System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.18 - Memulai Penyerangan



Lantai 9, Ruang Khusus Kultivasi, Dunia Jiwa.


[Ding... Selamat, An gege telah menerobos Tingkat Raja Bintang 1, mendapatkan hadiah Rompi Emas Naga Petir. Hadiah telah dimasukkan kedalam Inventory]


Qing Shandian mengabaikan pemberitahuan itu. Dia tetap berkonsentrasi dalam mode pelatihannya, dan tidak mengendur sedikitpun meski telah menerobos tingkat Raja.


Waktu berjalan dengan cepat dalam Ruang Khusus Kultivasi. Sementara di waktu asli, hanya berlangsung selama 3 jam. Terus dan terus berkultivasi hingga petang tiba, di dalam Ruang Khusus Kultivasi, mata Qing Shandian yang selama ini tertutup, perlahan mulai terbuka. Dia kemudian mengeluarkan nafas keruh. Dia merasa beruntung dengan kecepatan kultivasinya.. Jika dibandingkan dengan Benua Tianxia, kepadatan Qi Spiritual di dunia Jiwa jelas jauh lebih tinggi. Ditambah lagi dengan Array Pengumpul Qi Spiritual yang ada di Ruang Khusus Kultivasi, perbedaannya jelas semakin jauh. Dari tingkat Raja Bintang 1 sampai Raja Bintang 2, dia hanya membutuhkan 25 hari yang singkat dalam Ruang Khusus Kultivasi.


Perlahan, dia berdiri, menepuk pelan jubahnya lalu meregangkan tubuhnya dengan malas, Qing Shandian memperhatikan Qing Wenrou yang menutup matanya. Dia berjalan mendekatinya, lalu dengan lembut dia berkata, "Wenrou, apakah kamu bisa mendengarku?"


Qing Wenrou yang mendengar panggilan Qing Shandian pun alisnya bergetar, lalu perlahan membuka matanya.


Melihat bahwa Qing Wenrou membuka mata, Qing Shandian menatapnya dengan tatapan lembut, sambil terenyum, dia melanjutkan, "Aku dan orangtuaku akan keluar dulu. Setelah kami keluar, tinggallah di Paviliun Obat Shangdi. Setelah urusanku di luar selesai, aku akan menjemputmu, oke?... Dan juga, kamu bisa menggunakan Poin System untuk membeli perlengkapan apapun untuk mengisi Paviliun Obat Shangdi, serta.... Kamu bisa membeli perlengkapan seorang kultivator." Sampai disini, dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Meskipun aku tidak tahu apa tingkatanmu saat ini, satu hal yang aku yakini, bahwa kamu pasti lebih kuat melebihi ayahku. Yang pasti, terimakasih telah membantuku sampai hari ini..." Mengakhiri ucapannya, dia perlahan berdiri.


"Baiklah, tunggu aku menjemputmu, Wenrou." Ucap Qing Shandian sambil melenggang pergi.


Melihat punggung Qing Shandian yang perlahan menghilang dari pandangannya, Qing Wenrou bergumam, "An gege, Wenrou akan melakukan yang terbaik untuk membantumu... Senang melihatmu kembali..." Dalam tatapannya, ada jejak kerinduan yang sangat dalam...


Disisi lain, Qing Shandian saat ini sedang menunggu ayah dan ibunya yang masih berkultivasi. Setelah beberapa saat, Lin Lianhua pun perlahan membuka mata, disusul oleh Qing Yuan berikutnya.


Lin Lianhua yang telah sepenuhnya membuka mata, dia melihat ekspresi tersenyum di wajah Qing Shandian. Dia pun tersenyum sambil lalu berkata, "An'er, sejak kapan kamu disini?"


"Tidak terlalu lama... Bagaimana itu? Apakah ibu mendapatkan peningkatan?" Kata Qing Shandian membalas.


"Emmm... Sangat bagus... Tidak diragukan lagi, jika berkultivasi disini akan sangat membantu. Tidak hanya komsentrasi Qi yang sangat padat, bahkan ada Array waktu yang mempercepat kultivasi.. Meski tidak sampai menerobos Sovereign Bintang 3, setidaknya jika berkultivasi lagi disini, ibu yakin, 1 hari penuh di dunia luar, akan mampu membuat ibu menerobos 2 bintang." Ucap Lin Lianh sambil lalu membuat evaluasi.


