
Di dalam ruangan pemurnian yang luas, Xie Feng Xue terlihat sibuk menyiapkan kotak demi kotak ramuan spiritual dan memeriksa kualitasnya. Sesuai dengan keinginan Qing Shandian, dia menyiapkan beberapa jenis Ramuan Spiritual Kelas 9 Tingkat Tinggi untuk memurnikan pil kelas 9 Tingkat Tinggi, sebagai ujian alkemis Kelas Surga Tingkat Tinggi.
Sementara di sisi Qing Shandian, dia saat ini sedang berkonsentrasi mempelajari resep 'Pil Roh Peremajaan' yang tertulis pada sebuah gulungan giok. Dia memusatkan fikirannya sepenuhnya pada gulungan giok di hadapannya, diikuti oleh kekuatan spiritualnya yang mengalir menyelimuti gulungan itu. Sesaat kemudian, dia memejamkan matanya dan mencerna langkah-langkah pemurnian dalam resep itu. Namun, setelah hanya dua menit, dia membuka matanya, sebelum kemudian mengerutkan alis sambil memegang dagunya. Sesaat kemudian, dia mengangkat kepalanya, lalu menatap Xie Feng Xue dan berkata, "Ketua Feng Xue, apakah resep pil ini sudah benar-benar teruji? Kenapa aku merasa ada bahan yang hilang dalam resep ini?"
Xie Feng Xue yang mendengar ucapan Qing Shandian, secara reflek menjatuhkan kotak di tangannya ke lantai. Dia dengan kaget menatap Qing Shandian sambil berkata, "Ahh... Bagaimana kamu bisa tahu? Bukankah kamu belum melakukan pemurnian?"
Mendengar jawaban itu, Qing Shandian semakin mengerutkan alisnya, lalu berkata dengan suara khidmat. "Jadi, ternyata itu benar? Bahwa sebenarnya ada bahan yang hilang dari resep ini? Pantas saja aku menemui kebuntuan dalam analisaku. Ternyata itu penyebabnya. Tidak heran.."
"Kamu benar. Resep itu memang tidak lengkap. Berapa kali pun aku mengujinya, hasilnya selalu gagal. Aku juga merasa ada bahan yang hilang. Tapi karena rasa penasaranku, aku terus mencobanya berulang kali meskipun pada akhirnya itu sia-sia. Haahhhh..." Xie Feng Xue berbicara dengan nada yang terdengar murung sebelum akhirnya dia menghela nafas panjang.
Qing Shandian merasa kasihan melihat ekspresi Xie Feng Xue yang terlihat frustasi. Dia kemudian teesenyum dan berkata, "Tidak perlu untuk menjadi frustasi. Aku akan menyempurnakan resepnya untukmu. Jadi, lain kali kamu bisa mencobanya dengan keberhasilan."
Begitu suara Qing Shandian jatuh, Xie Feng Xue dengan langkah cepat menerkam Qing Shandian dan langsung memeluk erat lengannya. Dengan nada bersemangat dia berkata, "Benarkah? Benarkah kamu bisa menyempurnakan itu? Cepat.. Katakan padaku."
"Uhhh... Ketua Feng Xue, jika kamu bereaksi seperti ini, sesuatu yang lain dari diriku akan bangkit tanpa perintah." Qing Shandian berkata dengan nada tidak berdaya.
Bukannya melepaskan pelukannya, Xie Feng Xue justru semakin erat memeluk lengan Qing Shandian. Dengan penasaran dia berkata, "Ohh? Apa itu? Apakah itu sesuatu yang menakutkan?"
Qing Shandian yang merasakan sensasi dua benda kenyal di lengannya pun menjadi merinding. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Xie Feng Xue, lalu berbisik. "Ketua Feng Xue, kamu tentu tahu kan, meskipun aku masih bocah, aku juga laki-laki normal. Jadi, Ketua Feng Xue pasti bisa menebak, bagian mana dari tubuhku yang akan bereaksi ketika dua benda kenyal ini menyentuhku se-erat ini."
Ketika Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, Xie Fenh Xue akhirnya mengerti dan wajahnya segera merona merah dari wajah, telinga, hingga leher jenjangnya yang putih. Dia dengan cepat melepaskan lengan Qing Shandian dan segera menjauh membelakangi Qing Shandian. Dia pun berkata, "Dasar bocah mesum..."
Ketika melihat reaksi malu Xie Feng Xue, Qing Shandian menyeringai lebar sebelum mendekatinya dan kembali berbisik, "Ketua Feng Xue, haruskah aku memanggilmu dengan Feng Xue, atau Xue'er? Kenapa kamu sekarang menjadi begitu pemalu? Bukankah tadi kamu dengan sangat erat berani memelukku?" Pungkasnya lalu dengan cepat segera menjauh dari Xie Feng Xue.
