
Raisa di buat kesal oleh suara-suara yang terdengar dari dalam kamar di depannya.Ia tahu betul apa yang terjadi di dalam sana, Alex sedang bercinta dengan wanita yang berstatus istri laki-laki itu.
Rancauan Alex dan Naina jelas membuktikan cara bermain mereka yang Raisa pikir sangat berbeda dengan saat Alex bercinta dengannya, Raisa tersenyum kecut,entah apa bisa di namakan bercinta jika dia sendiri yang bermain sedang lawannya hanya pasrah menunggu pelepasannya datang tanpa mempedulikan dirinya puas atau tidak.
"Apa mereka tidak bisa bercinta tanpa bersuara. "Kesal Raisa mendudukan dirinya di Sofa sambil menutup telinganya.Sungguh sial bagi Raisa tak ada kamar tidur lain di apartemen ini, hanya ada satu kamar, satu ruang kerja dan satu ruangan yang Raisa pikir adalah kamar yang di alih fungsikan menjadi sebuah gudang penyimpanan.
"Bersabar Raisa, kau yang lebih dulu mengenal Alex, dan kau tahu sendiri bagaimana Alex memperlakukanmu berbeda di banding semua wanita penghibur di CLUB malamnya. "Raisa masih menutup telinganya, "Sabar dan tunggu saja."
"Aku mencintaimu Naina...ah... "
Raisa memejamkan matanya saat ia mendengar kalimat cinta keluar dari bibir Alex,Lagi-lagi di di perdengarkan perbedaan Alex bercinta dengan istrinya dan saat bersamanya. Kecewa atau iri itu yang Raisa rasakan kini,perlahan ia membelai perutnya sebelum ia merebahkan dirinya di Sofa.
Sementara di dalam kamar, Alex baru saja merebahkan dirinya di sebelah wanita yang kini terlihat tak berdaya.Segera ia bawa tubuh yang masih bermandi keringat itu ke dalam dekapannya,"Bersabarlah sayang dan percayalah semua akan baik-baik saja. " Lirih Alex lalu mengecup puncak kepala istrinya yang kemudian di balas oleh pelukan erat Naina padanya.
'Bersabarlah, aku bukan pria bodoh.'Batin Alex. Ia yakin ada sesuatu yang Raisa sembunyikan darinya dan sudah saatnya ia fokus pada masalah ini.Ia tak mau Naina semakin menderita karenanya. Entah terbukti kecurigaannya nanti atau tidak yang ia mau semuanya jelas terlebih dahulu.
................myAmymy...............
Sinar mentari hangat menembus kaca dan tirai di sebuah kamar dan perlahan membuat mata yang terpejam mulai mengerjap enggan membuka kelopaknya. Sebuah telapak tangan kecilpun berusaha menutupinya.
"Pagi.... "Sapa suara seorang pria yang terdengar begitu bersemangat,"My Angel bangun sudah pagi. "Ujarnya lagi.
Angelpun membuka matanya dan langsung bertemu tatap dengan mata tajam pria yang semalam telah memilikinya sentuhnya.
Blush.....
Angel langsung di buat merona malu saat ia teringat apa yang sudah ia dan Axel lakukan semalam,segera ia tarik selimut yang menutup tubuhnya yang masih polos itu hingga berhasil menyembunyikan wajah malunya.
Axel menggigit bibir dalamnya karena gemas dengan sikap malu-malu istrinya.Tanpa menunggu ia lalu ikut masuk ke dalam selimut yang sama dengan istrinya itu.
"Axel... " Pekik Angel.
"Kenapa? Malu hmm? " Tanya Axel menggoda istri kecilnya.
"Ah Axel, jangan lagi... " Tolak Angel saat tangan Axel mulai beraksi di bawahnya.
"Olah raga pagi lebih nikmat sayang."
Angel menggeleng, "Jangan masih sakit."
"Nanti tidak lagi kalau sudah terbiasa. "Bujuk Axel tak mau kalah, dia sudah hampir satu jam menunggu istrinya itu bangun.
Angel menggeleng, "Jangan lagi Axel, sungguh masih sakit,aku takut rasanya sakit sekali." Angel masih berusaha menolak keinginan suaminya itu sambil keluar dari selimutnya.
"Oh ayolah Angel sayang, nanti tidak sakit lagi."Axel masih terus berusaha membujuk di sela usaha dari tangannya juga bibirnya yang mulai mencumbu leher istrinya.
"Ah Axel... "
Sorak Axel di dalam hati saat Angel hampir mulai takluk lagi di dalam permainannya.Bercinta dengan istrinya semalaman membuat Axel paham di mana saja titik sensitiv dari istrinya itu.
Baru saja Axel akan memasuki istrinya suara bel apartemen yang terus saja berbunyi membuat Angel langsung mendorong tubuh Axel dari atasnya.
