System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.07 - Petualangan Pertama, Panen Ramuan Spiritual



Angin sepoi-sepoi bertiup di atas lautan pohon yang tak berujung menyebabkan cabang-cabang bergoyang. Lautan pepohonan bertaburan dengan semburan gelombang berwarna hijau yang terhampar menuju tepi pandangan seseorang.


Di dalam lautan pepohonan, terlihat tiga orang melompat dari cabang pohon ke cabang yang lain. Dua diantara mereka adalah orang dewasa, sedangkan yang terakhir adalah seorang bocah kecil. Mereka adalah Qing Shandian, bersama orangtuanya, Qing Yuan dan Lin Lianhua.


"Wush.. Wush.. Wushh.."


Dari cara mereka melakukan perjalanan, mereka tidak tampak sedang terburu-buru. Sesekali, terdengar suara raungan keras Binatang Spiritual yang saling bersahutan. Mereka saat ini sedang berada didalam Barisan Pegunungan Binatang Spiritual, namun kebanyakan kultivator menyebutnya 'Pegunungan Lingshan'. Berbagai Binatang Spiritual akan banyak ditemui disini dengan berbagai kelas dan tingkatan. Meski begitu, sangat berlimpah juga ramuan spiritual yang tersimpan dibalik keganasan pegunungan ini. Bagi mereka yang beruntung, tidak jarang yang keluar dari Pegunungan Lingshan dengan mengantongi kekayaan yang luar biasa, dikarenakan mendapatkan panen yang melimpah. Meski demikian, tidak jarang pula yang harus meregang nyawa karena serangan Binatang Spiritual Tingkat Tinggi.


...-------------------------...


Satu jam setelah kelompok Qing Shandian melakukan perjalanan dengan melompat dan melompat, kini mereka telah sampai di bagian timur Pegunungan Lingshan. Saat ini mereka berjalan kaki menyusuri lereng pegunungan.


"Ayah, apa kamu sering ke Pegunungan Lingshan?" Qing Shandian bertanya dengan rasa penasaran.


Qing Yuan menoleh kearah putranya, lalu dia berkata, "Ya. Ayah cukup sering kesini untuk berburu Inti Binatang Spiritual, Ramuan Spiritual, juga Binatang Spiritual itu sendiri."


Diam sejenak, Qing Yuan melanjutkan, "Kenapa? Apa kamu penasaran dengan isi Pegunungan Lingshan?"


"Ya. Berada di tempat seperti ini, terasa sangat menyenangkan. An'er juga bisa berlatih, mendapatkan pengalaman bertarung. Siapa tahu An'er beruntung dengan satu atau dua hal. An'er juga ingin mencari Ramuan Spiritual. Meskipun sekarang An'er hanya sebatas tahu nama, karakteristik, usia, aroma dan cara memanen ramuan, setidaknya untuk saat-saat seperti ini An'er rasa itu cukup." Jawab Qing Shandian dengan nada bersemangat.


"Hihihi... An'er, bukankah kamu terlalu bersemangat? Banyak Binatang Spiritual Kelas tinggi Pegunungan Lingshan." Sambil terkikik, Lin Lianhua menyahuti.


Qing Shandian yang mendengar itu hanya hanya memutar matanya dengan malas, lalu berkata, "Oh.. Ayolah bu, bukankah ada ayah dan ibu sekarang? Siapa tahu keberuntungan An'er sangat tinggi. Siapa yang tidak antusias dengan petualangan mereka. Terlebih, ini pertama kalinya An'er melihat dunia luar."


Berhenti sejenak, lalu dia melanjutkan, "Tidak hanya menjadi seorang kultivator, An'er juga ingin menjadi seorang alkemis suatu hari nanti. Oleh karena itu, An'er akan mengumpulkan sebanyak mungkin ramuan spiritual yang An'er temukan."


Mereka bertiga berbincang sambil terus berjalan. Mendengar ucapan putranya, Qing Yuan menggerutu, "Alkemis? Apanya menjadi alkemis. Bocal kecil, persyaratan menjadi alkemis tidaklah mudah. Jika menjadi alkemis semudah orang membicarakan, maka mereka akan seperti kentang yang melimpah di pasar."


"Tak, tak, tak..." Langkah Qing Shandian terhenti. Dia mengabaikan apa yang dikatakan ayahnya. Sesaat kemudian, Qing Shandian menutup matanya, menoleh kesegala arah sambil mengendus-endus layaknya serigala, sebelum kemudian dia berlari ke suatu arah.


Qing Yuan dan Lin Lianhua yang melihat tingkah Qing Shandian tertegun untuk sesaat, menggelengkan kepala, sebelum mulai mengejar putranya. "Bocah kecil, ada apa? Bukankah ibumu sudah bilang, disini banyak...."


"Ayah diam saja dan ikuti An'er. Kita akan segera panen." Qing Shandian menyela, bahkan sebelum ayahnya selesai berucap.


Qing Yuan dan Lin Lianhua saling pandang. Mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepala tanda tidak tahu dan tidak berdaya.


