
Axel duduk di sofa sambil menghadap ke laptopnya, keadaannya sudah lebih baik tapi ia masih sedikit lemas.
Ting tong....
Suara bel pintu apartemen mengalihkan perhatian Axel, Angel keluar dari kamar Lucas.
"Coba buka pintunya sayang, aku masih lemas."Ujar Axel yang di angguki oleh istrinya itu.
Ceklek...
"Papa... "Sapa Angel melihat ada papa mertuanya di depan pintu.
"Bagaimana kabarmu Angel?"
"Angel sehat ,papa bagaimana ah ya masuk dulu pa!"
Bram mengangguk lalu masuk ke dalam, ia mengerutkan keningnya melihat Axel yang terlihat pucat, "Kamu kenapa Xel? "
"Kak Axel demam pa dari semalam, tapi sudah mendingan kok. "
Bram mengangguk lalu duduk di sebelah Axel, "Angel di mana Lucas? "
"Sudah tidur pa... "Angel langsung ke dapur untuk membuatkan minuman untuk ayah mertuanya itu.
Bram beralih pada Axel, "Apa berkas adopsi Lucas sudah kamu pegang? "
Axel mengangguk yakin, "Sudah pa, kenapa? "
Bram menghela nafasnya lalu menyadarkan punggungnya ke Sofa,"Wanita itu kembali dan kini mencari tahu keberadaan Lucas."
Axel langsung menoleh ke arah dapur, "Pa... ada Angel. "
Bram mendesah, "Papa cuma mau bilang jangan sampai dia menemui Lucas, capek papa memikirkan ini sendiri, jangan sampai kakakmu tahu soal ini, cukup kamu dan papa yang tahu."
Axel menunduk, sebenarnya di awal dia cukup kaget saat melihat Lucas yang mirip dirinya, tapi seingat dia dia tak pernah melakukan sex sebelumnya bagaimana bisa dia punya anak.
Lalu ia pun menemui papanya untuk menanyakan hal itu.
"Ya barang kali papa bermain wanita sampai dia hamil, laki-laki biarpun sudah tua juga bisa saja masih tokcer. "
"Kalau bicara di saring dulu Axel, papa setia sama mama mu. "
"Ck... setia dari mana, lalu Ibrahim itu apa?"
"Ibrahim ada sebelum papa menikah dengan mama kamu. "
"Tetap saja papa berkhianat saat masih pacaran dengan mama. "
"Sudah lebih baik kamu bawa papa menemui anak itu. "
"Dia namanya Lucas pa... "
Mata Bram terlihat berbinar, "Ya... dia memang cucu papa.... "
"Cucu? maksud papa anak Ibrahim atau Alex?Kalau Axel jelas tidak, Axel belum pernah main gituan."
"Ck... kamu bantu papa... "
"Jadi sekarang harus bagaimana pa? Mungkin sudah saatnya semua terungkap."
"Besok kita bicarakan."
"Bicara apa pa? "Tanya Angel sambil meletakan minuman di meja untuk ayah mertuanya.
"Hanya masalah pekerjaan sayang. "Jawab Axel.
Ponsel Bram bergetar, ia pun segera mengangkat panggilannya.
"Hallo... ada apa Pras? "
"APA.... ya terima kasih infonya."
Axel dan Angel menatap pada Bram dengan bingung, "Ada apa pa? "Tanya Axel.
"Ana... masuk ke rumah sakit."
"Ana siapa pa? "Tanya Angel, sementara Axel yang memang sebenarnya sudah tahu data Ana sejak awal memilih diam.
Sejak di minta mencari data wanita yang di kenalkan sebagai Naina, memang sedikit sulit awalnya tapi pada akhirnya Axel berhasil menemukan fakta siapa data diri Naina atau Ana yang sebenarnya, hanya saja papa Bram melarangnya untuk memberitahu pada Alex.
.................
Alex menatap Ana yang masih belum sadarkan diri, tangannya menggenggam jemari kecil milik istrinya itu, lalu beralih pada perut Ana dan membelainya...
"Maafkan papa sayang, papa belum tahu keberadaanmu. " Ucap Alex penuh sesal.
"Begini pak Alex, istri anda mengalami pendarahan."Ujar dokter memberitahu keadaan istrinya.
"Pendarahan? Maksudnya dok ?"Tanya Alex belum mengerti.
"Istri anda tengah hamil 10 minggu. "
"Hamil? "Seru Alex cukup kaget.
Dokter itu menggangguk, "Ya, apa anda belum tahu sebelumnya?"