Asap seolah keluar dari telinga Xie Feng Xue ketika dia mendengar bisikan menggoda Qing Shandian. Dia dengan sembarangan meraih kotak di dekatnya dan segera melemparkannya ke arah Qing Shandian sambil bersungut-sungut. "Kamu bocah kecil... Kamu benar-benar berani menggodaku lagi dan lagi.. Ini! Rasakan! Dasar mesum kecil..."
"Hahahaha.. Ketua Feng Xue, lihat betapa merahnya wajahmu sekarang... Ck.ck.ck.. Benar-benar sempurna..." Qing Shandian tertawa riang sebelum berbicara, sambil menangkap kotak-kotak yang dilemparkan Xie Feng Xue.
"Sudah, cukup... Aku tidak akan menggodamu lagi untuk saat ini. Berikan aku waktu untuk menganalisa resep itu sekali lagi. Aku yakin bisa menyempurnakannya." Ucap Qing Shandian yang kembali ke ketenangannya sebelum kemudian dia duduk bersila dan memejamkan mata.
Xie Feng Xue segera berhenti melemparkan kotak-kotak itu ketika dia melihat Qing Shandian yang kembali fokus dalam meditasinya. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan kompleks. Namun sebuah senyum yang mengembang menghiasi wajahnya. Sepanjang waktu, dia selalu sibuk dengan urusannya dalam pemurnian pil, serta urusan dalam lingkaran Asosiasi Alkemis. Dia tidak pernah mendapatkan kesempatan mengistirahatkan fikiran untuk sekedar menghibur diri. Dia dengan lekat menatap wajah tenang Qing Shandian, lalu melangkah maju menghampirinya, sebelum kemudian duduk bersila didepannya. Dia merasa bahagia dengan kehadiran Qing Shandian yang tidak canggung ketika berbicara dengannya. Selain itu, dia entah kenapa juga merasa menjadi orang yang berbeda ketika bersama Qing Shandian. Seolah dia tidak memiliki suatu beban apapun dalam fikirannya. Yang ada saat ini hanyalah Qing Shandian yang mengisi kekosongan di hatinya dan perasaan membuncah yang belum pernah dia rasa.
Waktu berlalu, dan setengah jam telah terlewati begitu saja. Ruangan pemurnian itu benar-benar sunyi, dan hanya suara nafas tenang dua insan yang terdengar. Bulu mata Qing Shandian bergetar lembut diikuti oleh kelopak matanya yang perlahan terbuka. Namun begitu Qing Shandian mendapatkan kembali kesadarannya, dia tertegun untuk sesaat ketika merasakan sssuatu yang berat menindih bahu kirinya. Dia memiringkan kepala, dan mendapati Xie Feng Xue yang sedang tertidur pulas dengan nafas tenang bersandar di bahunya. Qing Shandian tahu, jelas tidak mudah menjadi seorang Ketua Asosiasi Alkemis. Dari nafas tenang Xie Fenv Xue, dia menyadari bahwa kemungkinan besar Xie Feng Xue kurang waktu istirahat, dan sibuk dengan urusan dalam lingkaran Asosiasi Alkemis.
Qing Shandian secara perlahan mengulurkan tangannya meraih bahu Xie Feng Xue, lalu dengan hati-hati berdiri sambil mengangkat tubuhnya, dan membopong Xie Feng Xue ke ruangan lain yang dekat dengan ruang pemurnian. Dia membaringkan Xie Feng Xue di ranjang tidur dan menutupinya dengan selimut, lalu segera berbalik kembali ke ruangan pemurnian.
...…………………………...
Di dalam ruang pemurnian, Qing Shandian berdiri tenang di depan kotak - kotak Ramuan Spiritual yang berjajar, dia memeriksa sekali lagi bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk memurnikan 'Pil Roh Peremajaan'.
"Daun Lidah Naga 1.000 tahun, Inti Monster Kayu, Buah Roh Beruas Jingga, Daun Biru Tiga Kelopak, Bunga Darah 1.000 tahun, Ginseng Darah 10.000 tahun dan Ganoderma Cincin Putih... Hmm.. Aku rasa ini sudah benar. Untuk proses akhirnya, mungkin akan lebih baik jika aku menambahkan sepuluh tetes Madu Lebah Awan Emas.. Saatnya melakukan pengujian resep." Qing Shandian berbicara sambil merenungkan sekali lagi perbaikan resep 'Pil Roh Peremajaan' dari hasil analisanya.
