
Mike memasuki apartemennya dengan kesal.
"Aaarrggghhh.... "Teriaknya membanting kursi di depannya.
BRAKKK....
"Alex, berani-beraninya kau membawa kekasihku. "Geram Mike meninju tembok, "Berani-bernainya kau merebut my quen, tunggu saja akan ku bunuh kau."
Mike menjambak rambutnya sendiri, rahangnya mengeras, ia sangat mencintai Ana, baginya Ana lah yang paling berharga dalam hidupnya.
"Ah... stop please... stop... "Rintih Mike.
Pemuda itu tersungkur di lantai setelah seseorang memukulinya, menendangnya bahkan menggores kulitnya dengan sebuah belati.
"Hahaha.... "
"Please, stop it's hurt.."
Permohonan Mike tak di indahkan oleh pria paruh baya itu, pria itu justru berlutut di depan Mike yang telentang di lantai lalu tiba-tiba mencekik Mike...
"Ah... ah... hhhheellp.... "Mohon Mike hampir kehabisan nafas.
Hingga tiba-tiba, "Uncle..Stop... "
Mike berusaha menoleh ke arah pintu, di sana berdiri anak angkat Uncle Jo.
"A... ah... ah.. Na... "Ucap Mike susah payah.
"Uncle stop, he can die, uncle stop... "Ana terus berusaha melepaskan tangan Uncle Jo dari leher Mike namun sia-sia.
Ana segera berdiri, ia mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menolong Mike.
"Ah.. Na... help.... "Mohon Mike melirik Ana yang terlihat mencari sesuatu.
Hingga...
Dor.... dor.... dor....
Terdengar beberapa kali suara tembakan, dan tak lama uncle Jo melepaskan tangannya dari leher Mike dan pria itu tersungkur.
"Mike, are you Oke? "Tanya Ana berusaha membangunkan Mike.
"A... Ana,you killed him. "Ujar Mike tak percaya.
Ana menatap Uncle Jo yang sudah tak bernyawa karena beberapa tembakan di punggungnya.
Mike meremas kepalanya, Uncle Jo adalah paman yang mengadopsi dia dan Ana, Uncle Jo dan istrinya adalah sepasang suami istri yang tak memiliki anak, mereka terlalu sibuk dengan profesi dokternya,mereka bekerja di rumah sakit jiwa, tapi satu tahun sebelum kematian pria itu dia dan istrinya bercerai karena istrinya berselingkuh dan sejak saat itu Uncle Jo berubah.
Dia dan Ana adalah dua anak dengan kasus ptsd yang di adopsi Uncle Jo dan istrinya, beberapa tahun sejak mereka di adopsi,dia dan Ana menunjukan kemajuan pesat, namun sejak peristiwa Ana menembak mati Uncle Jo dia dan Ana kembali mengalaminya lagi.
Dan karena ptsd itu, juga alasan menyelamatkan Mike, dia,Ana terbebas dari jerat hukum.
"Ana... aku akan merebutmu kembali."
.................
Ana mengernyitkan dahinya, dia lalu menunduk dan mengambil sebuah map yang baru saja terjatuh.
"Apa ini?"
Ana segera membukanya," Ini... "
Ana membaca berkali-kali, dia sedikit terhuyung ke belakang,"Akta nikah ku dan Alex, tapi kenapa namanya di sini Naina, tapi ini fotoku. "Gumam Ana.
Ceklek...
Alex keluar dari kamar mandi, ia mengerutkan keningnya melihat istrinya termenung di depan lemari.
Alex mendekati Ana lalu mengambil apa yang ada di tangan Ana.
"Eh... Alex. "Kaget Ana.
Alex membaca Akta nikah dia dan Ana.
"Alex itu... "
Alex tersenyum,"Ini akta yang lama sayang, yang baru sedang ku urus. "
"Yang baru?"Tanya Ana tak mengerti.
"Iya, kita harus memperbarui aktanya,bagaimanapun dulu kamu masih menggunakan data diri Naina. "
'Ya Tuhan aku semakin tak mengerti.'Batin Ana.
Alex menatap Ana, lalu lemari yang cukup berantakan, "Sayang kamu mencari apa? "
"Oh... aku mau ganti baju. "
Alex tersenyum, "Aku bantu. "
Sreetttttt...
"Alex.... "
Alex dengan cepat menurunkan resleting gaun Ana dan menurunkan gaun itu hingga terjatuh tepat di bawah kaki Ana.
"Alex... " Ujar Ana takut-takut sambil menutupi tubuhnya yang setengah polos itu.
