
Axel, Angel dan Lucas tengah sarapan bersama pagi ini.
"Papa... ini yakin mau makan masakan mama?"Tanya Lucas ragu-ragu.
Axel meringis mendengar ucapan Lucas, "Berdoa saja kali ini lebih baik hambar, bisa kita tambahkan kecap dari pada keasinan seperti kemarin."Ujar Axel berbisik.
"Nah sudah matang nasi gorengnya, kali ini pakai sosis kesukaan Lucas. "
Lucas langsung berbinar, paling tidak sosis goreng sudah pasti enak.
"Ini buat papa, ini buat Lucas."
"Buat mama mana? "Tanya Lucas.
"Owh, mama lagi diet, cuma makan pisang ini. "Tunjuk Angel.
Axel menggaruk tengkuknya, ia harus memikirkan cara supaya Angel bisa ikut merasakan masakannya sendiri, pasalnya Angel hanya masak untuk sarapan, makan malam Axel selalu bisa beralasan untuk makan di luar atau delivery.
"Kok pada bengong sih?Ayo cepat makan!"
"Iya sayang. "Ucap Axel ragu-ragu.
Akhirnya Axel dan Lucas terpaksa memakan sarapan mereka, sesaat mereka terdiam lalu saling pandang sebelum mereka menghela nafasnya lega sama-sama karena ternyata masakan Angel ada kemajuan, kali ini sedikit enak.
"Gimana? Enak? Gak keasinan kan seperti kemarin? "
"Enak mama kemarin seperti di siram air laut."Jawab Lucas jujur.
Axel menatap istrinya,"Makasih ya sayang kamu mau memperbaiki masakan kamu. "
Angel tersenyum, "Nah papa nanti mama minta uang tambahan ya! "
"Uang tambahan? "Tanya Axel belum mengerti.
Angel mengangguk, "Mama ikut kursus masak, 3 juta perbulan. "
Axel hanya bisa meringis mendengarnya, kemarin dia baru memberikan uang untuk renovasi rumah yang baru ia beli sebelum mereka pindah nanti, belum Angel sudah menghabiskan batas limit kartu kreditnya untuk belanja kebutuhan Lucas. Dalam hati Axel baru mengerti ternyata menikah itu enaknya hanya di ranjang saja.
"Oh ya pa,bukannya papa Bram minta kita ke rumahnya untuk memperkenalkan Lucas?" Tanya Angel ketika teringat pesan ayah mertuanya.
Axel mengangguk, "Ya tentu, tapi aku harus ke kantor dulu, mungkin nanti malam saja kita mampir ke sana. "
Angel mengangguk, "Oke, Aku juga harus ke kampus, Oh ya, mana uang buat bayar daftar ulang kuliah aku?"
Axel langsung menurunkan bahunya, sepertinya malam nanti dia tidak bisa bermain di ranjang dengan istrinya dan kembali ke rutinitas yang sudah seminggu ia tinggalkan sejak bobol gawang istrinya. Axel harus fokus cari uang dari lomba meretas, kalau menunggu gaji dari Daffa pasti keburu botak kepalanya.
"Mana pa.... "
"Be.. berapa? "
"15 juta. "
Axel terpaksa menelan salivanya, tiba-tiba ia merasa kering di tenggorokannya, dengan lemah ia mengambil dompetnya lalu menyerahkan kartu pamungkasnya pada istrinya.
"Di sana ada 50 juta kamu bisa pakai untuk kuliah kamu sampai satu semester kan? "
Angel nampak berfikir, "Mmm... aku coba deh. "
Pupus sudah harapan Axel untuk membeli jam tangan Impiannya, tabungannya benar-benar terkuras habis, Apartemenny hanya laku 1 milyar, sementara ia membeli rumah senilai 2.5 milyar, belum ia harus merenovasi beberapa bagian, hartanya yang berharga sekarang hanya tinggal lamborgini hadiah dari Adam waktu itu dan dia tak akan rela jika harus menjualnya, sepertinya jalan satu-satunya adalah dia libur dulu dari kegiatan malamnya bersama Angel dan kembali fokus dengan laptopnya mulai malam ini.
..................myAmymy..................
Alex tengah duduk di meja kerjanya, ia memikirkan kembali apa yang terjadi kemarin tentang Raisa.
Tok.. tok...