Lima menit kemudian, setelah melewati area berkabut tebal, mereka akhirnya sampai di sebuah lembah. Pepohonan tidak se-lebat area hutan. Disini, bisa dikatakan jarang, namun pemandangannya bagus. Ada aliran sungai, air terjun, juga danau kecil. Jika seseorang tidak mencoba melewati kabut, mereka tidak akan pernah tahu, bahwa sebenarnya dibalik kabut yang begitu tebal tersimpan suatu tempat yang menakjubkan. Lembah ini cukup luas, dengan berbagai tanaman tumbuh subur.


Qing Yuan dan Lin Lianhua masih dalam keadaan bingung, juga merasa aneh. Apa ini yang ditunjukkan putranya?


Qing Shandian menoleh ke belakang, memandang ayah dan ibunya, lalu dia berkata dengan suara bersemangat dan ada sinar kebahagiaan dalam sorot matanya.


"Ayah, ibu, selamat datang di lembah harta karun... Hahaha... Kita akan panen sebanyak mungkin ramuan spiritual yang ada di lembah ini."


"Ramuan Spiritual? Panen? Lembah harta karun?... Bocah kecil, jangan bercanda! Bukankah ini hanya lembah yang indah?" Qing Yuan berkata dengan kebingungan, dia merasa aneh dan tidak yakin dengan perkataan putranya.


"Kalian memang payah. Kenapa kaluan bahkan tidak percaya sedikitpun... Baiklah, karena kita sudah disini, An'er akan tunjukkan harta karunnya pada kalian." Qing Shandian berkata dengan gerutuan sambil melangkah menuju sebuah tanaman.


Mengusap cincin penyimpanannya, Qing Shandian mengambil sekop kecil, kemudian dia menggali tanah disekeliling tanaman yang ada di depannya. Usai menggali, dia mengangkat tanaman itu lalu membersihkan akarnya dari tanah yang masih menempel. Tanaman ini berdaun tujuh helai, dengan tiap helai memiliki warna yang berbeda, dan mengeluarkan aroma harum yang memabukkan.


Dengan senyum lebar, Qing Shandian berkata pada ayah dan ibunya, "Mendekatlah, ayah, ibu. Ehemm.. Ini adalah salah satu harta karunnya. Tanaman ini bernama 'Bunga Daun Tujuh Warna' atau bisa juga disebut 'Bunga Daun Pelangi'. Termasuk dalam kelompok Ramuan Spiritual Kelas 6 Tingkat Tinggi, digunakan sebagai bahan utama 'Spiritual Perception Enhancement Pill'. Yaitu Pil Kelas 6 Tingkat Tinggi, yang berguna untuk meningkatkan persepsi spiritual seorang kultivator."


"Apa kamu bilang? Meningkatkan persepsi spiritual?" Ucap Qing Yuan dengan nada kaget sambil memegang bahu putranya dengan erat setelah mendengar penjelasan putranya.


"Ahh... Ayah, apa kamu ingin membunuhku?!" Kata Qing Shandian sambil meringis kesakitan karena cengkeraman ayahnya.


"Ohh.. Maafkan ayah. Ayah terlalu kaget dan bersemangat. Bicara tentang itu, bocah kecil, darimana kamu tahu jika itu termasuk bahan utama 'Spiritual Perception Enhancement Pill'? Ayah belum pernah mendengar adanya pil itu di Benua Tianxia."


Memutar matanya dengan bosan, Qing Shandian menjawab, "Tentu saja ayah tidak akan pernah menemukan pil ini di Benua Tianxia. Bukankah Klan Qing bukan berasal dari benua ini? Lagipula, koleksi buku di perpustakaan Klan cukup banyak. Kebetulan, An'er sudah membaca, menghafal, dan mengingat banyak jenis Ramuan Spiritual dari Buku Pengenalan Ramuan Spiritual. Sekarang, bagaimana itu? Apakah ayah dan ibu percaya, jika ini lembah harta karun?"


Lin Lianhua masih terkejut sambil menutup bibirnya. Dia tidak bisa berkata-kata dengan pengetahuan putranya. Setelah hening cukup lama, Lin Lianhua berkata dengan serius, "Jika benar yang kamu katakan, maka kita benar-benar akan kaya dengan begitu banyaknya Ramuan Spiritual disini. Tapi, ibu penasaran dengan satu hal. Jika disini begitu banyak Ramuan Spiritual tumbuh subur, apakah itu berarti...."


"Urat Spiritual!" ucap Qing Yuan dan Lin Lianhua bersamaan.


Mendengar ucapan mereka, Qing Shandian tertawa terbahak-bahak dengan mata berbinar-binar, sambil berkata, "Hahahaha... Bagaimana itu? Jika memang benar benar ada, bukankah ini namanya kita ketiban bulan?"


