The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
part 07



Alex menata remeh pada 5 orang yang kini sudah terkapar di tanah. Mendekati salah satunya lalu mengeluarkan sebuah pistol dari balik jasnya.


Dia berjongkok sambil menarik ikatan di rambut gondrong orang itu agar mendongak menghadapnya.


Satu tangannya mengarahkan pistol ke pelipis orang itu.


"Katakan siapa yang mengirim kalian hah? "


"Eg.. Ah... " Orang itu masih memilih diam sambil merintih menahan rasa sakit karena jambakan Alex di rambutnya.


"Jadi kamu lebih memilih mati hmm?"


Alex melirik ke sekeliling di mana 4 orang lainnya masih terkapar dan berusaha bangkit. Menggigit bibirnya sebentar sebelum ia meludah ke samping,lalu kembali menatap orang di bawah kakinya.


"Ini peringatan pertama, ku harap ini yang terakhir." Ujar Alex dan kembali menatap 4 orang lainnya.


"Katakan itu pada orang yang mengirim kalian untuk menangkap gadis itu."


Memejamkam matanya,Alex menarik pelatuk pada benda hitam di tangannya.


Dorrrrr....


Menyentak kepala orang di bawahnya, berdiri dan berlalu meninggalkan mereka.



Melihat siapa orang-orang yang menghadangnya tadi dan setelah merasakan cara mereka menyerang Alex tahu dari mana orang-orang itu berasal, yang harus Alex lakukan sekarang adalah mencari tahu siapa orang di baliknya.


Berdasarkan cerita dari Bram, kemungkinan yang menginginkan Angel adalah orang yang ingin melihat ayah gadis itu gagal dalam misinya. Atau mungkin menginginkan ayah gadis itu bekerja untuknya. Dia harus menyelidikinya lebih mendalam.


Jika tidak mencabut akarnya, mau sampai kapan ia memberantas tumbuhan parasit pada bunga yang harus ia jaga.


Kembali ke tujuan awal malam ini dia akan menemui bosnya, mungkin sekalian membahas ini. Dia memerlukan otak pintar bosnya untuk menembus jaringan dari pemimpin 5 orang tadi.


....................


2 hari kemudian Axel yang merasa kesal datang ke apartemen Alex. Dia berharap gadis kecilnya akan mengembalikan moodnya membaik.


"Ah di mana ya? Aku lupa di mana aku meletakaanya. " Ujar Angel yang tengah mengobrak-abrik isi lemari dapur.


"Kamu sedang mencari apa? "


Angel kaget dengan suara yang tiba-tiba,ia segera berbalik dan melihat Axel berdiri di sisi meja makan.


"Kau mengagetkanku kak. " Ujar gadia berkaus putih dan hotpant biru mudanya.


"Aku tanya apa yang kamu cari hingga semua isi lemari kamu keluarkan? "


Angel menatap ragu ke arah Axel yang justru membuat Axel semakin penasaran.


"Bisakah aku meminta bantuanmu? "


"Ya tentu,katakan maka akan aku lakukan apapun yang kau inginkan. " Ucap Axel yakin.


Angel tersenyum," Bisakah kau ke minimarket kak."


Axel mengangguk yakin, " Katakan kamu ingin aku belikan apa? Kata Alex untuk sementara kamu tidak boleh keluar dari apartemen sampai dia mendapatkan nama siapa orang di balik usaha penculikanmu. "


Angel mengangguk,sebelumnya Alex juga sudah mengatakan itu.


"Aku ingin kamu membelikanku roti tawar yang ada sayapnya. Yang biasa satu bungkus dan yang lebih panjang juga satu bungkus."


"Roti tawar bersayap? " Tanya Axel bingung," Apa ada yang seperti itu? Setahuku semua hanya betuk kotak atau bundar. "


Angel menggeleng, " Ada, kakak bisa tanyakan pada kasir atau petugas perempuan di sana, mereka pasti tahu. "


"Ya baiklah,aku akan belikan untukmu? Apa ada lagi? "


"Ah ya ada, aku ingin minum jus kunyit asam. "


"Jus kunyit,aneh sekali, mana ada itu di mana aku membelinya? "


"Ish, ada kak di minimarket, tanya saja pada karyawan minimarketnya. "


"Ya baikla, aku pergi dan kamu bereskan kekacauan ini, Alex sangat tidak suka apartemennya berantakan."


"Siap.. " Ujar Angel sambil hormat pada Axel.


