The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 73



Ana baru saja selesai mengepel lantai apartemennya, wanita itu menghapus peluh di dahinya yang berkeringat dengan lengannya.


"Akhirnya selesai juga beres-beresnya. "Ujar Ana.


"Hei...hari ini kamu aktif sekali sayang..."Seru Ana pada kandungannya.


Ceklek...


Ana menoleh pada pintu, "Alex..."


"Sayang, sudah aku bilang jangan bekerja, urusan bersih-bersih biar aku yang lakukan. "Tegur Alex pada istrinya.


Ana mendesah,"Aku suka melakukannya, Lagian usia kandunganku sudah aman di bawa bekerja seperti ini, kamu tahu bayi kita tadi bergerak cukup terasa. "Ujar Ana penuh binar di matanya.


"Oh ya... "Alex yang baru selesai melepas sepatu langsung menghampiri istrinya dan membelai perutnya, "Ini pasti karena putri kita senang semalam telah di kunjungi papanya. "


Blush...


Ana merona malu, "Apaan sih Alex..."


Alex menyunggingkan senyumnya melihat Ana yang malu-malu, "Kenapa malu hmmm? Padahal semalam kamu begitu bersemangat."


Puk...


Tak tahan dengan ledekan suaminya Ana pun memukul lengan suaminya.


"Aws sayang..."Pekik Alex karena biarpun istrinya kecil tapi tenaga wanita ini tak bisa di remehkan.


"Kamu udah selesai kerjanya?Gimana sih kan aku minta kamu cuti selama aku hamil. "Protes Ana karena sudah 2 hari Alex selalu pergi kerja.


Alex mendesah, "Ya... aku usahakan secepatnya sayang."


"Anak buahmu kan banyak, apa harus kamu turun tangan? "


Alex menatap istrinya, ia tak mungkin mengatakan jika apa yang tengah ia kerjakan sekarang adalah tentang The Reapers.


"Kamu sudah makan? "Tanya Alex.


Ana tahu Alex mencoba mengalihkan pembicaraan, baiklah, Ana ikuti permainannya,ia pun menggeleng, "Aku capek sayang tapi aku pingin banget makan Asinan bogor."


Alex melihat jam di tangannya, "Baiklah, ini baru jam 5 sore, biar anak buahku belikan. "Alex mengeluarkan ponselnya lalu menelpon anak buahnya untuk membeli apa yang istrinya inginkan.


"Sama ubi bakar madu. "Imbuh Ana.


"Belikan Asinan bogor dan ubi bakar madu, Jangan melewati 1 jam. "


Setelah mengatakan itu di telepon dan menutup panggilannya, Alex langsung memeluk istrinya dengan jarak perut besar istrinya.


"Kita masih punya waktu untuk mandi bersama sayang. "


Ana tahu apa yang di maksud mandi bersama oleh suamimya, dan dia menyukainya.


"Ayo... "


Ana hanya mengangguk seraya mengikuti Alex ke kamar.


.................


Alex memasuki markas DGS, ia baru saja menerima telepon dari Axel yang mengabarkan jika dia mendapatkan informasi baru.


"Katakan ada apa? "Tanya Alex begitu ia memasuki ruangan.


"Selain data klien The Reapers selama ini, kita juga mendapat info lain tentang istrimu."


"Apa? "


"Pertama, Data klien The Reapers sudah kita serahkan pada papa untuk di sampaikan pada FBI."


"Lalu? "Tanya Alex penasaran.


"Kata papa, akan ada anggota FBI yang datang untuk menanganinya."


"Tak masalah selama istriku jangan di bawa-bawa. "


"Itu akan papa usahakan. "Axel menatap ragu pada kakaknya.


"Apa lagi?"


Axel mendesah, "Sepertinya istrimu tak akan bisa melepas perasaannya pada R02. "


Alex mengerutkan keningnya, "Kenapa kamu bisa menganalisis soal perasaan? "


Axel menggeleng, "Karena soal perasaan perempuan aku lebih ahli dari pada kamu kak."


"Apa alasannya? "Tanya Alex tak suka banyak omong.


"R02, pernah berhutang 2 juta dolar Amerika demi Ana. "


Alex langsung menatap Axel penasaran sekaligus tak percaya.


