
Axel menutup telinganya,dia baru bisa tidur subuh tadi setelah semalaman berlomba antar Hacker dunia. Dia kesal sekali karena dia harus puas dengan posisi ke 3 malam ini, di mana biasanya dia akan menang di posisi pertama atau ke dua. Semua karena anak barunya yang terus saja mondar mandir di apartemen dengan alasan tak bisa tidur di tempat baru.
"Papa..... " Seru Lucas mengguncang tubuh Axel mencoba membangunkan Axel yang tidur di Sofa.
"Aku masih mengantuk jangan ganggu. " Gumam Axel membuat Lucas menunduk sendu.
Angel yang melihat perubahan ekspresi Lucas menjadi tidak tega, tapi ia juga tidak tega pada Axel yang memang benar baru tidur setelah subuh tadi.Angel mendekati putra angkatnya itu.
"Lucas mau apa? " Tanya Angel.
Lucas menatap wajah Angel, "Lucas mau main PS itu ma, tapi Lucas tidak bisa menyalakannya. "
Angel mengangguk,"Nanti siang saja ya main sama papa, papa masih lelah sayang, dia baru tidur tadi pagi,belum nanti papa harus kerja, nanti kalau papa sudah bangun Lucas bisa minta tolong ajari cara menyalakannya ya."
"Ya sudah. " Ucap Lucas lalu ia duduk di sofa sebelah Axel tidur dan menatap pria itu.
"Apa papa memang seperti itu ya ma?Harus kerja? " Tanya Lucas dengan polosnya.
Angel tersenyum, "Iya sayang, papa bekerja cari uang untuk mama dan Lucas sekolah nanti. " Angel tiba-tiba memikirkan sekolah Lucas. Dan dia harus membicarakan dengan Axel nanti.
..............myAmymy............
Dara dan Adam menahan senyum mereka melihat interaksi Alex dan Naina. Sedari tadi Naina tidak mau jauh dari pria itu.
"Iya Naina, jangan seperti ini. " Ujar Alex melepas pelukan Naina pada lengannya, sungguh Alex merasa harga dirinya jatuh saat ini, bagaimana tidak di rumah Adam ada banyak sekali anak buahnya,dan yang mereka tahu karakter Alex adalah karakter Devil yang siap mencabut nyawa lawan, dan sekarang dirinya di buat tak berkutik oleh istrinya.
"Alex ayo coba kamu tidurkan Leo, lihat Lio sangat tenang di pangkuanku. "Seru Naina, mereka kini tengah bermain bersama si kembar Leo dan Lio. Naina sangat menyukai bocah kembar putra Adam dan Dara.
"Kamu tahu sayang? Aku juga ingin cepat punya anak yang mirip sepertimu nanti" Naina mengecup pipi Lio.
"Num..."Ucap Lio yang kini tengah memakan biskuit dan duduk di pangkuan Naina.
"Wah Lio mau minum ya, sebentar aunty ambilkan dulu. Ini... pelan-pelan ya... "
"No Leo jangan jewer telingaku."Protes Alex karena tiba-tiba Leo menarik telinganya.
"Akel yo mau ini. " Tunjuk Leo pada pistol di balik saku jas Alex.
"No sayang, Astaga, Adam lihat anakmu. " Seru Alex saat Leo berhasil mengambil pistol di balik jas Alex.
"Alex gila kamu."
"Tak apa itu tak ada peluru, hanya saja kenapa Leo sangat tertarik dengan Pistol. "
Adam mengerutkan keningnya,"Wait. " Dia mendekat pada kedua putranya, "Tell me, siapa tadi yang terakhir mengganti baju si kembar?" Tanya Adam penasaran pada siapapun di ruangan itu.
"Itu tadi Na yang pakaikan bajunya papi. "Seru Siena yang baru muncul sejak tadi.
"Astaga Siena, kamu salah memakaikan baju. "
Dara yang tengah sibuk menyiapkan makan siang si kembar pun mendekat lalu melihat pada balita di pangkuan Naina dan Alex.
"Papimu benar sayang, kamu salah memakaikan baju."
Alex menatap balita di tangannya,"Jadi ini Lio, pantas saja dari tadi dia diam. "Lalu menoleh pada balita di pangkuan Naina, "Astaga dan lihatlah bocah itu mirip sekali dirimu Dam, tidak bisa melihat wanita cantik."
Alex menyerahkan baby Leo yang ternyata Lio pada Adam. Lalu pria itu mendekati istrinya dan mengambil paksa Leo yang tengah mendusel ke dada Naina, "Jangan macam-macam kau bocah kecil. " Ujar Alex kesal.
