
Alex membuka pintu apartmentnya lalu mempersilakan Naina untuk masuk. Di lihatnya wanita berstatus istrinya itu enggan untuk masuk dengan ekspresi bingung tergambar di wajahnya. Alex menghela nafasnya.
"Masuk sayang,ini adalah rumah kita."
Naina menatap Alex sesaat lalu mengangguk,"Iya.... "
Ragu-ragu Naina melangkahkan kakinya masuk ke dalam, matanya masih menyusuri keadaan apartemen itu yang terlihat cukup rapi.
"Istirahatlah di kamar, kondisimu masih lemah. " Ujar Alex.
Naina menatap bingung pada Alex yang langsung di mengerti olehnya,Alex dengan sabar menuntun Naina masuk ke kamarnya.
"Ini kamar kita. "
"Aku mau mandi, make up ini membuatku risih. "
Alex mengangguk lalu mengambilkan bathrobe bersih untuk Naina pakai,"Ini pakailah, lalu pakaianmu ada di lemarimu.Handukmu ada di kamar mandi. "
Naina mengangguk lalu mengambil bathrobe dari tangan Alex sebelum ia memasuki kamar mandi.
Setelah Naina masuk ke dalam kamar mandi, Alex menghembuskan nafasnya secara kasar, hal ini begitu rumit untuknya sekarang.Seakan kondisi benar-benar mendukung pernikahan barunya.
Naina benar-benar berfikir mereka adalah sepasang kekasih yang baru saja menikah. Alex masih tak habis fikir, kenapa Naina bisa melupakan semuanya lagi setelah pingsan.
Berdasarkan obrolannya dengan Samuel sesaat setelah ia mengetahui jika Naina kehilangan ingatannya lagi,Alex menelpon sahabatnya itu dan mencoba menceritakan semua yang terjadi pada Naina.
Mengingat kata Sam, jika yang di alami Naina kemungkinan adalah Amnesia Psikogenik sebuah Kondisi di mana merupakan ketidakmampuan otak untuk mengingat sesuai dengan detail, baik mengenai identitas diri sendiri atau pengalaman yang berhubungan dengan peristiwa traumatis dan sangat menekan emosi. Amnesia ini pun termasuk yang jarang ditemukan.
Untunglah Sam bersedia untuk datang ke Indonesia dan membantu untuk mengobati Naina nanti.
Alex memilih keluar kamar untuk membuat makan malam untuk mereka, terlebih istrinya harus makan sebelum minum obatnya.
Naina baru saja menyelesaikan acara mandinya, dia bingung lemari mana yang di maksud pria berstatus suaminya itu, akhirnya setelah menimbang dan melihat isi lemarinya Naina sudah memutuskan pakaian mana yang akan dia kenakan.
Alex baru saja selesai menyajikan dua piring spageti di meja makan, pandangan matanya tertuju pada kaki seseorang yang tiba-tiba berada di depannya.
Mata Alexpun menyusuri kaki itu hingga ke atas.
"Uhukk.... " Alex terbatuk melihat siapa yang kini berdiri di depannya,Naina.Maksudnya Naina istri barunya yang berdiri memakai gaun malam berwarna hitam milik Naina istrinya, oh maksudnya Naina istri pertamanya.
"Kenapa kamu mamakai pakaian itu?" Tanya Alex sedikit tajam.
"Ada apa dengan ekspresimu?" Tanya Naina bingung sambil ia mengambil duduk di depan Alex.
"Sebaiknya kamu ganti pakaian dengan pakaian milikmu? "
"Apa maksudmu? Bukankah ini pakaianku, tak mungkin milikmu kan? "
Alex mendongak, ia berusaha menahan emosinya, ia teringat kata Sam jika seseorang dengan kondisi seperti Naina tak boleh lagi merasakan tertekan.
Alex menghela nafasnya,baiklah kali ini dia mengalah.Tangannya ragu-ragu terulur untuk membelai rambut Naina.
"Sayang, jadi apa ini kamu yang membuatnya?" Seru Naina.
Alex menghela nafasnya sesaat lalu ikut duduk di depan Naina, "Iya kita makan setelah itu kamu minum obatmu. "
Naina mengangguk, "Dan setelah makan malam kita bisa melakukan malam pangantin kita kan? "
"Uhukkkk.... " Astaga bagaimana Naina sekarang bisa sefrontal ini.
"Hei kamu kenapa? Ini minumlah." Ujar Naina sambil menyodorkan segelas air putih pada pria bersatus suaminya.
"Terima kasih."Lirih Alex.
"Kamu kenapa?Apa kamu gugup?Oh jangan bilang kamu belum pernah melakukannya? Tenang saja kita sama-sama belum pernah jadi nanti kita bisa melakukannya dengan pelan. "
Alex menelan paska salivanya, ia tak menyangka jika Naina akan semudah itu mengucapkan semuanya. Dia tahu jika Naina adalah wanita yang sedikit konyol, tapi sekarang ia sedikit berbeda, wanita ini benar-benar sedikit menjadi agresif.