Qing Yuan dan Lin Lianhua tidak menjawab, tetapi mereka menutup mata dan merasakan Qi Spiritual disekitarnya. Alangkah terkejutnya mereka begitu merasakan tingkat kepadatan Qi Spiritual yang tinggi, lebih tinggi daripada banyak tempat yang pernah mereka jelajahi. Mereka saling pandang, lalu Qing Yuan berkata dengan suara yang dalam dan serius, "Memang benar, aliran Qi Spiritual disini sepuluh kali lebih padat daripada kebanyakan tempat yang pernah ayah tahu. Bisa dipastikan, di lembah ini ada Urat Spiritual Tingkat Tinggi. Bukan tidak mungkin juga jika kita akan menemukan tumpukan Batu Spiritual. Lebih baik kita segera memulai panennya."


Berhenti sejenak, kemudian Qing Yuan melanjutkan, "An'er, kamu yang akan menunjukkan mana yang akan kita panen, dan bagaimana cara memanennya. Lebih cepat lebih baik. Setelah itu, kita akan mencari lokasi Urat Spiritual. Ini akan berguna untuk perkembangan Klan."


"Baiklah, ikuti An'er. An'er akan menjadi pemandu yang hebat... Hehe.." Qing Shandian berkata layaknya seorang senior alkimia sambil terkekeh, hingga membuat ibunya terkikik. Qing Yuan yang melihat tingkah putranya hanya menggelengkan kepala.


Mereka bertiga kemudian berjalan beriringan. Qing Shandian bertanya pada ayahnya, "Ngomong-ngomong, apa ayah membawa kotak khusus untuk penyimpanan ramuan spiritual?"


"Ya. Ayah selalu membawanya. Karena sebelum mengenal ibumu, ayah senang berpetualang, menjelajahi banyak tempat." Sambil menjawab, persepsi spiritual Qing Yuan menyapu dalam cincin penyimpanan. Lalu dia melanjutkan, "Setelah ayah hitung, masih ada cukup banyak dalam cincin penyimpanan. Kurang lebih 1700 kotak khusus. Jika ramuan spiritual yang akan kita panen tidak banyak jenisnya, ayah rasa itu akan cukup. Kita bisa mengelompokkannya dengan lima tanaman tiap kotak. Karena kotak khusus yang ayah bawa cukup besar tiap satuannya."


Qing Shandian yang mendengar itu pun mengangguk. Dia berfikir, mungkin dengan jumlah itu sudah lebih dari cukup. Jika tidak cukup bisa kembali lagi.


Beberapa saat kemudian, mereka melihat beberapa kelompok tanaman. Qing Shandian menunjuk ke masing-masing tanaman dan menjelaskan, "Kita akan mulai dari sini. Dimulai dari sebelah kiri pandangan kita ke kanan, yang pertama, itu jenis ramuan spiritual kelas 4 tingkat menengah, 'Ganoderma Air Cincin Awan', bahan utama 'Wound Healing Pill'. Kedua, 'Teratai Bintang Tujuh Kelopak', ramuan spiritual kelas 5 tingkat tinggi, bahan utama 'Emperor Stage Breaker Pill'. Ketiga, 'Bunga Bulan Awan Kelabu', ramuan spiritual kelas 4 tingkat rendah, bahan utama 'Wound Healing Pill' juga. Keempat, 'Bunga Tinta Kelopak Bintang', ramuan spiritual kelas 3 tingkat rendah, bahan pendukung 'Wound Healing Pill'. Yang terakhir, ini yang paling berharga, kebetulan jumlahnya juga sangat banyak. 'Buah Giok Awan Langit', ramuan spiritual kelas 6 tingkat tinggi, termasuk bahan utama 'Spiritual Qi Gathering Pill', namun juga bisa langsung dimakan bagi kultivator Tingkat Kaisar keatas.


Qing Shandian berhenti sejenak lalu melanjutkan dengan mata berbinar-binar dan bersemangat, "Untuk Ganoderma, ayah dan ibu bisa langsung mencabut dan membersihkannya. Untuk Bunga Tinta, buang akarnya. Teratai Bintang, pisahkan antara kelopak dan akarnya, simpan secara terpisah. Bunga Bulan, harus digali, diambil lengkap dengan akarnya lalu bersihkan. Untuk Buah Giok Awan Langit, kita cukup memetik buah yang matang. Panen yang berusia diatas 500 tahun saja dan jangan lupa beri nama pada masing-masing kotak. Aku akan menelusuri sekitarnya dan ikut memanen yang lain. Oh.. Satu lagi... Ayah, berikan aku sebagian kotak khususnya."


Qing Yuan dan Lin Lianhua melongo heran. Bagaimana bocah seusia Qing Shandian bisa menghafal dan mengingat sesuatu yang seharusnya orang dewasa mampu lakukan? Dengan menggeleng tak berdaya, Qing Yuan mengeluarkan 500 kotak, memberikannya pada putranya. Lalu dia berkata dengan serius, "Bawalah. Ingat, jangan terlalu jauh. Ayah takut ada Binatang Spiritual yang pandai menyembunyikan auranya."


Qing Shandian mengangguk, menyimpan semua kotak khusus pada cincin penyimpanannya sambil berkata, "Baik, An'er tidak akan pergi terlalu jauh." Setelah berkata demikian, dia berjalan meninggalkan orangtuanya.


...………...


** Bersambung …