
Axel nampak cemberut duduk di dalam pesawat.Angel benar-benar memaksanya untuk pulang.
"Mau kopi tidak kak? " Tanya Angel saat ada pramugari yang menawarkan minum pada mereka.
"Tidak. " Jawab Axel masih kesal dan memilih memejamkan matanya di kursi yang menurutnya tak nyaman,Bagaimana tidak kesal, istrinya itu memesan tiket kelas ekonomi,Alasannya adalah karena hanya ini tiket yang tersedia untuk penerbangan yang tersisa malam ini.
Melilih tak ambil pusing Angel ikut memejamkan matanya, perjalanan udara mereka masih 6 jam lagi.
Merasa tak ada pergerakan di kursi sebelahnya, Axel membuka matanya, di lihatnya Angel telah menutup matanya, Axel menghela nafasnya lalu menarik pelan kepala Angel agar bersandar di bahunya.
"Kak... " Lirih Angel terusik.
"Tidurlah perjalanan kita masih panjang."
Angel mengangguk lalu meraih lengan Axel untuk ia peluk, dan tindakan Angel itu mampu membuat Axel menyunggingkan senyumnya.Axel pun kemudian mendaratkan kecupan manis di puncak kepala istrinya sebelum ia juga memejamkan matanya.
..............myAmymy..............
Sementara di dalam sebuah kamar apartement.Alex tampak bersandar di kepala ranjang. Dia mengusap wajahnya kasar lalu melirik ke bawah di mana Naina terlelap dengan selimut yang menutup hingga batas lehernya menutupi tubuh polosnya.
Alex marah pada dirinya sendiri di mana dia tidak bisa menahan gairahnya.Meski apa yang mereka lakukan benar adanya.Mereka sepasang suami istri sekarang, dan tak dapat Alex pungkiri,dia sangat menikmati kegiatan yang mereka lakukan malam ini.
Tiba-tiba Alex mengerutkan keningnya,dia teringat sesuatu,Cerita Naina soal anak,
"Dia bukan anak Naina. " Gumam Alex.
"Anak?Anak siapa?" Tanya Naina lirih.
Alex menunduk dan melihat istrinya terbangun,"Kamu bangun? " Tanya Alex.
"Hmm, aku haus sayang. "
Alex tersenyum lalu bangkit dari ranjang,"Biar ku ambilkan."
"Sayang apa yang kamu lakukan, tak tahu malu. " Protes Naina melihat Alex bangkit tanpa mengenakan celananya terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian Alex kembali sambil membawa segelas air dingin untuk istrinya.
"Ini, habiskan... "
Naina menerimanya dengan wajah bersemu,
"Kenapa wajahmu memerah? Kamu malu?Padahal tadi kamu bukan hanya melihatnya tapi juga merasakannya. "
"Apaan sih. " Naina menolehkan wajahnya ke samping.
Alex tersenyum melihat polah malu-malu istrinya,"Sudah? " Tanya Alex saat di lihatnya Naina selesai minum.
"Sudah terima kasih."
Alex menyeringai,"Kamu bisa berterima kasih dengan cara lain. " Ujar Alex yang langsung mengungkung tubuh Naina di bawahnya.
"Alex, jangan... " Cegah Naina.
"Kenapa?" Bisik Alex yang sudah kembali bergairah.
"Itu, masih perih. "
"Makanya harus melakukannya lagi supaya perihnya hilang. " Bisik Alex lagi dan tanpa membiarkan Naina protes ia langsung menyatukan bibir mereka.
Meski Alex merasa belum ada cinta di antara mereka, tapi tak bisa ia bantah jika dia tergoda dengan tubuh Naina, bahkan ia tak pernah merasa bergairah seperti ini saat melakukannya dengan Raisa.
Biarlah mereka berperan sebagai suami istri sesungguhnya,toh mereka benar-benar menikah di hadapan Tuhan.
..............myAmymy................
Angel menatap bingung pada gedung tinggi di depannya, kenapa Axel membawanya kemari bukan ke apartemen biasanya.
"Ini di mana kak?" Tanya Angel.
"Sudah cepat bantu aku membayar ongkos taksinya. "
"Ah ya... "
Setelah membayar ongkos taksi itu Axel mengajak Angel untuk masuk ke dalam.
"Kak kita mau kemana?" Tanya Angel saat di dalam lift.
"Angel sekarang kamu istriku, kamu tanggung jawabku,jadi kamu harus ikut di mana aku tinggal."
