The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 76



Alex tiba di apartemennya, keadaan tak ada yang aneh, security apartemen tampak bertugas seperti biasanya.


Namun perasaan Alex tetap merasa ada sesuatu yang salah, anak buahnya tak ada yang berjaga di depan, ia pun segera naik ke unit apartemennya.


Setelah menekan pin apartemennya, pria itu langsung masuk ke dalam dan menuju kamarnya.


"Sayang... "Seru Alex saat tak mendapati Anna di manapun, ia mencoba mengecek ke kamar mandi, sama tak ada istrinya di sana begitupun di seluruh ruangan apartemen.


"Ya Tuhan..."Alex segera keluar dan menuju basement, mungkin anak buahnya ada di sana.


"Jordi... "Seru Alex, "Bastian... Riski...?"


Alex menyugar rambutnya saat tak mendapati anak buahnya satupun.


"Ah.... "


Alex langsung berbalik saat ia mendengar suara seseorang, "Siapa? "


Dengan hati-hati lalu mengeluarkan pistolnya, Alex mencari sumber suara hingga ia melihat sepatu seseorang di balik sebuah mobil.


"Bastian..."Kaget Alex melihat salah satu anak buahnya tergeletak dengan tubuh bersimbah darah dari bagian perutnya.Hingga tak jauh dari Bastian, ada Riski yang sepertinya sudah tak bernyawa.


"Bas...apa yang terjadi, siapa yang melakukan ini? Di mana Jordi? "


"Ah... bbbbahng... "


"Bertahanlah, aku telepon bantuan. "Alex segera menelpon Joan, "Joan kirim bantuan dan tenaga medis ke apartemen, sekarang."


Alex kembali fokus pada Bastian, "Bertahanlah..."


Sekitar 20 menit kemudian, bantuan datang namun terlambat Bastian sudah tak tertolong begitupun Rizki, sementara Jordi tak terlihat.


"Cari yang lain..."Perintah Alex .Ia lalu menuju ruangan cctv apartemen dan mencari tahu apa yang terjadi.


"Ck....apa saja kerja kalian."Bentak Alex pada petugas cctv, "Cctv kalian di hack dan kalian tak tahu."Kesal Alex karena tak mendapati bukti apapun.


Cctv apartemen tak merekam kejadian 2 jam lalu, terakhir merekam tepat saat ia keluar apartemen dan setelahnya hanya rekaman ulang yang terputar.


Alex lalu menelpon Axel, "Lacak di mana istriku. "


Alex benar-benar kecolongan kali ini, tapi bagaimana bisa pelakunya bekerja begitu cepat, dan dari mana dia tahu pin apartemen.


"Apa Anna yang melakukan ini semua? Ck... dia mampu membunuh anak buahku, tapi dia tak mungkin bisa menyadap."


Alex benar-benar pusing hingga ia menerima telepon dari Axel.


"Hallo... "


"Lokasi istrimu masih berada di apartemenmu. "


Alex langsung menutup panggilannya, ia bergegas kembali ke apartemen, tapi tetap saja istrinya tak ada di sana.


"Kemana kamu sayang.... "


Lalu Alex kembali menelpon Axel, "Di mana? "


"Lokasinya masih di apartemen, maksudnya cincinnya, jika Anna tak di temukan mungkin cincinnya terlepas dan jatuh di sana. "


"Sial.. .."


"Aku akan kirim aplikasi untukmu memantau, dan coba dengarkan rekamannya siapa tahu istrimu berbicara maka akan terdengar, ingat kalung itu ada mikrophone kec.... "


Alex langsung mematikan sambungan teleponnya, ia mengecek aplikasi yang di kirim Axel dan mulai mensetingnya pada ponselnya.


"Tak ada rekaman apapun..."Kesal Alex, ia semakin frustrasi memikirkan keadaan Anna, terlebih istrinya sedang hamil cukup besar.


.....................


Mike duduk di sofa samping ranjangnya, di depannya ada Anna yang terbaring karena biusnya, pria itu tersenyum penuh kemenangan.


*Mike keluar dari apartemen setelah ia berhasil menghack cctv apartemen, lalu menuju apartemen Anna dan Alex,mengeluarkan sebuah alat dan memasangnya pada pintu apartemen di depannya hingga terdengar bunyi klik...


