System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.92 - Hari Terakhir Kompetisi



Perburuan Terakhir dan Penyelamatan


Pagi yang cerah menyapa penghuni dunia jiwa dengan manja diiringi angin sepoi yang berhembus sejuk. Hangatnya mentari pagi pun menghantarkan semangat baru bagi semua orang. Satu demi satu, para penghuni dunia jiwa mulai riuh aktif memulai aktivitas mereka.


Sementara itu di depan sebuah rumah, terlihat sepuluh orang sedang berdiri menghadap ke arah empat wanita. Tentu saja, mereka Adalah Qing Shandian dan kelompoknya. Sementata untuk empat wanita itu tidak lain adalah Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing.


Qing Shandian menatap empat wanita di hadapannya dengan tatapan lembut. Sambil tersenyum tipis dia berkata, "Aku akan pergi dulu. Hari ini adalah hari terakhir perburuan. Tolong sampaikan salamku untuk ayah, ibu, kakek, nenek dan kaket buyut."


Qing Wenrou membalas tatapan Qing Shandian sambil tersenyum tipis. Dengan nada lembut di menyahuti. "Baik. Nanti akan kami sampaikan. Hati-hati, An gege. Terimakasih sudah menemani kami."


"Hati-hati, An gege." Sahut Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing bersamaan.


Qing Shandian masih dengan senyumnya membalas. "Tentu. Aku pasti berhati-hati. Baiklah, kami pergi dulu."


Setelah menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian dan kelompoknya menghilang dari tempat mereka berdiri.


...…………………………...


"Wuusshh"


Di tempat awal yang menjadi medan pertempuran sebelumnya, Qing Shandian dan kelompoknya muncul dari udara tipis. Dengab nada tenang dia berkata, "Kita hanya punya waktu tersisa sampai tengah hari nanti sebelum kompetisi berakhir. Tentang poin, kemarin kita sudah mencapai jumlah yang disepakati, bahkan lebih. Jadi, kita akan bergerak terus ke timur dengan kecepatan maksimal. Tapi jika menemui kawanan Binatang Spiritual, anggap saja itu bonus untuk kita."


"Hahaha... Tentu saja tidak masalah. Lalu tunggu apa lagi? Cepat kita berangkat. Semoga keberuntungan kita bagus." Sahut Shi Zhifang dengan tawa renyahnya karena bersemangat.


Qing Shandian dan delapan orang lainnya menggelengkan kepala ringan ketika menyaksikan tingkah Shi Zhifang.


"Baiklah. Ayo pergi." Ucap Qing Shandian dengan nada santai sebelum kemudian dia dan kelompoknya melesat cepat seperti anak panah yang lepas dari busurnya.


"Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh.."


Mereka terlihat seperti sebuah bayangan ketika melintasi lautan pepohonan tinggi nan rimbun yang tertutup lapisan salju tipis. Sesekali, raungan Binatang Spiritual terdengar meskipun itu tidak terlalu jelas.


Setelah setengah jam setelah perjalanan panjang, Qing Shandian dan kelompoknya menghentikan pergerakan ketika pandangan mereka menangkap kawanan besar Binatang Spiritual yang tidak terlalu jauh dari mereka. Dengan suara pelan dia berbicara. "Tetap gunakan formasi yang sama. Kita kelilingi mereka."


"Hmmm... Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Kita benar-benar beruntung. Ini akan sangat memuaskan." Sahut Shi Zhifang dengan nada bersemangat dan mata yang berbinar.


"Baiklah. Semua berpencar!" Seru Qing Shandian pelan sebelum kemudian dia melesat lurus ke depan, lalu diikuti oleh Shi Zhifang dan delapan orang lainnya yang menyebar ke arah yang berbeda..


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


Ketika sampai di posisinya, Shi Zhifang dengan cepat langsung menerjang kawanan Binatang Spiritual yang tidak jauh darinya sambil berseru keras. "Mari mulai pestanya! Tombak Penghakiman!"


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Bersamaan dengan kehadiran Shi Zhifang, kawanan itu menatapnya dengan tatapan tajam. Sayangnya, sebelum mereka bereaksi, serangan Shi Zhifang sudah membombardir mereka dengan ganas.


