The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 50



Alex menatap pintu kamar yang baru saja tertutup, Ana pasti kepikiran dengan kehadiran Naina, dan itu membuat Alex cukup khawatir.


Menghela nafasnya Alex menuju pintu untuk melihat siapa tamu yang datang.


Ceklek...


"Ibrahim..." Sapanya.


Ibrahim tersenyum tipis, "Maaf pagi-pagi datang mengganggu."


Alex mengangguk,"Ya tak apa, ada apa? "


Ibrahim menggeleng, "Tidak, hanya mobilku mogok tak jauh dari sini, jadi siapa tahu aku bisa numpang ke kantor padamu."


Alex mengangguk, "Tentu saja, masuklah, Kemana tugasmu hari ini? "


"Aku tak banyak hanya menemani tuan Daffa ke proyek di pulau seribu. "


Alex mengangguk lagi, "Kami sedang sarapan,ada Naina di sini, kau ke meja makan dulu."


"Naina? "


Alex mengangguk lagi, "Ya Naina temanmu, kau ke sana saja dulu, nanti aku ceritakan aku mau ke kamar dulu."


"Ah.. ya... "Ibrahim tersenyum tipis lalu menoleh ke arah dapur,sementara Alex masuk ke kamarnya.


Naina tengah tersenyum menata meja makan dengan masakannya, ia lalu menuju dapur untuk mengambil sendok.


"Ah... " Kaget Naina karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang,"Sayang, apa kamu merindukanku? "


"Ya sayang, aku merindukanmu. "


Tubuh Naina langsung menegang saat bukan suara Alex yang ia dengar, "Ba... Baim... "


Ibrahim menyeringai,"Kau pikir akan mudah lari dariku? "


"Le... lepas Baim, nanti Alex melihat kita. "


"Bagus kalau begitu, sekalian kita bongkar bagaimana kamu yang sebenarnya."


"Baim, aku mohon jangan, tolong biarkan aku bahagia... "


Ibrahim menyeringai, "Bahagia? Bersama Alex,Pria yang tak sempurna itu,dan lagi ku dengar dia sudah menikah lagi. "Ujar Ibrahim sambil mengendus leher Naina.


Di waktu yang sama Alex tengah memeluk Ana di dalam kamar, "Aku harus bagaimana Ana..."Bisiknya.


Ana menunduk, tangannya mendekap tangan Alex di perutnya, Ana menatap pemandangan kota dari balik kaca jendela kamarnya.


"Aku hanya orang ketiga di antara kalian, aku tahu, kamu sangat mencintai wanita itu, aku hanya pelampiasanmu Alex. "


Alex menggeleng, ia melepas pelukannya lalu membalik tubuh Ana menghadapnya, "Tapi sekarang aku benar-benar mencintaimu Ana."


Ana tersenyum tipis, "Kamu hanya takut aku kumat iya kan? "


Alex mengambil tangan Ana dan mengecupnya, "Ana tidakkah kamu merasakan bahwa aku benar-benar tulus mencintaimu?Tatap mataku Ana. "


Ana menatap mata Alex intens, iya...dia bisa melihat keyakinan di mata Alex, "Lalu bagaimana dengan Naina?"


Alex menghela nafasnya, ia membelai rambut Ana dengan lembut, "Aku harus bagaimana, dia juga masih istriku."


Ana langsung menepis tangan Alex, "Jadi maksudnya kamu senang begitu punya 2 istri?"


Alex mengerutkan keningnya, "Kamu cemburu?"


"Ti.. tidak, aku hanya takut kamu... "Tiba-tiba Ana mengingat sesuatu, "Alex bukankah semalam Naina mengatakan jika dia mengenaliku? "Ana mencengkeram kerah kemeja Alex, "Alex ayo tanyakan tentang siapa aku pada Naina... ya... please... "


Alex menatap Ana, haruskah dia mencari tahu masalalu Ana, bagaimana nanti kalau dugaannya soal R01 ternyata benar?


"Alex... "


Alex tersenyum, "Baiklah, nanti aku cari tahu, tapi sebelumnya tersenyumlah dan ayo keluar sarapan, ada temanku di luar, aku perkenalkan kamu dengannya. "


Ana mengangguk lalau mengikuti Alex keluar kamar tanpa melepas genggaman tangannya.


Ceklek...


Ibrahim melepaskan pelukannya pada Naina saat mendengar suara pintu di buka, segera ia duduk di kursi makan memunggungi Alex,ia tersenyum menyeringai menatap Naina.


"Maaf lama Ibrahim..."


Ibrahim tersenyum lalu ia berdiri dan berbalik.


"Tak apa A... ANA... " Kaget Ibrahim melihat ada Ana bersama Alex.


Alex mengerutkan keningnya, "Kau mengenal Ana? "Ah ya Alex ingat jika Ana adalah teman masa kecil Naina di panti dan itu artinya juga teman Ibrahim.