"Ehemm.... sebaiknya kita makan dulu,lalu minum obatmu, kondisimu belum terlalu pulih."
"Aku cukup sehat sayang."
Alex menghela nafasnya, "Baiklah sekarang habiskan makananmu lalu minum obatmu dulu, hal lain bisa kita pikirkan nanti. "
"Ya baiklah..."
Alex lega karena Naina mau menurutinya, ia pun langsung melanjutan makannya dengan sesekali melirik ke arah Naina yang terlihat bahagia.
"Aku sudah selesai, aku mandi dulu." Ujar Alex sambil berdiri hendak mencuci piringnya.
Tapi dengan cepat Naina menahannya, "Sayang biarkan aku saja yang mencucinya. "
Alex memaksakan senyumnya lalu mengangguk. Ia lantas pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan mendinginkan pikirannya.Keadaan Naina membuatnya Kepikiran,ia tak bisa lagi mengabaikan kondisi Naina, dia harus mengobatinya, dan setelahnya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu.
Naina masuk ke kamarnya,di dengarnya suara gemericik air dari dalam kamar mandi manandakan jika Alex masih mandi di dalam, segera ia menuju lemari untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Alex keluar dari kamar mandi,ia tengah menggosok rambutnya dengan handuk,sedikit kaget saat di lihatnya Naina tengah menyiapkan pakaian untuknya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Alex.
"Apa? Kau lihat kan aku sedang menyiapkan pakaian untukmu. "
"Tapi aku bisa melakukannya sendiri."
"Apa maksudmu? Hei... aku ini istrimu sudah menjadi tugasku melayani semua kebutuhanmu."
Alex menelan paksa salivanya, kalimat yang Naina ucapkan membuat pikirannya traveling ke hal lain.
Naina mendekat, "Ada apa denganmu? " Tanya Naina,"Kenapa wajahmu memerah?"
Alex langsung memalingkan wajahnya, tiba-tiba ia merasakan gugup, apa benar wajahnya memerah?Di rasakan detak jantungnya mulai tak karuan. Di depannya berdiri sangat dekat wajah Naina, meski Alex berusaha menahannya namun ia tak bisa melepas pandangannya dari bibir Naina.
"Ini cepat pakailah. " Tunjuk Naina pada piyama di tangannya.
Tanpa melepas pandangannya,"Aku rasa aku tak memerlukannya." Di raihnya pinggang Naina agar mereka semakin dekat, Tangan Alex langsung meraih tengkuk Naina dan segera ia raup bibir yang sejak tadi terus menggodanya.
"Ah... " Desah Naina saat Alex melepaskan ciuman mereka, Mata mereka saling menatap dalam, detak jantung Naina berdetak tak beraturan.
"Kita mulai malam pengantin kita. " Bisik Alex, Meski pikirannya tak ingin melakukannya karena mereka menikah tanpa cinta, namun kenyataannya tubuhnya menginginkannya, lagi pula mereka telah menikah secara sah.
Tanpa menunggu lama segera ia bopong tubuh istrinya menuju ranjang.
................myAmymy...............
Axel memasuki apartemen,sejak tadi senyum tersungging di bibirnya, kini dia dan Angel telah menikah.
"Sayang kamu mau mandi dulu apa langsung saja nih? "
"Langsung apa? Aku mau mandi terus ke mini market untuk membeli sesuatu untuk kita makan, baru setelahnya kita...."
"Kau benar, kita butuh tenaga ekstra untuk nanti. " Potong Axel cepat.
"Kamu kenapa?Kenapa girang sekali? " Tanya Angel heran.
"Hei malam ini adalah malam pengantin kita, tentu aku sangat bersemangat."
Blush...
Pipi Angel langsung bersemu merah, "Apa maksudmu. " Lirih Naina.
"Hei apa kamu malu? "
Angel segera menggeleng, "Tidak bisa, kita harus segera pulang ke Indonesia,aku sudah memesan tiket untuk kita pulang malam ini. "
"APA.... "Kaget Axel.
"Iya, aku ingin segera kakak urus surat-surat pernikahan kita, aku ingin segera mengadopsi Lucas. "
"Sayang, itu bisa kita lakukan nanti, baiklah tak perlu menunggu malam, kita lakukan sekarang."Ujar Axel meraih tubuh Angel.
"Tidak bisa kak, aku tidak bisa. "Ujar Angel yakin.
"Kenapa?"
Angel menghela nafasnya,"Aku masih terlalu kecil, usiaku baru saja 19 tahun,Dan aku belum siap untuk itu. " Angel langsung masuk ke kamar mandi setelah ia mengambil baju ganti untuknya.
Sementara Axel masih terpaku di tempatnya,Segera ia berbalik dan menatap kesal pada pintu kamar mandi,"Apa aku di manfaatkan oleh rubah kecil itu? " Gumam Axel.
.
.
**Mau cerita ini sering Up, makanya VOTE sebanyak-banyaknya oke 😉
.
.
Oh ya bocoran untuk part selanjutnya akan ada sesuatu 🤔
.
.
🖤🖤
@myAmymy**.