mencuci mulutnya.Wanita itu langsung menatap dirinya di depan cermin.



"Ah aku sudah cantik lagi kan Mike?"Ujar Ana sambil melirik ke orang di sebelahnya dari balik cermin.


Wanita itu langsung berbalik, "Kau... "Kaget Ana, wanita itu memejamkan matanya, ia tak boleh menunjukkan jika ia mengenal pria di sebelahnya yang tampak menatapnya intens.


'Dia Alex kan, kenapa dia menatapku seperti itu, apa dia tahu jika aku akan membunuhnya? 'Batin Ana.


Hingga tiba-tiba ia merasakan pelukan di tubuhnya.


"Sayang, syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkanmu."


Ana mengerutkan keningnya,'Apa sayang?Dia mengenalku, astaga, Mike di mana kamu, aku harus bagaimana?'Batin Ana.


Alex melepas pelukannya, ia menatap Ana, "Sayang, Kemana saja kamu beberapa hari ini?"


"M... maaf tuan, apa aku mengenalmu? "Tanya Ana bingung.


Alex mulai khawatir, "Ana.. "


'Sial, dia sepertinya benar mengenalku. 'Batin Ana.


"Apa kamu kambuh lagi? "


"Kambuh?"Tanya Ana, 'Apa dia tahu ptsd ku? Ya Tuhan, jadi apa yang terjadi sebenarnya?'Batin Ana mulai merasakan sakit di kepalanya.


"Sayang. "Ujar Alex bertambah khawatir saat Ana memegang kepalanya.


"Stop, don't touch me. "Cegah Ana saat Alex akan memegang bahunya.


Alex menggeleng, "Tidak, kita ke rumah sakit sekarang."


'Sepertinya pria ini begitu khawatir padaku, apa sebaiknya aku ikuti saja dia, mungkin aku bisa mulai menjalankan tugasnya, kata Mike, untuk menembus sistem keamanan DGS cukup sulit. 'Batin Ana.


Tanpa Ana sadari, Alex sudah menggendongnya keluar dari toilet.


Dan di saat yang sama Mike yang baru saja menyusul Ana, langsung mundur dan bersembunyi di balik dinding.


"Sial, bagaimana bisa Quen bertemu Alex di sini. "Gumam Mike, 'Apa yang terjadi, apa Quen sudah mengingat pria itu? 'Batin Mike saat tak lagi di lihatnya Ana dan Alex.


Mike berlari menyusul keluar restoran.


"Aarghhh... sial. "Kesal Mike menendang udara, Ana telah pergi bersama Alex,"Aku tak mau kehilanganmu lagi Quen. "


Sementara di dalam mobil Alex, pria itu sesekali melirik pada Ana yang masih saja memijat kepalanya.


"Apa sakit sekali?"


Ana melirik Alex lalu menggeleng, "Tidak, sudah lebih baik. "Jawabnya.


Ana berfikir ia harus bagaimana, selama ini dia tidak pernah membunuh targetnya seperti ini, dia selalu langsung menembak atau menikamnya karena ia tak pernah saling mengenal,apa lagi dia dan Mike selalu memakai topeng saat bertugas.


Melirik pada pria di sebelahnya yang fokus mengemudi, Ana lalu menyentuh dadanya yang berdebar begitu kencangnya, 'Perasaan ini. 'Batinnya.


"Sayang,kamu yakin sudah tak sakit lagi?"


Ana memaksakan senyumnya,"Iya, tidak perlu ke rumah sakit."Jawabnya, 'Aku benci tempat itu, tempat itu mengingatkan ku dengan rumah sakit jiwa. 'Batin Ana.


"Baiklah, kalau begitu kita pulang."


"P.. pulang, Kemana? "


Alex menatap Ana sekilas, "Ana... "


Ana memejamkan matanya ia tak boleh membuat pria itu curiga,'Dari reaksinya tadi sepertinya aku dan dia sedang ada masalah.'Batinnya.


