System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.06 - Sebelum Keberangkatan, Sumpah Qing Shandian



Ruangan Qing Shandian.


Setelah intensitas latihan yang menguras Qi dalam Dantiannya, Qing Shandian yang tertidur lelap tidak menyadari perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Cahaya putih membungkus seluruh tubuhnya. Disekitarnya, Qi Spiritual berputar dengan cepat mengelilinginya. Siapa yang menduga, jika dalam tidurnya, tubuh Qing Shandian dengan rakus menyerap Qi Spiritual hingga putaran Qi Spiritual disekitarnya nampak seperti kabut.


Selama keadaan tidurnya, cahaya putih ditubuhnya berkelap-kelip, memulihkan kelelahan fisik, memulihkan Qi dalam Dantian Qing Shandian yang terkuras. Qi Spiritual disekitarnya pun masih berputar cepat. Semakin lama semakin cepat dan padat.


Tiga jam berlalu, dengan kelelahan yang telah lenyap, Qi yang telah pulih. Namun, Qi Spiritual disekitarnya masih terserap oleh Qing Shandian dengan rakus, seolah tidak ada rasa cukup. Pada akhirnya, tanpa seorang pun menyadari, Qing Shandian mendapatkan terobosan beruntun.


"Boomm.."


"Boomm.."


"Boomm.."


Tiga kali terobosan yang terjadi, menyebabkan udara diruangan Qing Shandian berhembus kencang. Qi Spiritual disekitarnya masih berputar cepat, memasuki setiap pori-pori tubuh Qing Shandian. Cahaya putih itu pun masih berlama-lama membungkus tubuhnya.


Waktu berlalu, hingga pagi menjelang, terdengar lagi suara teredam dari dalam tubuh Qing Shandian.


"Boomm... Boommm.. Boommm..."


Tiga kali terobosan beruntun terjadi lagi. Qi Spiritual disekitarnya mempercepat lagi putarannya dan memasuki tubuh Qing Shandian. Selama lebih kurang setengah jam, akhirnya Qi Spiritual disekitarnya perlahan bubar. Cahaya putih yang membungkus tubuh Qing Shandian pun menghilang. Lalu, apa cahaya putih itu? Seolah hal itu terhubung dengan Qing Shandian.


Tidak lama kemudian, Qing Shandian terbangun dari tidurnya, dia perlahan membuka matanya, menoleh kearab jendela yang diterobos cahaya pagi. Perlahan dia duduk sebelum tiba-tiba dia melompat karena kaget dan berteriak keras. "Bintang 9 Qi Refining?! Apa yang terjadi selama aku tidur?"


Diluar kamar Qing Shandian, Qing Yuan dan Lin Lianhua yang mendengar putranya berteriak pun segera bergegas masuk kamar Qing Shandian. Dengan langkah tergesa-gesa dengan nada khawatir, Lin Lianhua bertanya, "Ada apa An'er, kenapa kamu berterik sekeras itu? Apa sesuatu terjadi? Cepat katakan pada ibu!"


Qing Shandian pun tersadar dari keterkejutannya, dan menatap ibunya dengan lekat-lekat. Lalu dia menjawab dengan suara lirih dengan sedikit ragu. "Ehemm.. Itu bu, An'er menerobos lagi. An'er tidak tahu kapan tepatnya An'er menerobos. Saat ini, An'er berada di Bintang 9 Qi Refining." Pungkas Qing Shandian sambil melepaskan auranya.


Qing Yuan dan Lin Lianhua sama-sama terkejut. Mulut mereka menganga lebar. Setelah sesaat, mereka pun tersadar. Qing Yuan dan Lin Lianhua menatap putranya dengan lekat-lekat seolah sedang mencari sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya.


"Bagaimana An'er bisa secepat itu menembus 6 Bintang dalam sekali jalan? Bukankah dia hanya tertidur karena kelelahan? Apa yang sebenarnya terjadi selama tidurnya?..." Dalam hati Qing Yuan berkata dengan rasa bingung, penasaran.