"Jika ibu senang berkultivasi disini, An'er juga tidak keberatan. Kita bisa membicarakannya lagi nanti. Saat ini, bukankah masih ada urusan yang belum selesai?" Sambung Qing Shandian mengingatkan.


"Ya.. Kamu benar, An'er... Klan Xing!" Sahut Qing Yuan yang sedari tadi diam memperhatikan. Dimatanya, kemarahan tampak meledak.


"Baiklah, sebelum pertempuran di mulai, ada sesuatu yang ingin An'er berikan untuk ayah dan ibu." Ucap Qing Shandian sambil melambaikan tangannya.


Terpampanglah dengan jelas didepan Qing Yuan dan Lin Lianhua dua bilah pedang yang membawa aura kuat. Qing Shandian pun berkata, "Pedang ini untuk kalian. Pedang putih ini untuk ibu. Itu dinamakan 'Pedang Cahaya Bulan Bintang', Kelas Surga Tingkat Tinggi. Sedangkan untuk ayah, pedang hitam kebiruan ini dinamakan 'Pedang Bintang Inti Petir', Kelas Surga Tingkat Tinggi. Kedua pedang ini sama-sama bisa ditingkatkan lagi." Pungkasnya menjelaskan.


Qing Yuan dan Lin Lianhua hanya saling memandang, sebelum kemudian Lin Lianhua berkata, "An'er, meskipun ibu tidak tahu darimana kamu mendapatkannya, ibu akan menerima ini. Ibu tidak akan memaksamu menceritakan rahasiamu. Namun, ibu berpesan, tetaplah jadi dirimu sendiri..."


"Bocah kecil... Ayah tidak akan berkata banyak hal. Dimanapun kamu nanti, ingatlah untuk kembali ketika kamu lelah. Kami akan selalu menyambutmu dengan kedua tangan terbuka." Sambung Qing Yuan dengan senyum lebar.


Qing Shandian memandangi mereka dengan lekat-lekat. Dia merasa sangat beruntung memiliki mereka sebagai orangtuanya. Menghela nafas pelan, sambil tersenyum dia pun berkata, "An'er akan selalu menjadi An'er, putra Qing Yuan dan Lin Lianhua."


Mendengar ucapan putranya, Qing Yuan dan Lin Lianhua mengangguk ringan, sebelum kemudian perlahan berdiri. Mereka bertiga pun keluar dari dunia jiwa.


...-------------------------...


Matahari telah membumbung tinggi di atas kepala. Di lapangan latihan Klan Lin, semua anggota Klan saat ini sedang berkumpul. Mereka berbaris dengan rapi. Namun, ada pengecualian bagi anak-anak kecil dibawah 6 tahun, dan seorang ibu yang menggendong bayinya. Mereka yang dalam pengecualian disediakan tempat khusus agar tidak kepanasan.


Di atas platform batu, berdiri para Tetua, Pemimpin Klan, Qing Shandian, Qing Yuan dan Lin Lianhua. Melihat bahwa semua anggota klan-nya telah berkumpul, Lin Huangli berdehem ringan, lalu berkata, "Ehemmm... Semuanya, hari ini kami mengumpulkan kalian semua disini tentunya sudah mengetahui apa tujuan kami bukan?..." Ucapnya sambil memperhatikan respon para anggota klan.


Melihat anggukan mereka, Lin Huangli segera melanjutkan. Dia berbicara dengan suara yang dalam. "Sudah bertahun-tahun kita mengalami penurunan dan kita hanya bisa menelan dengan pahit keadaan kita. Tapi hari ini, kita akan bangkit sekali lagi! ... Hari ini, kita akhirnya mendapat kesempatan untuk membalas semua penghinaan dan perbuatan keji Klan Xing. Meskipun mungkin kecil kemungkinannya kita memenangkan pertempuran yang akan terjadi nanti, aku berharap, kata 'Klan Lin' akan selalu ada dalam setiap diri kalian!" Berhenti untuk sesaat, lalu dia melanjutkan. "Hari ini, kita akan bertempur habis-habisan dengan Klan Xing. Setiap orang dengan kultivasi Golden Core bintang 5 keatas akan mengikuti kami dalam pertempuran. Sementara yang lain, bersiaplah untuk melarikan diri ke Kediaman Klan Qing di Kota Teratai Salju, jika sesuatu yang buruk terjadi pada kami selama pertempuran. Apakah kalian mengerti? Apakah kalian siap melakukan pembalasan demi generasi muda klan kita?" Pungkasnya dengan diakhiri dengan nada yang meninggi.


