System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.21 - Percakapan di Dunia Jiwa



Ketika hari berangsur gelap, Qing Shandian dan Qing Wenrou kembali ke dunia jiwa. Mereka berjalan beriringan dengan langkah santai, hingga mereka sampai di depan gerbang kediaman Klan Lin yang tanpa penjaga. Begitu mereka melewati gerbang, banyak pasang mata yang memandang mereka dengan mulut ternganga. Qing Shandian mengabaikan semua itu, sementara Qing Wenrou merasa malu dengan banyaknya tatapan dari para anggota Klan Lin.


Terus melangkahkan kaki, Qing Shandian dan Qing Wenrou sampai di rumah tamu, tempat Qing Yuan dan Lin Lianhua berada. Ketika Qing Shandian hendak mengetuk pintu, tiba-tiba pintu itu terbuka. Namun, Lin Lianhua berdiri diam di depannya dengan mulut ternganga.


Melihat ibunya yang mununjukkan reaksi seperti itu, Qing Shandian segera berkata singkat, "An'er pulang..."


Lin Lianhua segera tersadar, namun dia tidak segera menjawab. Pandangannya terpaku pada gadis cantik di belakang Qing Shandian, lalu dia berkata, "An'er... Siapa gadis cantik dibelakangmu? Kenapa ibu tidak mengenalinya?"


Qing Shandian berdehem ringan, lalu membalas, "Ehemm.. Tentu saja ibu tidak akan mengenalinya, karena ini pertama kalinya ibu bertemu... Bagaimana itu, apakah dia terlihat cantik? " Begitu dia selesai membalas pertanyaan ibunya, dia mengalihkan pandangannya pada Qing Wenrou, lalu berkata, "Wenrou, ini ibuku, Lin Lianhua... Mendekatlah.."


Qing Wenrou berjalan lamban karena malu sambil sedikit menunduk. Dia pun berkata, sambil menangkupkan tangannya, "Salam Ibu Lin... Aku dipanggil Wenrou..."


"Ahh.. Gadis pemalu.. Hihi.. Apa aku menakutimu, Rou'er? Ayo masuk... Kita bicara di dalam." Celetuk Lin Lianhua sambil terkikik, lalu menggandeng tangan Qing Wenrou. Qing Shandian yang diabaikan pun hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum kecut.


Begitu mereka didalam, Qing Yuan yang sedang menyesap tehnya menjadi terbatuk-batuk ketika melihat seorang gadis cantik berjalan disamping Lin Lianhua.


"Uhuk..uhuk..uhuk... Hua'er, siapa ini? Kenapa aku tidak mengenalinya?" Celetuk Qing Yuan dengan nada penasaran.


"Hihi... Yuan gege,, bagaimana menurutmu? Apakah di cantik?" Balas Lin Lianhua sambil terkikik..


"Uhh.. Sangat cantik.. Katakan, darimana kamu menemukan gadis ini, Hua'er?" Sahut Qing Yuan dengan penasaran.


"Hihi... Tentu saja itu An'er yang membawanya kesini.. Aku rasa juga begitu, dia memang sangat cantik... Mungkinkah kita akan mempunyai seorang menantu lebih cepat?" Balas Lin Lianhua kembali terkikik, menggoda Qing Shandian.


"Uhuk.. Uhukk.. Uhukkk... Bu,, An'er membawanya kesini untuk mengenalkannya pada kalian.. Uuhh... Apanya yang menantu.. An'er hanya bocah kecil yang tiba-tiba besar.." Sahut Qing Shandian dengan gerutuan..


"Bocah kecil... Cepat katakan! Gadis siapa yang kamu curi? Jangan bilang kamu merebutnya dari tangan seseorang." Ucap Qing Yuan dengan nada menginterogasi..


"Uhh.. Ayah sialan... Memangnya An'er orang seperti itu? Apanya yang mencuri.. Dia justru jatuh dari langit ke tujuh, lalu An'er menangkapnya. Bagaimana? Cantik bukan? Hmmm... Bahkan lebih cantik dari ibu." Celetuk Qing Shandian dengan asal menjawab.


"Bocah kecil, jangan membandingkan ibumu... Dia adalah yang tercantik..." Sahut Qing Yuan membela Lin Lianhua..


Lin Lianhua yang memperhatikan mereka yang mulai berdebat, berkata dengan dingin, "Jika kalian terus berdebat, jangan berfikir untuk tidur di dalam rumah.. "


Mendengar nada dingin ibunya, Qing Shandian langsung bungkam, begitu juga dengan Qing Yuan.


