
Naina terus saja diam di dalam mobil sejak mereka pamit pulang pada Adam dan Dara.Bahkan jelas sekali terlihat mata Naina sedikit sembab membuat Alex sedikit bingung.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan? " Tanya Alex khawatir.
Naina menoleh sesaat pada Alex lalu kembali menatap lurus ke depan, "Aku baik-baik saja. " Ucapnya terdengar ragu.
"Tidak, aku tahu kamu tidak baik-baik saja, dan tadi aku tahu kamu pergi dengan Dara, katakan apa Dara mengatakan sesuatu yang membuatmu terlihat sedih seperti ini. "
Naina menghela nafasnya sesaat lalu ia memaksakan senyumnya, "Aku baik-baik saja, hanya... hanya sedikit lelah, dan tadi ya kami memang berbicara,aku terharu tadi mendengar cerita Dara tentang kisah cintanya. "
Syukurlah Naina bisa menjadikan cerita Dara sebagai alasannya. Tadi setelah Naina menceritakan semua yang terjadi pada Dara, ibu 2 anak itu pun menceritakan tentang kisah cinta wanita itu dengan suaminya, bagaimana dia berjuang membuat suaminya jatuh cinta padanya, bagaimana dia harus memperjuangkan suaminya dengan sindrom brother complexnya. Dan cerita Dara cukup membuatnya sedikit tenang.
Ini baru kisah awal dari cinta antara dia dan Alex, dia tak boleh langsung menyerah begitu saja, toh Alex sudah mengungkapkan rasa cintanya kepadanya, dan mengenai anak dalam kandungan wanita lain itu, kita akan lihat bagaimana Alex menanganinya.
Naina ingat kata-kata Dara jika pria berstatus suaminya itu adalah pria yang bijak, Alex tahu apa yang harus dia lakukan.
"Sayang..." Panggil Naina.
"Hemmm... " Alex menoleh sesaat lalu kembali menatap jalanan fokus pada kemudinya.
"Sebelum pulang kita beli makan malam dulu ya, aku sedang malas masak. "
"Boleh, kamu mau makan apa? "
"Terserah kamu saja, yang penting malam ini aku tidak mau masak,Hmm,bagaimana kalau kita nonton streaming film yang romantis?"Ujar Naina menyampaikan idenya.
"Wah boleh tuh, apa lagi kalau yang ada adegan hotnya sekalian bisa kita praktek nanti. "
"Hais kamu nih. "Ujar Naina sambil mencubit pinggang Alex.
"Sayang aku sedang nyetir ini. "
"Ups, sorry..."
Alex menghela nafasnya lega lalu mengusap kepala istrinya penuh sayang.
.............myAmymy.............
Axel memasuki apartemen,ia baru saja pulang dari bekerja. Duduk sambil melepas sepatunya Axel mengerutkan keningnya saat mendapati apartemen dalam keadaan sepi.
"Pada kemana?"Gumamnya.
Axel melepas jaketnya lalu ia menuju dapur untuk mengambil air minum.
Gluk... gluk.... Tanpa duduk Axel langsung meminum air mineral dari botolnya, sambil berbalik saat mendengar suara pintu di buka.
Pffttttt.....
Saking kagetnya Axel menyemburkan air di mulutnya.
"Kak Axel sudah pulang." Ujar Angel gugup, pasalnya ia mengira Axel belum pulang karena ini masih sore, maka dia yang baru selesai mandi keluar kamar hanya dengan handuk yang melilit tubuhnya.
Merasa pandangan tak baik dari pria di depannya Angel segera berbalik dan masuk lagi ke kamarnya. Dengan buru-buru ia menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.
"Eh... " Pekik Angel kaget karena tiba-tiba ada yang memeluk pinggangnya,"Kak Axel.. "Gugup Angel.
"Kamu sengaja menggodaku hmm? "
Angel segera menggeleng, "Tidak kak, Angel baru selesai mandi. "
Axel menghirup aroma strawberry yang menyeruak dari rambut setengah basah istrinya itu,"Bukankan ini sudah lewat 3 hari? "Bisik Axel tepat di telinga istrinya.
"Ti... tiga hari? M.. maksudnya? " Tanya Angel semakin gugup karena Axel sudah mengusap leher,bahu dan tulang ************, bahkan tangan pria itu yang lainnya sudah mulai mengusap paha dalam istrinya.
"Kak... " Lirih Angel semakin gugup.
"Sudah bersih kan? " Bisik Axel lagi.
Angel merasa jika dirinya tak bisa lagi mengelak keinginan suaminya.Terlebih dia sudah berjanji pada pria itu.