Joan masuk ke ruangan Alex, "Bang ada Mondi di luar meminta bertemu. "
Alex menghela nafasnya lalu mengangguk mengizinkan. Ia tak menyangka jika Mondi memohon ampunan untuk Tina. Padahal wanita itu sudah menolaknya meski Mondi mengatakan ia menerima Tina apa adanya termasuk bayi yang di kandung Tina meski tak tahu siapa ayah biologisnya, sudah menjadi risiko pekerjaan Tina sebagai wanita malam, meski sudah berhati-hati tetap saja ada celah untuk mereka sial, beruntung Tina hanya hamil, bukan terkena penyakit.
"Bang... "
Alex mengangguk, "Katakan."
Mondi terlihat menghela nafasnya,"Saya meminta izin untuk mengantar kembali Tina ke kampung halamannya."
Alex mengangguk, "Baiklah, satu minggu, kamu harus ingat tugasmu mengawal keluarga Sifa. "
Mondi mengangguk, "Siap. " Segera ia berbalik sebelum Alex memanggilnya kembali.
Mondi mengangguk, "Iya."
Alex menghela nafasnya, sebenarnya ia cukup kasihan dengan Raisa, usianya masih terlalu muda tapi ia sudah harus menjadi PSK, dan ia tak bisa menyalahkan tindakan Raisa kemarin, mungkin salahnya terlalu memilih Raisa hingga wanita itu terbawa perasaan, tapi sayang sekali Raisa mengambil jalan yang salah.
Andai Raisa mengatakan yang sebenarnya,meski ia tak bisa membalas perasaannya tapi paling tidak ia bisa membebaskan Raisa sejak awal.
Alex kembali mengingat Naina, wanita itu memiliki sisi gelap yang tak bisa ia sepelekan, sepertinya ia harus segera mencari tahu siapa Naina di masalalu.
Alex sudah mengecek cctv apartemennya, Naina memiliki teknik bela diri yang tak biasa, gerakan wanita itu begitu gesit.Alex kembali mencoba mengingat sorot mata gelap Naina waktu itu, Alex yakin dia pernah melihatnya tapi di mana.
"Lebih baik aku pulang, aku harus sering mengawasinya. "
.................myAmymy.................
Di sebuah bandara, tampak seorang pria yang tengah berbicara dengan seorang supir taksi.
"Antar ke alamat ini. "Ujarnya.
"Baik tuan."
Pria itu berbalik dan menghampiri seorang wanita dengan kacamata hitam serta kerudung yang menutupi sebagian kepalanya.
"Sayang... "
"Ck... tidak usah panggil sayang, kita tak sedekat itu. "Jawab wanita itu ketus,"Dengar aku kembali hanya untuk anakku, dan aku tetap tak mau bersamamu. "
Pria itu menghela nafasnya, "Kamu pikir dia mau menerimamu kembali jika mengetahui semuanya. "
Wanita itu tersenyum menyeringai, "Tentu, dia sangat mencintaiku. "
Pria itu menggeleng, 'kau belum tahu saja apa yang membuat papa mengizinkanmu kembali.'Batin si pria.
"Cepat mana taksinya. "
Pria itu mengangguk lalu mengambil tangan wanitanya.
"Aku bisa sendiri. "
"Sudah jangan banyak protes ikut saja."
.
.
Alex memasuki apartemennya, sepi itu yang ia rasa,ia lalu melepas sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah.
"Kemana dia? "Gumam Alex.
Alex melangkah ke dapur sebelum ia ke kamarnya,ia membuka lemari pendingin lalu mengambil sebotol air mineral dingin dan meminumnya sebagian.
Menatap ke meja makan tak ada makan siang tersaji, padahal dia ingin makan masakan istrinya itu. Lalu segera ia menuju kamarnya.
Ceklek....
Di lihatnya Naina tengah tidur siang, perlahan ia mendekat, wajah Naina terlihat begitu polos, berbeda saat kemarin ia menyerang Raisa. Alex mengerutkan keningnya saat ia melihat istrinya memeluk sebuah buku, penasaran ia perlahan mengambil buku itu dari pelukan istrinya.
Semakin khawatir saat melihat ada sebuah sketsa sebuah pistol, angka-angka yang tak ia mengerti juga sebuah gambar plakat seperti yang lebih mirip bandul sebuah kalung karena ada sebuah lubang kecil di gambar itu, tapi bukan itu yang membuatnya penasara,melainkan tulisan di atasnya R 01,
lalu ada The R 01 di tepian halaman itu.
"The R 01..." Gumam Alex sebelum seketika matanya membulat menatap tak percaya pada Naina.
...............myAmymy................
Huhu makin penasaran gak sama ceritanya.
Siapa ya yang ada di bandara?
Terus apa arti dari The R 01?
Banyak Vote bakal cepat update...Gasken Vote 😉
...🖤🖤...
...@myAmymy ...