Sementara di tempat lain Alex duduk di depan Adam yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"Jadi bisa kau temukan siapa yang menyewa jasa EAGLE 3 bulan tarakhir. "


"Tentu saja, tapi kau juga harus utamakan mencari istriku. "


"Ya tentu,kita barter jika kau behasil menemukan siapa orang itu maka aku akan berikan info di mana istrimu."


Adam menatap curiga pada sahabatnya," Kau tidak menyembunyikan sesuatu kan? Aku tahu kau pasti sudah menemukan di mana istriku,aku tahu itu bukan hal sulit untukmu."


"Hei bukan itu maksudku, dan jika mencari orang bukan hal sulit untukku maka aku pasti sudah menemukan Naina sekarang. " Ujar Alex dingin.


Menyadari perubahan mood sahabatnya membuat Adam merasa bersalah, "Baiklah, sebaiknya sekarang kamu kembali ke mode kerjamu. Akan aku berikan hasilnya besok pagi. Sekarang kamu pulanglah, aku lelah sekali nanti malam baru aku lembur."


"Yes sir.. " Alex berdiri dan berlalu meninggalkan ruangan bosnya itu.


"Jika tidak di kunci dia akan terus memerintahku. "


Memandang sendu ke arah pintu," Heh apa aku akan seperti dia jika kehilangan Dara? Berubah menjadi sadboy.. " Gumam Adam sambil bergidik ngeri sendiri.


Alex berjalan keluar perusahaan dengan pikiran kacau,lagi-lagi dia di ingatkan dengan ketidakmampuannya menjaga wanita yang amat ia cintai.


Memasuki mobilnya ia menatap kosong ke arah depan. Dia terus merutuki kebodohannya karena hingga saat ini belum bisa menemukan Naina, dia sangat yakin wanita yang terbakar dalam mobil itu bukan istrinya,dia yakin Naina masih hidup dan dia harus menemukannya.


.


.


Axel memasuki apartemen dengan wajah merah padam, " Angel... " Teriaknya memanggil gadis yang sudah mengerjainya.


Angel segera keluar kamar, dia baru saja mandi dan hanya menggunakan kimono mandinya dengan rambut yang tergulung handuk


"Kenapa teriak sih kak? "


Axel meletakan kasar kantung plastik belanjaannya, " Kamu beraninya ya dasar gadis nakal. "


Angel yang tak peduli dengan kemarahan Axel mendekat dan memeriksa hasil belanjaan Axel, dia tersenyum puas karena apa yang di mintanya berhasil pria itu belikan.


"Wah, terimakasih kak, semua benar,bahkan ini merek yang biasa aku pakai,tadinya aku pikir kau akan memborong semua merek seperti di novel-novel.."


Axel makin geram karena Angel sepertinya tak merasa bersalah sekalipun setelah membuatnya malu karena membeli pembalut dan jamu datang bulan.


Axel mendekat dan mendorong gadis itu hingga terduduk di sofa. Axel segera mengungkung gadis itu di bawahnya.


"Beraninya kamu mengerjaiku gadis nakal..."


Angel merasa gugup sekaligus takut melihat kemarahan di mata Axel, "Maafkan aku kak, j.. Jika aku boleh keluar, pppasti aku akan membelinya sendiri.. "


Melihat bibir Angel yang gemetar takut membuat Axel tersadar akan tindakannya," Baiklah aku maafkan tapi kamu tetap harus di hukum. "


Tanpa aba-aba Axel langsung menyerang bibir yang gemetar itu dengan bibirnya membuat Angel terkejut meski ini bukan ciuman pertamanya.Dulu dia biasa melakukannya dengan mantan kekasihnya Jhonathan.


Tapi entah kenapa ciuman Axel terasa berbeda bagi Angel,ada debaran tak biasa di hatinya,bahkan lebih dari saat ia merasakan ciuman pertamanya,hingga tanpa sadar ia mulai membalasnya.


Merasa mendapat sambutan,tentu Axel sangat senang, ia makin melancarkan aksinya hingga kini bibirnya berpindah pada leher gadis itu, mengendusnya dan menggigit kecil di sana. Tangan Axel beralih menurunkan bathrobe Angel dari bahunya lalu bibirnya pindah ke sana, sementara Angel hanya bisa meremas rambut Axel,Angel sudah mulai terbawa suasana...


"Astaga.. Apa yang sedang kalian lakukan?"


.


.


Nah loh siapa yang yang ngegap mereka?


.


.


Jangan lupa vote ya 😉


🖤🖤


@myAmymy