
Alex membaca data di tangannya, sekarang ia sudah mendapatkan foto diri R02 meski itu foto lama 8 tahun lalu. Sangat di sayangkan karena pria yang kini berusia 30 tahun itu, merupakan dokter dengan kemampuan yang tak bisa di ragukan.
"Dr. Mike Micael. "Gumam Adam, "Andai dia pria baik-baik, aku mau menerimanya bekerja di rumah sakitku, ku dengar kemampuannya mencegah pendarahan internal saat operasi adalah yang terbaik,tapi siapa sangka jika keahliannya itu justru untuk menahan jiwa psikopatnya agar tidak keluar saat melihat banyak darah, mirip dengan dokter vampir yang di tonton istriku, ck... "
"Bisakah aku memakai aksesmu untuk menangani kasus ini? "Tanya Alex yang sedari tadi tak memperdulikan ucapan Adam.
"Apa harus?"Tanya Adam ragu, "Apa kau begitu tak sabar?"
"Nyawa anakku dalam bahaya bodoh."Kesal Alex.
"Anak? "
"Ana sedang hamil anakku, memikirkan ptsd Ana saja sudah membuatku khawatir, apa lagi sekarang aku tahu sekejam apa R02 itu. "
Adam mengangguk, "Tapi khawatirmu berlebihan Lex, R02 sangat mencintai R01, tak mungkin dia melukainya. "
Alex langsung mencengkeram kerah Adam, "Stop mengatakan cinta di antara mereka, Ana hanya mencintaiku, Ana hanya milikku. "
"Hoho santai Lex, aku hanya bercanda. "
Alex langsung menyentak tubuh Adam hingga pria itu sedikit terhuyung ke belakang.
Alex meraih ponselnya yang bergetar,ada telepon masuk dari Joan,melirik Adam sesaat lalu mengangkat panggilan Joan.
"Ya Jo... "
"APA... "Kaget Alex langsung menatap Adam membuat pria itu menatap balik Alex penasaran.
"Atur anak buahmu, tambah personil di sana, juga rumah Daffa."
"Ya, kau bilang Malik siapkan pesawat, kami segera kembali. "Setelahnya Alex memutuskan panggilannya.
"Ada apa Lex? "
"Salah satu anggota team 7 ada yang mati. "
"Maksudmu?"Adam kaget, team 7 berarti penjaga di rumahnya,"Ayo kita pulang, istriku pasti sangat ketakutan. "
Alex mengangguk lalu segera mengikuti Adam.
..................
Ana menatap dirinya di cermin, "Kenapa perutku seperti membuncit ya?Hmm...aku harus diet ini. "Gumam Ana di depan cermin.
Ana mendesah, lalu ia melihat sekeliling ruangan yang ia tempati, Ana menghela nafasnya lalu duduk kembali di ranjang, "Aku lapar, mau keluar Mike mengunci pintunya,keluar dari jendela, aku masih lemas jika harus melompat ke sana ke mari. "
Ana berdiri lagi, ia lalu meneliti apa yang ada di ruangan itu, wanita itu melihat ada sebuah tas yang Ana yakin itu milik Mike.
Setelah melihat isi tasnya, Ana tersenyum, ada sebuah laptop di sana, tanpa ragu wanita itu mengambil laptop itu dan segera menyalakannya.
"Mike, kau masih sama, menggunakan tanggal aniversary kita untuk kunci laptopmu, ah dasar bucin, aku mencintaimu Mike."Gumam Ana.
Lalu Ana terlihat mengutak atik isi laptop itu, "Jadi ayo kita lihat siapa target kami kali ini, biasanya Mike menyimpan file nya di.... "
"Nah ketemu,sepertinya yang ini. "Klik Ana langsung membuka file itu.
"Hmm, Adam Dermawan, pria arogan di pemilik DGS, ah ya aku ingat, dia pria yang menendang junior Mike hingga..."Ana memicingkan matanya menatap foto Adam hingga kemudian ia menggeleng.
Menghela nafasnya, Ana lalu membuka file berikutnya, ia langsung menatap lama foto pria di depannya.
"Dia....targetku? "Ana memegang pelipisnya dan sedikit memijatnya, "Ah... sakit...."Ana menarik nafasnya panjang lalu kembali mengamati foto di depannya, hingga tiba-tiba ia merasakan detak jantungnya berpacu dengan cepat.
Menempelkan telapak tangannya di dadanya, Ana menatap dalam foto di depannya, "Alex... "
....................
Axel baru saja tiba di kediaman Darmawan, mulai melaksanakan tugasnya untuk mengecek cctv juga sistem ke amanan di rumah mewah itu.
"Apa ada orang asing masuk Jo? "Tanya Axel.
"Tidak ada Xel, bahkan tak ada juga anggota yang keluar hari ini, suara tembakan juga tak terdengar, anggota tiba-tiba melihat Jamal tersungkur begitu saja dan mati. "
Axel mengamati video tempat Jamal mati,matanya terus memicing, "Apa ini perbuatan The Reapers lagi? "
"The Reapers ? Maksudnya kasus Jamal sama dengan Kasus Daren, tapi bukankah biasanya the Reapers akan meninggalkan jejak ukiran pada tubuh korban? "Tanya Joan.
