The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 74



Anna memasuki apartemennya dengan Alex, dadanya serasa sesak,rasa takut, ragu dan tak tega campur aduk menjadi satu.


Wanita itu langsung masuk ke kamarnya dan duduk di tepi ranjang, lalu dengan lembut mengusap perutnya.


"Hiks... "Tak tahan luruh juga isak dan air matanya, "Maafkan mama sayang... tapi kamu akan hidup lebih baik bersama papa kamu kelak."


"Mama bukan orang waras, mama juga berhutang nyawa pada Mike, mama mohon maafkan mama. "


Anna semakin yakin dengan keputusan yang akan dia ambil nanti, ptsd nya bisa sewaktu-waktu kambuh nanti, bagaimana jika dia justru tak ingat pada anaknya nanti, atau bisa jadi dia akan mencelakai anaknya.


Anna menggeleng, ia yakin jika Alex akan menjadi ayah yang baik untuk putri mereka nanti, dan dia akan pergi bersama Mike,ya seperti itu saja, jika dia bertahan dengan Alex dan putri mereka,ia yakin Mike tak akan membiarkan hidup mereka tenang.


"Maafkan mama sayang. "Lirih Anna memukul pelan dadanya yang semakin sesak.


berkali-kali Anna menarik panjang nafasnya lalu menghembuskannya perlahan, ia harus tenang, ia tak boleh stress


Melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4 sore, Anna memutuskan untuk segera mandi sebelum Alex pulang dari kantor.


...................


"Apa ini? "Tanya Alex pada Axel.


"Bagus tidak?"Tanya Axel.


"Kamu mau pamer bisa belikan istrimu perhiasan? "


"Ck... bukan kak, itu aku jual padamu. "


Alex mengerutkan keningnya lalu mengambil kotak perhiasan di depannya, "Kenapa cincinnya mirip cincin pernikahanku dengan Anna? "


Axel menyeringai, "Cincin itu sudah ada GPSnya, dan itu memang tiruan dari cincin pernikahan milik Anna, lalu kalung itu, ada microphone kecil di sana, sangat kecil di belakang berliannya. "


"Aku paham, berapa harus ku bayar?"


Axel menyeringai, "2 milyar. "


"Kau gila? "Kesal Alex.


"Ck... pertama ada kecanggihan di perhiasan itu dan kedua, itu berlian asli dan emas putih asli 24 karat. "


"Ck... bisa saja kau cari untung. "


"Hehe... mau tidak? "


"Ck... "Alex mengeluarkan ponselnya dan, "Sudah ku transfer,setengahnya besok."


"Ayolah kak, kan masih ada rekening lain, lunas lah masa di cicil."


"Sial kau Xel. "Alex pun menuruti apa mau adiknya itu.


Axel menatap puas pada ponselnya, "Nah gitu dong, Oh ya lusa aku dan Angel juga Lucas akan pindah ke rumah baru, makasih ya apartemennya selama ini. "


Alex tak menjawab, pria itu langsung meraih kotak perhiasan dan bangkit, "Aku pulang, tetap awasi tugasmu. "


"Siap bos. "


Axel menyeringai, "Yes untung lebih dari 2 kali lipat. "Ujarnya begitu senang.


..................


Ana tersenyum menatap hijaunya sayuran yang tengah ia masak.Hari ini dia akan memasak makan malam untuk suaminya setelah beberapa hari mereka hanya makan makanan pesan antar.


"Tinggal tambahkan saus tiram... "Gumam Anna sambil menuang saus tiram dari botolnya.


"Nah aduk aduk sebentar... "


"Eh... "Pekik Anna karena tiba-tiba ada yang memeluknya,"A..Alex... "Ucap Anna ragu-ragu karena ia takut jika Mike nekad masuk ke apartemennya.


"Kenapa, kayak kaget. "


Ana menghela nafasnya lega karena benar Alex yang memeluknya.


"Ya kamu aku kan lagi fokus masak, kalau tidak karena perut besarku sudah ku balik dan ku pelintir tanganmu. "


Alex terkekeh lalu mengecup pelipis istrinya, "Masak apa? "


"Ah ayam goreng, sawi saus tiram sama sambal matah,kamu suka?"


"Apapun masakanmu aku suka. "


Ana mematikan kompor lalu berbalik dan memeluk suaminya sesaat, "Kalau begitu mandi dulu sana biar aku siapkan makan malam kita. "


Cup...


Alex mencium sebentar bibir istrinya lalu mengangguk, "Aku mandi dulu. "


Ana tersenyum lalu mengangguk, setelah memastikan Alex masuk kamar, Anna segera menyiapkan satu kotak makanan yang ia masak tadi.