"Kami mengerti, Pemimpin Klan!"


"Kami siap melakukan pembalasan!"


"Hidup dan mati bersama Klan Lin!"


Semua anggota Klan Lin tampak penuh tekad dan semangat yang membara. Di mata mereka, bayangan penderitaan yang telah mereka alami bertahun-tahun lamanya, seolah-olah telah memicu api kecil dalam palung jiwa mereka yang selama ini tertekan.


Mengangguk-anggukan kepalanya, Lin Huangli berkata sambil lalu diikuti tawanya, "Bagus.. Sangat bagus!.. Hidup dan mati bersama Klan Lin... Hahahaha.."


"Baiklah.. Kita tidak perlu menunda waktu lagi. Bagi yang tinggal, bersiaplah untuk kemungkinan terburuk. Bagi yang...."


Belum usai Lin Huangli berucap, Qing Shandian yang sudah tidak sabar pun menyela dengan gerutuan, "Kakek buyut... Kata-katamu terlalu lama... Bukankah lebih baik segera berangkat? Uhhh... Kenapa para orangtua selalu menjengkelkan.."


"Ahaha.. Baik, karena kamu sudah tidak sabar, kita berangkat sekarang.


...-------------------------...


Kota Mawar Biru yang biasanya tampak tenang dan damai, hari ini tampak begitu suram. Jalanan kota yang setiap harinya ramai, kini terlihat cukup sepi.


"Hei, Wanglu.. Bukankah mereka dari Klan Lin? Apa yang ingin mereka lakukan dengan begitu banyak orang?" Ucap pria paruh baya salah satu penduduk asli kota Mawar biru.


"Shangyu.. Bagaimana aku bisa tahu apa yang ingin mereka lakukan? Tapi, entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi... Semoga hanya perasaanku saja." Jawab seseorang yang dipanggil Wanglu.


"Tapi... Dari arah yang mereka tuju, bukankah itu ke Klan Xing?" Sahut Shangyu membalas.


"Uhh... Apakah mereka akan berperang? Ku dengar, selama bertahun-tahun Klan Lin ditindas oleh mereka.." Kata Wanglu sambil mengerutkan dahinya.


"Haihhh... Sepertinya kota ini akan segera berubah..." Celetuk Shangyu sambil mendesah..


Disisi lain, banyak anggota klan-klan lain dan kultivator independen juga memperhatikan. Mereka juga membicarakan hal yang sama tentang Klan Lin. Tidak sedikit dari mereka yang mengikuti dan mengamati...


...-------------------------...


Kediaman Klan Xing


"Plak.plak.plak.plak.plak.plak"


Seorang pemuda berjubah biru terang berlari dengan terburu-buru. Dia bahkan tidak berhenti berlari meski nafasnya tersengal-sengal. Sesaat kemudian, dia akhirnya sampai didepan bangunan besar. Dengan berteriak, dia berkata, "Pemimpin Klan.. Pemimpin Klan... Sesuatu yang buruk akan terjadi..."


Di dalam ruangan, seorang pria tua dengan rambut yang sebagian telah beruban, Xing Hongling, yang dipanggil Pemimpin Klan pun mengernyitkan dahinya begitu dia mendengar teriakan itu. Dia bergegas ke pintu dan membukanya. Dengan nada dingin dia berkata, "Cepat katakan! Kabar buruk apa sampai kamu harus berteriak?"


Pemuda berjubah biru terang itu pun dengan gugup berkata dengan suara terputus-putus, "Itu... Itu.. Pemimpin Klan... Klan Lin... Mereka.. menuju kemari bersama anggota Klannya"


Mendengar berita itu, Xing Hongling semakin mengerutkan dahinya. Ketika dia akan bertanya lagi, suara teriakan yang nyaring, dengan kuat menggema di udara.


"Xing Hongling! Hari ini Klan Lin akan menuntut balas! Keluarlah kentut tua Xing! Hadapi kematianmu!"