"An'er, ahh... Ayah tidak tahu harus berkata apa. Sepertinya kamu memiliki takdir yang sangat besar. Jika suatu hari kamu menjadi yang terkuat, ingatlah selalu darimana kamu berasal. Ingatlah juga bahwa diatas langit masih ada langit Jangan mudah percaya pada siapapun, kecuali kamu benar-benar mengenalnya dengan baik. Apapun yang terjadi, ayah dan ibu akan selalu mendukungmu..." Qing Yuan berkata pada Qing Shandian dengan nada serius dengan sedikit ketidakberdayaan.


"An'er, tetaplah rendah diri meski suatu hari kamu sudah kuat. Carilah teman yang bisa kamu percayai. Tidak perlu banyak. Meski hanya beberapa, setidaknya mereka bisa menerima kamu apa adanya." Sahut Lin Lianhua dengan nada lembut dengan senyum mengembang dibibirnya.


Qing Shandian memandang kedua orangtuanya, dari sorot matanya, tersimpan tekad kuat yang tidak tergoyahkan, lalu dia berkata dengan sungguh-sungguh. "Ayah, ibu, An'er akan selalu ingat darimana An'er berasal. Tidak peduli bagaimanapun An'er nanti, An'er akan tetap menjadi putra kalian, anggota Klan Qing. Meski An'er juga tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, namun An'er yakin, suatu hari nanti, Klan Qing kita akan bangkit sekali lagi, dan kembali ke Kota Anggrek Bulan, Benua Tiankong."


Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Qing Yuan membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut. Padahal tidak ada seorangpun yang memberitahunya perihal tragedi yang menimpa Klan Qing bertahun-tahun silam. Dia memandang putranya sebelum berkata dengan suara dalam, "An'er, darimana kamu mengetahui hal itu? Seingat ayah, belum ada seorangpun yang mengatakan itu padamu bukan? Tragedi yang menimpa Klan hari itu, telah ditutup rapat-rapat selama 100 tahun lebih. Hanya kami para orangtua dan para Tetua yang masih hidup yang mengetahui hal ini. Cerita ini masih tertutup rapat untuk generasi muda."


Mendengar penjelasan ayahnya, Qing Shandian menghela nafas lalu berkata, "Ayah, mungkin yang lain tidak tahu. Tapi An'er tahu tentang tragedi yang menimpa Klan Qing 100 tahun lebih yang lalu. An'er tidak sengaja menemukan catatan Klan diperputakan saat An'er sering menyibukkan diri dengan pengetahuan. Karena itulah An'er tahu." Qing Shandian berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Suatu hari nanti, An'er akan menuntut balas pada sosok misterius itu. Akan An'er hancurkan siapa saja yang terlibat dalam tragedi itu. An'er bersumpah kepala langit, An'er bersumpah kepada surga, suatu hari, aku Qing Shandian, akan meluluh-lantakkan mereka yang menghancurkan Klan-ku. Aku akan menuntut balas 100 kali lipat!"


"Jederr.. Jederr.. Jederr.. Jederr.. Jederr.. Jederr.. Jederr.. Jederr.. Jederr...."


Sembilan kali suara sambaran petir terdengar diseluruh benua Tianxia. Menanggapi sumpah Qing Shandian yang dipenuhi amarah dan kebencian yang mendalam.


...-------------------------...


Ya, dia adalah pemimpin Klan Zhang, Zhang Tian. Dia adalah salah satu orang yang terlibat dalam tragedi penyerangan Klan Qing di Kota Anggrek Bulan, Benua Tiankong.


Saat ini, dia dengan suara dalam berkata pada bawahannya, "Bagaimana itu? Apakah kamu sudah menemukan keberadaan Klan Qing?"


Sosok berjubah hitam segera muncul seperti hantu, lalu menjawab, "Maaf Tuan, sampai saat ini kami belum menemukan jejak mereka. Kami sudah mengerahkan semua yang kami miliki, namun mereka bagaikan ditelan alam. Sama sekali tidak ada jejak."


Zhang Tian yang mendengar itu mengerutkan dahi, lalu dengan gusar dia berkata, "Lanjutkan pencarian sampai mereka ditemukan. Habisi siapapun yang berasal dari Klan Qing. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Klan Zhang-ku!"


