
Tanpa terasa, malam berlalu dengan cepat. Didampingi oleh Qing Wenrou, Qing Shandian berjalan pelan menuju Ruang Khusus Kultivasi yang bersebelahan dengan tempat tinggal pribadinya. Begitu sampai, Dia langsung membuka pintu Ruang Khusus Kultivasi secara perlahan.
"Kreekkkk"
Ketika pintu itu terbuka, suara derit pintu segera membangunkan Shi Zhifang dan delapan lainnya satu demi satu dari meditasi mereka. Shi Zhifang, yang terbangun paling awal segera mengalihkan pandangan ke arah pintu. Ketika dia melihat Qing Shandian, dia segera berdiri dan berkata, "Shandian, apakah sudah saatnya?"
Qing Shandian berjalan mendekat sambil mengamati Shi Zhifang dan lainnya untuk sesaat, lalu mengangguk ringan. Dia tersenyum dan berkata, "Emm... Hari sudah pagi. Kaisar bintang 7. Peningkatanmu cukup bagus. Kamu menaikkan 3 bintang dengan cepat. Aku sangat puas."
"Hehe.. Bukan apa-apa. Semua karena bantuanmu. Jika tidak, bahkan jika kami berkultivasi untuk satu tahun kedepan, itu akan sangat mustahil bagi kami bahkan jika menaikkan 1 bintang." Shi Zhifang terkekeh dan membalas ucapan Qing Shandian dengan nada bersemangat. Namun, tatapannya tertuju pada Qing Wenrou yang berdiri disampingnya. Dia berhenti sejenak lalu melanjutkan. "Ngomong-ngomong, siapa wanita cantik disampingmu? Apakah kamu tidak akan mengenalkannya pada kami?"
"Ohh.. Benar. Aku hampir lupa. Namanya Qing Wenrou. Dia adalah orang yang sangat berarti, dan yang paling dekat denganku." Sahut Qing Shandian memperkenalkan Qing Wenrou seperlunya. Kemudian dia menoleh ke arah Qing Wenrou dan berkata, "Wenrou, mereka adalah sahabatku. Lima pria ini adalah Shi Zhifang, Xie Huang Yang, Sun Mingzhou, Meng Wanglu, dan Yuan Huo Tian. Sedangkan untuk empat wanita, mereka adalah Wang Xue Jia, Zhi Miyue, Xing Yuezhi, dan Bao Yinxue." Pungkasnya memperkenalkan satu per satu.
"Salam kenal semuanya. Kalian bisa memanggilku Wenrou." Ucap Qing Wenrou sambil tersenyum.
"Salam kenal, adik Rou." Sahut empat wanita itu bersamaan sambil tersenyum, sementara para pria hanya tersenyum kecil dan mengangguk ringan.
Shi Zhifang menaikkan alisnya sebelah, lalu berkata, "Shandian, dari apa yang kamu katakan, apakah maksudmu bahwa dia adalah kekasihmu?"
Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Ya. Semacam itu. Namun, lebih tepat jika dikatakan sebagai calon istri pertamaku."
Mendengar itu, Shi Zhifang membelalakkan matanya dengan mulut ternganga. Sementara yang lain, mereka tetap diam mematung. Shi Zhifang berkata, "Calon istri pertama? Apa maksudmu? Apakah kamu akan menambah calon lain lagi?"
Qing Shandian menggelengkan kepala ringan ketika melihat ekspresi Shi Zhifang dan yang lain. Dia memandang mereka dengan tenang, lalu berkata, "Itu belum pasti. Tapi, untuk saat ini aku sudah memiliki empat calon.. Sudahlah... Lupakan itu. Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan membantu kalian."
Mendengar ucapan Qing Shandian, Sun Mingzhou yang tersadar lebih dulu segera menimpali. "Membantu kami? Bukankah kamu sudah membantu kami? Lalu apalagi yang akan kamu lakukan kali ini?"
"Benar. Tapi bukan hanya itu saja. Kekuatan memang penting. Tapi perlengkapan tempur juga termasuk hal yang penting sebagai pendukung. Oleh karena itu..." Ucap Qing Shandian dengan tenang, namun dia tidak menyelesaikan ucapannya.
