
Anna dengan di rangkul bahunya oleh Alex, ia yang duduk di kursi roda menatap gundukan tanah dengan taburan bunga di atasnya, di sana ada foto seorang pria yang bisa di bilang paling berjasa dalam hidupnya sampai detik ini.
Seorang pria yang pernah ia cintai, seorang pria yang begitu menjaganya, selalu melindunginya bahkan hingga di saat terakhirnya.
Mike, bahkan di akhir ceritanya, ia merelakan cintanya pergi pada cinta yang baru.
"Sudah ayo pulang."Ajak Alex
"Hiks... "Anna menghapus sisa air matanya,ia tak pernah menangis seperti ini sebelumnya, mungkin bahkan di saat kematian kedua orang tuanya dulupun ia tak sampai seperti ini.
"Aku masih mau di sini Alex."
Alex menghela nafasnya, ini sudah lebih dari satu jam mereka berdiri sejak orang-orang yang lain meninggalkan pemakaman.
"Kamu masih bisa kemari lagi lain hari."
"Jika kau lelah pulanglah dulu. "
Alex berpindah, berjongkok di depan istrinya lalu mengambil tangan istrinya sebelum mengusap perut bulat istrinya.
"Papa masih kuat sayang untuk menemani mamamu di sini, tapi bagaimana denganmu? Apa kamu sekuat papa dan mama Hmm? "
Anna yang mendengarkan ucapan Alex hanya bisa menghela nafasnya, "Baiklah kita pulang."
Alex tersenyum, "Kamu bisa mendoakannya setiap saat, kalau perlu setiap minggu kita ke gereja seperti orang-orang untuk berdoa. "
Anna memaksakan senyumnya, "Terimakasih Alex karena kamu bisa menerima ini. "
Alex lalu membelai pipi istrinya, "Bagaimana bisa aku cemburu pada orang yang mati demi melindungi nyawa istriku. "Alex menatap ke arah makam Mike.
"Kelak kalau kita punya anak laki-laki aku akan menamainya Mike. "Ujarnya sebelum kembali menatap Anna.
"Bagaimana kamu setuju? "
Anna menitikan air matanya lagi, lalu ia tersenyum dan mengangguk.
"Ya sudah kita pulang. "
Anna menganggukkan kepalanya, lalu kembali menatap makam Mike di depannya, 'Aku pulang dulu Mike, beristirahatlah dalam damai, Tunggu aku di surga jika tempat itu pantas untuk pendosa seperti kita, kita bisa menjadi teman di sana. 'Batin Anna
"Ayo... "Alex lalu mendorong kursi roda istrinya meninggalkan makam Mike.
Tiba di apartemen, ternyata Adam ,Sam dan Axel juga Ibrahim bersama para istri mereka sudah menunggu di sana
"Kak, ini Kak Dara sudah masak, kak Anna makan dulu ya!"Ujar Angel
Anna menatap Angel, "Angel..."Ujarnya
"Iya kak. "
"Kamu tahu kondisi ptsd ku? "
Ragu-ragu Angel mengangguk, "Iya kak kenapa?"
"Jika nanti aku melahirkan dan terjadi sesuatu padaku, maukah kamu menjaga anakku? "
"Kak... kakak... bicara apa? Jangan menakutiku, kakak pasti akan baik-baik saja. "
Anna menghela nafasnya, "Aku ingin kamu juga menjadi ibu untuk anakku, agar dia tak bingung jika sewaktu-waktu aku tak mengenalnya."
Mendengar itu Alex dan yang lainnya langsung menoleh ke arah Anna, Alex menunduk, itu juga salah satu kekhawatirannya. Proses melahirkan yang mungkin juga akan berdampak pada psikis Anna.
Tiba-tiba Alex merasakan tepukan di pundaknya,ia pun menoleh, dan mendapati Sam berdiri dan menghampiri Anna.
"Anna... "Panggilnya membuat Anna dan Angel menoleh.
"Kamu tak perlu khawatirkan soal itu, nanti setelah kamu melahirkan kamu bisa memulai terapi untuk kesembuhan pstd mu itu, jangan putus asa apa yang kau alami itu bukan penyakit yang tak bisa di sembuhkan, ingat sulit bukan berarti tidak bisa. "
Sam menghela nafasnya, "Dan aku yakin kamu bisa lepas dari hal itu suatu hari nanti, apalagi sekarang kamu bukan hanya memiliki cinta Alex tapi kita semua, keluarga barumu, kami semua menyayangimu. "
Dara lalu ikut berdiri dan mendekati Anna, "Percayalah Anna, kamu pasti bisa melewatinya, kamu bisa mengatasinya, aku juga pernah berhadapan dengan seseorang yang memiliki kelainan pada pola pikirnya, memang sulit untuk merubahnya tapi bukan berarti tak bisa."