"Ck, itu kalau dia berhadapan langsung dengan korbannya, menurut dugaanku, dia menembak dari atas bukit itu. "Tunjuk Axel pada bukit di belakang rumah Adam.
Joan menatap bukit yang di maksud Axel, "Sepertinya kau benar Xel, tapi, jaraknya lumayan jauh, apa bisa? "
Axel mendesah, "Bisa kalau penembaknya sekelas kak Alex,bukan sekelas dirimu. "
"Ck, dasar bocah."Kesal Joan.
"Hahaha.... memang benar kan? Aku ingat matamu itu silinders,bagaimana mau bisa menembak jarak jauh. "
"Awas kau Xel."
Axel dan Joan langsung menoleh dan mendapati Alex yang menatap tajam pada mereka.
"Sebaiknya kalian jelaskan dengan detail. "
"SIAP bang. "
Lalu Axel dan Joan menjelaskan kronologi penembakan Jamal.
"Sepertinya dia menggunakan Barrett M82 bang. "
Alex mendesah, ia semakin yakin jika R02 yang melakukan teror ini.
"Kalian perketat penjagaan. "Titah Alex.
Lalu Alex masuk ke dalam rumah untuk menemui Adam. Di lihatnya ayah 3 anak itu tengah memeluk istrinya tercinta.
"Mas khawatir banget sama kamu sayang."Ucap Adam mengecup kening Dara.
"Aku takut kalau anak-anak kenapa-napa mas. "Lirih Dara
"Sudah, jangan takut, mas tidak akan pergi jauh lagi dari kalian. "Adam menoleh menatap Alex, ia lalu melepas pelukannya pada Dara, "Kamu ke kamar ya, temani anak-anak, mas mau ngomong sama Alex."
Dara menatap Alex sesaat lalu pada suaminya dan mengangguk, "Iya mas. "
Setelah kepergian Dara, Adam langsung menghampiri Alex, "Kita bicara di ruang kerja saja Lex. "
Alex mengangguk lalu mengikuti Adam ke ruang kerjanya.
..................
Ana masih menatap foto Alex di laptop di depannya, entah kenapa ia merasa sangat nyaman menatap foto itu lama-lama.
Ceklek...
Mike masuk ke apartemen, pria itu langsung melepas jaket dan topinya lalu meletakan tas berisi senapannya.
Ana masih belum menyadari kedatangan Mike, hingga tiba-tiba Mike menutup laptopnya kasar.
"Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya Hah. "Bentak Mike tiba-tiba.
"Mike, kamu kenapa? "
Mike memejamkan matanya, ia menarik nafasnya panjang dan menghembuskan perlahan,"Sorry. "Lalu pria itu langsung memeluk Ana dengan lembut
Ana mengangguk, "Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba marah padaku?"
Mike menggeleng, "Tidak baby, maaf, aku hanya tidak ingin kamu banyak pikiran sekarang."
Ana melepas pelukan Mike, lalu menatap mata Mike, "Mike apa ada yang salah, bukankah sudah biasa aku mencari tahu siapa target kita? "
Mike membelai rambut Ana, "Ya tapi tidak sekarang, kamu masih sakit. "
"Ah ya, kamu ingat aku sakit, tapi kamu mengurungku di sini tanpa makanan, kamu tahu aku sudah sangat kelaparan dan perutku menjadi mual, aku bahkan sudah muntah berkali-kali. "
Mike langsung memeluk Ana lagi, "Sorry, aku sungguh menyesal, kalau begitu kita makan malam di luar?"
Ana langsung melepas pelukan Mike dan menatap pria itu antusias, "Mau sayang. " Serunya.
"Ya sudah, sekarang kamu siap-siap ya,aku mandi dulu."
Ana mengangguk antusias,lalu segera menuju lemari, ada beberapa baju yang sudah Mike siapkan untuknya di sana, "Kenapa hitam semua sih warnanya? Aku rasa aku menyukai warna pink deh. "
..................
Alex menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran,ia akan makan malam dulu sebelum pulang ke apartemennya,turun dari mobilnya Alex langsung masuk ke restoran dan langsung memesan makanannya.
"Letakan saja nanti di meja, saya mau ke toilet dulu."Ujar Alex pada pelayan.
Sementara di meja lain di sudut ruangan, Ana dan Mike baru saja mendapatkan pesanannya.
"Mike, aku mual sekali, aku... ke toilet dulu, kalau tidak aku akan muntah di sini."
Mike mengangguk,"Perlu ku antar sayang? "
Ana menggeleng, "Tidak usah, kamu habiskan semua makanannya aku tidak mau makan ini, kamu pesankan aku salad buah saja."
Mike mengangguk, "Baiklah,take care Quen. "
................myAmymy...............
...Temuin Alex Ana apa jangan dulu nih? ...
...🖤🖤...
...@myAmymy...