Qing Shandian dengan langkah tenang berjalan menuju tungku pil yang tersedia dalam ruangan itu sambil membawa tumpukan kotak Ramuan Spiritual. Dari yang disiapkan Xie Feng Xue, Qing Shandian menggandakan lagi jumlah bahannya untuk berjaga-jaga jika mengalami kegagalan saat pengujian pertamanya.
Meletakkan kotak-kotak itu diatas meja, dia lalu membukanya. Setelah itu, dia memandang ke arah tungku pil sesaat, sebelum menghirup nafas dalam-dalam. Dia kemudian mengeluarkan apinya dan mulai memanaskan tungku pil. Setelah dirasa cukup, Qing Shandian melemparkan 'Daun Lidah Naga 1.000 tahun' ke dalam tungku pil dan mulai mengekstrak sarinya dengan suhu sedang hingga terbentuk cairan bening kehijauan, lalu menyisihkannya. Dia membagi kekuatan spiritualnya untuk menjaga hasil ekstraksi agar tidak menguap, dan mengontrol nyala api untuk menyesuaikan suhu panasnya. Setelah mendapatkan hasil ekstrasi bahan pertama, dia memasukkan 'Buah Roh Beruas Jingga' dan memulai ekstraksi dengan suhu api rendah hingga terbentuk cairan berwarna jingga keruh, dan terus melakukan pemanggangan hingga menyisakan cairan berwarna jingga cerah. Selanjutnya dia memasukkan 'Daun Biru Tiga Kelopak' dan mengekstraknya dengan suhu tinggi. Dia terus melakukan pemanggangan hingga tersisa sebuah cairan biru transparan.
Setelah mendapatkan tiga cairan pertama, Qing Shandian tidak segera memasukkan bahan selanjutnya. Namun, dia melakukan proses penggabungan ketiga cairan itu, diikuti oleh kekuatan spiritualnya yang meletus menjadi dua kali lipat daripada saat proses ekstraksi dan suhu nyala api yang meningkat lebih kuat. Setelah lima menit berlalu, gumpalan cairan kental tiga warna terbentuk sempurna menampilkan kilau transparan jingga - hijau - biru. Ketika penggabungan itu beehasil, Qing Shandian pun segera menekan lagi kekuatan spiritualnya.
Selesai dengan langkah penggabungan tiga cairan pertama, Qing Shandian segera melakukan pengekstrakkan 'Bunga Darah 1.000 tahun' dengan suhu rendah, hingga terbentuk cairan merah pekat yang gelap, lalu menyisihkannya. Kemudian, dia memasukkan 'Ginseng Darah 10.000 tahun dan mengekstraknya dengan suhu tinggi. Setelah 30 menit pemanggangan, Qing Shandian mendapatkan cairan merah transparan dan menyisihkannya lagi. Selanjutnya, 'Ganoderma Cincin Putih' di ekstraksi dengan suhu sedang. Dan proses itu berlangsung selama 10 menit sebelum akhirnya dia mendapatkan cairan putih pekat.
Berhenti pada proses ekstraksi, Qing Shandian sekali lagi melakukan proses penggabungan tiga cairan kedua. Kekuatan spiritualnya meletus naik lagi, dan itu menekan ketiga cairan itu agar menyatu, diiringi dengan peningkatan suhu nyala api yang lebih kuat daripada penggabungan cairan pertama. Waktu terus berlalu dengan cepat. Dua jam lamanya proses penggabungan, membuat butir-butir keringat halus memenuhi dahi Qing Shandian. Hingga akhirnya satu jam lagi berlalu, dia berhasil menyatukan tiga cairan itu menjadi gumpalan cairan kental merah - merah muda - putih.
Qing Shandian menghela nafas panjang dan berhenti sejenak sebelum melanjutkan proses berikutnya. Dia barusaja akan menyeka dahinya, ketika sebuah tangan halus mendahuluinya mengusap butiran keringat itu. Ketika dia memiringkan kepalanya, dia mendapati Xie Feng Xue yang menatapnya dengan tatapan lembut dan senyum manis yang mengembang dibibirnya. Qing Shandian membalas senyuman itu dan berkata ringan, "Terimakasih." Sebelum tatapannya kembali fokus ke arah tungku pil.
