The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 67



Axel keluar kamar mandi lalu memakai pakaian kerjanya.


"Malas sekali pakai jas begini. "


Ceklek...


Angel masuk ke kamarnya, "Kak... "


Axel menatap istrinya dari balik cermin,"Kenapa sayang. "


Angel mendekat lalu duduk di ranjang, "Apa wanita itu ibu kandung Lucas?"


Axel menghentikan kegiatannya mengancing kemejanya sesaat mendengar pertanyaan istrinya,"Iya... "Jawabnya lirih.


"Terus apa dia akan mengambil Lucas sekarang."Angel menghapus airmatanya.


Axel menghela nafasnya lalu ia menghampiri istrinya dan duduk di depannya.


"Tidak sekarang sayang, dan pada akhirnya keputusan ada di tangan Lucas nanti, terserah dia mau ikut siapa,kita tidak bisa memaksanya. "


"Tapi kak, Angel sayang banget sama Lucas. "


"Aku tahu, dan aku juga sangat menyayanginya,tapi berpisah dari Lucas juga bukan keinginan Naina. "


"Apa dia wanita yang baik? "


Axel mengangguk, "Setahu aku...iya... secara kepribadian, sikapnya juga wataknya dia wanita yang baik,pintar dan lembah lembut."


Axel menghapus air mata istrinya, "Lucas akan tetap bersama kita sayang, bagaimanapun dia cucu papa, ayahnya adalah Ibrahim dan dia kakak sulungku, dia juga bekerja di sini."


"Kenapa kita tidak mengasuh Lucas sama-sama saja. Jangan ambil Lucas jangan bawa Lucas jauh dariku. "


"Itu kita pikirkan nanti yang jelas, biarkan saat ini Lucas dekat dengan ibu kandungnya."


"Lagi pula kamu juga harus fokus kuliah jadi saat kamu kuliah, biarkan kak Naina yang menjaga Lucas Oke? "


Akhirnya Angel menganggukan kepalanya lalu memeluk suaminya.Axel menghela nafasnya lega lalu mengecup puncak kepala istrinya.


"Sudah sekarang hapus air matamu,pakaikan aku dasi,aku ada meeting di kantor bos Daffa."


Angel menghapus air matanya lalu mengangguk dan mulai memasangkan dasi pada suaminya.


Cup...


Axel mengecup bibir istrinya sekilas, "Aku mencintaimu sayang. "


..................


Ana duduk di kursi menghadap balkon kamarnya, wanita itu menatap jauh ke pemandangan kota di depannya.Memikirkan semua yang terjadi.


'Mike mencariku apa karena ia masih mencintaiku atau karena plat milikku?'Batinnya.


Bagaimanapun Ana ingat bagaimana Mike menyekapnya setelah pria itu berhasil kabur dari tahanan di las vegas.


"Kau mengkhianatiku Queen... "Ujar Mike menjambak rambut Ana.


"Ah... sakit Mike... "


"Katakan kenapa kamu menjebakku? Dengan siapa kamu bersekongkol menghianatiku?"


"Mike... aku tidak mengkhianatimu, aku hanya ingin kita menyudahi semua ini."


"Kau kira aku akan percaya sayang?Kau pikir untuk siapa aku pertama kali menjadi pembunuh bayaran Hah? "


"Mike... sakit... "


"Dendammu lah yang menjadi awal mula kita melakukan ini semua Queen jika kau lupa."


"Mike... hentikan... ah... sakit Mike... ah... "


Ana menutup telinganya dan menggelengkan kepalanya, bayangan bagaimana Mike mencambuk dirinya terus saja memasuki memorinya.


"Hentikan Mike... hentikan... "


Alex mengerjapkan matanya, ia mendengar suara tangis Ana lalu meraba tempat sebelahnya.


"Mike... hentikan itu sakit... "


Alex langsung melihat ke arah balkon, ia langsung turun dari ranjang dan menghampiri istrinya.


"Sayang, ada apa? "Tanya Alex panik, pria itu berusaha melepaskan tangan Ana dari telinganya.


"Ana... Hei... Ana... sadar sayang... "


Alex langsung memeluk istrinya, "Tenang Oke... calm down, i am here... calm down Oke..."


Perlahan Ana melingkarkan tangannya pada pinggang Alex, "Alex... "


"Ya sayang, i am here... "


"Jangan tinggalkan aku. "


"Tidak akan... "


Setelah beberapa saat di rasa istrinya telah tenang, Alex melepas pelukannya,"Sekarang kita mandi terus makan lalu kita ke rumah sakit."


"Rumah sakit? "


Alex mengangguk,"Iya, kita harus memeriksa keadaanmu juga bayi kita sayang. "


"Bayi... "


Alex mengerutkan keningnya, "Iya bayi di perutmu? "


Ana mengusap perutnya, lalu ia memejamkan matanya,"Kenapa aku selalu lupa jika aku hamil? "


Alex memicingkan matanya menatap istrinya, ia bingung kenapa Ana selalu melupakan kehamilannya?