Mike membuka pintu apartemen Alex lalu masuk ke dalam, ia cukup tenang karena sidik jarinya masih belum terbentuk sempurna,begitulah cara kerja the Reapers, mereka merusak sidik jarinya sendiri.


"Queen... "Lirik Mike melihat Anna yang tertidur, ia lalu mengeluarkan sapu tangan yang telah ia siapkan dan segera membius Anna*.


Dan di sinilah Anna, terbaring di tempat Mike, masih di gedung yang sama dengan Alex.Mike baru akan membawa Anna besok setelah keadaan cukup tenang dan Anna yang akan mau dengan sendirinya pergi dari tempat itu bersamanya.


"Kita akan kembali bersama Queen... "


Mike bangkit dan menuju laptopnya, ia tersenyum ternyata mereka berhasil memperbaiki keadaan cukup cepat, tapi tak masalah, dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan,Anna sudah bersamanya.


"Baiklah...besok kita kembali pada kejutan berikutnya."Gumam Mike.


Mike mendekati Anna di ranjang, lalu tangannya membelai wajah Anna, hingga pria itu menatap pada sebuah kalung yang baru ia lihat di leher cantik wanitanya.


'Apa laki-laki itu yang memberikanmu ini Hmm? 'Batin Mike, pria itu tersenyum, 'Kita buang saja, aku akan ganti dengan yang baru.'


"Apa ada GPS? Baiklah kita lihat. "


Mike mengambil sebuah kaca pembesar dan mengamati liontin di kalung itu.


'Wah, ada mikrophone kecil di sini.'Batinnya, 'Baiklah kita bermain nanti.'


Cup...


Mike lalu mencium bibir manis Anna.


"Shit.... "Kesal Mike, pria itu bangkit turun dari ranjang dan menatap tubuh Anna.


"Sial semua gara-gara Adam sialan itu, aku jadi laki-laki tak berguna. "


BRAKKK....


Kesal Mike menendang kursi di sampingnya.


Sementara Alex kembali ke markas DGS, dia langsung menuju ruang utama.


"Bagaimana alatmu itu bekerja Hah! "Desis Alex mencengkeram erat kerah baju Axel.


"Sabar Lex, aku akan usahakan mencari titik paling akuratnya, dan juga kau coba dengar dari mikrophone yang ku tanam di kalung itu. "


"Benar Lex, sabar,Lagian istrimu itu bisa bela diri."Ujar Adam.


"Bela diri apa, Anna sedang hamil besar."


"Astaga, kenapa aku bisa lupa hal itu."Adam beralih pada Axel, "Kenapa diam, cepat kerjakan, cari kakak iparmu dengan benar. "


"I... iya bos. "


Axel langsung duduk di kursi kerjanya dan fokus pada monitor di depannya,ia benar-benar bingung, GPS masih menandakan jika alat itu ada di gedung apartemen Alex.


"Ada dua kemungkinan Lex, 1 istrimu menjatuhkan cincinnya di gedung itu, 2 istrimu masih di gedung itu. "


"Kalau begitu kita kerahkan anak buah kita menyisir apartemenmu. "Ujar Adam


"Akan aku geledah semua unitnya. "


Alex langsung keluar markas DGS, "Kerahkan anak buahmu Jo sisir apartemenku. "


.


.


Mike yang kini berpakaian layaknya seorang pengusaha nampak mendorong Anna yang sudah ia samarkan penampilannya duduk di kursi roda.


"Pagi tuan Aston..."Sapa security yang mengenal Mike sebagai Aston, seorang pengusaha pemilik salah satu unit di apartemen itu.


"Pagi... "


"Apa hari ini jadwal istri anda terapi. "


"Ya... doakan agar istriku cepat sembuh."


"Tentu... "


Setelah itu, Mike dan Anna menaiki taksi yang sudah ia pesan sebelumnya.


Tepat saat taksi Mike keluar gerbang apartemen, saat mobil rombongan Alex memasuki apartemen.


"Ada apa ini tuan Alex... "Tanya Security bingung.


"Sisir seluruh gedung."Alex menatap Security di depannya lalu mengabaikannya dan masuk ke dalam.


"Sisir semua unit jika tak di bukakan pintu dobrak saja."


"Siap... "


Alex tak peduli jika nanti harus berurusan dengan polisi, baginya yang terpenting adalah menemukan Anna secepatnya.


.......


.......


.................myAmymy.................


...**JANGAN LUPA VOTE...


...🖤🖤...


...@myAmymy** ...