"Aa... Alex... mau apa kau. " Kaget Ana karena tiba-tiba Alex menggendongnya dan membawanya ke ranjang.
"Alex stop... " Tolak Ana, dengan cepat ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
Alex mengerut keningnya, menatap Ana yang nampak ketakutan,"Ana... "
Ana memejamkan matanya, sungguh ia bingung harus bagaimana, 'Jangan gugup Ana, ingat misimu, tapi apa iya jika aku harus sampai bercinta dengan pria ini, aku tak mau mengkhianati Mike.'Batin Ana.
"Tunggu Alex, maksudku, aku sedang...datang bulan."
Alex mengerutkan keningnya, "Ana,apa maksudmu, kamu sedang hamil, ya Tuhan, kamu baik-baik saja kan? Anak kita,bayi kita baik-baik saja kan? "Tanya Alex panik.
Ana memejamkan matanya, apa benar dia hamil, lalu ia meraba perutnya yang memang membuncit.
Ting... Tong....
Alex mengerutkan keningnya, "Mungkin itu makanan kita datang, aku keluar dulu. "
Sepeninggal Alex,Ana meraba perutnya, ia lalu memijat kepalanya, "Ya Tuhan aku benar-benar bingung."Gumam Ana.
Alex masuk lagi ke dalam kamar, "Sayang makanannya sudah datang."
Alex duduk di depan Ana di tepi ranjang, "Ana katakan kamu baik-baik saja kan? Bayi kita?"
Ana menatap Alex, ia ingat jika Alex tahu soal ptsdnya, "A... Alex apa aku sedang hamil? "
"Sayang, apa kamu lupa? "
"Iya... aku lupa."
"Tapi kamu ingat padaku, bagaimana bisa?"
Ana meremas kepalanya, "Entahlah aku bingung."
Alex mengerti sekarang, dia lalu menarik Ana kedalam pelukannya, "Sudah tak apa... mungkin kamu terlalu lelah, jangan banyak berfikir, besok pagi kita ke dokter cek kondisimu."
Hangat, itu yang Ana rasakan dalam pelukan Alex, hingga tangannya terulur untuk membalas pelukan Alex padanya.
Alex melepas pelukannya, ia menatap Ana dalam, menarik dagu Ana lalu mencium bibir Ana dengan lembut.
Ana memejamkan matanya, perlakuan lembut Alex begitu menghanyutkannya. Hingga tanpa sadar Ana mulai mengimbangi permainan Alex padanya.
....................
Kinan bangkit lalu segera memakai kemeja milik Alex, sementara Alex menatap heran pada punggung istrinya,tidak biasanya wanita itu langsung bangkit setelah sesi bercinta mereka.
"Mau kemana?"Tanya Alex saat Ana berdiri.
"Mau..."Ana menghela nafasnya, "Aku mau makan, lapar. "Jawabnya sebelum ia benar-benar keluar dari kamar.
Duduk di meja makan, Ana memikirkan apa yang baru saja terjadi antara ia dan Alex, 'Kenapa aku begitu menikmati sentuhan Alex, dan tadi,dan perasaan hangat ini tidak pernah aku rasakan, pada Mike sekalipun. 'Batin Ana.
"Katanya mau makan, kenapa melamun. "Ujar Alex yang datang dan duduk di depan Ana.
Ana menatap Alex, pria itu sangat tampan, dan yang ia dengar, Alex merupakan Guardian nomor 1 di DGS, itu artinya pria itu cukup sulit di tangani nanti, tapi kenapa Ana merasa jika ia tak ingin membunuh Alex, terlebih Ana merasa jika Alex begitu mencintai dirinya, sanggupkah ia?
"Sayang, kamu melamun lagi. "Ujar Alex menggenggam tangan istrinya.
Ana menghela nafasnya, lalu melepas tangan Alex, dan beralih membuka paper bag di depannya, "Kamu mau makan juga?"Tanya Ana.
Alex mengangguk,"Iya, aku juga belum makan, tadi kan saat di restoran aku baru saja datang jadi belum sempat makan. "
Ana mengangguk, "Ya sudah, kita makan sama-sama."
Alex menatap Ana yang tengah menyiapkan makanan mereka,entah kenapa Alex merasa ada yang di sembunyikan oleh istrinya itu.
"Ana... "
"Ya... "
"Kamu... "
...............myAmymy..............
...Kira-kira Alex mau ngomong apa ya? ...
...🖤🖤...
...@myAmymy ...