..................


Alex menatap haru pada layar monitor di depannya.


"Lihat pak itu bayi kalian... "Tunjuk dokter pada layar monitor USG,"Bayinya sehat pertumbuhannya sesuai."


"Mau dengar suara detak jantungnya?"


"A... apa bisa dok? "


"Tentu, usianya sudah hampir 12 minggu, ayo kita dengar seberapa semangatnya anak kalian. "


Dug...dug...dug.. Dug...


"Dengarlah dia sangat bersemangat."


Setelah itu dokter menyudahi sesi periksa itu, Alex sangat bahagia bisa melihat dan mendengar detak jantung calon anaknya.


Ana menggeleng, "Tidak begitu dok. "


"Baguslah,kondisi ibu juga cukup baik. "


"Dok, istriku memiliki riwayat ptsd, dan dia sering lupa jika dia sedang hamil kami harus bagaimana ya? Karena terus terang saya menghentikan obat ptsd miliknya."


"Hmm... mungkin karena perutnya belum terlihat besar jadi ibu sering lupa tak apa tinggal pengawasan bapak saja supaya ibu tidak melakukan tindakan berbahaya. "


Alex dan Ana hanya mengangguk mendengar semua saran dari dokter.


Sekitar 10 menit kemudian Ana dan Alex keluar ruang dokter.Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.


"Alex... aku ingin ke kamar kecil."


"Oh baiklah aku temani. "


"Alex kamu antri obatnya saja. "


"Kamu yakin?"


Ana mengangguk,"Toiletnya di sana, kamu bisa mengawasiku dari depan apotek. "


Alex melihat arah telunjuk istrinya lalu mengangguk, "Baiklah kamu hati-hati takut lantainya licin. "


"Oke, tapi aku agak lama aku mau bab. "


"Oke sayang nanti jika aku selesai duluan aku akan menyusulmu. "


Ana tersenyum lalu mengangguk.


Ana pergi ke toilet dan memasuki toilet khusus wanita dan memasuki salah satu bilik.


Grep....


"Kenapa lama sekali. "


"Mike... lepas dulu."Ujar Ana karena tiba-tiba Mike memeluknya.


"Katakan apa yang terjadi?"


Ana memindai penampilan Mike, lalu dia terkekeh, "Apa ini? Kamu menyamar jadi suster?"Ucapnya geli.


"Ck... jangan tertawa. "


"Baiklah... "


"Ayo kita pergi. "


"No... "


"Why? "


"Mike,posisiku sekarang menguntungkan kita."


"Maksudnya?"


"Ck... tak perlu aku jelaskan."


"Oke... aku paham jadi. "


"Jadi aku mau kamu membuka situs the Reapers kita lagi. "


"What?No...It's so dangerous, they can track me down and catch me again."


"No, you can open it at night and only me, I will come in and give you the information you need about DGS."


"Are you serious."


"Ya... "


"Bagaimana caramu akan memberiku informasi?"


"Nanti aku akan meminjam ponsel Alex aku yakin ada banyak informasi di sana, aku akan masuk situs kita melalui ponselnya dan kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan."


"Oke... aku paham jadi kapan kamu akan melakukannya dengar Queen, aku tak mau terlalu lama jauh darimu?"


"I know, tapi kita harus hati-hati, lawan kita kali ini bukan main-main, dia lebih kuat dari eagle, dan kita tak boleh ceroboh. "


Mike menghela nafasnya, "Baiklah."


"Oke... aku pergi, ini sudah terlalu lama. "


"Give me a kiss before you go."


Ana menghela nafasnya lalu mengangguk, Mike tersenyum dan langsung memagut bibir Ana dengan lembut.


"Enough. "Ujar Ana melepas ciuman Mike padanya, " I have to go. jaga dirimu."


Mike mengangguk dan membiarkan Ana keluar meninggalkannya.


Ana menghela nafasnya lega lalu merapikan penampilannya di depan washtafel.


Setelah di pastikan situasi aman wanita itu keluar toilet tepat saat Alex menghampirinya.


"Sayang... "


"M... Alex.. "


Alex mengerutkan keningnya melihat kegugupan Ana, "Are you okay?"


"Ya tentu... "


Alex menggeleng, ia langsung melepas lengan Ana dan masuk ke dalam toilet.


"Alex... apa yang kau lakukan?"


"Aku tahu terjadi sesuatu di dalam."


"Alex... tidak ada ayo keluar ini toilet wanita. "


"No... "Alex langsung menatap tajam salah satu pintu toilet,pria itu melepas tangan Ana yang menahannya.


"Alex... "


"Sssttt... " Ujar Alex mengintruksikan Ana supaya diam.


..............myAmymy.............


...Sebenarnya Ana ada di pihak siapa ya?...


......🖤🖤......


...@myAmymy...