The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 80



Alex dan Adam terus menyusuri hutan, mereka sudah memindai seluruh perkampungan tapi nihil, mereka tak mendapati satu tandapun mengenai keberadaan Anna.


"Masih ada satu dusun di tepi hutan sana, mungkin Anna ada di sana Lex. "Ujar Adam.


"Semoga saja, Axel bilang jika sinyal frekuensi dari kalung Anna tak jauh dari lokasi ini. "


"Aku heran, team kita banyak, kenapa bisa kalah dari seorang Reapers, ckck andai pria itu mau bekerja padaku, aku yakin DGSku akan semakin maju. "Ujar Adam


Alex menghentikan langkahnya, "Apa menurutmu dia lebih baik dari padaku? "


"Apa? "Gugup Adam melihat perubahan ekspresi Alex, astaga dia lupa jika Alex tak suka di remehkan


"Ck, kau ini sensitif sekali Lex, kau hebat, kau yang terbaik, hanya saja andai ada orangku yang memiliki level mendekatimu maka aku akan sangat di untungkan. "


Alex menghela nafasnya, lalu ia melanjutkan langkahnya untuk mencari keberadaan Anna.


Sementara di tempat lain, Mike memindai dengan tajam tanah tempat ia berpijak demi mencoba mencari jejak Anna


"Queen bahkan tak memakai sandal atau sepatu, bagaimana jika kakinya terluka? "Gumam Mike.


Lalu Mike melihat ke arah langit, hanya kegelapan dan cahaya bulan yang ia andalkan malam ini.


"Di mana kamu sayang, jangan sampai kamu terluka atau aku akan menyalahkan diriku sendiri, ck... kenapa kamu tak menurut saja padaku? Andai kamu tak kabur, maka kita sudah pergi dari tempat ini. "


Mike menghela nafasnya, "Semoga tua bangka itu tak menemukanmu lebih dulu. "


Mike tahu jika mantan orang tua angkatnya itu masih hidup tapi ia tak mau memberitahukan hal itu pada Anna karena takut jika Anna akan cemas,dan alasan itu juga yang membuat Mike memajukan keinginannya membawa Anna pergi sebelum wanita itu melahirkan seperti permintaan Anna sebelumnya.


.......................


Anna perlahan mengambil sebuah tongkat kayu dan menyimpannya di balik dress yang ia kenakan.


"Cepat, itu toiletnya. "


"Thank you uncle. "Ujar Anna lalu masuk ke dalam bilik toilet yang ada di dekat bekas dapur.


Anna menghela nafasnya lega, lalu ia melihat ke bagian atas salah satu dinding toilet di mana ada satu jendela ventilasi kecil di sana.


'Akan bahaya untuk kandunganku jika aku memaksa keluar dari jendela kecil itu. 'Batin Anna.


Lalu Anna menatap balok kayu di tangannya, 'Tinggal ini harapanku. 'Batinnya


Anna menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya perlahan ,"Baiklah Anna, kamu bisa. "Ujarnya.


"Cepat."Ujar seseorang di luar toilet.


"I... iya uncle.. "


Perlahan tangan Anna memegang handle pintu di depannya dan membukanya


"Lama sekali. "


"Maaf uncle... "


"Sudah cepat, kita langsung saja, sebentar lagi orang itu sampai di ujung jalan, ayo kita keluar."


"I... iya, uncle,duluan..."


"Kau jangan macam-macam Anna, kau jalan di depan."


Anna menghela nafasnya,"Baik. "Lalu dengan cepat...


Braakkkk...


"Ah... "


Anna menatap orang di depannya yang memegang kepalanya, kepala yang baru saja ia pukul memakai balok kayu, lalu ia beralih menatap balok di tangannya


"Ke... kenapa aku merasa tak bertenaga."Gumam Anna cukup kaget.


"Kau pikir bisa melawanku Hah.. "


"Ah sakit Uncle... "Protes Anna karena tiba-tiba rambutnya di tarik ke belakang.


"Kau sudah memakan obat pelemah otot yang kucampur pada minuman yang kau minum tadi, jadi jangan macam-macam jika kau mau anak dalam perutmu selamat. "


"Ah... "Pekik Anna lagi karena rambutnya kembali di jambak.


"Sebaiknya kau lupakan jika dirimu adalah Queen Of The Reapers, saat ini kau hanya seorang Anna yang lemah mengerti."


"I... iya paman... "


"Bagus..."


"Ah... "Pekik Anna lagi saat rambutnya di lepas begitu saja hingga tubuhnya terhuyung kebelakang.


"Ayo..


.....................


