
Alex benar-benar tak tahan dengan apa yang ia dengar, ia mencengkeram erat kemudi yang tengah ia genggam.
"Ku bunuh kau berani menyentuh istriku berengsek. "Umpat Alex di dalam mobil, kemudian ia menelpon Axel.
"Bagaimana, sudah kamu temukan titik frekuensinya?"
"Ya... dari posisimu sekarang pergilah ke arah barat laut, aku yakin dia ada di pulau atau mungkin masih di Jawa belum menyeberang, aku ingat ada salah satu pulau dengan landasan helikopter di sana dan mungkin dari sana pria itu akan membawa Anna."
" Sial... "
"Nanti aku kabari lagi jika ada perkembangan."
Alex langsung mengakhiri panggilannya,kemudian fokus menambah kecepatan laju mobilnya.
"Sepertinya aku tahu tempat itu. " Ujar Alex yakin.
Sementara itu...
Ana terus berlari setelah ia berhasil keluar dari sebuah rumah yang Mike gunakan untuk menyekapnya.
"Maafkan aku Mike, tapi aku tidak suka dengan caramu kali ini. "
"*Kau sangat cantik Queen... "Puji Mike menatap wajah Anna lekat, lalu pria itu segera mencium bibir Anna dengan lembut.
Anna tersenyum seraya membalas ciuman lembut Mike padanya.
"Ah.... "
Mike melepas ciumannya, lalu menatap tajam pada wanita di bawahnya,"Kau... "
Perlahan Mike mengarahkan tangannya pada tengkuknya, tidak tapi ke belakang lehernya, entahlah, Mike terus mencari sesuatu yang baru saja menusuknya di antara leher dan belakang kepala.
Anna menahan nafasnya lalu mendorong Mike hingga pria itu berguling ke sampingnya.
"Qu... eennn... " Gumam Mike sebelum pria itu memejamkan matanya.
Anna menghela nafasnya lega, lalu ia bergeser sedikit dan menatap tak tega pada pria yang sudah tak sadarkan diri itu
"Maafkan aku Mike, istirahatlah sebentar, aku pergi. "Ujar Anna sebelum ia turun dari ranjang dan mencari pintu keluar rumah itu.
'Maafkan aku Mike, aku terpaksa melumpuhkanmu sementara, tapi demi Tuhan aku harus menyelamatkan anakku, aku mencintai anakku, dia harus hidup dengan baik bersama ayahnya.' Batin Anna.
Anna berhenti sejenak saat ia pikir ia sudah lari cukup jauh, setelah menoleh ke belakang Anna mengusap perutnya, "Ya Tuhan mama harap kamu kuat sayang. "
Anna terus mengatur nafasnya, Anna tidak tahu pasti ada di mana ini? Ia sudah berlari cukup jauh, tapi sejak tadi ia tak menemukan seorangpun di tempat itu.
"Kenapa tidak ada orang? Apa ini sebuah kampung mati? Ck.. ini di mana? "
Anna benar-benar bingung, ia sama sekali tidak mengenal tempat ini. Setalah di rasa cukup teratur nafasnya, Anna akhirnya kembali berjalan cepat, ia harus secepatnya menemukan bantuan.
.....................
Alex akhirnya menghentikan mobilnya di depan sebuah gerbang perkampungan nelayan yang ia tahu sudah lama di tinggalkan oleh penduduknya karena abrasi pantai yang cukup mengkhawatirkan.
"Aku tahu masih ada beberapa orang yang menyediakan jasa penyeberangan di sini. "Gumam Alex.
Alex kemudian mengambil ponselnya yang bergetar,
"Hallo... bagaimana?"Tanya Alex.
"Dengar Lex lokasimu tak jauh dari Anna, kau tahu tadi aku mendengar sepertinya istrimu sudah berhasil kabur, kau cepatlah temukan dia, aku, Adam dan yang lainnya akan segera menyusulmu. "
Alex langsung mengakhiri panggilan teleponnya, ia kemudian melangkahkan kakinya memasuki perkampungan itu.
"Tunggu aku sayang aku akan segera menemukanmu. " Gumam Alex.
Saat ini, Alex benar-benar merasakan perasaan campur aduk, ia sangat khawatir pada keadaan Anna, dan ia benar-benar emosi pada R02.
....................