Setelah itu, dia memasukkan 'Inti Monster Kayu' dan memanggangnya dengan suhu tinggi untuk mendapatkan 'Serbuk Pengumpul Spiritualitas'. Serbuk ini sebenarnya ada yang sudah siap pakai. Namun, efektivitasnya sangat jauh jika dibandingkan dengan 'Serbuk Pengumpul Spiritualitas' yang diekstraksi langsung dari 'Inti Monster Kayu'. Setiap pil yang mengandung spiritualitas, itu akan memiliki efektivitas jauh lebih tinggi daripada sebuah pil yang tanpa spiritualitas. Namun, jika kandungan spiritualitas terlalu tinggi dan jika seorang alkemis tidak siap akan hal itu, ketika pil terbentuk, bisa dipastikan itu akan melarikan diri.
Tiga jam lagi berlalu, dan di dalam tungku pil mulai terlihat 'Serbuk Pengumpul Spiritualitas' seperti titik-titik cahaya yang berkerlap-kerlip. Melihat bahwa proses itu telah mendapatkan hasil, Qing Shandian segera melakukan proses penggabungan lagi. Gumpalan cairan pertama dan kedua ditekan kuat dengan kekuatan spiritualnya, lalu dengan segera dia menambahkan 'Serbuk Pengumpul Spiritualitas', dan menaikkan suhu nyala api ke tingkat yang lebih tinggi dari proses penggabungan yang kedua. Tatapan Qing Shandian juga menjadi jauh lebih serius, ketika dua gumpalan cairan itu menunjukkan tanda-tanda pecah yang berarti mulai menyatu, dengan 'Serbuk Pengumpul Spiritualitas' yang telah terserap ke dalam dua gumpalan cairan itu. Dengan sigap, Qing Shandian mengeluarkan botol giok kecil yang berisi 'Madu Lebah Awan Emas', lalu segera memasukkan sepuluh tetes ke dalam tungku pil menggunakan kekuatan spiritualnya.
Setengah jam lagi berlalu. Dua gumpalan cairan telah menyatu sepenuhnya, dan itu telah berubah menjadi gumpalan cair padat besar multiwarna transparan. Setelah itu, Qing Shandian membagi gumpalan cair itu menjadi sepuluh bagian. Begitu langkah pemecahan berhasil, gumpalan itu berputar cepat menyerap spiritualitas dari luar tungku pil selama beberapa saat sebelum akhirnya tenang. Qing Shandian yang melihat hal itu segera menambah kekuatan spiritualnya untuk menekan gumpalan cair itu, diiringi suhu api yang kembali meningkat, dan dia berucap,
"Padatkan."
Kekuatan spiritual menggelegak hebat dalam tungku pil hingga akhirnya menyusut, diikuti oleh nyala api yang menghilang. Qing Shandian segera membuka tutup tungku pil, yang menyebabkan 10 butir pil itu berusaha untuk melarikan diri. Namun sayangnya, dengan tingkat kekuatan spiritual Qing Shandian saat ini, pil-pil itu seperti terperangkap dalam jaring sebelum akhirnya menjadi tenang. Qing Shandian mengumpulkan 10 butir pil itu ke piring giok.
Qing Shandian mengambil salah satu pil dan memeriksanya. Sesaat kemudian, dia tersenyum lebar sambil berkata, "Perbaikan resep dan pemurnian pil berhasil. Efektivitas spiritualitas juga meningkat."
Qing Shandian segera mengalihkan pandangannya ke arah Xie Feng Xue. Sambil tersenyum, dia berkata, "Kemarilah. Apakah kamu tidak ingin melihat dan memeriksanya?"
Xie Feng Xue hanya berdiri mematung tidak percaya. Resep pil yang bahkan telah dia uji dengan kegagalan yang berulang kali, sebenarnya bisa diperbaiki dengan mudah oleh seorang berusia 8 tahun? Dan lagi, dia juga mampu memurnikannya dalam waktu singkat? Xie Feng Xue tenggelam dalam fikirannya sendiri. Namun, dia akhirnya tersadar ketika dia mendengar suara yang sekali lagi memanggilnya dan merasakan sentuhan di pipinya.
"Feng Xue? Apa kamu baik-baik saja?" Ucap Qing Shandian sambil memegang pipi Xie Feng Xue.
"Ahh... Ya, ya.. Aku baik-baik saja." Sahut Xie Feng Xue dengan nada sedikit kaget. Dia merasakan hangat ketika tangan Qing Shandian memegang pipinya. Kemudian, sambil sedikit menundukkan kepalanya, dia dengan lirih berkata, "Bisakah kamu melepaskan tanganmu?"
"Hmm? Feng Xue, apa yang kamu katakan? Aku tidak bisa mendengarnya." Ucap Qing Shandian sambil mendekatkan telinganya cukup dekat dengan bibir Xie Feng Xue.
