The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 30



Alex sudah memesan kamar untuk 3 hari ke depan.Dia harus benar-benar menelaah masalah ini dengan baik.


"Kau bisa tinggal di sini sementara waktu, ya paling tidak untuk 3 hari ke depan."


"Kau akan di sini bersama ku kan? " Lirih Raisa


"Ck.. tentu saja tidak aku pulang ada istriku menunggu di rumah. Aku harap kau tak terlalu berharap Raisa, kau hanya partner di ranjang bahkan aku membayarmu untuk pelayananmu."


"Tapi aku hamil anakmu. Aku ingin kau menikahiku. "


Alex duduk di ranjang dia meremas kepalanya, "Dengar Raisa, jika seadainya semua jalangku hamil apa aku harus menikahi mereka semua. Lalu apa gunanya aku membayar mahal selama ini jika aku harus di repotkan masalah ini. "


Raisa langsung duduk di samping Alex, tangannya membelai dada Alex dengan lembut,"Tapi selama ini kamu memperlakukanku berbeda dengan yang lainnya. "


Alex melirik ke kepala Raisa yang sudah bersandar di bahunya.Ia akui jika dia memang sedikit berbeda memperlakukan Raisa, itu karena dia merasa Raisa masih terlalu muda, dia baru 19 tahun bahkan tahun ini kalau tidak salah dia baru akan 20 tahun.


"Aku bahkan mencintaimu tuan, bagiku kau penyelamatku. "


Alex menelan ludahnya mendengar pengakuan Raisa. ia tak menyangka akan mendengar kalimat itu dari wanita itu.


Raisa mulai membuka kancing kemeja Alex satu persatu, wanita itu juga mulai menciumi leher Alex.


"Raisa... " Lirih Alex berusaha menahan gairahnya.


"Aku benar-benar ingin bersamamu tuan.Aku merindukanmu, tinggalah di sini malam ini... "


Alex memejamkan matanya,hingga tiba-tiba ia berdiri membuat Raisa kaget. Alex ingat Naina. Bayangan wajah kebingungan Naina terlintas begitu saja.


"Tuan... "


"Kau istirahatlah, besok aku akan menemuimu lagi. "


"Tapi tuan..."


Tanpa mendengar ucapan Raisa Alex langsung keluar kamar itu.


Keluar dari hotel,Alex masuk ke dalam mobilnya dan bersandar di kursi kemudi, segera ia ambil ponselnya dan menghubungi Joan.


"Joan... cari tahu semua tentang Raisa Selam 3 bulan ini.Jangan sampai ada yang terlewatkan. "


Setelah itu Alex menutup panggilannya.Menatap lurus ke depan ia memikirkan semuanya.


Entah kenapa perasaan mengatakan jika Raisa berbohong.Ia yakin jika selama ini dia memakai pengaman,selain itu semua wanita di CLUB malam miliknya di pastikan mendapat suntikan pencegah kehamilan setiap 3 bulan sekali selain tes kesehatan lainnya.


"Sial... Naina pasti salah paham. " Geram Alex segera ia menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan pelataran parkir hotel.


............myAmymy............


Axel melepaskan ciumannya pada Angel, di belainya rambut Angel yang tengah berada di atasnya,di tatapnya dalam mata Angel lalu kembali menatap bibir mungil istrinya itu. Kembali ingin memagut bibir itu namun dengan cepat Angel menghindar dan bangkit dari atas tubuhnya.


Tak kalah cepat Axel menahan pergelangan tangan Angel dan ia lantas bangkit dan duduk menarik tubuh Angel agar duduk di pangkuannya lalu menahannya.


"Kak... " Lirih Angel gugup.


"Hmm... " Jawab Axel sambil mengendus leher Angel.


"A... a...angel...."


"Berikan hak suamimu maka besok kita pergi ke panti dan mengadopsi Lucas. "


Angel menggigit bibirnya,ia dilema, ia belum siap untuk memberikan hak suaminya tapi tawaran Axel membuatnya bimbang.


"Aku janji Angel, kita akan jadi orang tua yang sempurna untuk Lucas." Tangan Axel mulai membuka kancing piyama istrinya,"Lucas akan memanggil kamu mama, dan memanggilku papa. "


Tangan Axel mulai masuk ke balik piyama milik istrinya lalu meremas benda yang masih terbungkus sesuatu yang berenda.


"Ah... " Desah Angel membuat Axel menyeringai.


Tanpa menunggu Axel meraih bawah lutut Angel dan membopongnya untuk di bawahnya masuk ke dalam kamar.


"Kak... " Protes Angel


"Kita nikmati malam ini sayang sebelum besok rumah ini akan di ramaikan oleh suara tawa Lucas. " Bujuk Axel membawa nama Lucas.