Anna kembali menghentikan langkahnya, ia sudah benar-benar kelelahan, ia sama sekali tak tahu daerah itu, sudah berkali-kali ia kembali pada tempat yang sama.
"Ya Tuhan, ini sudah ke 3 kalinya aku bertemu dengan pohon ini. "
"Aku haus sekali."
Anna membelai perutnya, ia juga sudah kelaparan," Yang kuat ya sayang... mama yakin papamu sedang mencari kita sekarang,papamu adalah laki-laki yang hebat dan baik."
"Lebih baik aku lanjut lagi. "
Anna takut jika Mike sudah terbangun, karena titik yang ia tusuk dengan peniti tadi tak cukup dalam dan ia yakin jika Mike saat ini pasti sudah terbangun.
Benar yang di pikirkan Anna, saat ini Mike baru saja mengerjapkan matanya, perlahan pria itu bangkit dan memegang kepalanya kemudian menggeleng.
Di lihatnya tubuh telanjangnya, hingga ia ingat apa yang terjadi, segera ia meraih leher belakangnya dan mencabut sesuatu yang masih menancap di sana.
"Ah.... "
Mike menatap tajam benda kecil di tangannya, "Berani-beraninya kau mengelabuiku Queen. "
Mike kemudian melempar peniti di tangannya lalu turun dari ranjang dan mencari pakaiannya lalu memakainya.
"Tak akan aku lepas kamu jika sudah tertangkap lagi nanti. "
Mike langsung memakai jaket kulitnya, mengambil beberapa pistol dan juga belati,kemudian ia keluar dari ruangan itu.
Begitu keluar dari rumah itu, mata Mike menatap tajam halaman rumah itu untuk mencari jejak Anna.
Mike tersenyum smirk kala ia menemukan jejak ke arah mana kiranya Anna pergi.
....................
Alex terus menyusuri kampung yang baru saja ia masuki, lalu mengambil ponselnya dan membuka aplikasi untuk mendengar percakapan Anna dan Mike.
"Sial tak ada sinyal bagaimana aku tahu keadaan Anna sekarang?"
Alex memutuskan memasukan kembali ponselnya dan mengambil pistolnya, ia harus waspada dan kembali fokus mencari istrinya.
Alex memindai sekelilingnya, tak ada tanda-tanda kehidupan di sana, atau mungkin seseorang yang baru saja datang ke mari.
"Ya Tuhan di mana kamu sayang? " Alex mendongak ke langit, hari mulai gelap dan ia semakin khawatir, Anna sudah berhasil kabur dan dia tak boleh kalah dari R02 dalam menemukan Anna.
Alex memejamkan matanya, menikmati semilir angin, mencoba mengandalkan feelingnya untuk menemukan istrinya.Beberapa saat kemudian Alex membuka matanya, kembali memindai sekelilingnya dan menetapkan Kemana arah tujuannya.
.....................
Anna duduk di sebuah bekas teras rumah, kakinya ia selonjorkan dan kemudian ia pijit-pijit sendiri, Anna sudah kelelahan, haus dan lapar membuat tubuhnya serasa lemas.
"Sabar nak, beri mama kekuatan." Gumam Anna sambil membelai perut buncitnya.
Anna lalu menatap pada langit yang mulai gelap, entah karena hari sudah hampir malam atau mendung, Anna tak tahu jam berapa sekarang,
Yang Anna ingat hanya semalam dia masih tidur di kamar apartemennya, tapi entah kenapa, Mike bisa membawanya dan sekarang dirinya entah di mana.
Andai Mike tak menginginkannya untuk berhubungan badan, Anna lebih memilih bertahan bersama Mike sampai ia bisa menghubungi Alex,
"Alex.... aku di sini... tolong..."Gumam Anna.
Anna dengan lemas membelai perutnya, " Alex... anakmu kelaparan..."
Sreak..... sreaakk....
Anna menegakan duduknya, lalu ia memindai sekelilingnya, ia memastikan pendengarannya.
Sreak.... sreaaakk....
Anna kemudian bangkit, menelan paksa salivanya sebelum ia melanjutkan langkahnya, ia tak mau tertangkap kembali oleh Mike.
"Sayang.... "
Anna menghentikan langkahnya, ragu-ragu ia berbalik...
.............myAmymy..............
...**Pembaca sepi, bingung mau di lanjut apa enggak nih?...
...🖤🖤...
...@myAmymy**...