
Mike menghapus air matanya lalu pria itu mengambil laptop dan mengeluarkan beberapa belati dan senapan dari dalam tas hitamnya.
Membuka laptopnya dan fokus pada benda itu, hingga beberapa saat kemudian dia mengerutkan dahinya.
"Apa ini? "Gumamnya, "Sial.... "
Mike semakin geram saat menyadari ada yang menembus batas keamanan server miliknya, "Queen tidak mungkin melakukan ini padaku kan?"Ujar Mike menggelengkan kepalanya.
"Apa kau akan mengkhianatiku lagi kali ini Queen... tidak... tidak akan ku biarkan mereka menang. "
"Apa wanita itu tak sadar jika ponselnya telah di sadap?Untung aku tak pernah menghubunginya lagi, jika tidak mereka akan tahu keberadaanku. "
Mike terus fokus pada laptop di depannya, tidak akan ia biarkan semua informasi dalam server miliknya bocor ke tangan musuhnya.
"Gila lumayan juga mereka bisa menembus 50% pertahanan yang ku buat."
"Baiklah... sudah cukup kalian mencuri, sekarang sibuklah dengan virus yang ku kirim, dan sementara itu aku akan bermain-main dengan ratuku."
Tak..
Mike menekan tombol ENTER dan kemudian pria itu meletakan kedua telapak tangannya di belakang kepalanya, memutar-mutar kursi yang ia duduki dan menampilkan senyum smirknya.
"Huuffttt.... kalian yang membangkitkan gairahku maka jangan salahkan aku jika aku menggempur kalian habis-habisan."
Mike mengambil salah satu belati, lalu membelainya dengan ujung jarinya, lalu menjilatinya dengan lidah basahnya.
"Sudah lama aku tak melakukan operasi bedah besar-besaran. "
Sementara itu di apartemen Alex, pria itu baru saja masuk ke dalam kamarnya, di pandangnya istrinya yang terbaring kelelahan di ranjang, Alex tersenyum, mengingat pergumulan mereka satu jam lalu. Anna selalu membuatnya candu.
Alex naik ke ranjang, lalu ia mengecup kening istrinya yang terlelap, di ambilnya jemari tangan kanan istrinya lalu di lepaskannya cincin pernikahan yang terselip di jari manis Anna dan di ganti dengan yang ia beli dari Axel kemarin sore kemudian menyimpan yang asli.
Alex mengecup punggung tangan istrinya, lalu mendekat pada perut buncit istrinya dan mengecupnya, "Semua demi kebaikan kalian,papa mencintaimu sayang. "
Alex lalu bersandar pada kepala ranjang memikirkan semuanya, perjalanan cintanya dengan Anna yang belum tahu akan bagaimana ending ceritanya.
Memikirkan kembali pria bernama Mike, atau R02, Alex merasa jika apa yang di lakukannya untuk Anna masih jauh jika di bandingkan dengan pria itu.
Tapi, Alex tak akan menyerah untuk cinta Anna, Cintanya untuk Anna tak kalah besar dari pria itu, dan ia yakin kehidupan Anna akan lebih baik jika bersamanya, bukan dengan pria psikopat itu.
Kembali menatap wajah istrinya yang terlihat begitu menawan hatinya dengan cahaya remang-remang dari lampu tidur kamarnya.
'Apa cintamu padaku lebih besar dari pada cintamu pada pria itu sayang? Siapa yang akan kamu pilih pada akhirnya?'Batin Alex.
Drrttt..... drrttt....
Alex meraih ponselnya, "Axel... "Gumamnya.
Alex segera turun dari ranjang dan kemudian mengangkat panggilan Axel sambil keluar kamar.
"Ada apa? "
"Bisa kau ke rumah Adam, dan bangunkan dia. "
"Ada apa dulu? "Alex pikir ini darurat, karena Axel atau yang lainnya tak akan berani mengganggu Adam di tengah malam begini.
"Server kita di serang virus dan aku kewalahan menanganinya, aku bahkan tak bisa menghubungi semua anggota kita, ID ku terblokir. "
"Astaga... apa kita ketahuan?"
"Pasti... cepat atau semua Klien kita akan marah. "
Alex langsung menutup teleponnya, pria itu masuk ke kamarnya dan segera berganti pakaian.
Menatap Anna ragu, ia takut meninggalkan istrinya sendiri.Tapi membangunkan Anna,ia juga tak tega, istrinya begitu kelelahan setelah melayaninya tadi.
"Aku akan minta yang lain perketat penjagaan di luar. "Gumam Alex sebelum ia benar-benar meninggalkan istrinya sendiri di apartemen.
.
.
