The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 11



"Jadi apa kau lupa ingatan? "


Naina terdiam memikirkan pertanyaan Alex,


"Aku tak tahu, sepertinya aku tak pernah mengalami kecelakaan sebelumnya seperti di film-film lalu bagaimana mungkin aku lupa ingatan. Tapi... "


"Tapi? " Beo Alex.


"Tapi kenapa aku tak ingat siapa diriku, Aku hanya ingat aku berada di bandara bersama seorang bayi. Dan...."


Alex masih setia mendengar cerita Naina.


"Dan aku hanya ingat, anakmu lebih aman bersamaku,seperti itu kata-kata pria itu. "


"Apa pria itu suamimu? " Tanya Alex


"Suamiku? Aku tak tahu,Ya Tuhan aku bingung sekali apa yang sebenarnya terjadi pada diriku. "


"Kau ingat wajahnya? "


Naina terdiam,mencoba mengingat, " Ku rasa hanya samar-samar. Ya Tuhan apa yang terjadi dengan diriku... " Naina meremas rambutnya.


"Baiklah, kita akan cari tahu nanti. Tapi ini akan sulit, Kau bilang anakmu saat itu masih bayi lalu bagaimana cara kita mencarinya nanti."


Naina menunduk, " Aku tak tahu. " Ujarnya sedih.


"Baikalah, aku juga belum mengerti apa yang terjadi,yang jelas aku akan usahakan agar kau bisa pulang ke Indonesia."


Alex berdiri, "Kau tinggalah di sini, aku ada pekerjaan,nanti ada seseorang yang akan mengantarkan pakaian untukmu. "


Naina merapatkan kembali selimutnya saat menyadari lirikan Alex,"Ya lebih baik seperti itu. Terimakasih."


"Baiklah aku pergi. "


Alex keluar Apartemen untuk mengurus pekerjaanya soal orang yang mencoba menculik Angel.


"Pria itu berbahaya, hanya karena pelukan adik kecilnya sudah bangun.ish..."


"Astaga... " Naina mengibaskan tangannya ke wajahnya," Jika terlalu lama bisa-bisa aku yang tergoda,dia sangat tampan... "


Naina berdiri dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Aku bersih-bersih saja..."


............


Axel dan Angel baru saja sampai di panti asuhan tempat Lucas. Angel segera berlari memasuki rumah panti dan mencari Lucas.


"Lucas.... " Panggil Angel saat mendapati anak itu di halaman samping panti sedang memainkan ketapelnya.


"Kak Angel... "Serunya.


"Hai sayang... "


"Apa kak Angel datang bersama om tampan? "


"Om tampan? " Beo Angel.


"Wah om Axel... " Seru Lucas saat melihat Axel.Dia langsung berlari menghampiri Axel.


"Hai boy..."


"Om,ayo ajari Axel lagi menembak pakai ketapel.. "


Axel melirik Angel yang terlihat kesal..


"Kenapa? " Tanya Axel pada Angel.


Angel hanya mengangkat bahunya acuh lalu berjalan mendekat pada Axel dan Lucas.


Meski bertanya-tanya dalam hati melihat perubahan ekspresi di wajah Angel, pria itu lebih memilih merespon apa yang di inginlan Lucas.


"Seperti ini om..? "


"Yap.. benar, Tarik sedikit lagi.. lalu lepas.. "


Angel terus mengamati interaksi antara Axel dan Lucas. Mereka terlihat seperti Ayah dan Anak.


"Kak Axel berapa usiamu? " Tanya Angel tiba-tiba.


"Aku? Kenapa kamu tanya umur? "


"Jawab aja ih? "


Axel mendekat di mana Angel duduk dan membiarkan Lucas bermain dengan ketapelnya sendiri.


"Aku 20th. "


Angel berdecak, " Hais... bohong sekali.. "


Axel terkekeh, " Ya baiklah, Usiaku 25..kenapa? Aku rasa kita cocok tak beda jauh kan? Dari pada kau dan Alex, dia sudah 33 tahun,terlalu tua untukmu. "


"Ih, siapa juga yang mau sama om Alex. " Angel kembali larut dengan pemikirannya,lalu menghitung dengan jemarinya.


"Kak,,, sejak kapan kau jadi playboy? "


"Kenapa sih tanya gitu? "


"Ish,jawab aja sih! "


"Mmmm... sejak SMP aku sudah punya pacar lebih dari 1.."


Angel menggelengkan kepalanya.


"Hei biasa saja ekspresinya." Tegur Axel.


"Mmm, kakak pernah ngelakuin itu tidak sama pacar kakak? "


Axel kaget dengan pertanyaan Angel,tiba-tiba dia merasa gugup.


"Hei lihat Lucas sudah bisa membidik.. "Axel akan beranjak meninggalkan Angel namun dengan cepat gadis itu menahannya. Axel melirik ke lengannya yang di cekal Angel,Alis matanya naik satu.


"Jangan kabur, jawab dulu pertanyaan Angel.."


"Kenapa Angel tanya seperti itu?" Axel merilik ke sekelilingnya.