"Aku tidak mau pulang....a... Alex. "


Alex memelankan mobilnya lalu menepikannya, ia mematikan mesin mobilnya lalu menatap Ana,


Mendengar itu Ana merasakan hangat di hatinya, dalam hati ia bertanya apa hubungannya dengan Alex, dan sebenarnya apa yang terjadi.


Alex melepaskan pelukannya, "Aku sangat merindukanmu sayang. "Alex mendekatkan wajahnya pada Ana,hingga saat bibirnya baru menyentuh bibir mungil yang ia rindukan Ana mendorongnya.


"Ana. "Kaget Alex.


"Maaf, Aku tadi kan baru saja muntah, mulutku bau... "


"Tidak masalah sayang."


Ana membulatkan matanya,'Tidak masalah buatmu masalah buatku. 'Batinnya, "Tidak, pokoknya aku tidak mau. "


Alex mendesah, "Baiklah."Meski ia sudah sangat ingin mencium istrinya itu, ia harus sabar.


...................


Ana menatap ruangan yang baru saja ia masuki, sebuah apartemen dengan nuansa putih.


"Sayang."Ujar Alex memegang bahu Ana.


"Eh... "Ana memejamkan matanya sesaat , lalu menatap Alex, "Aku lelah, aku ingin istirahat,antar aku ke kamarku. "Ujarnya.


Ana tak tahu di mana kamarnya, dan ia tak mau menimbulkan kecurigaan Alex padanya.


"Baiklah, mau ku gendong?"


Ana sebenarnya logikanya ingin menolak, tapi kenapa hatinya menginginkannya, ia lalu mengangguk pelan.


Alex tersenyum lalu segera membopong tubuh mungil istrinya itu ke kamar mereka.


"Istirahatlah. "


Kriukkk.


Alex menatap perut Ana yang baru saja mengeluarkan suara cukup nyaring.


Ana memegang perutnya, lalu memalingkan wajah malunya.


"Kamu belum makan? "


Ana menggeleng, Alex menghela nafasnya lalu jongkok di tepi ranjang, ia lalu membuka tangan Ana di perutnya lalu mengusapnya lembut.


"Anak papa lapar ya. "


Ana langsung menoleh ,menunduk dan menatap Alex, 'Apa tadi katanya, anak? sebenarnya ada apa si ini, ada apa di antara kami. 'Batin Ana.


"Anak papa mau makan apa? "Ujar Alex melirik ke Ana,"Sayang kamu mau makan apa biar aku pesankan. "


Ana menelan paksa salivanya,"A... Alex, soal anak. "


Alex tahu pasti Ana kepikiran masalah papa Bram, ia lalu duduk di depan Ana dan menggenggam tangan Ana, "Dengarkan aku sayang, anak yang ada dalam kandunganmu aku percaya itu anakku, aku tidak mandul, dan aku yakin kamu tidak pernah mengkhianatiku seperti Naina. "


Ana langsung melepas genggaman di tangannya lalu memijit pelipisnya yang mulai terasa pening lagi.


"Kenapa, apa sakit kepala lagi?"


"Ya...."


"Sudah jangan terlalu di pikirkan lagi, kamu istirahatlah aku akan pesan makanan dulu, kamu mau makan apa? "


"Apa saja. "


Alex mengangguk lalu memesan makanan pada anak buahnya, "Sudah ku pesan aku mandi dulu. "Cup.... Alex mengecup kening Ana cukup lama.


Setelah Alex masuk ke kamar mandi, Ana segera turun dari ranjang, ia mulai membuka laci, dan lemari mencari sesuatu yang bisa membantunya mencari tahu ada hubungan apa di antara ia dan Alex.


"Sebenarnya ada apa di antara aku dan dia? "Gumam Ana mulai membuka lemari dan mencari sesuatu di sana.


Tak...


Ana melihat ke bawah, dan ia langsung mengerutkan keningnya,menunduk dan mengambil sesuatu yang baru saja terjatuh, Ana lalu menutup mulutnya saat ia melihat apa yang baru saja ia ambil,"Ini... "


...............myAmymy........... ...


...Ana nemu apa ya? ...


...🖤🖤...


...@myAmymy...