
Satu minggu berlalu. Tersebarnya kabar kemenangan Wilayah Timur dalam acara kompetisi berburu tahunan, membuat suasana Ibukota Kekaisaran Tianhuo tampak selalu semarak dengan berbagai pesta perayaan. Kemenangan itu membuat semua orang bersukacita, dan bahkan para warga biasa yang tidak bisa berkultivasi menangis bahagia. Anak-anak kecil berlarian sambil tertawa lepas seolah mereka terlepas dari belenggu.
Selama waktu itu pula, sembilan Pemimpin Klan secara serempak mengadakan pertemuan Klan di kota masing-masing, sebelum kemudian mereka melakukan perjalanan ke Ibukota Kekaisaran Tianhuo dan mengucap sumpah setia untuk Qing Shandian.
Sementara di Ibukota masih riuh dengan suasana perayaan, di ruangan istana justru terlihat serius. Dalam ruangan itu terlihat banyak orang yang berpakaian resmi kekaisaran. Posisi kursi kaisar juga tidak lagi kosong.
Meskipun begitu, ada juga beberapa orang yang mengenakan pakaian khas dari Klan masing-masing. Mereka tidak lain adalah Sun Quan, Wang Xiu, Xing Lihai, Bao Biyu, Shi Huang, Meng Xuan, Yuan Rufeng, Zhi Mingjun, dan Xie Jiu Ling. Selain itu, ada juga sembilan pemuda pemudi dan Qing Shandian yang terlihat sedang duduk dengan santai sambil sesekali menyesap teh.
Di kursi singgasana kaisar, duduk seorang pria paruh baya tampan dengan rambut panjang yang diikat rapi. Dia mengenakan jubah kebesaran Kekaisaran Tianhuo yang berwarna emas berpadu merah. Dia menatap serius ke arah kelompok sembilan Pemimpin Klan dan berkata, "Apakah kalian bersembilan sudah yakin dengan keputusan itu? Jika kalian pergi, bagaimana dengan Wilayah Timur ke depannya?"
"Aku sangat yakin tentang itu. mengenai Wilayah Timur, itu adalah tugasmu sebagai seorang kaisar untuk menanganinya. Bukankah masih banyak klan-klan kuat di beberapa kota lain? Aku yakin kamu bisa menentukan langkah terbaik tentang itu. Jadi jangan berkecil hati dengan kepergian kami." Sahut Sun Quan dengan nada santai namun serius.
"Itu benar. Ming Shan, semua orang memilihmu bukan tanpa alasan. Jangan menganggap dirimu rendah. Kamu pasti bisa menjadi pemimpin yang baik dan bisa diandalkan. Selain kamu, para petinggi kekaisaran juga pasti akan membantumu dalam pemerintahan untuk mengelola Wilayah Timur." Ucap Wang Xiu dengan nada hangat sambil tersenyum.
Kaisar baru yang di panggil Ming Shan menatap Sun Quan dan yang lain dengan tatapan rumit. Di matanya tampak keengganan untuk melepas kepergian mereka. Namun dia sadar, bahwa tidak mungkin baginya untuk menghalangi keputusan mereka. Dia menghela nafas panjang, lalu berkata dengan nada tegas. "Haahhhh... Baik. Aku akan menjaga kepercayaan yang telah kalian berikan padaku, dan pasti melakukan yang terbaik. Aku, Ming Shan, bersumpah pada langit, bahwa aku pasti memimpin Wilayah Timur dengan adil dan bijaksana. Jika aku bertindak sewenang-sewang dengan kekuasaanku, biarkan hukum langit melenyapkanku."
"Duaarrr..Duaarrr..Duaarrr..Duaarrr..Duaarrr.. Duaarrr..Duaarrr..Duaarrr..Duaarrr.."
Seketika itu, sembilan kali sambaran petir putih kehitaman menghiasi seluruh langit Ibukota Kekaisaran Tianhuo.