Xing Hongling yang mendengar itu pun wajahnya segera berubah merah padam.. Dia segera melesat ke udara, menuju arah sumber suara.


Disisi lain, Lin Huangli yang baru saja berteriak, dengan sorot mata tajam, debgan tangan yang menggenggam sebuah pedang, dia menunggu dengan sabar. Sesaat dalam penantiannya, Xing Hongling berdiri diudara, tidak terlalu jauh darinya.


"Huangli... Ah Huangli... Aku tidak menyangka kau akan berani datang ke Klan Xing hanya dengan segelintir orang.. Apakah kepalamu terbentur meja sehingga lupa tentang kekuatan kami?" Ucap Xing Hongling dengan menyindir begitu dia tiba dengan tombak yang tergenggam.


"Xing Hongling... Aku datang bukan untuk mencari kematianku... Aku datang justru untuk mengambil kepalamu!" Ucap Lin Huangli dengan suara dalam, sambil lalu meluncurkan serangan frontal melalui pedangnya, dan cahaya biru pucat melesat dengan cepat menuju Xing Hongling.


Serangan frontal itu membuat Xing Hongling tertegun sebelum dengan cepat memberikan perlawanan. Dia mengayunkan tombaknya, melesatkan cahaya kuning gelap.


"Booommmmm....."


Begitu dua cahaya berbeda warna mengalami pertemuan, ledakan keras yang terjadi di udara, membawa riak energi yang menyapu area sekitarnya.


Melihat serangannya hanya bisa mengimbangi, Xing Hongling segera berteriak lantang, "Semua anggota Klan Xing dengarkan perintahku! Musnahkan setiap Anggota Klan Lin!"


Para anggota Klan Xing yang mendengar teriakan pemimpin klan mereka, dengan cepat segera berlari memasuki pertempuran. Namun, disaat mereka akan memulai serangan, suara tawa yang membahana terdengar keras menggema, lalu disusul oleh sebuah ucapan,


"Hahahahahaha.... Klan Xing! ...Hari ini kalian harus menghilang dari dunia ini..."


Setelah ucapan itu berakhir, langit tiba-tiba tertutup awan hitam legam. Sesekali, itu akan memperlihatkan cahaya emas bergelombang. Disaat para anggota Klan Xing kehilangan fokus mereka, seseorang kembali mengucapkan kata, "Semua yang tidak terlibat menjauhlah! Klan Lin, mundur sedikit lebih jauh!"


"Holy Lightning - Lightning Dragon Rage, Langkah Kelima, Kemarahan Naga Petir!"


Begitu ucapan itu berakhir, Awan hitam yang tenang mulai bergemuruh hebat, kemudian berputar dengan cepat dan membentuk pusaran, dengan bagian tengah tampak kosong. Namun, itu hanya sesaat sebelum seekor Naga Petir Emas raksasa sepanjang 300 meter keluar dari pusaran itu. Matanya membawa perasaan kematian, nafasnya membawa perasaan kengerian...


Xing Hongling yang melihat hal itu, hatinya jatuh.. Firasat buruk benar-benar menggerayangi jiwanya. Dia dengan keras berteriak, "Cepat! Aktifkan perisai energi!"


"Hahahahaha... Pak tua Xing, sudah terlambat! Meraunglah untukku! Kemarahan Naga Petir!"


Begitu ucapannya berakhir, Naga Petir yang terbentuk dari aglomerasi teknik dan Qi Spiritual segera meraung, berputar diudara sesaat, lalu menerjang ke Kediaman Klan Xing dengan sangat cepat....


"Boooommmmmmm...."


Ledakan itu berlangsung lama, dan menyebabkan tanah bergetar hebat. Para pengamat yang telah menjauh dan melihat kejadian itu merasakan hawa dingin dipunggung mereka... Mereka merasa ngeri, seolah serangan itu mengarah ke mereka. Pandangan mereka tidak pernah lepas dari Kediaman Klan Xing. Hingga beberapa saat kemudian, debu yang mengepul menutupi seluruh kediaman Klan Xing, menghilang tersapu angin... Tidak ada lagi satu pun bangunan yang berdiri. Hanya terlihat beberapa tubuh seseorang yang masih berdiri dengan luka yang menghias tubuh mereka.


...… … … … …...


** Bersambung …