"Baik, Tuan." Setelah menjawab, sosok berjubah hitam itu menghilang lagi seperti tidak pernah ada disana.


...-------------------------...


Kembali ke Qing Shandian. Begitu dia selesai mengucapkan sumpahnya, tubuh Qing Yuan dan Lin Lianhua bergetar hebat. Mereka tidak menyangka, jika putranya akan berani mengucap sumpah seperti itu.


Berjalan maju memegang bahu putranya. Dengan helaan nafas panjang, Lin Lianhua berkata, "Hahhh... An'er, sebenarnya kamu tidak perlu mengucap sumpah seperti itu. Akan ada saatnya waktu pembalasan kita. Tapi karena kamu sudah bersumpah begitu, kamu harus terus meningkatkan kekuatanmu. Ibu yakin, tidak akan membutuhkan waktu lama bagimu mengejar tingkatan kekuatan kami. Kami akan membantumu sebaik mungkin."


"Baiklah, bocah kecil... Jadilah kuat, kami akan selalu mendukungmu." Lanjut Qing Yuan menyemangati sambil tersenyum. Dia tidak berdaya dengan sikap yang ditunjukkan putranya. Seolah putranya adalah seseorang yang telah hidup ribuan tahun.


Qing Shandian hanya mengangguk. Memandang ayahnya, kemudian dia bertanya, "Ayah, kapan kita berangkat? Bukankah kita akan melakukan perjalanan mencari tiga bahan utama 'Bone Streghtening Pill'?"


"Kita bisa berangkat besok pagi sebelum matahari terbit. Untuk hari ini, kita akan mempersiapkan kebutuhan kita selama perjalanan." Qing Yuan menjawab sambil tersenyum.


"Baik. Lalu apa yang perlu An'er persiapkan? An'er bahkan tidak punya cincin penyimpanan untuk meyimpan barang." Tanya Qing Shandian sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ahh... Maafkan ayah, hehe.. Ayah lupa soal itu. Nanti ayah akan menyiapkannya untukmu." Sahut Qing Yuan sambil terkekeh.


Lin Lianhua yang berada disamping ikut terkikik pelan, lalu dia berkata, "Hihi... An'er, kamu hanya perlu menyiapkan jubah ganti, serta apa yang ingin kamu bawa nanti. Tentang hal yang lain, biar ayah dan ibu yang mengurusnya."


Setelah percakapan terakhir, mereka bubar. Qing Shandian kembali ke kamarnya. Dia menyiapkan beberapa jubah ganti yang akan dia gunakan selama perjalanannya. Tidak lama persiapannya pun selesai.


Qing Shandian duduk dibawah jendela, dia memandang botol giok digenggamannya untuk sesaat. Kemudian, dia membuka dan menuangkan isinya. Fondation Stabilizer Pills dengan warna hijau cerah menggelinding di telapak tangannya. Dia mengambil 3 butir sekaligus, lalu menelannya.


Memasuki mode meditasi, Qing Shandian duduk bersila sambil memejamkan matanya. Perasaan hangat mengalir di seluruh tubuhnya begitu dia mengkonsumsi 'Fondation Stabilizer Pill'. Dalam Dantiannya yang sudah stabil, terlihat Qi yang berputar-putar seperti pusaran. Seiring berjalannya waktu, begitu Qing Shandian menyerap semua kandungan obat, Qi yang menyebar perlahan berkumpul, terkompres padat, dan pusaran Qi dalam Dantiannya perlahan tenang.


Qing Shan perlahan membuka matanya.


Dia bergumam pelan, "Fondasi kultivasiku stabil. Dengan kekuatanku sekarang, seharusnya aku mampu melawan Binatang Spiritual Kelas Satu Tingkat menengah, meskipun aku harus menggunakan semua Qi ku. Aku berharap, perjalanan ini tidak mengecewakanku."


Menyelesaikan gumamannya, Qing Shandian berdiri, menatap luar jendela dengan tatapan antusias seraya berkata, "Dunia kultivasi tidak mudah, aku ingin tahu seperti apa dunia luar yang sebenarnya."


...………...


**Bersambung …