"2 juta dolar Amerika?Untuk apa? "


Axel menghela nafasnya, "Aku menemukan data jika Ana pernah menjadi pecandu berat, dia menggunakan obat-obatan terlarang untuk mengatasi ptsdnya. "


"Dan pamannya yang dulu mengasuh Ana yang menggunakan obat-obatan itu untuk bahan uji cobanya pada Ana,sampai setelah mereka berhasil kabur, R02 yang memenuhi kebutuhan candu istrimu. "


"Pria itu berjuang keras demi istrimu, hingga dia berhasil meraih gelar dokternya, dan dia juga yang menyembuhkan istrimu dari kecanduan,semua data terapi rehabilitasi Ana ada di rumah sakit yang kamu datangi beberapa bulan lalu bersama Adam. "


Alex semakin menunduk, ternyata apa yang ia lakukan untuk istrinya belum seberapa di banding pengorbanan pria itu.


.....................


Ana keluar apartemen untuk membuang sampah, tiba di basement dia melihat beberapa anak buah Alex berjaga membuat Ana mendesah.


"Ini buang sampahnya. "Ujar Ana pada salah satu anak buah Alex yang menghampirinya.


"Siap. "


Anapun kembali masuk ke dalam gedung apartemen, ingin rasanya pergi dan mencari keberadaan Mike, tapi ia yakin anak buah suaminya akan mengikutinya.


Ting....


Ana masuk ke dalam lift, bersama dengan seorang pria paruh baya yang sepertinya tengah sakit dengan sweter dan juga syal di lehernya.


Ting...


Pintu lift terbuka beberapa lantai di bawah unit yang Ana tempati.


"Eh... apa-apaan ini... "Pekik Ana kaget karena tiba-tiba tangannya di tarik oleh pria paruh baya tadi.


Saat Ana mencoba menyerang pria itu menangkisnya dengan cukup lihai.


"Wait... Mike... "Ujar Ana penasaran.


Pria itu tak menjawab dan menarik Ana mengikutinya masuk ke sebuah unit.


"Mike... "Ulang Ana.


Pria itu melepas kumis dan jenggotnya lalu tersenyum pada Ana.


"Aku merindukanmu Queen."


Ana menghela nafasnya lega lalu menatap Mike yang kini berada di depannya, "Kau kemana saja?"Tanya Ana lalu menghambur memeluk pria itu, "Aku khawatir padamu. "


Mike tersenyum lalu mengecup puncak kepala Ana, "Aku selalu ada di dekatmu. "


Mike melepas pelukannya lalu menatap perut Ana yang sudah terlihat cukup besar,"Berapa usia kandunganmu? "


"6 bulan... "


Mike menatap intens perut Ana membuat wanita itu sedikit was-was.


"Mike... aku mohon jangan apa-apakan anakku."


Mike langsung menatap tegas pada Ana, "Tak masalah, kita bisa membawanya nanti. "


"Mike... "


Mike membelai rambut Ana, "Apa cintamu sudah berpaling pada ayah bayimu? "


Ana menelan paksa salivanya, "Mike... lebih baik kau pergi dari sini, berbahaya jika kau terlalu dekat, Alex bukan orang yang bisa kamu remehkan. "


"Kau membanggakannya Queen? "


Ana tahu jika Mike tak akan mau mengalah, demi Tuhan dia tak mau sampai Mike kenapa-napa, dia seorang diri.


"Bukan Mike, tapi di sini kamu sendirian, aku tak mungkin membantumu dalam keadaanku seperti ini,Alex dia memiliki team yang kamu tahu sendiri bagaimana DGS kan? "


Mike menarik tengkuk Ana dan memagut mesra bibir manis Ana.


"Mike... "Ujar Ana setelah ia berhasil mendorong Mike yang menciumnya tiba-tiba.


Mike menyeringai, "Sepertinya hatimu sudah tak lagi untukku Queen. "


"Mike... "Ana menggeleng, "Bukan... "


Mike tersenyum,"Tak apa, aku selalu menerimamu, jika tidak untuk apa aku dulu berjuang mati-matian menyelamatkanmu. "


Ana menitikan air matanya, ya ia harus ingat jika hidupnya kini adalah berkat pengorbanan Mike untuknya.


"Mike...maafkan aku... aku... "Ana membelai perutnya, "Aku mohon bersabarlah, tunggu anak ini lahir maka aku akan ikut denganmu, aku tahu kamu hanya menginginkan aku kembali bukan. "


"Queen. "


Ana tersenyum, "Aku tahu, kamu hanya memiliki ku, tapi aku mohon biarkan anak ini...menjadi milik ayahnya. "


Ana tak tahan, wanita itu menghapus air matanya lalu berbalik dan keluar dari apartemen Mike.


.


.


...............myAmymy............ ...


...**Sepi Vote dan Komen jadi malas update nih ...


...🖤🖤...


...@myAmymy** ...