
Alex membuka kancing kemejanya sambil menanti apa yang akan Naina katakan.
"Katakan?" Tanya Alex.
Naina menatap Alex ragu-ragu,ia menimbang lagi keputusannya. "Mm.... "
Alex menghela nafasnya,"Katakan Naina. "
"Aku... bisa.... bisakah aku... "Sungguh Naina masih ragu untuk memintanya.
"Naina... " Ujar Alex tak sabar.
"Aku ingin KTP. " Ujar Naina dalam satu tarikan nafas. Ia menghela nafas lega setelahnya.
"KTP?Untuk apa? "Tanya Alex penasaran.
Naina menelan paksa salivanya,"Aku... aku... "
Alex mencengkeram pergelangan tangan Naina, "Katakan?" Tanya Alex tak sabar.
Sesungguhnya Alex sudah menduga apa maksud dari istrinya.Ia yakin Naina sudah mengira apa yang terjadi antara dirinya dan Raisa.
"Aku ingin...ingin." Naina menelan paksa lagi salivanya,"Kau.. kau akan segera memiliki bayi dari wanita itu, maka.. maka... "
Alex menghela nafasnya, benar dugaannya Naina sudah mengetahuinya.
"Alex, aku bisa pergi darimu, aku hanya butuh ktp... aku tahu kamu sudah membuatkan data diri untukku, tolong berikan aku ktp lalu kau bisa urus perceraian kita. "
Alex masih diam,membiarkan istrinya itu selesai mengatakan semua isi pikirannya.
"Kau bisa menikah dengan kekasihmu itu dan hidup bahagia bersama anak kalian. Aku bisa pergi,aku hanya orang asing yang kau tolong tanpa sengaja. Kau sama sekali tak bertanggung jawab akan diriku ."
Naina segera menghapus air matanya yang tanpa ia kira mengalir begitu saja.Alex menghembuskan nafasnya lalu tangannya terulur untuk membantu menghapus air mata istrinya.
"Dengar Naina, Kau istriku kau tanggung jawabku sekarang.Tidak ada kebetulan Naina,semua sudah takdir yang sudah di gariskan Tuhan. Aku menolongmu malam itu,dan itu juga cara Tuhan mempertemukan takdir yang sudah ia tulis."
"Tapi... wanita itu... "
Alex menarik Naina ke dalam pelukannya, "Dia Raisa... dia salah seorang wanita penghibur di CLUB malam milikku,Sebelum kita menikah kami sempat berhubungan."
"Tapi dia hamil anakmu. Kau harus menikahinya. "
Alex membelai rambut Naina, "Lalu jika semua wanita yang aku bayar untuk melayaniku hamil apakah aku harus menikahi mereka semua?"
Alex mengurai pelukannya,lalu ia menatap mata Naina dalam, "Jika dia benar hamil anakku,maka aku akan bertanggung jawab tanpa menikahinya. Bagiku pernikahan bukan permainan,Aku telah menikahimu maka selama kamu masih hidup hanya kamu yang akan jadi istriku.Tak akan ada wanita lain. "
Bolehkah Naina bahagia mendengarnya, tapi bagaimana nanti jika kebenaran tentang dirinya di masalalu terungkap,tidak menutup kemungkinan jika dia telah menikah sebelumnya atau dia adalah seseorang yang bermasalahkan, dan dia tak mau itu akan memberikan beban untuk Alex yang sudah baik padanya.
"Tapi Alex, bagaimanapun seorang anak lahir pasti inginkan orang tua yang lengkap, seorang ayah dan ibu yang senantiasa di sampingnya."
"Maka kita berdua yang akan memberikan itu pada anak itu."
"Alex tak akan semudah itu, wanita itu pasti inginkan juga menjadi... "
"Naina... mungkin aku belum mencintaimu tapi aku ingin mulai belajar mencintaimu dan membina rumah tangga ini dengan benar,bukan hanya karena dorongan nafsu saja." Alex memang sudah memikirkan semuanya sejak pertama kali ia dan Naina melewatkan malam pertama di mana Alex tahu jika Naina masih gadis, maka saat itu Alex memutuskan jika dia akan bertanggung jawab pada Naina, Dia akan mulai kembali hidupnya dia akan mulai belajar mencintainya.
"Tapi Alex bagaimana jika suatu hari nanti kebenaran tentangku terungkap?Kau ingat aku punya anak,itu yang aku ingat."
"Anak itu bukan anakmu Naina, bagaimana mungkin kamu memiliki anak jika kamu masih perawan saat pertama kali kita melakukannya. "
Naina menatap Alex, Lalu menghela nafasnya,Alex benar,"Lalu anak siapa itu? Kenapa aku memeluknya dan aku menangis saat pria itu mengambilnya."
"Kita akan cari tahu nanti." Alex menatap mata Naina lalu ke bibir Naina, "Bagaimana kalau sekarang kita buat anak kita sendiri. "
Naina mengerjapkan matanya,sungguh pria di depannya sangat aneh, mereka tengah serius berbicara kenapa tiba-tiba ia bisa memikirkan hasratnya saja.