"Maaf, untuk saat ini keadaannya masih belum baik, meski istri anda tidak keguguran tapi kondisi kandungannya cukup lemah, pasien harus bedrest total, jangan kerja berat dan juga stress, saya sarankan untuk rawat inap beberapa hari dan nanti usahakan bedrest total di rumah sampai kandungannya cukup kuat. "
Alex menatap Ana, mengecupi tangan Ana, meski ia sedikit lega karena ia tak kehilangan calon anaknya tapi keadaan Ana masih membuatnya khawatir.
"Bagaimana keadaan Ana?"
Alex menoleh dan mendapati Naina yang datang sambil membawa kotak makanan, "Kamu belum makan malam, makanlah dulu."
Alex mendesah, "Kamu benar, Ana hamil. "
Naina menghentikan kegiatannya menata makan malam untuk Alex,ia tersenyum tipis.
"Aku salah, aku telah mendorongnya tadi,hampir saja kami kehilangan anak kami. "
Naina menghapus airmatanya, ia ingat dengan anaknya yang belum bisa ia temui hingga saat ini.
"Makan malam dulu Lex.... "
"Nanti saja, aku menunggu istriku sadar."
"Alex.... apa kau yakin jika dia hamil anakmu? "
Alex langsung menatap tajam pada Naina, "Apa maksudmu Naina,aku tahu pasti berat bagimu menerima kenyataan jika aku menikah lagi, tapi bukan berarti kamu bisa menuduhnya melakukan hal menjijikkan seperti itu. "
Deg....
Sakit sekali mendengar Alex mengatakan hal itu, ia tahu kenyataan yang sebenarnya maka dari itu ia bertanya pada Alex seperti tadi.
"Maaf... "Lirih Naina.
Alex mendesah, "Jangan lakukan hal seperti itu lagi, aku masih menghormatimu, bagaimanapun juga statusmu masih istriku, terlepas akan bagaimana kita nanti."
"Alex, apa kamu tak lagi mencintaiku? "
"Naina, aku mohon mengertilah saat ini aku benar-benar bingung dengan perasaanku padamu, dan lagi saat ini keadaan Ana jauh lebih penting."
Naina menunduk menahan perasaan sedihnya, andai ia tak melakukan kebodohan di masalalu, pasti dia dan Alex hidup bahagia sekarang.
Ceklek...
Alex dan Naina sama-sama menoleh ke arah pintu, Alex mendesah sementara Naina Langsung menunduk takut.
Bram masuk ke ruangan menantunya, lalu melirik Naina sekilas sebelum kembali fokus pada keadaan Ana.
"Bagaimana keadaan menantuku?"Tanya Bram khawatir.
"Kami hampir kehilangan calon anak kami. "
"APA... calon anak? "Tanya Bram lalu menatap pada Naina yang terlihat memalingkan wajahnya.
"Ya... Ana hamil dan aku mendorongnya. "
Bram menatap Ana yang masih tertidur, ia lalu berbalik keluar ruangan,Berjalan menjauh dari ruangan inap Ana di ikuti anak buahnya.
"Cari tahu dengan siapa saja menantuku berhubungan 3 bulan ini."Ujar Bram tanpa menatap pada anak buahnya.
"Baik sir. "
"Apa anda akan melakukan hal yang sama pada Ana seperti padaku? "Tanya Naina yang ternyata mengikuti Bram keluar ruangan Ana.
Naina melangkah hingga berada di depan Bram, "Apa anda akan memaksa Ana melakukan tes DNA sebelum bayi itu lahir lalu memaksa Ana pergi meninggalkan Alex sepertiku? "
"Diamlah Naina, Kasusmu berbeda."
Naina tersenyum menyeringai, "Sama saja, Ana hamil dan di pastikan itu bukan anak Alex."
"Sudah ku katakan berbeda, kau selingkuh dengan putraku yang lain, dan jika Alex tahu itu kau bisa di bunuhnya waktu itu. "
"Itu hanya alasan anda tuan,intinya sama saja, Ana juga selingkuh."
"Aku harap anda mau bersabar hingga bayi itu lahir,karena kandungannya lemah dan tes DNA saat bayi masih di dalam kandungan itu berbahaya. "
"Kau sebaiknya jangan ikut campur."Ujar Bram geram.
"Kenapa? Anda bingung harus bagaimana menjelaskan pada Alex jika hasilnya keluar, bagaimanapun Alex harus tahu jika dia tak mungkin bisa memiliki anak. "
"Apa maksud pembicaraan kalian? "
Deg....
Bram segera berbalik, begitu pun dengan Naina.
"Alex...."
............myAmymy............
Akan seperti apa kelanjutannya nanti?
Happy new year buat Readers semua,semoga covid19 segera berakhir dan kita semua bisa kembali bebas berkarya di luar rumah.
...🖤🖤...
......@myAmymy ......