Sembilan Pemimpin Klan terlihat tertegun sesaat ketika melihat ucapan tegas Ming Shan, sebelum kemudian mereka menghela nafas ringan. Xing Lihai menatap Ming Shan dengan tatapan serius dan berkata, "Karena kamu sudah mengambil sumpahmu, maka berjuanglah untuk yang terbaik. Kami berharap Wilayah Timur menjadi lebih kuat dan berkembang dengan baik ketika suatu hari nanti kami kembali."
"Aku pasti melakukannya, Pemimpin Xing, semuanya." Sahut Ming Shan dengan nada tegas. Dia menghirup udara dalam-dalam, lalu kembali berkata, "Lalu, kapan kalian berencana untuk meninggalkan Wilayah Timur?"
Sun Quan, Wang Xiu, Xing Lihai dan enam Pemimpin Klan lainnya tidak segera menjawab. Mereka secara ssrempak menoleh ke arah Qing Shandian. Karena bagaimanapun, perjalanan ini adalah agendanya.
Qing Shandian yang melihat tatapan mereka pun memberi anggukan ringan, lalu dia menatap Ming Shan dan dengan nada santai berkata, "Hari ini juga aku akan membawa mereka bersamaku. Aku sudah cukup lama menghabiskan waktu disini. Sebagai ganti kepergian mereka, aku akan meninggalkan sesuatu untuk kalian. Anggap saja itu sebagai fondasi awal untuk perkembangan Wilayah Timur."
Setelah menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian perlahan berdiri, sambil lalu berkata, "Kalian semua, ikuti aku. Nanti aku akan menjelaskannya pada kalian." Pungkasnya sebelum kemudian dia berjalan keluar meninggalkan istana.
Ketika ucapan itu jatuh, semua orang dalam ruangan istana terlihat kebingungan. Namun mereka tetap mengikuti di belakang Qing Shandian.
Setelah sampai di area kosong sisi barat istana, Qing Shandian berkata dalam fikirannya, "Wenrou, tolong beli 20 Ruang Khusus Kultivasi, 2 Urat Spiritual Kelas Langit Tingkat Tinggi, dan satu set plat array multifungsi terbaik."
[Ding... Berhasil membeli 20 Ruang Khusus Kultivasi.. Mengurangi 100 Milliar PS]
[Ding... Berhasil membeli Urat Spiritual Kelas Langit Tingkat Tinggi.. Mengurangi 100 Milliar PS]
[Ding... Berhasil membeli Set Array Kubah Langit Kelas Surga Tingkat Tinggi.. Mengurangi 100 Milliar PS]
[Ding... Sisa Poin System \= 544,1489567 Triliun PS]
Setelah berakhirnya suara pemberitahuan itu, Qing Shandian dengan sigap mengeluarkan 20 Ruang Khusus Kultivasi dan meletakkannya pada area kosong di hadapannya. Setelah itu, dia melayang ke langit dan mengeluarkan semua plat array yang dia beli, lalu menyebarkannya ke seluruh sudut area Istana Kekaisaran dan langsung mengaktifkannya dengan plat pengendali array di tangannya.
"Nguunggg"
Plat Array yang telah tersebar dengan rakus mulai menyedot Qi Spiritual disekitarnya hingga membentuk pusaran dan diiringi suara dengungan ringan. Setelah itu, plat array itu seolah menghilang sebelum kemudian cahaya emas samar menembak ke titik pusat area Istana Kekaisaran dan saling terhubung satu sama lain, lalu membentuk sebuah perisai transparan seperti kubah untuk sesaat sebelum menghilang.
Qing Shandian turun dari langit. Dia menatap semua orang dan berkata serius. "Sekarang, tolong bantu aku membuat satu lubang di area kosong yang tersisa disini. Usahakan selebar dan sedalam mungkin."
Semua orang mengerutkan alisnya kebingungan. Ming Shan dengan penasaran dan sedikit ragu berkata, "Itu.. An kecil, apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan. Lalu, 20 bangunan ini, apa itu?"
"Cukup lakukan saja yang aku katakan. Semakin cepat semakin baik. Aku akan menjelaskannya nanti." Sahut Qing Shandian dengan nada santai.