Adam menghentikan langkahnya saat ia merasakan ponsel di saku celananya bergetar, ada satu pesan dari Axel


"Tunggu, Axel mengirim pesan padaku."Ujar Adam


Alex berbalik dan menatap sahabatnya itu penuh harap, ia berharap ada kabar baik dari Axel atau team yang lainnya


Ada sebuah mobil jeep terlihat memasuki jalan ke arah utara, aku yakin mobil itu juga menuju kampung tepi laut. Team sudah mengikutinya diam-diam


Adam menghela nafasnya setelah membaca pesan dari Axel dan menyampaikan pesan Axel pada Alex


"Ayo cepat kita ke sana. "Ujar Alex penuh semangat


"Ah ya, kau duluan saja, ada pesan dari Dara, aku harus membalasnya dulu."


Alex hanya mengangguk kecil lalu pergi meninggalkan Adam yang terlihat menelpon istrinya itu.


"Hallo sayang..."


"Ya, aku baik-baik saja, jangan khawatir."


Sementara Adam telepon, Alex sudah jauh masuk ke hutan menuju kampung tepi laut, tak sabar ia segera menemukan istrinya, terlebih yang ia dengar jika ada orang lain yang cukup berbahaya mungkin saja menangkap Anna, dan ia tak mau sesuatu yang buruk menimpa istri tercintanya.


Krakk...


Alex berbalik dan mendapati Mike di sana, "Kau lagi."


Mike menoleh, pria itu langsung menggeleng kecewa, "Ck... harusnya aku yang mengatakan itu padamu."


Alex tak merespon, ia kembali melanjutkan langkahnya menyusuri hutan menuju tempat di perkirakan ada Anna di sana.


"Hei... "Panggil Mike


Alex hanya menoleh sekilas dan kembali fokus pada langkahnya tak peduli dengan Mike yang berjalan di belakangnya


"Jika nanti Queen selamat, ayo kita berduel sampai akhir, jika aku menang maka kau harus menyerah. "Ujar Mike membuat Alex menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Aku tak perlu berduel denganmu, Anna adalah istri sahku. "


"Heh, tapi nyatanya dia mencintaiku. "


Alex tersenyum, "Jika dia mencintaimu, kau tak akan di sini sekarang dan ikut mencarinya, bukankah kau yang menculiknya, lalu untuk apa dia kabur jika dia mencintaimu. "


Kretakkk...


Alex tersenyum tipis saat melihat Mike tiba-tiba menodongkan pistol ke arahnya.


"Tembak saja, jika aku mati di tanganmu, aku yakin jika Anna akan sangat membencimu. "


Mike terdiam, lalu menunduk sedikit memikirkan kata-kata Alex.


"Begitupun apa yang ku lakukan padamu, tapi tenang saja, kita akan selesaikan masalah ini sebagai laki-laki nanti setelah istriku di temukan. "


Alex menunduk sesaat, ia ingat bagaimana pengorbanan pria di depannya di masalalu demi menyelamatkan Anna. Setelah itu Alex melanjutkan kembali langkahnya dan meninggalkan Mike yang masih berfikir itu.


.......................


Sementara di tempat lain, Anna memindai cemas sekelilingnya,kedua tangannya terus membelai perutnya, ia khawatir jika obat pelemas otot itu akan berdampak pada kandungannya.


"Uncle... "Ujar Anna membuat pria paruh baya di depannya menoleh.


"Kenapa? "


Anna menghela nafasnya, "Apa obat yang uncle berikan padaku tak berbahaya untuk bayiku?"


Cuih....


Anna tersentak saat pria tua di depannya meludah ke sampingnya


"Bayi itu akan dalam bahaya jika kau tak menurut padaku. "


Anna menelan paksa salivanya, "A... apa yang uncle inginkan dariku? PTSDku sudah sembuh, Uncle lihat, bahkan aku baik-baik saja setelah semua yang kulalui hari ini."


"Heh, kau kira aku bodoh, kau belum tidur, kita belum tahu apa reaksimu setelah bangun tidur nanti. "


Anna menggeleng, "Percayalah uncle aku sudah sembuh."


"Banyak omong, cepat jalan, kita sudah hampir sampai di ujung jalan. "


"Ah, sakit uncle..."Ujar Anna saat tangannya kembali di tarik paksa


"Itu mobilnya. "


'Ya Tuhan, kenapa belum ada yang datang menolongku. 'Batin Anna


Dug...dug...


"Cepat buka pintu mobilnya."


Ceklek...


"Kau... "


.


.


...................myAmymy.................


...Siapa ya yang muncul dari dalam mobil membuat si Uncle kaget? ...