"A... Alex... a.. aku... "Gugup Naina karena Alex tengah mengendus lehernya
"Jangan menolak Naina, Hari ini ada banyak masalah yang datang padaku, aku membutuhkanmu. "Ujar Alex sambil merebahkan Naina.
Naina menghela nafasnya lalu memejamkan matanya, entah lah yang ia tahu statusnya sekarang adalah istri pria di atasnya. Terlepas perasaannya yang belum jelas ia tetap memiliki kewajiban untuk menyenangkan suaminya.'Baiklah aku akan belajar mencintaimu.' Batin Naina.
............myAmymy............
"Ah... angel.... "
Axel mengerang menyebut nama Angel,menyambut kenikmatan yang baru saja di raihnya.
Menghela nafasnya lalu segera menyalakan Shower ,kembali mengingat apa yang sebelumnya terjadi.
Flashback On
"Buka matamu sayang..." Lirih Axel yang baru saja selesai menanggalkan kain terakhir penutup miliknya yang sudah menjulang.
Dengan ragu Angel membuka matanya namun segera ia tutup kembali rapat-rapat.
"Apa... apa yang sedang kamu lakukan. " Tanya Angel gugup.
"Tentu saja memulai untuk bercinta. " Tangan Axel sudah akan meraih kain tipis penutup Angel yang terakhir.
Dengan segera Angel membuka matanya,"J.. jangan... " Angel semakin gugup.
"Hei apa maksudmu Angel, lihat aku saja sudah ***** total, lihatlah punyaku sudah siap tempur." Kembali Axel akan menarik celana dalam Angel.
"Aku tidak bisa. "Tolak Angel
Axel mengerutkan keningnya,"Ayolah Angel jangan bercanda. "
Angel menggeleng, "Aku sedang datang bulan."
Axel terkekeh lalu menoleh ke samping sesaat, "Jangan membohongiku sayang. "
Lagi Angel menggeleng, "Kamu bisa memeriksanya sendiri. "
Axel menatap Angel ragu lalu melirik ke bagian bawah Angel, Tangannya terulur untuk meraba dan segera ia memejamkan matanya, "Sial... "
"Maaf... " Lirih Angel.
"Kalau tahu seperti itu kenapa kamu meresponnya tadi."
Angel memalingkan wajahnya ke samping,"Aku... aku..."
"Aarrrrggghhh... " Kesal Axel. Segera ia berbalik menuju kamar mandi.
Blummm...
Angel tersentak kaget mendengar pintu kamar mandi yang di tutup keras oleh Axel.
Flashback off
Axel keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya.
Di lihatnya Angel tengah duduk di tepi ranjang dengan jemari yang memainkan ujung piyama yang telah ia kenakan kembali.
"Hatcihhhh.... " Axel mengusap hidungnya,"Hatcihhhh...."
"K.. kak Axel..." Lirih Angel merasa bersalah. Lalu ia ambil air putih hangat yang telah ia siapkan dan menyerahkan pada Axel.
"Ini... minumlah,malam ini sangat dingin."
Axel menatap kesal pada Angel,ia ambil gelas dari tangan Angel lalu meminumnya setengah. Berjalan ke arah lemari dan mengambil celana pendek dan kaos untuk ia kenakan.
"Angel minta maaf kak. " Ucap Angel penuh sesal. Axel benar seharusnya ia menolak sejak awal. Tapi jujur ia bingung harus bagaimana.Axel sendiri yang telah membuatnya mengikuti permainannya.
"Baiklah aku maafkan. " Jawab Axel membuat Angel lega.
"Lalu soal Lucas bagaimana?" Tanya Angel. Setelah kejadian tadi Angel takut Axel membatalkan niat mereka.
Axel menghela nafasnya, sesungguhnya ia juga berniat mengadopsi Lucas.
Selesai memakai pakaiannya Axel mendekat pada Angel.
Ia menghela nafasnya lalu menatap Angel, "Apa kau benar-benar siap menjadi seorang ibu Ngel? "
Dengan cepat Angel mengangguk.
"Dengar Angel, Menjadi seorang ibu berbeda seperti apa yang kau lakukan biasanya pada anak itu. Perhatianmu harus fokus pada anak itu, kau juga akan memulai kuliahmu sebentar lagi. Dan jangan lupa kewajibanmu sebagai istriku. "
"Aku tahu Kak, tapi Lucas jika kita tak mengadopsinya secepatnya aku khawatir jika dia tak bisa menolak lagi untuk di adopsi, kak Axel harus tahu jika hampir semua calon orang tua menginginkan Lucas. "
Axel mengerti apa yang Angel inginkan,"Baiklah besok kita ke panti, tapi.... "
...........myAmymy......... ...
Hmmm... kira-kira apa yang yang di mau Axel... Tapi apa coba?
...JANGAN LUPA VOTE 😉...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...