Alex keluar dari apartemennya, "Perketat penjagaan,hubungi Joan dan katakan untuk standby di kantor."Ujar Alex pada anak buahnya.
"Ada apa kak? "
"Lakukan saja perintahku, satu jam lagi aku akan ke kantor bersama Adam. "
"Siap. "
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kediaman Adam.Untung pria itu belum berangkat ke luar negeri sore tadi karena si kembar yang sedikit demam.
15 menit kemudian, Alex tiba di kediaman Adam Dermawan.
"Kak... "
"Ricard, kamu cek ID mu dan hubungi yang lain, minta mereka merubah kode ID mereka sekarang,jangan sampai informasi bocor lebih banyak. "
"Ada apa kak?"
"Lakukan saja perintahku. "
"Siap... "
Alex melangkah masuk ke dalam rumah mewah itu dan langsung menuju kamar bosnya, Adam Dermawan.
Tok... tok... tok..
Dengan tak sabar, Alex mengetuk pintu kamar Adam.
Ceklek...
"Mau mati kau? "Geram Adam begitu ia membuka pintunya,"Alex... ada apa? "
"Pakai pakaianmu kita ke markas."
"Ada apa? "
"Sistem kita di serang dan Axel kewalahan. "
"Cepatlah."
"Kau ke sana dulu dan tangani itu, aku selesaikan urusanku dengan Dara dulu."
"Itu bisa lakukan lagi besok atau kau mau kita rugi besar."
"Ck... sial..."Geram Adam, "Tunggu aku di mobil."
BRAKKK....
Adam menutup pintunya dengan keras, "Akan ku bunuh dia yang berani mengganggu kesenanganku. "Kesal Adam
"Ada apa mas? "Tanya Dara.
"Tidak apa sayang aku harus ke markas, kau jaga anak-anak. "
"Tapi..."
"Sorry aku benar-benar menyesal, tapi akan ku ganti sepulang urusan ini selesai, "
"Ck... "
Adam masuk ke wardrobe dan memakai pakaian kerjanya, juga mengambil pistolnya.
Mendekat pada Dara yang tengah memunguti pakaiannya.
"Apa ada sesuatu yang salah sayang?"Tanya Dara cemas.
Cup
Adam memagut mesra bibir istrinya.
"Tidak ada yang perlu kamu cemaskan, semua akan baik-baik saja, jaga anak-anak ya. "
"Mas... "
"Tenang sayang."
Cup...
Adam mengecup kening istrinya lalu pria itu keluar kamar menyusul Alex.
.
.
20 menit kemudian Alex dan Adam tiba di markas DGS, dan mereka langsung di sambut Joan.
"Axel di dalam bersama Andi."Ujar Joan
Alex dan Adam langsung menuju ruangan Axel.
"Bagaimana? "
"Bos hanya IDmu yang masih aman... aku tak bisa menemukan virusnya. "
"Sial... ku potong gajimu nanti berani mengganggu kesenanganku. "Ujar Adam kesal.
"Apa ID kalian semua juga terblokir? "Tanya Adam
"Punyaku saja bisa di blokir olehnya, apa lagi mereka. "
"Ck... siapa yang berani bermain denganku, Jika saja dia mau bekerja denganku."Kesal Adam menatap kesal pada Axel.
Axel menelan ludahnya ia akui ia kalah dari pria yang saat ini mengacaukan sistem yang DGS miliki.
"Astaga... apa ini.... bisa sekacau ini... "Gumam Adam menatap layar di depannya.
"Axel duduk lagi ID mu sudah ku buka, Kau Andi juga... kita kerjakan sama-sama... lakukan yang bisa kalian lakukan."
"Siap bos. "
Alex menatap 3 orang yang bekerja di depannya, urusan IT dia memang tak sepandai Axel,tapi ia penasaran siapa yang berani menembus sistem keamanan DGS dalam waktu singkat.
Drrttt.... Drtttt..
Alex mengambil ponselnya yang bergetar di dalam saku jasnya. Ada nama anak buahnya yang berjaga di sekitar apartemen.
"Hallo ada apa? "
"Bos... ah... kami... di... "
"Hallo.... Hallo...."
Alex menutup ponselnya, ia menatap khawatir pada layar ponsel di depannya.
Alex segera menghubungi nomor istrinya, perasaannya mulai tak enak.
Tuttt....tutttt....
"Sial... Anna... "
Alex segera berlari, ia cemas pada istrinya, perasaannya mulai tak enak.
'Tidak.... jangan sentuh Anna... 'Batin Alex.
.
.
...................myAmymy....................
......**Ayo dong Vote dan ramaikan KOMEN 🙏......
...🖤🖤...
...@myAmymy** ...