
Alex menatap ponselnya, mencerna apa yang baru saja ia dengar dari Ana, Naina... mengusir Ana.
"Ada apa?"Tanya Adam yang duduk di kursi penumpang belakang,saat ini ia dan Adam sedang perjalanan pulang dari Bandung.
"Tidak sir. "Jawab Alex seperti biasa saat dalam mode kerjanya.
"Ck... ceritakan sebagai sahabat Lex, urusan pekerjaan sudah selesai, lama-lama aku bosan dengan keprofesionalanmu dalam bekerja, aku seperti mempekerjakan robot. "
Alex menunduk lalu ia menatap pada Joan yang tengah mengemudi,"Joan pasang earphone mu dan jangan mendengar. "
Joan mengangguk siap dan langsung melaksanakan perintah atasannya.
Setelah di pastikan Joan aman tak mendengar, Alexpun menceritakan apa yang terjadi di rumahnya.
"BHahahaha... "Tawa Adam langsung menggelegar di dalam mobil membuat Alex menyesal telah bercerita pada pria arogan di belakangnya.
"Aku kira asyik punya istri dua ternyata... bhahahaha... "
"Ck... sekarang kau bisa mengejek menertawaiku, dulu saja menangis memohon bantuanku. "
Adam langsung menutup mulutnya, ia berdehem untuk mengembalikan wibawanya, "Jadi apa kamu butuh bantuanku. "
Alex mengangguk, "Cari tahu pergerakan Ibrahim 7 Tahun ini. "
"7 tahun, Ck dia saja masuk DGS baru 5 tahun."
Alex terdiam, Adam benar...sebelumnya Ibrahim hanya fokus kuliah di London,dan memutuskan bergabung dengan DGS setelah kabarnya ia putus cinta.
Tunggu sepertinya Alex tiba-tiba mengerti sesuatu, "Adam bisa minta tolong tanyakan pada istrimu soal Blazer pink yang Dara kenakan saat ke puncak bulan lalu,itu keluaran kapan? "
"Kenapa kau tiba-tiba tanya itu?Apa kau mau belikan itu untuk istri-istrimu? Itu Limited edition dan sudah soldout. "
..................
Ana duduk di Sofa dengan menyilangkan kakinya, wanita itu tampak terlihat santai duduk sambil memainkan kuku-kuku cantiknya, sesekali Ana melirik pada Naina yang terlihat panik membuatnya tersenyum menyeringai.
"Kenapa Naina? Kau takut Suami kita lebih memilihku? "
Naina memejamkan matanya sesaat, "Ana kenapa kamu lakukan ini padaku? Kita sahabat Ana. "
"Aku tak masalah jika nanti Alex memilihmu."Ana berdiri dan menghampiri Naina, ia memindai penampilan Naina dari atas hingga ke bawah.
"Kamu pikir Alex percaya dengan ceritamu kalau kamu selama ini di culik? Atau kamu kabur dengan Pacarmu? "
"ANA.... "Bentak Naina, "Jjjangan bicara sembarangan. "
"Oh aku tidak sembarangan bicara, aku bicara Fakta, mana ada seseorang yang di culik bertahun-tahun tapi masih berpenampilan baik dengan barang-barang branded seperti yang kamu kenakan kemarin. "
Naina mundur selangkah ke belakang, ia menggelengkan kepalanya, "Kamu salah Ana, mungkin benar aku tidak di culik, tapi aku tetaplah hanya seorang korban. "
Ana mengangguk,"Baiklah apapun alasanmu, yang jelas, Aku sekarang istri Alex."
Naina tertawa, "Kamu kira Alex mau menerimamu jika dia tahu kamu yang sebenarnya?"
Ana langsung menatap Naina, apa Naina juga tahu masalalunya? Sungguh sebenarnya Ana tak tahu bagaimana Naina di masalalu, dia hanya menerka saja dari apa yang ia lihat.
"Apa lagi nanti jika terbukti kamulah yang menyembunyikan anak kami. "
Ana menggeleng, "Tidak, bukan aku yang membawa anakmu, Baim telah mengambilnya dari tanganku. "Seru Ana, bahkan ia langsung mencengkeram kuat lengan Naina.
"Ah... sakit Ana... kau gila dasar psikopat."
Mendengar itu emosi Ana semakin memuncak, ia beralih menjambak rambut Naina kencang membuat wanita itu berteriak.
"Aaahhh... sakit Ana..."
"Aku bukan psikopat, aku tidak gila... "
Klik...
Alex masuk ke apartemennya, matanya membelalak melihat apa yang di lakukan Ana pada Naina.
"ANA... lepaskan dia. "
Ana langsung menoleh pada Alex, begitupun Naina.
"Alex, tolong aku Alex, ini sakit. "
Bukannya melepaskan, Ana justru semakin kuat menarik rambut Naina.