"Di mana Lucas? "
"Dia.. dia mau menginap di panti, te,temannya sakit dan merindukannya jadi, jadi Lucas menemuinya."
"Bagus, jadi kamu bisa tepati janjimu sayang."
Ya Tuhan Angel semakin gugup, terlebih saat Axel membalik tubuhnya dan langsung mencium bibirnya. Seolah pria itu tengah memakan sesuatu di saat ia benar-benar kelaparan, sangat rakus membuat Angel kewalahan.
"Balas sayang maka kamu tak akan merasakan sakit,buka bibirmu. " Bisik Axel.
"Lebih baik kita mandi keringat dulu. "Ucap Axel sambil membuka kaitan handuk yang Angel kenakan hingga kain putih itu luruh ke lantai.
Mata Axel langsung menatap tubuh polos Angel di depannya dengan penuh gairah, "Indah sekali sayang. "
"Kak, Angel takut. "Ucap Angel sedikit gemetar .
Axel tersenyum lalu mengecup bibir Angel dengan lembut, "Tenang saja, kita akan lakukan pelan-pelan. "
"Angel takut hamil kak. "
"Sayang, aku tahu, kita akan tunda kehamilanmu, aku akan bermain aman. "
"Kak, Angel..."
Belum selesai Angel mengutarakan isi hatinya yang benar-benar takut, atau ia belum siap bibirnya sudah terlebih dulu di bungkam oleh bibir tipis Axel.
"Jangan takut sayang, dan mau sekarang atau nanti kamu tetap akan melewati yang pertama ini. "
Angel menelan paksa salivanya sebelum ia memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya pada leher Axel, suaminya.
Axel tersenyum, tadi awalnya ia berniat tak akan melanjutkan jika Angel masih menolaknya, bagaimanapun meski dia memiliki hak, tapi dia tak mau memaksa Angel, ini bukan hanya yang pertama untuk gadis itu tapi juga untuk dirinya, maka dia tak mau ada paksaan sama sekali, dia ingin melewati ini dengan indah, mau sama mau.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera ia bawa istrinya itu menuju ranjang mereka tanpa melepas ciuman di antara keduanya.
"Kak pelan-pelan."
Axel tersenyum, "Relax sayang, kita akan bermain yang lain dulu sebelum ke menu utama."
Kembali Axel memagut mesra bibir Angel dengan tangan yang bergerilya pada tubuh polos istrinya.
Setelah beberapa saat puas bermain dan di lihatnya istrinya sudah mendapat kepuasan pertamanya yang membuat Angel tergolek lemas dengan sisa kenikmatannya sendiri, segera Axel memposisikan dirinya di depan Angel.
"Siap sayang, relax, sakitnya hanya sebentar. " Lirih Axel sebelum memulai aksinya.
"Ah.... " Desah Angel menahan sakit,
...............myAmymy..............
Naina terus saja menggenggam tangan kiri Alex juga memeluk lengan pria itu, sementara tangan kanan Alex menjinjing paper bag berisi makan malam untuk mereka.
"Sayang, bagaimana kalau kita nonton fifty shades of grey saja nanti. " Tanya Alex.
"Film apa itu?" Tanya Naina tak mengerti.
"Kamu belum pernah menontonnya?"Tanya Alex sambil mereka memasuki lift.
"Entah, kalaupun pernah mana aku ingat."
Alex mengangguk, ia lupa keadaan istrinya itu,"Filmnya bagus, nanti kita tonton itu, ya kalau kamu mau kita bisa coba adegan panas mereka nanti. "
Ting....
Setelah pintu lift terbuka mereka lalu keluar dengan tetap bergandengan tangan mesra.
"Apa adegannya begitu panas?" Tanya Naina penasaran.
"Hmm, tidak juga karena permainan kita terakhir kali jauh lebih hebat dari mereka. "
"Oh ya. " Tanya Naina dengan kerlingan mata menggoda.
"Alex. "
Panggilan seseorang menghentikan canda tawa mereka, Alex dan Naina langsung menatap Raisa yang terlihat berdiri di depan pintu apartemen mereka.
"Raisa."Lirih Alex lalu menoleh menatap Naina saat ia merasakan cengkraman kuat di lengannya dengan mata Naina yang menatap tajam pada Raisa.
.............myAmymy.............
Akhirnya Axel berhasil membobol gawang lawan.
Terus apa ya Kira-kira yang akan di lakukan Raisa di depan apartemen Alex, terus bagaimana dengan Naina?
Vote yang banyak ya, biar author cepet update 😉
...🖤🖤...
...@myAmymy ...