"Aku antar untuk Mike dulu. "Gumamnya lalu segera keluar apartemen menuju apartemen Mike.


Setelah menekan beberapa kode pin apartemen Mike, Ana segera masuk, ia ingat tadi Mike menekan angka ulang tahunnya sebagai pin apartemen pria itu.


"Mike... "Panggil Anna.


"Sepertinya dia sedang mandi, aku letakkan saja di sini. "Gumam Anna lalu pergi dan kembali ke apartemennya bersama Alex.


"Dari mana? "Tanya Alex yang baru saja keluar kamar tepat saat Ana melepas sandal luarnya.


"Owh tadi mau keluar tapi tidak jadi."


Ana masuk menuju meja makan di ikuti Alex,"Lihat saus sambal habis tadinya mau ke mini market bawah tapi aku ingat katamu aku tidak boleh keluar apartemen sendiri,mm..tidak apa kan? Kamu kan suka makan ayam goreng dengan saus sambal,kalau sambal matah kamu kurang begitu suka. "


"Tidak apa, ayo duduk, ah bagaimana kalau nanti kita belanja sama-sama."


Anna tersenyum, "Sayang kalau besok kita ke mall mau tidak."


"Ngapain? "


"Beli persiapan lahiran,pakaian bayi dan yang lainnya."


"Bukannya masih 3 bulan lagi sampai kamu lahiran. "


Anna menghela nafasnya, "Kalau nanti perutku semakin besar dan aku akan semakin sulit bergerak,ya mau ya... jangan kerja besok, aku juga lagi ingin sama kamu terus, ya sayang ya... "


Alex tersenyum lalu mengangguk, istrinya sedang manja padanya dan itu sangat mengemaskan, "Baiklah sayang, asal... "


Anna mengerutkan keningnya,"Asal apa? "


Alex tersenyum menyeringai, "Nanti malam aku dapat double. "


Puk...


Anna memukul gemas lengan suaminya, "Iya baiklah dasar ya... "Kesal Anna.


"Ya sudah ayo makan."


......................


Alex baru saja selesai gosok gigi, ia melihat istrinya yang baru saja masuk ke kamar setelah membereskan makan malam.


"Sayang... "


"Ya... "Jawab Anna sambil meletakan minum di atas nakas.


"Aku punya hadiah untukmu. "


Anna mengerut keningnya penasaran, "Hadiah? Apa? "


Alex tersenyum, "Pejamkan matamu."


"Apa ih, aku penasaran deh. "Ujar Anna lalu memejamkan matanya.


Tiba-tiba Anna merasakan dingin di bawah lehernya, "Alex... "


"Buka matamu sayang."


Anna perlahan langsung membuka matanya, dan tangan kanannya langsung meraba apa yang ada di dadanya, "Alex... ini... "


Alex langsung menuntun istrinya menuju cermin, "Lihatlah kamu suka? "


"Alex... ini...."Lirih Anna menatap betapa indahnya kalung berlian yang kini melingkar di lehernya.


"Cantik tapi lebih cantik yang memakainya. "


"Alex ini pasti mahal. "


"Lebih mahal dirimu sayang.Kamu suka? "


Dengan cepat Anna mengangguk, "Suka... suka sekali. makasih. "


Alex membalik tubuh Anna agar menghadapnya, "Kalau begitu berarti malam ini dapat triple dong."


"Alex.... kata dokter...."


"Ya baiklah, double saja... "Jawab Alex pasrah.


Cup...


Ana berjinjit dan mengecup bibir suaminya lalu tersenyum, "Terserah kamu saja tapi hati-hati ."


Alex langsung berbinar, "Kita mulai sekarang."


..............,,,...


Mike menatap kotak makan di depannya, pria itu tersenyum, Perlahan Mike menyuapkan makanan itu ke mulutnya.


"Hiks... "Mike menangis, "Aku merindukanmu Queen. "Gumamnya.


"Tidak bisakah kita kembali lagi seperti dulu, hutang itu sudah lunas, kita bisa hidup normal setelah ini, aku akan lupakan semua pengkhianatanmu, ku mohon kembalilah. "


Mike tak menyelesaikan makannya, pria itu menunduk menopang dahinya dengan kedua tangannya, punggung pria itu gemetar, ia takut jika wanitanya pada akhirnya akan pergi meninggalkannya.


"Aku tahu kamu bahagia bersamanya, tapi tidak bisakah kamu memilih bahagia bersamaku. "


.......


.......


.............myAmymy.............


...**Adakah yang mendukung Mike? ...


...🖤🖤...


...@myAmymy**...