Di sisi lain, dimulainya pertempuran itu juga disusul oleh Xie Huang Yang dan yang lainnya, begitu pula Qing Shandian yang bahkan terlihat lebih brutal dalam debutnya.


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Pertempuran terlihat sangat kacau. Suara raungan keras dan bentrokan dari setiap serangan saling bersahutan dari sepuluh sisi berbeda. Pemandangan mayat yang bergelimpangan satu demi satu kembali mewarnai dataran luas diantara lautan pepohonan tinggi yang rimbun. Darah pun ikut mewarnai tanah yang tertutup salju. Terkadang, serangan balasan dari kawanan Binatang Spiritual itu membombardir pepohonan dan memporak-porandakannya.


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Intensnya bombardir serangan Qing Shandian dan kelompoknya, menyebabkan kawanan Binatang Spiritual itu dengan cepat berkurang, hingga terlihat bahwa mereka berada diantara lautan mayat. Seiring berjalannya waktu, kekacauan mulai mereda sebelum akhirnya berakhir sunyi, menyisakan aroma pekat kematian dan bau anyir darah.


[Ding... An gege berhasil membunuh 3.450 Binatang Spiritual Kelas 3 Menengah, 2.410 Kelas 3 Tingkat Tinggi, Mendapatkan 12,74 Triliun PS, mendapatkan 6,37 Triliun PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 1.980 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Rendah, mendapatkan 19,8 Triliun PS, mendapatkan 9,9 Triliun PP]


[Ding... Total Poin System saat ini \= 4,294389567 Kuadriliun PS]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 629,985 Triliun/750 Triliun PP]


Bersamaan dengan suara pemberitahuan itu, Qing Shandian tanpa penundaan segera menyelimuti seluruh mayat Binatang Spiritual di medan pertempuran, dan memindahkannya ke dunia jiwa. Begitu selesai, dia menatap kelompoknya dan berkata, "Apakah kalian ingin memulihkan diri terlebih dahulu, atau langsung bergegas?"


"Kita pulihkan diri dulu sekedar berjaga-jaga jika sesuatu yang merepotkan muncul." Sahut Sun Mingzhou sambil lalu memasuki kondisi meditasi, diikuti oleh delapan orang lainnya.


Qing Shandian dengan sabar menunggu sambil berdiri bersendekap. Lima belas menit kemudian, satu per satu dari mereka perlahan membuka mata, lalu perlahan berdiri. Qing Shandian tersenyum tipis. Dengan nada santai dia berkata, "Karena kalian sudah pulih ke kondisi puncak, kita tidak perlu menunda waktu lagi. Ayo pergi."


"Berangkat!" Seru Shi Zhifang sebelum kemudian dia melesat mendahului Qing Shandian dan delapan orang lainnya.


"Haahhh.. Dia benar-benar sangat bersemangat." Ucap Qing Shandian dengan helaan nafas panjang, sebelum kemudian dia melesat cepat bersama yang lain, menyusul Shi Zhifang.


...…………………………...


Waktu dengan cepat berlalu. Tanpa terasa, Qing Shandian dan kelompoknya telah melakukan perjalanan selama satu jam, sebelum kemudian mereka memperlambat pergerakan ketika gema suara ledakan yang bersahutan memasuki telinga mereka.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh.."


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Qing Shandian dan kelompoknya untuk tiba di tujuan mereka.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


Sambil mengerutkan dahinya, Qing Shandian mengamati pertempuran yang sedang berlangsung tidak jauh kelompoknya. Setelah mengetahui siapa yang sedang bertempur, dia dengan suara pelan berkata, "Dari penampilan, mereka dari kelompok perwakilan Wilayah Utara dan Tengah. Sepertinya, Wilayah Utara sangat tidak beruntung."


Ketika ucapan Qing Shandian jatuh, Shi Zhifang dan yang lain agak terkejut. Lalu dengan suara pelan Shi Zhifang menyahuti. "Wilayah Tengah benar-benar sangat sombong. Apakah kita hanya akan diam dan melihat?"


Tidak ada jawaban ketika pertanyaan itu terucap. Sun Mingzhou dan tujuh orang lainnya menatap Qing Shandian menunggu pendapatnya.


