
Alex mengepalkan tangannya, saat ini dia tengah mengemudi untuk melanjutkan mencari Ana.
Satu fakta lagi yang ia baru ketahui,papanya mengetahui perihal Ana, bahkan Axel yang menemukan fakta tentang data diri Ana, tapi adiknya itu tak memberitahukan padanya.
"Jika Ana adalah putri sahabat lama papa, lalu apa mungkin dia itu R01? "
Alex terus memutari kota dan mencari keberadaan Ana di beberapa hotel, sementara laporan dari bandara dan stasiun tak ada tanda-tanda jika Ana mendatangi tempat itu.
"Ya Tuhan,sayang kamu di mana?Tidak ingatkah kamu akan kondisi kandunganmu yang lemah? "
Alex lalu memutuskan untuk kembali ke apartemen barang kali istrinya itu sudah kembali.
Sementara di dalam apartemen Naina tengah menerima telepon dari Ibrahim.
"Aku tidak mau Baim, aku ingin kembali dengan Alex."
"Bagaimana denganku Naina?"
"Apa? Kamu tahu bagaimana hubungan kita selama ini. "
"Tidakkah kamu melihat cintaku padamu selama ini Naina? "
Naina menggeleng, "Tidak Baim, jika kamu benar mencintaiku, kamu tidak akan merusak hidupku malam itu. "
"Itu karena aku sangat mencintaimu Naina."
Ceklek....
Alex masuk ke apartemennya, dia berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.
"Maaf Baim, aku tak mau... aku mencintai Alex."
Alex mengerutkan keningnya mendengar suara Naina dari arah balkon, ia lalu mendekat. Ia mendengar apa yang di bicarakan Naina.
"Eh... Alex.. "Pekik Naina karena tiba-tiba Alex merebut ponselnya.
"Ibrahim, jika kamu ingin bersama Naina kamu temui aku baik-baik,dan kita selesaikan semuanya dengan jantan, jangan seperti pengecut seperti ini. "
"Alex..."
"Kenapa? Kau tidak berani menghadapiku?"
"Tidak, aku hanya tidak mau membuat papa Kepikiran."
"Omong kosong. Dengar, kau memang sama seperti ibumu."
"Alex jangan bawa-bawa ibuku. "
"I Don't Care."
Brakkk....
Alex langsung membanting ponsel Naina ke tembok hingga hancur.
Naina menutup mulutnya, ia begitu kaget melihat kilat emosi di mata Alex.
"Alex.... "
Alex mengatur nafasnya untuk meredakan emosinya,ia meremas kepalanya.
"Alex, apa kamu cemburu?"
Alex langsung menatap Naina, ia tersenyum menyeringai, "Cemburu katamu? "
Alex langsung mencengkeram lengan Naina, "Dengar ,tidak ada cemburu dalam kamus hidupku, yang ada aku ingin menghabisi kalian."
"Alex.... "
"Cukup Naina....aku tidak ada waktu memikirkan perihal masalahmu, yang aku pikirkan sekarang adalah istriku Ana, wanita yang sedang hamil anakku. "
Naina melangkah mundur, dari ucapan Alex ia tahu jika Alex tak memaafkan kesalahannya, dan lagi Alex sangat mencintai Ana.
"Alex.... apa tak ada kesempatan untukku. "
"Berengsek, sialan... kau tidakkah mendengar ucapanku tadi Hah... sudah ku katakan sekarang yang aku pikirkan hanya Ana...hanya Ana... "
Naina menghapus air matanya, "Maafkan aku."
Alex langsung pergi dari hadapan Naina dan pergi ke kamarnya,ia butuh air dingin untuk meredakan emosinya.
.................
Naina duduk di Sofa, ia masih menangis usai bentakan Alex tadi. sesekali mulutnya meniup telapak tangannya yang berdarah karena sentakan Alex tadi mengenai sudut meja.
"Hiks... puffttt.... Hiks... "
Ceklek....
Alex keluar kamar, ia menatap Naina,hingga ia melihat luka di tangan Naina,ia kembali ke kamar dan tak lama kemudian ia kembali dengan membawa kotak obat.
"Kemarikan tanganmu. "Ujar Alex meraih tangan Naina dan mulai mengobatinya.
"Asssshhhhh.... "Rintih Naina merasakan perih pada lukanya.
Alex melirik pada Naina, ia menghela nafasnya, "Sudah pernah ku katakan jangan pernah memancing emosiku. "
"Hiks.... "
"Kau harusnya masih ingat dengan temperament ku kan? "
"Aku... Hiks... aku stress Lex.... "
Alex selesai mengobati tangan Naina lalu merapikan kembali kotak obatnya.
"Apa kamu mencintai Ibrahim? "Tanya Alex.