"Emm.. Bagus kalian mengerti." Ucap Lin Lianhua, kemudian dia melanjutkan, "Rou'er ayo duduk..." Ajaknya pada Qing Wenrou yang dibalas dengan anggukan.


"Rou'er, bisakah kamu ceritakan sedikit, darimana kamu berasal? Dan bagaimana kamu bisa mengenal bocah kecil ini?" Sambung Lin Lianhua dengan nada santai.


Qing Wenrou yang mendapati pertanyaan frontal dari Lin Lianhua terdiam sejenak. Dia memandang Qing Shandian hanya untuk menemukan dia tersenyum lembut padanya. Setelah keheningan sesaat itu, dia menjawab dengan lembut, "Sebenarnya, Wenrou seorang kultivator independen. Wenrou hanya seorang pengembara. Awalnya, Wenrou memiliki kelompok kecil. Namun, karena suatu kejadian, kami harus terpisah. Selanjutnya, pertemuan kami karena ketidaksengajaan. Itu terjadi di Rumah Dagang Emas Hitam. An gege menyelamatkanku dari salah satu Tuan muda dari Klan Xing. Karena sikap ramah dan kepedulian An gege, kami akhirnya mulai saling mengenal satu sama lain." Pungkas Qing Wenrou dengan tenang membuat sebuah alasan yang terkesan logis.


"Uhh... Klan Xing! Lagi-lagi Klan Xing sialan itu! Untungnya mereka telah musnah.." Sahut Lin Lianhua dengan sedikit sisa kemarahan, ketika mengingat kesulitan Klan-nya karena ulah Klan Xing. Kemudian, dia melanjutkan dengan nada ringan, "Lalu, apa rencanamu sekarang? Apa kamu akan kembali menjadi seorang kultivator independen lagi?.."


"Ahh... Itu.. Wenrou...."


Sebelum Qing Wenrou menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian segera menyela, "Ehemmm... Itu.. Bu, Wenrou akan menjadi teman seperjalanan An'er mulai sekarang. Setelah urusan dalam Klan Qing terselesaikan, An'er ingin berpetualang di Benua Tianxia ini. An'er ingin tahu banyak hal. Dan lagi, bagaimana ibu bisa menanyakan hal seperti itu? Apakah ibu mau, melepas gadis secantik dan seanggun Wenrou?.. Ck..ck..ck sungguh sangat disayangkan.. Bukankah An'er suatu hari juga perlu pendamping hidup? Uhh... Ibu tahu, Wenrou adalah gadis yang sangat perhatian dan penyayang..." Pungkas Qing Shandian dengan ekspresi tak berdaya.


"Hihihi.. An'er, bukan itu yang ibu maksud. Tapi, ngomong-ngomong, sejak kapan monster kecil ibu tumbuh menjadi lebih dewasa?.." Goda Lin Lianhua.


"Hehe.. Bocah kecil, perjalananmu masih sangat panjang... Ayah tidak keberatan jika kamu berpetualang. Tapi, kamu harus ingat satu hal. Percayai hanya mereka yang menurutmu bisa dipercaya. Kamu belum banyak mengetahui karakter seseorang, jadi berhati-hatilah. Jangan sembarangan mengungkapkan identitasmu. Kamu tentu ingat bukan? Klan Kita, memiliki musuh yang sangat kuat, yang bahkan belum kita ketahui siapa mereka sebenarnya." Sambung Qing Yuan memperingatkan.


"Emm.. An'er akan selalu mengingat pesan ayah dan ibu. Lagipula, An'er juga tidak sendirian bukan? Ada calon menantu cantik masa depan yang menemani perjalanan An'er... Hahaha.." Sahut Qing Shandian dengan diiringi tawa.


Sementara itu, Qing Wenrou yang malu hanya bisa diam menundukkan kepalanya..


"Haahhh.. Baiklah, urusan kita telah benar-benar selesai.. Besok, kita akan kembali ke Klan Qing... Semoga semuanya sesuai dengan rencana awal kita... Jika tidak, uhh... Mungkin semua akan sangat merepotkan." Sahut Qing Shandian santai.


"Kamu tidak perlu khawatir tentang Klan Qing. Ayah akan berusaha meyakinkan para Tetua dan Pemimpin Klan. Baiklah, sekarang istirahatlah. Besok kita harus melakukan perjalanan ke Kota Teratai Salju." Qing Yuan membalas ucapan Qing Shandian agar tidak merisaukan perihal Klan. Namun, tiba-tiba dia ingat sesuatu, sebelum berkata, "Ohh.. An'er, lebih baik kamu membangun tempat tinggal yang baru yang cukup luas untuk kita pribadi. Kita tidak mungkin terus seperti ini bukan?" Pungkas Qing Yuan memberi saran.