"Aaahhh... sakit. "Pekik Naina, bahkan air matanya sudah menggenang.
Alex tak punya pilihan lain selain melawan Ana, iapun tanpa pikir panjang langsung berusaha melepas apa yang di lakukan Ana pada Niana.
"Ah... " Pekik Ana karena Alex mendorongnya hingga tubuhnya membentur dinding.
Alex memejamkan matanya, Naina dalam rasa takut,ia pun membalas pelukan Naina dan menenangkannya,menatap penuh sesal pada Ana yang terlihat menunduk.
Sementara Ana, tengah menahan rasa sakit yang ia rasakan di perutnya,ia tak peduli dengan apa yang di lakukan dua orang di depannya.Ia berusaha bangkit dan berdiri.
"Ashhh.... "
"Ana... "Ujar Alex khawatir, ia melepas pelukan Naina dan berusaha memapah Ana namun di tepis oleh Ana,"Ana... kamu kenapa? "
"Assshhh... " Ana berusaha melangkah, ia harus pergi ke rumah sakit, perutnya sakit sekali.
"Ana... kamu kenapa?"
"Alex, biarkan saja Alex aku takut padanya. "Ujar Naina berusaha menahan Alex.
Alex menatap Naina sesaat, lalu ia melepaskan tangan Naina dari lengannya.
"Sayang.... maafkan aku... kamu kenapa? "Tanya Alex sambil menahan bahu Ana.
"ANA... "Pekik Alex langsung memapah tubuh Ana yang tiba-tiba pingsan.
"Alex.... darah... "Seru Naina melihat ke arah dress Ana.
"Ya Tuhan dia kenapa? "Kaget Alex lalu tanpa pikir panjang segera ia membopong tubuh Ana dan membawanya ke rumah sakit.
.................
Kini Alex dan Naina menunggu dengan cemas di depan ruang IGD, Alex belum tahu apa yang terjadi, Ana pingsan, lalu darah apa yang membasahi dressnya?
"Alex.... "Panggil Naina membuat Alex menoleh.
Alex mendesah, "Kemari duduk lah. "Ujarnya sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya,"Kamu pasti syok dengan apa yang di lakukan Ana. "
Naina menggeleng,"Tidak, dulu aku biasa melihatnya mengamuk. "
Alex langsung menoleh, Ah ya Alex lupa jika mereka saling mengenal sejak lama.
"Alex apa Ana hamil? "
"APA? Hamil? "Tanya Alex tak percaya, ia langsung menoleh khawatir ke arah pintu IGD,Ia ingat Sepertinya Ana belum mendapatkan tamu bulanannya,mereka hampir tak pernah absen melakukannya.
"Alex... "
"Aku.. belum tahu. "
"Alex, apa kamu mencintainya? "
Alex menatap Naina lalu mengangguk yakin, "Maafkan aku. "
Naina menitikan air matanya, "Aku mengerti ada banyak hal terjadi, tapi aku mohon percayalah aku pergi bukan karena keinginanku."
"Naina, Jujurlah apa yang terjadi!"
Naina menunduk, ia ragu untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, apa yang akan terjadi jika Alex mengetahuinya.
"Jika kamu tak mau jujur, tak apa... aku akan cari tahu sendiri nanti."
"Alex apa kamu masih mencintaiku?"Tanya Naina penuh harap, dia masih mencintai Alex, bahkan hanya Alex yang benar-benar ia cintai,bukan Ibrahim, pria itu hanya masalalu yang memaksanya terjebak dalam situasi.
"Aku tak tahu Naina... " Jawab Alex sambil mengusap wajahnya.
"Alex aku... "
"Keluarga pasien... " Seru suster keluar dari ruang IGD.
Alex langsung berdiri dan menghampiri suster itu, "Saya suaminya sus, bagaimana keadaan istri saya? "
"Silahkan masuk pak, dokter mau bicara."
"Iya sus." Alex berbalik menatap Naina, "Aku masuk dulu."
Naina mengangguk, setelah Alex masuk ke dalam Naina mundur dan duduk,ia melihat Alex benar-benar mencintai Ana, jelas sekali rasa Cinta dan khawatir di mata Alex untuk sahabatnya itu. Jujur tidak bisa Naina pungkiri jika Ana adalah orang yang baik,wanita itu hanya bermasalah pada otak atau pikirannya, bukan hatinya.
Ia masih mencintai Alex, akankah dia harus merelakan Alex untuk Ana. Semua ini karena salahnya, Alex pantas mendapatkan kebahagiaan,tapi ia tak rela jika ia harus menanggung sakit sendiri, dia sudah kehilangan anaknya, apakah dia juga harus kehilangan Alex?
..............myAmymy...............
Siapa yang nunggu cerita ini? Jangan lupa dukung karya author dengan memberikan Vote pada part ini ya....
Love you Readers....
...🖤🖤...
...@myAmymy...