Angel langsung membayangkan apa yang baru saja Axel katakan.Bayangan mereka akhirnya bisa tinggal bersama Lucas, Lucas yang berlarian di dalam rumah dan berteriak meminta makan...tanpa sadar itu membuat Angel tersenyum.


Perlahan Axel merebahkan tubuh istrinya ke ranjang mereka. Lalu ia membuka pakaiannya dan menyisakan celana dalamnya saja.


Angel menelan paksa salivanya, dia benar-benar gugup.Apakah malam ini akan menjadi malam pertamanya.


"Kak Axel... " Lirih Angel saat Axel melepas piyama yang ia kenakan.


"Santai sayang... ini akan indah...jangan takut..."Kembali Axel mencium bibir istrinya dengan lembut agar ketegangan Angel berkurang.


Axel pun tak kalah gugup,ia merasa malam ini ia akan berhasil membujuk istrinya. Angel akan takluk di bawahnya.Tak sabar Axel menaikan level permainannya,Bibirnya turun ke bawah, mencium leher Angel dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana.


Axel semakin bersemangat mendengar Angel mendesahkan namanya... Ia semakin gencar melakukan aksinya pada tubuh istrinya.


"Kak... " Terdengar suara Angel tercekat.


"Relax sayang... aku akan pelan-pelan... ini juga pertama untukku..."


..............myAmymy..............


Alex memasuki apartement nya yang terlihat gelap tanpa penerangan.Lantas iapun menyalakan lampu di ruangan utama.


Klik....


Melepas sepatunya lalu ia menghela nafasnya sambil bersandar pada sofa.


Kriukkkk...


Alex memegang perutnya yang belum terisi apapun sejak siang.


Melirik ke arah kamarnya,ia yakin istrinya sudah tidur.Lalu dia pergi ke dapur untuk melihat barang kali ada yang bisa ia makan.


"Hanya ada nasi... " Melihat Nasi yang sepertinya masih utuh di dalam rice Cooker juga ada beberapa bahan yang sepertinya tak jadi di olah membuat Alex berfikir jika Naina pun belum makan apapun.


Alex menghela nafasnya lalu ia memulai aksinya untuk membuat sesuatu dari bahan yang ada.


Sekitar 30 menit kemudian di depannya tersaji sepiring nasi goreng telur,ia menghela nafasnya lalu menatap pintu kamarnya dari arah dapur. Meletakan sepiring nasi goreng itu beserta segelas air minum di atas nampan,Alex membawanya menuju kamarnya.


Ceklek....


Memasuki kamarnya yang tamaram, Alex menyalakan lampu kamar supaya lebih terang.


Di lihatnya istrinya beringsut masuk ke dalam selimutnya.Alex mendekat lalu meletakan makanan yang ia bawa di atas nakas.


Menyentuh selimut yang menutupi istrinya,"Sayang.... aku tahu kamu belum tidur, ayo bangun kita makan, aku baru saja membuat nasi goreng,kamu pasti belum makan kan?"


"Tidak mau.... "Tolak Naina dari balik selimutnya.


Alex menghela nafasnya,"Aku juga belum makan dari siang, dan sekarang perutku terasa perih. "


Naina menggigit bibirnya,ia khawatir lalu perlahan ia membuka selimutnya,menatap Alex sendu lalu perlahan ia bangkit dan duduk di hadapan Alex.


Alex menghela nafasnya lega, lalu ia mengambil sepiring nasi goreng itu dan berniat menyuapi istrinya.


Naina menggeleng menolak untuk menerima suapan dari suaminya.


"Kau saja." Ujar Naina.


"Kamu tak mau makan? "Tanya Alex


Naina menggeleng, "Aku tak berselera makan. "


Alex menghela nafasnya lagi, "Kalau begitu aku tak jadi makan. "Alex hendak meletakan piring berisi nasi goreng itu namun dengan cepat Naina mencegahnya.


"Kita makan sama-sama."Lirih Naina.


Alex tersenyum lalu ia mulai menyuapi Naina juga dirinya sendiri.


"Cukup... ini sudah terlalu malam untukku, aku tak mau gemuk. "Ujar Naina.


"Kamu yakin?Kamu baru makan 5 suap."


"Cukup, kau habiskan saja. "


Alex menghela nafasnya lalu meletakan piring itu ke atas nakas,lalu mengambil air minum dan memberikannya pada Naina, "Minumlah lalu minum obatmu. "


"Bolehkah aku meminta sesuatu padamu? "Tanya Naina.


Alex mengerutkan keningnya, "Apa? "


Naina ragu untuk mengatakan keinginannya namun apa yang ia dengar tadi membuatnya harus memantapkan keinginannya.


.


.


...Tebak Naina mau minta apa nih?...


...Jangan lupa VOTE ya... buat yang nagih2 minta Up tapi gak Vote sih ckckck..... ...


......🖤🖤......


...@myAmymy...