"Ahhh.. Itu benar, An'er juga baru ingat itu. Baiklah, An'er akan melakukannya. Lagipula, An'er juga ada yang perlu dilakukan. Jadi, An'er tidak akan mengganggu ayah dan ibu lagi." Sahut Qing Shandian sambil berdiri. Lalu dia memandang Wenrou, kemudian bertanya, "Wenrou, apakah kamu ingin tinggal bersama ayah dan ibu, atau ikut denganku?"


Qing Wenrou tidak segera menjawab, namun dia menoleh ke arah Lin Lianhua.


"Pergilah, temani dia.. Jika dia berbuat ulah,... Hmph... Ibu akan menghukumnya dengan cambukan!" Ucap Lin Lianhua dengan lembut, sebelum kemudian berkata sambil mendengus dingin.


"Baik, Ibu Lin, Wenrou akan menemani An gege." Balas Qing Wenrou kemudian berdiri menghampiri Qing Shandian dan mereka pun keluar dari rumah tamu bersama.


...………………………...


Tidak jauh dari Area antara 'Paviliun Obat Shangdi dan sungai serta air terjun, Qing Shandian dan Qing Wenrou berdiri berdampingan. Saat ini, Qing Shandian sedang memeriksa 'Toko' System untuk membeli sebuah bangunan sebagai tempat tinggal keluarganya. Setelah cukup lama memilah, akhirnya dia menemukan sebuah bangunan yang megah dan artistik dengan dua lantai seharga 1 juta PS, dan dia pun membelinya. Setelah itu, dia meletakkan bangunan itu diarea kosong yang ada didepannya. Selanjutnya, dia membeli Ruang Khusus Kultivasi seharga 2.5 Milliar PS, dan meletakkannya berdampingan dengan rumah tinggal sebelumnya. Melihat itu, Qing Shandian mengangguk puas. Dia tidak perlu lagi kesana kemari jika ingin berkultivasi.


Menoleh ke arah Qing Wenrou, dia berkata, "Ayo masuk..."


Qing Wenrou pun membalas dengan anggukan ringan sambil berkata, "Baik, An gege.."


Begitu mereka memasuki rumah tinggal, Qing Shandian segera memilih kamar di lantai dua, begitupun dengan Qing Wenrou. Tapi mereka tidak segera istirahat. Sebagai gantinya, Qing Shandian mengajak Qing Wenrou ke teras lantai dua sambil menikmati pemandangan malam dunia jiwa.


Suasana yang hening diantara mereka tidak berlangsung lama, ketika Qing Shandian membuka pembicaraan.


"Wenrou, selain Ruang Khusus Kultivasi, adakah sesuatu yang bisa dengan cepat meningkatkan kekuatanku dan Klan? Jika hanya bermeditasi menyerap Qi Spiritual dunia jiwa, meski itu dibantu lagi dengan Ruang Khusus Kultivasi, itu masih terbilang lambat bukan? Lagipula, tidak semua orang mempunyai potensi yang tinggi." Ucap Qing Shandian sambil menjelaskan keluhannya.


Qing Wenrou tidak segera menjawab, dia merenung sejenak sebelum kemudian membalas, "Sepertinya ada... Pertama, An gege masih bisa meningkatkan Dunia Jiwa hingga Kelas Dewa. Dengan Poin System yang An gege miliki, bukankah itu sangat murah?... Kedua, Teknik Kultivasi Kelas Dewa. An gege bisa memeriksanya di 'Toko' system... Ketiga, ada jenis pil dalam 'Toko' system yang bisa membantu menyerap Qi Spiritual selain 'Spiritual Qi Gathering Pill. Jika tidak salah, nama pil itu adalah 'Spiritual Qi Compressing Vortex Pill'. Merupakan pil kelas 8 tingkat tinggi, namun itu bisa digunakan oleh siapapun yang memiliki basis kultivasi dengan yang terendah pada Tingkat Golden Core Bintang 1."


Menyelesaikan ucapannya, Qing Wenrou kembali berkata, "Dengan tingkat kultivasi Bintang 2 Tingkat Raja An gege saat ini, jika ingin cepat naik ke Bintang 3, Wenrou fikir ketiga hal yang sudah Wenrou jelaskan tadi bisa membantu An gege. Mungkin, itu akan membutuhkan waktu setidaknya 3 hari kultivasi. Dan jika ingin meningkatkan ke Bintang 4, setidaknya 10 hari. An gege tentu tahu bagaimana sulitnya meningkatkan kultivasi. Semakin tinggi, tentu akan semakin lama waktu yang dibutuhkan."