Qing Shandian mengeluarkan item yang telah dia persiapkan malam sebelumnya, lalu membiarkan itu melayang didepannya. Tanpa mempedulikan reaksi mereka, dia dengan tenang berkata, "Apa yang ada dihadapan kalian saat ini adalah yang terbaik yang mampu aku persiapkan. Aku ingin selama kompetisi berlangsung, semua orang bisa selamat hingga berakhirnya acara kompetisi. Dengarkan saja, jangan berkomentar dulu. Didalam 90 botol giok hijau gelap berisi 'Pil Roh Detoksifikasi'. Itu berguna untuk mendetoksifikasi sebagian besar jenis racun yang ada di Benua Tianxia ini. Untuk 90 botol giok merah terang, itu berisi pil penangkal racun, 'Pil Roh Awan Api'. Dua jenis pil itu juga berada di kelas yang sama seperti pil yang sudah aku berikan sebelumnya." Pungkasnya sambil lalu membagikan secara merata pada mereka.
Qing Shandian berhenti sejenak. Dia menghirup nafas dalam-dalam, lalu berkata, "Shi Zhifang karena kamu pengguna tombak dengan atribut petir, Tombak Naga Hitam ini akan menjadi senjatamu mulai sekarang. Xie Huang Yang, pengguna pedang atribut cahaya, kamu akan menggunakan Pedang Cahaya Meteorit Bintang. Meng Wanglu, Cakram Bulan Cincin Awan. Yuan Huo Tian, Panah Emas Naga Langit. Sun Mingzhou, Pedang Vulkanik Phoenix Kembar. Bao Yinxue, Pedang Awan Nafas Naga. Zhi Miyue, Pedang Beku Meteorit Hitam. Wang Xue Jia, Cambuk Nukleus Kirin Petir. Xing Yuezhi, Kipas Phoenix Langit. Mulai sekarang, itu milik kalian." Pungkasnya sambil membagikan satu per satu senjata.
"Selanjutnya, untuk kalian para pria, Rompi Cicada Emas ini akan menjadi baju pelindung kalian. Sedangkan untuk kalian para wanita, Rompi Awan Tenang ini milik kalian. Simpan saja perlatan kalian sebelumnya. Karena yang aku berikan, itu berada di Kelas Surga Tingkat Tinggi. Jadi, ingat ini baik-baik. Jangan asal menyebutkan tingkatan senjata dan baju pelindung kalian, dan jangan membiarkan siapapun memeriksanya, atau itu akan menyebabkan pertumpahan darah. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa kalian bisa kehilangan nyawa karenanya. Kalian tentu faham apa yang aku maksud bukan? Jadi, cukup siapkan jawaban yang masuk akal, jika seseorang mempertanyakannya. Sekarang, kalian bisa merasa sedikit tenang, dan tidak perlu khawatir dengan kompetisi berburu. Meskipun begitu, aku minta agar kalian tetap berhati-hati dan tidak bersikap ceroboh."
Suasana ruangan itu sangat hening. Hanya suara nafas berat yang terdengar. Shi Zhifang dan delapan lainnya berdiri mematung dengan tubuh bergetar hebat. Mereka sangat terkejut ketika mendengar penuturan Qing Shandian.
Setelah beberapa saat, Shi Zhifang tersadar. Dia menghirup udara dalam - dalam sebelum kemudian menatap Qing Shandian dengan tatapan rumit. Dia berkata, "Shandian, aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya. Namun, bagaimana pun kamu, aku akan tetap dan selalu menjadi sahabatmu. Aku akan berjuang sangat keras untuk menjadi lebih kuat lagi. Aku tidak akan bicara banyak omong kosong. Tapi, terimakasih, karena telah memperlakukanku dengan sangat baik. Saat ini, mungkin aku tidak bisa membalasmu dengan apapun. Namun, suatu hari nanti, aku pasti tidak akan memalingkan wajah dan bersembunyi tangan ketika kamu menemui kesulitan."
"Terimakasih, Shandian." Ucap Shi Zhifang sekali lagi sambil menangkupkan kedua tangannya, diikuti oleh delapan orang lainnya.