"Hahh... Baiklah. Kami akan melakukannya seperti yang kamu minta." Ucap Ming Shan dengan helaan nafas ringan. Setelah itu, dia dan semua orang yang ada segera mulai menggali tanah di area kosong yang masih tersisa.
Setengah jam berlalu. Semua orang menyudahi penggalian mereka sambil mengusap peluh di dahi. Ming Shan menatap Qing Shandian dan bertanya, "Apa ini sudah sesuai seperti yang kamu mau?"
Ketika ucapannya jatuh, mereka pun dengan sigap mundur dan berdiri di belakangnya. Qing Shandian tidak membuang waktu. Dia mengibaskan tangannya dan sebuah Urat Spiritual raksasa seperti naga berkelol-kelok memasuki pandangan semua orang.
"Urat Spiritual!!" Seru mereka bersamaan karena sangat terkejut.
Qing Shandian mengabaikan reaksi itu. Dia dengan sigap mengarahkan Urat Spiritual itu ke dalam galian lubang, sambil lalu berseru pelan. "Cepat! Bantu aku menimbun lubang itu!"
Seruan Qing Shandian segera menyadarkan semua orang. Mereka dengan sigap bergegas menimbun lubang itu dengan sangat bersemangat dan cekatan.
Sepuluh menit berlalu cepat. Semua orang menghela nafas lega ketika menyelesaikan kesibukan mereka. Mata mereka nampak berbinar ketika merasakan kepadatan Qi Spiritual yang meningkat dengan cepat, dan terlihat semakin bersemangat, kemudian memandang Qing Shandian dengan tatapan terimakasih.
"Luarbiasa!! Hahaha... Baru kali ini aku merasakan kepadatan Qi Spiritual sepadat ini sepanjang aku hidup di benua ini. Dengan ini, aku yakin bahwa Wilayah Timur akan mampu mengejar ketertinggalan dari Wilayah Tengah dan berkembang lebih cepat." Seru Ming Shan sambil tertawa nyaring. Dia menghirup nafas panjang sambil menikmati sensasi nyaman yang memasuki pori-pori seluruh tubuhnya.
Tidak hanya Ming Shan, semua orang kecuali kelompok Shi Zhifang tentunya juga merasakan hal yang sama. Namun yang tidak diketahui oleh mereka adalah bahwa di tempat lain ada yang jauh lebih luarbiasa lagi daripada yang mereka rasakan.
Qing Shandian tersenyum tipis menyaksikan kebahagiaan mereka. Dia pun berkata dengan nada tenang. "Sekarang, kita pindah ke sisi timur istana, dan buatkan untukku lubang yang sama."
"Baik. Kita pergi kesana." Sahut Ming Shan
Waktu terus bergulir dengan cepat. Ketika Urat Spiritual kedua telah di tanam, kepadatan Qi Spiritual di area Istana Kekaisaran menjadi dua kali lebih padat daripada saat hanya satu Urat Spiritual yang tertanam. Raut bahagia tampak terukir di wajah Ming Shan dan para petinggi Kekaisaran Tianhuo.
Qing Shandian menatap mereka dengan tatapan tenang dan berkata, "Baiklah. Semua sudah terselesaikan. Aku akan menjelaskan sedikit untuk kalian. 20 bangunan yang tadi aku dirikan di sisi barat istana, itu adalah Ruang Khusus Kultivasi. Di dalam ruangan itu terpasang Array Pengumpul Qi Kelas Surga Tingkat Tinggi dan Array 100x Percepatan Waktu. Aku yakin kalian sangat mengerti apa yang aku maksudkan. Selanjutnya, seperti yang sudah kalian lihat, bahwa aku telah memasang sebuah array melingkupi seluruh area Istana Kekaisaran. Namun, perlu kalian tahu, itu merupakan array khusus yang mengandalkan Qi Spiritual di sekitarnya sebagai sumber energinya. Jadi, kalian tidak perlu kerepotan dengan supplai energinya. Yang perlu kalian lakukan hanyalah mengontrolnya. Gunakan plat ini untuk melakukannya." Pungkasnya sambil lalu menyerahkan plat array emas pada Ming Shan.
