The Blackness Of Love

The Blackness Of Love
Part 43



Alex duduk di kursi depan Adam. Ia masih menunggu Adam membuka File lama milik DGS. Pertanyaan yang Alex ajukan pada Adam membuat sahabatnya itu teringat sesuatu.


"Ketemu. " Seru Adam.


Alex menatap Adam penasaran, Segera Adam membalik laptop miliknya dan menunjukan sesuatu padanya.


"Lihat, ini foto R01 dan R02, ku kira mereka sepasang. "


Alex mengepalkan tangannya, entah kenapa ia tak suka dengan apa yang Adam ucapkan tadi.


"Jadi aku rasa R01 itu seorang wanita, kau lihat tubuhnya lebih kecil dari yang satunya.dan seingatku saat pertarunganku dulu, yang ku peluk itu pasti yang wanita karena dia lebih kecil dariku. "


"Kau peluk?"Tanya Alex dengan nada seolah tak terima .


"Hei, ada apa denganmu, dalam sebuah pertarungan sentuhan fisik itu bisa saja terjadi,lagian kau juga pernah berhadapan dengannya kan? "


Alex menerawang jauh ke beberapa tahun lalu, "Aku memang pernah bertemu dengan salah satunya, tapi aku tak sempat bertarung dengannya karena dia lebih dulu kabur." Alex ingat saat itu, dia hanya melihat mata gelap itu di balik topeng.Mengingat akan hal itu membuat Alex khawatir jika Naina adalah salah satu dari pasangan pembunuh bayaran nomor 1 yang kini tengah di cari agen FBI atau bahkan semua negara.


The Reapers, sepasang pembunuh bayaran yang menyebut dirinya The Reapers atau Malaikat Maut. Beberapa kali DGS mendapat kasus untuk melindungi kliennya dari mereka, bahkan beberapa kali DGS gagal dalam misinya saat berhadapan dengan The Reapers.


"Kau kenapa Lex? "Tanya Adam saat melihat Alex termenung.


"Ah ya, tunggu. "Alex mengambil ponselnya lalu beberapa saat kemudian ia menunjukkan sesuatu pada Adam,"Lihatlah, apa menurutmu kau mengenali gerakannya? "


Adam menerima ponsel Alex lalu memfokuskan menonton sebuah rekaman cctv apartemen Alex.


"Istrimu bisa bela diri?" Tanya Adam tak percaya.


"Ck... bukan itu, tapi lihatlah pergerakannya, apakah sama dengan R01? "


Adam menatap Alex sesaat sebelum ia kembali fokus menonton video itu, "Ck bagaimana bisa aku membedakan atau menyamakannya, ini hanya gerakan dasar bela diri. "


Alex lalu menceritakan apa yang terjadi pada Naina juga yang ia temukan kemarin di buku milik Naina.


"Jika kau mencurigai istrimu, maka kita perlu mengujinya."


Alex menghela nafasnya, "Aku rasa tidak semudah itu ,aku sudah mencoba memancingnya tapi dia tak menunjukan semua itu, bahkan dia terlalu lemah lembut, jadi aku rasa harus menunggu bipolarnya kambuh."


Alex kembali memikirkan semuanya, ia masih berharap jika kecurigaannya tak terbukti,Naina bukan R01.


..............myAmymy..............


Axel mengacak rambutnya, Tabungannya sudah habis, bahkan ia berhutang 500 juta pada bos Daffa untuk menggenapi kekurangan membeli rumah waktu itu.Sementara sekarang tak ada kasus yang ia tangani demi mendapatkan bonus yang biasanya tak sedikit itu.


Satu-satunya cara adalah ia kembali ke profesinya dulu, meretas atau bermain Forex,tapi saat ini ia tak ada modal untuk bermain Forex. Sementara lomba meretas semakin banyak saingannya dan semakin berat.


"Ya Tuhan, berat sekali beban kepala rumah tangga." Gumam Axel sambil meremas kepalanya.


Tiba-tiba ia mendapat pesan dari Angel.


From : Angellove


Sayang aku pulang sore, bisakah kamu menjemput Lucas di sekolah jam 2 nanti.


Axel menghela nafasnya lalu mengetikan balasan untuk istrinya.


^^^To: Angellove^^^


^^^Oke sayang^^^


Axel menghela nafasnya, ekspetasinya tentang sebuah pernikahan sungguh berbeda dengan realita yang ia alami sekarang, tidak ada bebas mesra-mesraan seperti bayangannya dulu, ah.. ia merasa lelah, ia rindu kebebasannya dulu.


.


.