"Sayang. " Protes Axel.
"Ada tamu. " Ujar Angel.
"Biarkan saja. "Ujar Axel sambil kembali memposisikan dirinya di atas istrinya.
Ting tong Ting tong.....
"Axel kita lihat dulu tamunya,siapa tahu itu om Alex atau papa Bram. "
"Ah Sial... " Axel bangkit dari ranjang, "Kamu jangan kemana-mana tunggu aku."
Dengan kesal Axel turun dari ranjang dan mencari celananya dan memakainya. Dalam hati ia mengutuk siapa saja yang sudah bertamu Pagi-pagi begini.
Keluar dari kamar Axel segera menuju pintu utama dan membukanya.
Ceklek...
Sedetik kemudian Axel menyesali kutukannya dalam hati tadi.
"Papa.... " Sapa Axel tak enak.
"Lama sekali baru buka pintu sih? "Kesal papa Bram langsung masuk ke dalam apartemen meninggalkan Axel yang bingung harus menjawab apa.
"Angel... angel sedang mandi pa..."
Bram mengangguk lalu langsung duduk di Sofa dengan menyilangkan kakinya.
"Papa dengar kalian susah mengadopsi anak itu. "Ujar papa Bram to the poin.
Axel mendekat lalu ikut duduk di Sofa seberang papanya, "Iya apa, beberapa hari lalu."
Bram mengangguk, "Mana anak itu, papa mau bertemu dengannya. "
"Lucas namanya Lucas pa, tapi saat ini dia kembali ke panti karena ada temannya yang sakit dan mereka cukup dekat sebelumnya. "
Lagi papa Bram mengangguk, "Baiklah, jika demikian ada bagusnya kalian mengadopsinya,anggap saja itu untuk melatih kalian menjadi orang tua kelak."
"Iya pa... "
"Dengar nak, besar harapan papa kamu dan Angel nanti akan memiliki anak,andai tidak mengingat usia Angel tentu papa ingin secepatnya memiliki cucu darimu, tapi untuk saat ini sebaiknya kalian tunda dulu sampai usia Angel siap, ya mungkin nanti saat ia sudah lulus kuliah."
"Iya pa, Axel tahu itu."
"Baguslah, sekarang papa pergi dulu, mau ke tempat Alex. "
Axel langsung berbinar dan mengangguk lalu segera mengantar kepergian papanya ke pintu,"Hati-hati pa... "
Papa Bram mengangguk, "Salam untuk istri mu. "
"Iya pa. "
Segera Axel menutup pintu dan kembali ke kamarnya, "Sayang... "
Axel langsung mendesah melihat istrinya tak ada lagi di ranjangnya sampai ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.
Ceklek... ceklek...
"Ah sial, dia mengunci pintunya."Kesal Axel,"Sayang... buka pintunya kita lanjutkan yang tadi, di kamar mandi juga boleh. " Seru Axel.
"Enggak mau, Angel capek." Balas Angel dari dalam kamar mandi.
"Ah sial."Kesal Axel langsung menuju ranjang dan merebahkan dirinya masuk ke dalam selimut yang ternyata sudah berganti Sprei dan selimut,"Kapan dia menggantinya, benar-benar berniat sekali menolak hmm? " Ujar Axel semakin kesal lalu masuk ke dalam selimut, "Lebih baik aku tidur saja. "
................myAmymy..............
Naina tak tahan melihat drama pagi-pagi di meja makanya, Raisa menangis tersedu-sedu mengeluh karena semalaman dia harus tidur di Sofa.
"Kan sudah aku bilang jangan tinggal, tapi kau sendiri yang memaksanya kan. "Ujar Alex.
"Tapi kan bisa kau memberikan kamar kalian untukku yang sedang hamil, dan biarkan dia saja yang tidur di Sofa." Tunjuk Raisa pada Naina.
Naina mendengar itu sungguh merasa sakit hati, andai saja tangan Axel tak menggenggamnya di bawah meja tentu ia sudah lari masuk ke kamarnya atau keluar dari apartemen itu sekarang.
"Jangan melewati batasanmu Raisa. Jika kau bersikeras tinggal di sini, akan aku atur gudang itu menjadi kamarmu nanti. "
"Apa, kenapa harus aku, dia saja. "
"Raisa, dia istriku tentu dia harus menempati kamar utama bukan."
Ting tong....
Alex mendengar suara bel apartemen langsung berdiri dan menuju pintu utama.
"Papa. " Ucap Alex saat mendapati papanya di depan pintu apartemennya.
Bram masuk dengan angkuhnya, "Di mana menantuku dan wanita itu? "
.................myAmymy...............
Kira-kira apa yang akan di lakukan papa Bram nanti ya setelah tahu Raisa mengandung anak Alex?
...Jangan lupa Vote ya 😉...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...