"Jadi maksud kak Axel ini apartemen kak Axel? "
Ting....
Mereka telah sampai di lantai yang mereka tuju,Axel segera menggandeng tangan Angel menuju unit apartemennya.
"Masuklah. "
Angel mengangguk lalu melangkahkan kakinya ke dalam apartemen Axel.
"Sama saja kan dengan milik Alex?"
Angel memaksakan senyumnya,tipe unitnya memang sama tapi keadaannya berbeda.Apartemen Alex rapi, sedangkan apartemen milik pria berstatus suaminya ini sungguh berantakan.
"Apa kak Axel mengajakku kemari untuk bersih-bersih,di sini sungguh sangat pengap dan berantakan."
"Sorry, apartemen ini lama tak di huni, dan terakhir ada pesta perayaan ulang tahunku di sini.Maaf aku lupa. "
"Lalu? " Tanya Angel, "Apa kak Axel mau memintaku bersih-bersih? "
"Tidak dong,"Axel menghela nafasnya,"Baiklah kita ke apartemen Alex dulu,sekalian ambil barang-barang mu pindah ke sini.Nanti aku minta jasa bersih-bersih untuk membereskan ini. "
Angel setuju dengan ide Axel. Sebenarnya ia tak keberatan untuk membersihkannya,hanya saja sekarang ia sungguh lelah sekali setelah menempuh perjalanan jauh Newyork-Jakarta.
............myAmymy.............
Alex duduk di sofa ruang tamu,Pagi tadi dia mendapatkan telepon dari sahabatnya Samuel jika dia baru saja tiba di Indonesia dan memintanya bertemu di rumah sakit.
"Na... " Panggil Alex.
"Ya sayang... tunggu... " Ujar Naina yang tengah sibuk merias diri.
Sambil menunggu istrinya Alex kembali memikirkan hubungan mereka, Alex mendesah, semua sudah terjadi, tak. mungkin dia mundur dari tanggung jawab.Sekarang Naina adalah tanggung jawabnya.
"Sudah, Kita mau kemana sih?" Tanya Naina penasaran.
"Ke Rumah Sakit,menemui temanku sekaligus memeriksakan kondisimu. "
"Aku, memangnya aku kenapa?" Tanya Naina belum mengerti.
Alex tak mau berbasa-basi,"Sayang, bukankah kemarin kamu pingsan, dan seketika kamu lupa dengankukan?"
Naina mengangguk, "Iya tapi aku udah ingat lagi kok."
Alex langsung menatap kaget pada Naina, "Serius?" Tanya Alex tak percaya.
Naina mengangguk,"Iya... "
Alex menarik tangan Naina agar duduk di sampingnya, "Apa yang kamu ingat? "
"Semuanya. "
Alex mengerutkan keningnya,"Semuanya?" Tanyanya lirih.
Dengan yakin Naina mengangguk, "Iya, aku ingat kamu lamar aku di koridor kampus kan, terus kita juga pernah punya impian ingin tinggal di sebuah pulau berdua kan. "
Alex melepas genggaman tangannya,dia bersandar pada sofa, Alex menarik nafasnya dalam sebelum ia berdiri.
"Sudah ayo kita temui saja dia, supaya aku bisa memastikan kesehatanmu. "
Naina tersenyum,"Ya sudah ayo... "
Alex menatap punggung Naina,andai dia dan Naina semalam tak melakukannya mungkin mendengar kata-kata Naina, dia akan berfikir jika Naina ini adalah istrinya,meski wajah mereka tak sama. Bisa saja kan jika terjadi sesuatu dengan Naina yang mengharuskannya melakukan operasi plastik.
Tapi faktanya dia bukan Naina istrinya dulu,dia orang yang berbeda. Istrinya masih gadis saat ia sentuh semalam. Dan apa yang Naina ceritakan padanya barusan, Alex yakin Naina baru saja membaca buku catatan yang ia simpan di lemari pakaian milik Naina di mana Naina lebih memilih memakai pakaian milik Naina dulu.
"Cepat sayang... " Panggil Naina saat di lihatnya Alex hanya diam.
Alex menghela nafasny, dia harus mendapatkan jawaban dari Sam tentang apa yang terjadi pada istrinya,kenapa dia tak mengingat siapa dirinya dan juga dia mudah sekali tersugesti dengan apa yang orang lain katakan padanya.
.
.
**Yang nunggu cerita ini tunjukan seberapa exitednya kalian dengan VOTE sebanyak-banyaknya ya... Terimakasih 🙏
🖤🖤
@myAmymy**