Pukul setengah 2 siang Axel sudah berdiri di depan sekolah Lucas. Ia duduk di atas cup mobilnya sambil bermain Game di ponselnya.


"Ah, menang lagi... " Ujarnya sendiri.


"Axel... " Sapa seseorang membuat Axel menoleh lalu mengerutkan keningnya.Di depannya kini berdiri seorang wanita dengan rok span berwarna marun di atas lutut, serta kemeja merah lengan panjang yang press body sehingga memperlihatkan bentuk tubuh atasnya.


"Wah... Axel... apa kabar?"Ucap wanita itu sambil mengecup pipi kanan kiri Axel membuat Axel bingung.


"Kamu sedang apa di sini? Lama nih tidak bertemu sejak kamu mutusin aku,mana cuma via sms lagi mutusinnya. "


"Hmmm... kamu pasti lupa sama aku? Iya kan?"


"I.. iya... " Jawab Axel merasa tak enak.


"Aku Sarah...club Danser di kampus. "


Ah... Axel ingat, ya... dia DANCER yang waktu itu ia tembak setelah 2 minggu kenalan,'Oh namanya Sarah.' Batin Axel. Pasalnya dia selalu memanggil dengan sweaty atau panggilan sayang lainnya.


"Kamu ingat. "


"Oh ingat dong,Kamu yang tinggal di apartemen Cempaka iya kan? "


"Ih kamu ingat rupanya. "


'Ya ingatlah,lebih dari 6 kali mampir. 'Batin Axel.


"Apartemen aku masih sama, nomor juga masih sama. Kapan nih kamu mampir lagi? "Ujar Sarah sambil mengusap lengan Axel dari balik jaket yang Axel kenakan.


"Memang masih boleh? "Tanya Axel,"Kamu belum punya pacar?"


Sarah langsung menggeleng, "Tidak ada yang sebaik kamu sayang. "Ucap Sarah manja.


Axel menganggukan kepalanya pelan, "Oke, siap-siap ya, siapa tahu malam minggu besok aku mampir."


"Oke, ah itu keponakan aku sudah keluar, Oh ya kamu nunggu siapa? Atau pacar kamu guru di sekolah ini ya? "Tanya Sarah penuh selidik.


"No... aku jemput keponakan juga. "


"Oke..Bye Axel...cup... "Sarah mencium pipi Axel sebelum pergi.


"Yes.. " Seru Axel menatap kepergian Sarah.


"Papa kenapa? "Tanya Lucas.


"Eh sudah keluar, ayo masuk mobil. " Ujar Axel sambil membuka pintu mobilnya.


Beberapa saat setelah Axel duduk di kursi kemudinya, Lucas bertanya sesuatu yang Axel pikir berhasil menyelamatkannya.


"Pipi papa kenapa kok merah? "


Segera Axel melihatnya dari balik spion dalam mobilnya, 'Astaga untung Lucas melihatnya dulu jadi bisa aku hapus. 'Batin Axel lega.


"Bukan apa-apa, Hmm.. kita mampir makan dulu ya..."


"Oke papa. " Seru Lucas.


..............myAmymy..............


Alex memasuki apartemennya, hari ini dia belum mendapatkan info berarti mengenai R01, tapi dugaannya masih kuat jika Naina adalah R01 yang hilang 8 tahun lalu setelah penangkapan R02. Tapi jika itu kebenarannya apa yang terjadi dengannya dan siapa dia sebenarnya di balik identitas R 01.


The Reapers memang sangat pandai menyembunyikan identitasnya, bahkan kabarnya R02 pun belum membuka mulutnya tentang siapa dia.


Tunggu Alex teringat sesuatu, Sidik Jari... ya dia paham sekarang kenapa Naina tak memiliki sidik Jari, jika benar dugaannya maka Naina memang R01, The Reapers tak pernah meninggalkan sidik jarinya setelah membunuh targetnya dengan kejam.


Alex mendengar suara gemericik air dari arah dapur, rupanya istrinya itu tengah mencuci piring.Segera Alex mendekat perlahan ingin memberi kejutan untuknya.


Baru saja tangannya terulur untuk memeluk istrinya dari belakang,gerakan cepat Naina berhasil menguncinya.


"Argh.... "


"A.. Alex... maaf aku kira siapa? " Ujar Naina sambil melepas cekalan tangannya.


"Naina... apa kamu sudah ingat siapa dirimu ? "Tanya Alex karena ia pikir apa yang Naina lakukan tadi pasti karena ia sudah ingat siapa dirinya.


..............myAmymy..............


Gimana Readers menurut kalian Naina sebenarnya Sudah ingat belum ya?


...Vote jangan lupa 🙏...


...🖤🖤...


...@myAmymy ...