Naina langsung menggeleng dengan cepat.
Naina menunduk, "Dulu sebelum mengenalmu aku pernah menjalin hubungan dengannya, tapi dia tiba-tiba pergi tanpa memberitahuku. "
"Sebelum mengenalku? Ah ya aku ingat dia pernah tinggal di panti asuhan saat kecil, jadi kalian teman masa kecil? "
"Alex...."
"Dan cinta kalian bersemi kembali sebelum pernikahan kita, atau bahkan masih berlanjut setelah pernikahan kita? Heh... aku ingat jika Ibrahim kembali sebelum kita menikah dan kembali ke Thailand satu bulan setelah pernikahan kita. "
Naina menggeleng, "Tidak seperti itu Lex, aku hanya mencintaimu, dia.... dia memaksaku. "
Alex menarik nafasnya panjang, ia mencoba untuk menahan emosinya, saat ini lebih baik fokuskan pikiran untuk mencari keberadaan Ana.
"Aku minta maaf Lex tapi sungguh aku hanya mencintaimu."
Alex menatap Naina, "Sekarang aku tanya, anak yang kau kandung dulu anakku atau anak Ibrahim?"
Naina menunduk, ia takut untuk menjawabnya.Alex tersenyum menyeringai, "Tak menjawab Hmm? Baiklah aku tahu jawabannya."
"Alex...."
"Jika kau ingin melihat anakmu, kau temui Axel... anakmu bersamanya."
"APA... "
"Anakmu beberapa bulan lalu di adopsi Axel dan istrinya."
Naina tersenyum, ia langsung memegang dadanya, "Aku harus ke sana..."
"Mau Kemana, ini sudah malam lebih baik kau urungkan niatmu atau kau akan membuat anak itu bingung nanti. Istirahatlah di sini, aku mau pergi. "
"Anakku... "Naina menghapus airmatanya, akhirnya dia tahu di mana anaknya.
Sementara Alex sudah berada di mobilnya, hingga malam seperti ini dia belum mendapatkan petunjuk keberadaan Ana.
Drrttt....
Alex meraih ponselnya dan melihat ada nama Axel di sana...
"Hallo Xel..."
"Apa.... baiklah aku ke sana. "
Alex menutup ponselnya dan segera melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan oleh Axel padanya barusan.
................
Axel menutup panggilan teleponnya, ia lalu menghela nafasnya.
"Ini kopinya sayang. "Ujar Angel yang baru saja meletakan secangkir kopi untuknya di meja.
"Makasih sayang. "Axel menatap Angel, ia ingat pembicaraannya tadi siang bersama papa Bram.
"Naina sudah kembali dan dia pasti cepat atau lambat akan mengetahui semuanya dari Alex. "
"Ya papa benar, bagaimanapun Alex pernah curiga melihat Lucas yang mirip dengannya."
"Lebih baik kau bicarakan baik-baik dengan istrimu. "
"Kak Axel kenapa? Sepertinya banyak pikiran. "Tanya Angel yang kini duduk di samping suaminya.
Axel menghela nafasnya lalu menarik Angel ke dalam pelukannya, "Tidak apa... "
Angel membalas pelukan Axel,"Apa Angel tidak boleh tahu? "
Axel mengecup puncak kepala istrinya, "Oh ya bagaimana kuliahmu? "
"Baik... "
"Hmm... besok aku ingin mengantarmu, istriku ini sangat cantik, pasti ada mahasiswa yang menyukaimu di sana, aku akan menungguimu. "
"Ck... modus, bilang aja ingin tebar pesona pada mahasiswi di sana kan? Iya kan? "
"Haisss.... aku tidak perlu tebar pesona, suamimu ini memang mempesona. "
Buk....
"Aws... "Rintih Axel karena tiba-tiba Angel memukul dadanya cukup keras.
"Awas aja kalau kak Axel kumat lagi playboynya, bukan cuma dadanya yang Angel pukul tapi ini akan Angel bikin mati kutu tidak bisa bangun lagi. "Ujar Angel sambil meremas milik Axel dari balik boxernya.
"Aws sayang... "
"A.. apa sakit apa terlalu keras? "Panik Angel.
Axel menggeleng, "Tidak tapi itu enak. "
"Astaga... "Buk... Angel kembali memukul dada bidang suaminya.
Axel tertawa melihat istrinya yang salah tingkah, "Kamu lucu sekali sih Angel... "
Axel meraih bawah lutut istrinya dan bangkit dari duduknya.
"Ahhh... kak Axel.... "
"Salahmu menggodaku tadi, sekarang kamu harus tanggung jawab. "Ujar Axel sebelum membawa tubuh istrinya menuju kamar mereka.
.............myAmymy..............
...Kira -kira Ana Kemana ya? ...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...