Qing Shandian menatap mereka dengan tenang. Dia menggelengkan kepala ringan, lalu tersenyum dan berkata. "Kalian tidak perlu se-emosional seperti itu. Hanya kebetulan saja aku mampu. Jika tidak, aku jelas tidak mungkin memberikan kalian sesuatu yang sangat berharga bukan? Jadi, tidak perlu bersikap canggung. Aku masih ada satu item terakhir untuk kalian." Pungkasnya sambil mengeluarkan 9 Cincin berwarna hitam, lalu membagikannya pada Shi Zhifang dan yang lain.
"Cincin itu bernama Cincin Hitam Poros Langit. Itu adalah cincin penyimpanan kelas surga tingkat tinggi. Dengan itu, kalian bisa membawa lebih banyak barang." Qing Shandian berkata dengan santai sambil meregangkan badannya dengan malas. Setelah itu, dia berbalik dan melangkah keluar dari Ruang Khusus Kultivasi, diikuti oleh Qing Wenrou. Sambil berjalan pelan dia berkata, "Kalian para pria harus keluar dan membiasakan diri dengan senjata baru kalian. Tinggalkan para wanita agar mereka memakai baju pelindung mereka. Apa kalian mau melihat mereka melepas pakaian didepan kalian?"
Mendengar ucapan itu, suasana yang awalnya tampak kaku akhirnya pecah oleh teriakan Sun Mingzhou. "Shandian, kamu benar-benar sialan! Mulutmu sangat berbisa! Siapa yang akan melihat mereka melepas pakaian? Kembali kamu bocah sialan!"
"Hahahahaha... Bukankah suasana seperti ini lebih menyenangkan? Mingzhou, apakah kamu yakin tidak ingin melihat mereka? Uuhh... Itu adalah sesuatu yang sangat indah, kau tahu?" Sahut Qing Shandian yang sudah berada jauh meninggalkan Ruang Khusus Kultivasi. Namun, setelah itu Qing Shandian yang berteriak.
"Aaahhhh... Wenrou... Itu sakit.. Aku bercanda... Bercanda... Ahhhh.. Tidak.. Stop.. Aku salah...aku salah..."
Ketika teriakan itu menggema dari kejauhan, Shi Zhifang, Sun Mingzhou dan lainnya tertawa lepas.
...…………………………...
Waktu dengan cepat berlalu. Saat ini, Qing Shandian berdiri berhadapan dengan Qing Wenrou, sementara sembilan orang lainnya berada di belakangnya. Mereka berkumpul di depan tempat tinggalnya. Dia menatap Qing Wenrou dengan tatapan hangat. Sambil tersenyum, dia berkata, "Wenrou, aku akan pergi dulu. Ketika semua selesai, aku akan menjemputmu. Jadi, jangan bersedih, oke?" Pungkasnya mengusap kepala Qing Wenrou dengan lembut.
Shi Zhifang dan delapan orang lainnya saling bertukar pandang sesaat. Lalu, Shi Zhifang berkata, "Kami mengerti. Kami akan belajar tentangnya secara perlahan. Terimakasih sudah mengingatkan kami."
Sementara itu, Qing Shandian hanya menggelengkan kepala tak berdaya. Dia menatap Qing Wenrou sekali lagi dan berkata, "Baiklah. Kalau begitu, kami pergi dulu. Bergabunglah dengan yang lain. Jangan menyendiri disini."
Qing Wenrou mengangguk dan berkata, "Baik. Wenrou mengerti. Sampai jumpa lagi, An gege."
"Sampai jumpa lagi, Wenrou." Ucap Qing Shandian mengangguk ringan sambil tersenyum, sebelum kemudian dia dan sembilan orang lainnya menghilang.
...…………………………...
"Wuusshhh"
Muncul di tempat awal, di Aula Pelatihan yang masih dalam lingkup area Istana Kekaisaran, Qing Shandian dengan santai berkata, "Kita langsung saja ke Istana untuk menemui para Tetua dan Pemimpin Klan kalian."
"Baik." Sahut Shi Zhifang dan delapan orang lainnya bersamaan, lalu segera mengikuti langkah Qing Shandian meninggalkan Aula Pelatihan.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di depan istana dan segera masuk karena pintu tidak tertutup.
Para Tetua dan Pemimpin Klan yang melihat kedatangan mereka pun segera menghentikan obrolan mereka. Sementara itu, Sun Quan, Wang Xiu dan tujuh pemimpin klan lainnya dengan cepat berdiri. Mereka secara serempak berkata dengan nada terkejut. "Bagaimana kalian meningkat begitu cepat?"