Qing Shandian pun dengan segera melanjutkan penjelasannya. "Selanjutnya tentang fungsi. Array itu merupakan array terbaik yang berada di Kelas Surga Tingkat Tinggi, dan merangkap empat fungsi utama yang diantaranya adalah array penghalang, array ilusi, array pembunuh, dan array pelindung. Jadi kalian tidak perlu khawatir akan adanya seseorang dari benua ini yang mampu menerobosnya dengan paksa. Sedangkan untuk Urat Spiritual, itu merupakan Kelas Langit Tingkat Tinggi. Itu saja. Apakah kalian memiliki pertanyaan?"
Sangat terkejut? Itu sudah pasti. Bahkan seketika itu suasana menjadi hening ketika ucapan Qing Shandian jatuh. Fikiran mereka seolah kosong hingga tidak bisa merespon. Namun di sisi lain, kelompok Shi Zhifang yang selalu memperhatikan hanya bisa menahan tawa mereka.
Setelah beberapa saat hening, Ming Shan menghirup nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan rumit dan berkata, "An kecil, aku tidak akan berkomentar apapun dengan apa yang sudah kamu lakukan. Dengan semua itu, aku yakin Wilayah Timur akan berkembang dengan sangat baik di masa depan. Selanjutnya, aku mewakili Kekaisaran Tianhuo hanya mampu mengucapkan terimakasih. Aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu. Jika suatu saat kamu kembali, Wilayah Timur akan selalu terbuka untukmu."
Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata dengan nada serius. "Tentu. Tidak masalah. Tapi perlu kalian ingat baik-baik satu hal. Jangan ada satu pun yang menyebarkan tentangku!! Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Wilayah Timur, karena masalah ini sangat serius. Cukup kalian saja yang mengetahui tentangku. Jika tidak... Jika suatu saat nanti Wilayah Timur mengalami bencana, jangan pernah menyesalinya."
Melihat betapa seriusnya Qing Shandian memperingatkan, Ming Shan dengan tegas berkata, "Yakinlah. Kami tahu apa yang harus dilakukan. Jika ada desas-desus yang beredar tentangmu, kami akan pastikan untuk segera menanganinya. Aku tidak akan menanyakan apapun tentang itu."
Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Itu bagus. Baiklah, kalian bisa membuat pengaturan untuk rencana kalian kedepannya. Sedikit saran dariku. Lakukan seleksi ketat untuk merekrut prajurit kekaisaran, dan pasukan khusus pelindung. Utamakan karakter mereka."
"Baik. Kalau begitu, kami pergi dulu." Sahut Ming Shan sebelum kemudian dia kembali ke istana diikuti oleh para petinggi Kekaisaran.
Setelah kepergian mereka, Qing Shandian menatap sembilan Pemimpin Klan dan sahabatnya, lalj berkata, "Mari kita temui semua anggota Klan kalian. Aku akan membawa kalian semua ke tempatku."
Setelah ucapannya, Qing Shandian dan kelompok yang tersisa pergi ke barak pasukan, dimana semua anggota dari sembilan klan menetap sementara.
...…………………………...
Beberapa saat kemudian, Qing Shandian dan kelompoknya sampai di deretan barak hunian yang dituju. Sembilan Pemimpin Klan dengan sigap segera mengumpulkan semua anggotanya, sebelum kemudian mereka berkumpul dan berbaris dengan rapi memenuhi halaman yang luas.
Qing Shandian tidak berbicara sepatah kata pun. Dia melambaikan tangannya membuka portal dunia jiwa dan berkata, "Sekarang, semuanya ikuti aku. Jangan ada yang tertinggal."
Sembilan Pemimpin Klan menatap portal putih transparan di hadapan mereka dengan antusias. Inilah satu-satunya alasan, mengapa mereka ingin meninggalkan Wilayah Timur. Satu hal yang mereka yakini, bahwa di balik portal itu pasti tempat dimana dunia Qing Shandian berada.
Semua orang dengan tertib memasuki portal itu dengan rasa penasaran dan semangat antusias, sementara kelompok Shi Zhifang masuk paling akhir.
...…………………………...
** Bersambung …