Qing Shandian pun membalas tatapan mereka. Dia menghela nafas ringan dan berkata, "Hahh... Kita perhatikan dulu. Jika kelompok Wilayah Utara berada dalam kondisi kritis, kita selamatkan mereka."


"Aku setuju dengan pendapatmu. Dengan begitu, mereka akan merasa berhutang budi. Lagipula, tanganku juga terasa gatal ingin memberikan kelompok Wilayah Utara pelajaran yang bagus." Sahut Shi Zhifang sambil menggosokkan telapak tangannya.


"Hehe.. Aku rasa itu ide yang bagus. Kita berikan mereka kenangan terakhir." Ucap Xie Huang Yang dengan terkekeh pelan.


Setelah percakapan singkat itu, Qing Shandian dan kelompoknya fokus dengan pertempuran yang terjadi.


...…………………………...


Di sisi medan pertempuran, pertarungan yang terjadi terlihat tidak seimbang. Kelompok perwakilan Wilayah Utara, yang mengenakan pakaian biru langit terus dipojokkan dengan bombardir berbagai serangan yang diluncurkan oleh kelompok perwakilan Wilayah Tengah yang mengenakan pakaian dominan ungu.


"Dingg..Dingg..Dingg..Dingg..Dingg..Dingg.."


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Aahhh!.. Aahhh!.. Aahhh!.. Aahhh!.."


Dua kelompok itu terus bertukar serangan dengan ganas. Sayangnya, karena perbedaan kekuatan, tidak lama setelah itu, kelompok Wilayah Utara mengalami kekalahan. Mereka terpental ke segara arah dan menghantam pepohonan. Pakaian di tubuh mereka terkoyak compang-camping yang diwarnai oleh darah.


"Hahahaha... Dong Fushu! Tidak akan ada satu pun dari kalian yang akan selamat. Wilayah Utara harus turun dari posisinya!" Seru seorang pemuda kekar berambut panjang dengan pakaian ungu bercorak emas, sambil menggenggam pedang di tangannya dan berjalan pelan menghampiri seorang pemuda yang di panggil Dong Fushu.


"Uhukk.. Uhukk.. Uhukk..Juan Liyan.. Kamu benar-benar bajingan! Kalian sengaja menjebak kami bukan?" Sahut pemuda berambut biru pucat dengan campuran hitam dari perwakilan Wilayah Utara yang dipanggil Dong Fushu. Dia berbicara dengan suara pelan sambil memegang dadanya yang terasa sakit.


"Hahaha... Itu benar. Pemimpin Klan kami telah memberikan perintah untuk melenyapkan kalian selama kompetisi ini. Tidak aku sangka, bahwa kalian sangat mudah masuk dalam perangkap." Sahut seorang pemuda yang dipanggil Juan Liyan. Dia mengalihkan pandangan ke arah kelompoknya dan berkata dengan suara dalam. "Bunuh mereka semua! Jangan tinggalkan jejak ......!"


"Wuusshhh"


Sebelum ucapan itu selesai, Qing Shandian dan kelompoknya secara tiba-tiba muncul dari udara tipis. Merka tanpa bicara sepatah kata pun segera meluncurkan serangan ke arah anggota perwakilan Wilayah tengah.


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


Ketika serangan itu meluncur, kelompok Juan Liyan sangat terkejut. Namun mereka segera tersadar, lalu dengan sigap melesat mundur dan menghindari serangan itu.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


Serangan-serangan itu lewat dan memporak porandakan banyak pepohonan. Namun Qing Shandian dan kelompoknya mengabaikan itu. Mereka memapah kelompok Wilayah Utara, mengumpulkannya menjadi satu dan menyandarkan mereka di pohon besar.


Juan Liyan menyipitkan matanya dan menatap kelompok Qing Shandian dengan tatapan tajam. Dengan nada dingin dia berkata, "Rupanya kalian dari Wilayah Timur yang mengganggu bisnisku. Benar-benar kebetulan yang bagus. Itu akan menghemat waktu kami untuk mencari kalian. Kalian juga harus mati disini."


Qing Shandian mengabaikan ucapan Juan Liyan. Dia menoleh ke arah kelompoknya dan dengan nada tenang dia berkata, "Zhifang, kalian bantu mereka memulihkan diri. Serahkan mereka padaku."