Setelah berkata seperti itu, mereka pun saling bertukar pandang. Xing Lihai menatap Xing Yuezhi dan berkata, "Zhi'er, cepat katakan. Bagaimana cara kamu meningkat dari Kaisar bintang 5 menjadi bintang 8 hanya dalam semalam?"
Xing Yuezhi tidak segera menjawab. Dia menoleh ke arah Qing Shandian dan menatapnya dengan tatapan bingung dan cemas. Qing Shandian bisa mengerti maksud dari tatapan itu. Dia mengalihkan pandangan dan menatap Xing Lihai, dan dengan tenang berkata, "Pemimpin Xing, bagaimana mereka meningkat, itu tidak penting bukan? Setidaknya, sekarang mereka menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Jadi, Pemimpin Xing dan semua orang bisa sedikit lebih tenang. Selain itu, kita masih mempunyai suatu hal yang harus segera kita selesaikan. Itu tidak lain adalah segera berangkat ke Wilayah Utara."
"Hahaha... Tentu saja, kami mengerti itu. Memang benar, bagaimana kalian meningkat, itu tidak penting. Hanya saja, aku sangat terkejut melihatnya." Sahut Sun Quan yang tertawa riang dengan nada bersemangat ketika dia berbicara.
Bao Biyu terkikik pelan, lalu berkata, "Hihihi... Benar, aku juga merasakan hal yang sama. Kalian membuatku sangat terkejut."
Xing Lihai, Wang Xiu dan enam lainnya menggelengkan kepala ringan ketika mendengar ucapan Sun Quan dan Bao Biyu. Lalu Wang Xiu berkata, "Baiklah. Lupakan perihal peningkatan kalian. Masalah Istana Kekaisaran juga sudah selesai. Hanya menunggu pemilihan kaisar baru saja. Jadi, lebih baik kita segera menuju portal transfer antar wilayah."
Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Pemimpin Wang dan lainnya silakan memimpin jalan. Kami akan mengikuti dari belakang."
"Baiklah. Kita pergi ke alun-alun kota." Ucap Wang Xiu sebelum kemudian dia berjalan keluar meninggalkan istana, diikuti oleh Sun Quan, Xing Lihai, Bao Biyu dan pemimpin Klan lainnya serta para Tetua dari beberapa klan.
...…………………………...
Di alun-alun kota, suasana terlihat sangat ramai. Banyak orang berkerumun mengelilingi kelompok Qing Shandian dan para Pemimpin Klan yang berdiri di depan sebuah monumen kembar, yang tidak lain adalah portal transfer. Para Pemimpin Klan terilihat sedang sibuk menyusun Batu Spiritual Tingkat Tinggi di tempat peletakan batu, sebagai sumber energi untuk mengaktifkan portal.
Sementara itu, Qing Shandian dengan tenang berdiri di belakang para Pemimpin Klan, menunggu dengan sabar proses pengaktifan portal transfer.
"Nguunggggg"
Sesaat kemudian, monumen itu bersinar dan memancarkan cahaya putih samar transparan, membentuk sebuah pusaran diiringi dengan suara dengungan ringan. Sun Quan menoleh ke arah Qing Shandian dan kelompoknya. Dia berkata, "An kecil, portal menuju Wilayah Utara sudah aktif. Kalian berangkatlah. Pemimpin Wang, Meng, Shi, Xing, Yuan, Zhi, Bao, dan Xie, mereka akan menemani kalian selama masa kompetisi. Kami berharap, kalian kembali dengan membawa kemenangan yang gemilang."
"Emm... Pemimpin Sun tidak perlu risau. Kami pasti akan membawakan kemenangan untuk Wilayah Timur." Qing Shandian mengangguk ringan ketika dia menimpali ucapan Sun Quan.
"Baiklah. Tidak perlu menunda lagi. Kita berangkat sekarang." Ucap Wang Xiu dengan tenang sebelum kemudian dia melangkah memasuki portal transfer, diikuti oleh tujuh pemimpin klan lainnya.
Qing Shandian juga memasuki portal, diikuti oleh sembilan lainnya, ketika para Pemimpin Klan sudah menghilang.
...…………………………...
** Bersambung…