"Astaga Alex jangan kasar seperti itu pada putraku."Protes Adam tak suka pada sikap Alex yang berlebihan,"Leo hanya balita, masa kamu cemburu."
"Cih, makanya kamu jangan pertontonkan adeganmu bersama Dara jadi putramu tidak menirumu. "
"Huaaaa....papi..... " Tangis Leopun pecah.
Setelah menyerahkan Lio Adam mengambil alih Leo dari tangan Alex,"Dia hanya anak kecil." Kesal Adam.
Dara menggeleng melihat kelakuan Adam dan Alex,lalu Dara menatap Naina yang terlihat sendu membuatnya penasaran.Dara lalu mendekat pada Naina.
"Naina... " Sapa Dara lirih.
Naina menoleh pada Dara dan buru-buru ia menghapus air matanya.
"Kamu kenapa? " Tanya Dara penasaran, lalu ia melirik ke arah Adam dan Alex yang masih berdebat, "Kita bisa bicara di tempat lain."
Dara tahu dari mata Naina jelas di lihat wanita itu tengah banyak pikiran.Naina pun mengangguk lalu mengikuti Dara ke ruangan lain.
Naina duduk di sebuah Sofa panjang sementara Dara menuju mini bar dan mengambilkan minuman soda untuk Naina.
"Ini untukmu." Ucap Dara menyerahkan satu gelas minuman soda untuk Naina.
"Terima kasih."
Dara duduk di sebelah Naina, "Kita bisa jadi teman bahkan sahabat , kalau mau kamu bisa berbagi apapun denganku. "Dara tahu bagaimana kondisi Naina dari cerita suaminya, dan ia pikir kondisi Naina akan berbahaya jika wanita itu banyak pikiran.
Naina menatap jendela luar, ia menghela nafasnya, "Aku hidup dalam ketakutan." Naina tersenyum kecut lalu ia menoleh menatap Dara, "Kamu tahu tadi pagi kami baru saja mengungkapkan bahwa kami saling mencintai."
Hati Dara membuncah bahagia mendengarnya, "Sungguh? Ah syukurlah aku ikut bahagia."Ucapnya sambil menggenggam tangan Naina.
"Terima kasih, aku juga bahagia untuk itu, sekarang hanya Alex yang aku miliki di dunia ini, aku benar-benar takut kehilangannya."
Dara mengangguk mengerti, "Lalu apa yang membuatmu takut, percayalah Alex pria yang baik dan setia dan dia tidak mungkin meninggalkanmu. "
Naina kembali menatap ke luar jendela,"Aku melihat interaksi antara kedua putramu dan suamimu, sungguh itu sangat indah. "
Dara mengangguk, "Ya kamu benar, Adam sangat mencintai kedua putranya.Dan si kembar terutama Leo dia tak bisa jauh dari papinya. "
Dara kembali menunduk, bahkan jemarinya menggenggam erat ujung dress yang ia kenakan.
"Alex juga akan segera memiliki anak. "
Lagi Dara mendapat sebuah kabar bahagia, "Wah selamat ya....Percayalah Alex akan menjadi ayah yang baik."
"Menurutmu seperti itu?" Tanya Naina menatap Dara.
"Tentu, mana ada seorang ayah tak menyayangi anaknya, darah dagingnya, kasih sayang ayah juga sebanding ibu mencintai anaknya. "
"Menurutmu seorang anak harus tumbuh dengan orang tua yang lengkap?" Tanya Naina ragu.
Dara mengerutkan keningnya, "Tentu saja, bagaimanapun kebahagiaan anak adalah hidup dengan kedua orangtuanya."Dara mulai ragu dengan arah pembicaraan mereka,"Naina...kalian baik-baik saja kan?"
Naina mengangguk lalu menghapus air matanya yang sudah meluncur membasahi pipinya, "Alex akan punya anak...hiks.... tapi... bukan dariku... Hiks... aku harus bagaimana?"
Sungguh Dara tak menyangka jika dia akan mendengar hal itu dari wanita di depannya.Dara mengingat Alex, dia juga tak bisa percaya hal itu, bagaimana bisa seorang Alex...
"Ya Tuhan... " Lirih Dara langsung memeluk Naina yang menangis lalu mengusap punggung Naina seraya menyalurkan kesabaran untuknya.
..............myAmymy..............
...Menurut Readers Naina harus bagaimana? ...
...JANGAN LUPA VOTE...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...