"Haahhh... Baiklah. Padahal aku juga ingin bersenang-senang." Sahut Shi Zhifang dengan helaan nafas panjang dan berbicara dengan nada tidak berdaya.


Sementara itu, Sun Mingzhou dan lainnya hanya membalas dengan anggukan, lalu mereka memberi mereka 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas'.


Qing Shandian menatap Juan Liyan dan kelompoknya dengan tatapan tenang. Dia berkata, "Siapa yang akan mati masih belum ditentukan. Apakah kalian ingin menyerang lebih dulu, atau aku yang harus memulai."


Juan Liyan yang sebelumnya diabaikan, menjadi semakin marah ketika mendengar ucapan Qing Shandian. Wajahnya terlihat merah padam menahan gejolak emosi. Dengan geram dia berkata, "Hanya seorabg tanpa aura sepertimu ingin menghadapi kami sendirian?! Kau memiliki nyali yang tinggi! Karena begitu, kami tidak perlu menahan apapun. Bunuh dia!!" Pungkasnya memberi perintah pada kelompoknya, sebelum kemudian dia melesat menerjang ke arah Qing Shandian sambil menghunus pedangnya.


""Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


Qing Shandian masih berdiri dengan tenang sambil menyeringai ketika melihat Juan Liyan dan kelompoknya menerjang ke arahnya. Dengan tangan kanan terkepal, dia memutar-mutar pergelangan tangannya sambil berbicara sedikit keras. "Hanya dengan kalian ingin membunuhku? Kalian terlalu cepat seratus tahun untuk melakukannya." Pungkasnya sebelum kemudian dia menghilang dari tempatnya berdiri.


Juan Liyan dan kelompoknya pun seketika itu menghentikan pergerakan mereka. Namun, mereka tidak sadar bahwa nyayian kematian sebenarnya telah merayapi jiwa mereka.


"Bangg..Bangg..Bangg..Bangg..Bangg... Bangg..Bangg..Bangg..Bangg..Bangg... "


"Aahhh..Aahhh..Aahhh..Aahhh..Aahhh.."


Dalam sekelip mata, Qing Shandian muncul dengan ayunan tinjunya yang bersarang di perut Juan Liyan dan kelompoknya. Dia beeulang kali menghilang dan muncul, lalu menghilang dan muncul lagi dengan ayunan tinju yang sama. Aksinya membuat kelompok Juan Liyan berteriak bersahutan dan terpental cukup jauh.


Juan Liyan berdiri dengan cepat. Dia berseru sambil terbatuk-batuk dan memuntahkan darah. "Sialan! Uhukk.. Uhukk.. Kamu berani menyerangku! Kamu pantas mati!"


"Hehe.. Aku rasa, kamu salah mengucapkan kalimat. Seharusnya kamu mengatakan terimakasih karena telah membantu kalian membuka gerbang kematian." Sahut Qing Shandian dengan terkekeh pelan, sambil menyeringai.


Ucapan Qing Shandian membuat Juan Liyan tertawa keras sebelum beebicara. "Hahahaha... Mati? Hanya dengan pukulan kecilmu itu? Hahahaha... Sangat lucu!"


Qing Shandian tersenyum. Dia mengangkat tangannya, lalu berbicara sambil mengepalkan telapak tangannya. "Meledak!"


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


Ketika ucapan itu jatuh, Juan Jixun dan kelompoknya meledak bersahutan menjadi ketiadaan, bahkan tanpa sempat berteriak. Udara juga nampak terdistorsi ketika ledakan itu terjadi. Bersamaan dengan itu, Qing Shandian mendapatkan pemberitahuan.


[Ding... An gege berhasil membunuh 10 Kultivator Tingkat Sovereign, mendapatkan 100 Milliar PS, mendapatkan 50 Milliar PP]


[Ding... Total Poin System saat ini \= 4,294489567 Kuadriliun PS]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 630,035 Triliun/750 Triliun PP]


Qing Shandian bersikap acuh seperti biasanya ketika mendengar pemberitahuan itu. Dia melepaskan persepsi spiritualnya untuk memastikan bahwa tidak ada sisa aura kelompok Wilayah Utara. Setelah deteksi singkat dan merasa semua aman, dia berbalik dan berjalan menghampiri kelompoknya dan kelompok Wilayah Utara.


...…………………………...


** Bersambung …