Ana mengerutkan keningnya menatap Ibrahim, ia ingat sesuatu, "Alex... dia... "


Alex tersenyum, "Iya sayang dia Ibrahim dia juga temanmu dulu. "


Ana menggeleng,ia ingat sesuatu tapi tidak, lebih baik ia tanyakan nanti.


"Sayang, ayo makan nasi gorengnya yang banyak ya... ini telurnya spesial 2 jadi satu. "Seru Naina antusias mengambilkan untuk Alex.


Alex tersenyum pada Naina,lalu ia melirik Ana yang menatap interaksinya bersama Naina membuat Alex merasa canggung.


.................


Axel masih meringkuk di atas ranjang berbalut selimut,Alerginya benar-benar kumat,sial bahkan semalam dia tak jadi bercinta dengan istrinya karena lututnya tiba-tiba merasa lemas, demamnya juga semakin tinggi membuat di sedikit kejang dan membuat Angel merasa panik.


Ceklek....


Axel menatap ke arah pintu, ada Angel yang baru saja pulang mengantar Lucas ke sekolah.


Angel menghampiri Axel,lalu menyentuh keningnya, "Masih panas kak,kita ke rumah sakit ya! "


Axel langsung menggeleng, "Tidak mau... "


Angel mendesah, "Tapi kakak benar-benar sakit. "


"Tapi aku tidak mau ke rumah sakit Angel, "Atau dia akan langsung di suntik nanti jika ketahuan dia sakit karena Alergi.


"Ya sudah sakit aja terus, padahal tadinya Angel berencana mau pakai lingeri yang di beli kemarin kalau kak Axel cepat sembuh. "


Axel langsung berbinar, "Ya sudah kita ke rumah sakit sekarang."Ujar Axel segera bangkit dengan lemas.


"Ck... dasar mesum, gitu aja langsung semangat."


"Namanya jiwa muda menggelora sayang. "


Angel menghela nafasnya, "Ya sudah Angel ganti baju dulu. "


.................


Alex bingung harus bagaimana, dia khawatir jika harus meninggalkan Ana bersama Naina.Sementara dirinya harus bekerja menemani Adam ke Bandung hari ini.


Di lihatnya Naina tengah mencuci piring bekas makan mereka, sementara Ibrahim masih duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya, lalu Ana ada di kamarnya.


Alex mendesah, "Tunggu sebentar ya Im, aku mau menemui Ana dulu. "


Ibrahim tersenyum,"Tentu santai saja. "


Alex langsung menuju kamarnya menemui Ana memastikan kondisi Ana stabil.


Ceklek....


Di lihatnya Ana baru saja berganti pakaian, membuat Alex mengerutkan keningnya, "Kamu mau ke mana? "Tanya Alex.


"Eh, aku... mau menemui papa, kemarin dia telepon minta aku main ke rumah. "


Alex mengerutkan keningnya, "Kok kamu baru cerita."


"Maaf aku baru ingat tadi. "


Alex merasa lega, itu artinya ia tak perlu khawatir meninggalkan kedua istrinya di dalam rumah, terlebih kondisi psikis Ana yang bisa berubah sewaktu-waktu.


"Oh ya Alex... "Ujar Ana...


"Hmm... "Alex menghampiri Ana dan memeluknya, "Ada apa? Kamu terlihat memikirkan sesuatu."


Ana mengangguk, "Kamu ingat soal yang aku katakan soal laki-laki yang aku katakan mengambil bayi dari tanganku di bandara. "


Alex mengerutkan keningnya, "Ya tentu, ada apa?Apa kamu ingat sesuatu? "Tanya Alex, ia berharap jika bayi di tangan Ana dalam cerita Ana adalah anaknya.


"Laki-laki itu,dia adalah laki-laki yang sama dengan temanmu itu."


"Teman? Maksudmu Ibrahim? "Tanya Alex cukup kaget.


"Ya... aku ingat dia laki-laki itu, dia yang mengatakan jika bayi itu lebih aman bersamanya dia yang mengatakan jika bayi itu miliknya."


Alex mendengar semua yang Ana katakan dengan seksama, itu artinya Ibrahim ada hubungannya dengan apa yang terjadi dengan Naina dan anak mereka.


"Alex.... "


Alex tersadar, ia harus menyelidikinya tapi ia tak mau membuat Ana banyak pikiran, "Nanti aku cari tahu ya sayang, jangan terlalu di pikirkan. "


"Tapi Alex... "


Cup...


Alex mengecup bibir Ana lembut, "Jangan banyak pikiran sayang, aku tak mau sesuatu terjadi padamu, percayalah aku akan mencari tahu semua tentangmu dengan baik nanti, bersabarlah. "Ujar Alex yakin, ia percaya jika dirinya bisa menyelesaikan semuanya dengan baik, jika dia bisa menyelesaikan semua masalah orang lain, maka ia pasti juga bisa menyelesaikan masalahnya sendiri,terlebih saat ini ia memiliki petunjuk dengan kembalinya Naina juga fakta tentang Ibrahim.


..............myAmymy.............


...Ayo dong Vote dan Komen, ramaikan ya untuk lanjut. ...


...🖤🖤...


...@myAmymy...