Anna langsung menoleh ke arah Adam, ia pernah mendengar cerita tentang teman suaminya itu yang bertahun-tahun terjerat brother complexnya.
"Tapi keadaanku berbeda, aku bisa saja... "
"Sam adalah dokter terbaik, dia akan mengupayakan untuk kesembuhanmu. "Ujar Alex tiba-tiba ia berdiri dan menghampiri istrinya lalu menggenggam tangannya.
"Berjuanglah demi anak kita, aku yakin kamu akan sembuh Hmm... aku akan selalu ada bersamamu."
Anna lalu mengangguk dan tersenyum, "Iya... terimakasih Alex."Anna beralih menatap semua orang, "Terimakasih semuanya. "
Di sudut meja makan, Naina mantan istri Alex yang sekarang menjadi istri Ibrahim menatap sendu pada Alex, ia teringat akan hubungan mereka dulu.
"Apa yang kau pikirkan?"Tanya Ibrahim
"Tidak..."Jawabnya sambil tersenyum menatap suaminya, ia sudah bahagia bersama Ibrahim dan Lucas dan sekarang sudah saatnya Alex juga mendapatkan kebahagiaanya.
"Ya sudah ayo semua kita makan, aku sudah sangat lapar. "Seru Axel.
...............
Hari hari terus berlalu, tak terasa sudah 9 bulan usia kandungan Anna. Wanita itu juga tak terlihat sedih lagi jika mengingat kematian Mike.
"Sayang apa sudah ada tanda-tanda? "Tanya Alex pagi ini. Ia dengar jika tanda-tanda melahirkan bisa muncul mulai pagi hari, terlebih HPL Anna sudah lewat sehari.
"Belum Alex. "
Alex lalu bangkit dan mengusap perut besar istrinya,"Hei sayang kapan kamu akan lahir? Papa tak sabar melihatmu. "
Lalu Alex menatap Anna, "Jadi hari ini ke rumah sakit? "
Anna mengangguk, "Iya jadi kalau memang sudah waktunya dan seperti saran dokter mungkin kita bisa melahirkannya nanti dengan operasi cecar."
Alex mengangguk, "Tak apa kan kalau harus sesar?" Ia ingat jika Anna ingin agar bisa melahirkan secara normal
"Tak apa,lahir normal atau sesar kami para ibu sama-sama ibu yang sebenarnya, ibu yang sesungguhnya."
Ya, Anna sadar jika untuk bisa merasakan menjadi ibu yang sesungguhnya bukan karena dia melahirkan normal atau sesar, tapi bagaimana nanti ia membesarkan dan mendidik anak-anaknya.
"Ya sudah aku mandi dulu ya... "Ujar Anna.
"Baiklah ratuku, biar aku yang memasak sarapan untuk kita."
Anna mengangguk, "Masak yang enak ya."
Alex tersenyum, sudah menjadi komitmennya jika dia yang akan memasak sarapan setiap kali mereka bercinta malamnya, maka ia yang akan melayani istrinya di pagi harinya.
Sekitar 15 menit kemudian, Anna yang sudah mandi dan rapi keluar dari kamarnya dan menuju dapur rumahnya.
Rumah baru yang ia tempati sudah sebulan terakhir ini, sebuah rumah yang Alex bangun di daerah puncak untuk istrinya, Alex ingin suasana asri di puncak bisa membantu pengobatan Anna.
Anna lalu menuju dapur, di sana Alex tengah memakai apron berwarna hitam
"Apa sebaiknya kita mencari asisten rumah tangga Alex?"
Alex menoleh, "Tentu nanti setelah anak kita lahir kamu pasti membutuhkannya."
"Sarapan nasi goreng sudah siap. "Ujar Alex meletakan sepiring nasi goreng telur di depan istrinya, "Ayo aku suapi."
Anna tersenyum lalu mulai menerima suapan dari suaminya itu satu demi satu hingga tandas oleh mereka berdua.
"Baiklah aku mandi dulu. "Pamit Alex naik ke lantai dua di mana kamarnya berada.
Anna menghela nafasnya, lalu ia minum kembali susu yang Alex buatkan untuknya.
"Ah..."Anna tiba-tiba merasa nyeri di perutnya.
"Asss.... "Ia lalu turun dari kursi makan dan perlahan menuju sofa.
"Bukankah katanya mulas mau melahirkan itu bertahap ya sakitnya, ini kenapa sakit sekali tiba-tiba?"
Belum sampai di sofa Anna melihat ke arah kakinya, ada air yang perlahan mengalir di sana, "Ya Tuhan ketubanku sudah pecah..."
Anna lalu melihat ke arah tangga, " Alex... Alex... "Seru Anna memanggil suaminya.
.
.
...............myAmymy................
...Aduh Gimana ini? Anna sudah pecah ketuban tapi malah Alex sedang mandi? ...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...