"Emm.. Aku sangat mengerti hal itu dengan baik... Mungkin aku yang terlalu cemas dan terburu-buru." Sahut Qing Shandian sambil mengangguk.


"Lagipula, terburu-buru bukanlah hal yang baik bukan? Banyak hal yang bisa An gege lakukan. Seperti, meningkatkan profesi Alkemis dan Array master yang sudah An gege dapatkan. An gege tentu juga tahu pentingnya sebuah profesi dalam dunia kuktivator bukan? Menemukan seseorang dengan profesi dari kelas yang tinggi tidaklah mudah di dunia ini. Sekalipun bisa menemukannya, persyaratan yang akan mereka ajukan sebagai balasan untuk mereka juga pasti setinggi langit dan tentunya terkadang mereka akan mengajukan sesuatu yang bahkan lebih merepotkan. Selanjutnya, masih ada profesi lain yang bisa An gege pelajari dan tekuni. Pertama adalah Spiritual Beast Master. Dengan mengandalkan profesi ini, An gege bisa memiliki pasukan besar Binatang Spiritual yang dengan patuh akan menuruti perintah An gege. Itu juga bagus sebagai kekuatan pendukung tambahan. Jika mengandalkan seorang kultivator, belum tentu mereka bisa sepenuhnya setia dan bisa dipercaya." Tutur Qing Wenrou menanggapi.


Dia berhenti lagi untuk sesaat, lalu melanjutkan. "Kedua adalah Weapon Master. Dengan profesi ini, An gege bisa meningkatkan, atau bahkan membuat senjata sesuai dengan yang An gege inginkan. Mungkin, orang berfikir itu akan sangat mustahil untuk menekuni 4 Profesi sekaligus. Tapi, dengan kecerdasan, pemahaman, potensi serta bakat An gege, itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Yang paling penting dan utama... Wenrou percaya bahwa An gege bisa melakukan semua itu dengan sempurna." Pungkas Qing Wenrou dengan nada yang sangat yakin.


Begitu mendengar ucapan terakhir Qing Wenrou, Qing Shandian tertegun untuk sesaat, sebelum kemudian kembali tersadar. Memandang sosok kecantikan didepannya yang berdiri anggun sambil menatap cahaya bulan dunia jiwa, Qing Shandian tersenyum lebar, lalu mengalihkan pandangannya menatap bulan yang bersinar terang. Dengan suara lembut, dia berkata, "Kamu benar, Wenrou... Aku sangat setuju dengan semua yang kamu jelaskan. Aku belum banyak mengenal dunia luar, dan belum tahu seperti apa dunia kultivasi pada kenyataannya.. Aku akan mundur satu langkah, dan menekuni Ke-4 Profesi yang kamu katakan... Sambil sesekali, aku akan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatanku... Selain itu, aku juga perlu mempelajari teknik yang baru aku dapatkan setelah mengupgrade system.. Ngomong-ngomong... Terimakasih, Wenrou... Kamu benar-benar memperhatikanku. Dan terimakasih untuk semua sampai hari ini..." Pungkas Qing Shandian dengan tenang diiringi sorot mata yang penuh tekad.


Qing Wenrou yang mendengar ucapan terimakasih Qing Shandian pun segera menoleh. Dia memandang Qing Shandian yang berdiri menatap langit dengan ekspresi tenang diwajahnya. Seolah-olah, dia barusaja melepaskan semua beban berat dihatinya.. Dengan tersenyum lembut, dia berkata, "Bagaimanapun, Wenrou akan selalu membantu An gege untuk menembus batas."


"Ohh... Menembus batas? Batas apa itu? Apakah itu juga merupakan batas diantara kita?.. Ehemmm... Wenrou, aku masih kecil,, mungkin 7 tahun lagi kita bisa menembus batas diantara kita..." Celetuk Qing Shandian dengan asal, menggoda Qing Wenrou.


Qing Wenrou yang mendengar ucapan serampangan Qing Shandian pun menjadi sangat malu dengan warna kemerahan menghias wajah hingga lehernya. Dia dengan keras menginjak kaki Qing Shandian, lalu berlari memasuki kamar sambil berteriak, "Dasar An gege bodoh... Mesum!!..."


"Ahhhhh.... Wenrou,, tahukah bahwa itu sangat menyakitkan?" Ucap Qing Shandian sambil meringis kesakitan..


"Rasakan... Dasar An gege bodoh.. Mesum... Tidak tahu malu.. " Sahut Qing Wenrou yang sudah berada dalam kamar...


Setelah itu, suasana kembali ke keheningannya. Qing Shandian pun kembali menatap langit untuk sesaat sambil tersenyum lebar, lalu berbalik memasuki kamarnya.


...… … … … …...


** Bersambung …