"Angel curiga kalau Lucas itu anak kak Axel..lihat dia sangat mirip sama kakak. "


Axel kaget, ia membulatkan matanya tak percaya dengan dugaan Angel. Lalu dengan cepat ia melihat ke arah Lucas dan memicingkan matanya. "Dia memang sedikit mirip denganku. "


"Hei itu tak mungkin,meski aku punya banyak pacar paling jauh hanya meraba-raba saja. Jack milikku belum pernah masuk gua manapun." Ujar Axel yakin.


Lalu Axel kembali melihat Lucas, " Aku harus tanyakan papa dan Alex, mereka yang suka bermain dengan perempuan." Gumamnya.


kembali melihat ke arah Angel," Sejauh mana kau tahu mengenai Lucas? "


"Kenapa?"


"Hei, aku bisa membantunya mencari orang tuanya, bukankah kau bilang kalau Lucas tak mau di adopsi? "


"Tidak oleh orang lain, dia hanya mau di adopsi olehku. "


Axel mengangguk," Kalau begitu kau adopsi saja dia. "


"Aku tak bisa,peraturan panti adalah hanya pasangan suami istri yang boleh mengadopsi anak panti sini. "


Axel tersenyum smirk, " Aku punya ide. "


...................


Naina merebahkan dirinya di ranjang, dia baru saja selesai mengepel lantai apartement.


"Ah lelah sekali... " Keluhnya," Seluruh badanku lengket, lebih baik aku mandi saja. "


Naina mengambil paperbag berisi beberapa pakaian untuknya,beberapa saat lalu ada wanita berpakaian serba hitam mengantarnya.


"Apa pekerjaan pria tampan itu? "


"Dia dan temannya seperti mafia."


" Untung aku belum menceritakan semuanya, aku tetap harus hati-hati,yang terpenting sekarang dia bisa membawaku pulang ke Indonesia"


Naina beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Klik...


Alex baru saja pulang, Akhirnya dia bisa menyelesaikan pekerjaannya,setelah mengintai beberapa hari, akhirnya dia bisa menemukan siapa dalang di balik penculikan Angel dan apa motifnya. Mereka ingin Om Banyu bekerja pada mereka.


Sekarang tinggal menyerahkan sisanya pada anak buahnya di sini, dan dia bisa kembali ke Indonesia.


Ceklek...


Naina keluar kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit tubuhnya," ASTAGA.. " kaget Naina langsung masuk lagi ke kamar mandi.


Alex yang sama-sama kaget hanya bisa membalik tubuhnya menghadap ke arah lain.


"Tuan... " Panggil Naina dari dalam kamar mandi.


"Ya.. "


"Bisa minta tolong.." Teriak Naina.


"Apa? "


"Ambilkan paper bag di atas ranjang. "


Alex melihat ke arah ranjang lalu mengambil paperbag yang ada di sana.


Tok.. tok..


Alex mengetuk pintu kamar mandi,"Ini. "


Naina membuka sedikit pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya,tangannya terulur untuk mengambil paperbag dari tangan Alex.


"Terimakasih. "


Alex hanya mengangguk lalu berbalik ke sofa.


Setelah beberapa saat Naina keluar dari kamar mandi sudah rapi dengan pakaian barunya. Mematut sebentar dirinya di cermin," Mm, tak buruk. Lumayan juga bajunya. "


Menoleh ke arah Alex, "Terimakasih bajunya pas sekali."


Alex menoleh lalu hanya mengangguk.Dia kembali fokus pada laptopnya.


"Apa ini?" Tanya Naina.


"Itu makan malam kita, aku membelinya tadi. "


"Padahal aku bisa memasak,aku rasa aku pasti dulu sanagt suka memasak. "


Alex hanya melirik sekilas kemudian fokus kembali ke laptopnya,sesaat kemudian dia mendesah teringat jika Nainanya dulu juga sangat suka memasak.


Teringat sesuatu, "Kau kemarilah. " Panggil Alex.


Naina mendekat lalu duduk di depan Alex.


Alex mengambil sesuatu dari dalam tasnya mengeluarkan sesuatu dan meletakkannya di meja depan Naina.


"Apa ini ?" Tanya Naina melihat ada sebuah kartu identitas,paspor dan yang lainnya. Mata Naina menelisik data diri yang ada di sana.


"Ini... " Ujar Naina tak percaya.


"Lusa aku kembali ke indonesia,kau bisa memakai itu untuk sementara."


Naina tak begitu mendengar apa yang Alex katakan, Pikirannya masih fokus mengamati foto yang ada di dalam paspor. Tiba-tiba ia memegang kepalanya seperti kesakitan.


"Ah.... "


"Hei kau kenapa?" Tanya Alex cemas melihat Naina tiba-tiba memegang kepalanya seperti menahan sakit yang teramat sangat.


"Hei.. Naina... Naina.. " Alex bertambah panik saat Naina tiba-tiba tak sadarkan diri.


.


.


Tambah seru gak sih ceritanya?


.


.


🖤🖤


@myAmymy