Xie Feng Xue tidak menjawab pertanyaan itu. Karena dia saat ini tengah merasa sangat malu hingga memerah sampai leher. Dengan gemas dia mengigit telinga Qing Shandian.
"Aaahhhh... Feng Xue... Itu sangat menyakitkan.. Aahhh.. Telingaku mau putus.. Cepat, cepat.. Aahh.. Lepaskan." Qing Shandian berbicara di sela-sela teriakannya sambil meringis kesakitan.
"Hmphh!... Rasakan! Itu bonus khusus karena sudah menggodaku berulang kali." Sahut Xie Feng Xue sambil mendengus dingin. Namun, ketika dia melihat ekpresi kesakitan Qing Shandian, dia merasa bersalah dan dengan suara cemas dia berkata, "Apakah itu benar-benar sakit? Aku... Aku minta maaf." Pungkasnya sambil menunduk.
Qing Shandian mengusap telinganya pelan sambil menatap Xie Feng Xue. Dengan suara lembut dia berkata, "Tidak apa-apa. Untungnya telingaku menempel di tempatnya dengat kuat, atau itu sudah terlepas sekarang. Sudahlah, maaf sudah membuatmu cemas. Apakah kamu tidak ingin memeriksa 'Pil Roh Peremajaan'?" Pungkasnya sambil mengusap pipi Xie Feng Xue dengan lembut diiringi senyum yang mengembang.
Xie Feng Xue segera menegakkan kepalanya, lalu memperhatikan telinga Qing Shandian yang memerah dengan bekas gigitannya yang masih tertinggal. Dia menatap Qing Shandian dengan lekat, lalu berkata dengan suara sedikit bergetar dengan mata berkaca-kaca, "Apakah setelah mendapatkan lencana alkemis kamu akan pergi? Jika ya, kemana kamu akan pergi?"
Qing Shandian juga membalas tatapan Xie Feng Xue. Dia bisa mengetahui perasaan kesepian dibalik pupil hitamnya. Menghela nafas ringan, sambil mengusap ringan pipi Xie Feng Xue, dia membalas. "Mendapatkan lencana maupun tidak, cepat atau lambat, aku akan meninggalkan Ibukota Kekaisaran Tianhuo. Jika kamu mau, aku tidak keberatan jika kamu mengikutiku. Tapi jika kamu memilih untuk tetap disini, aku tidak bisa berbuat apapun."
Ketika mendengar ucapan itu, butir airmata di pelupuk mata Xie Feng Xue akhirnya lolos, menitik di jari Qing Shandian. Dia pun segera memeluk dan membenamkan kepalanya di dada Qing Shandian dengan erat sambil berkata, "Baik, aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi, dan meninggalkan tempat ini."
Qing Shandian membalas pelukan Xie Feng Xue dan berkata, "Apa kamu yakin? Feng Xue, perlu kamu tahu, bahwa perjalananku akan banyak menemui bahaya. Dan aku juga tidak terlalu yakin bisa menjagamu agar tetap aman. Apa kamu masih ingin mengikutiku?"
Xie Feng Xue sambil memeluk Qing Shandian pun mengangguk pelan dan berkata, "Aku tidak peduli. Lagipula, aku tidak punya siapa-siapa disini. Aku juga sering mengurung diri di ruangan ini dengan pemurnian pil dari waktu ke waktu. Aku ingin tahu bagaimana dunia luar."
Qing Shandian dengan lembut memegang bahu Xie Feng Xue, dan mendorongnya pelan agar melepas pelukannya. Dia menatapnya dengan lekat begitu tatapan mereka saling bertemu. Lalu, sambil tersenyum dia berkata, "Karena kamu sangat keras kepala, aku tidak akan menghentikanmu mengikutiku. Tapi, aku harap kamu tidak bersikap ceroboh. Apa kamu mengerti?"
"Tentu. Aku mengerti... Terimakasih." Ucap Xie Feng Xue dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.
"Baiklah... Sekarang, cobalah untuk memeriksa pil itu." Ucap Qing Shandian sambil menoel hidung kecil mancung Xie Feng Xue.
"Hihihi.. Ya. Ohh, ngomong-ngomong, aku penasaran dengan bahan terakhir yang kamu tambahkan sebelumnya. Apa itu?" Xie Feng Xue terkikik merdu seperti gemerincing lonceng kaki, sebelum bertanya dengan rasa ingin tahu.
"Bahan terakhir yang aku tambahkan sebelumnya adalah 'Madu Lebah Awan Emas'. Apa kamu tahu?" Ucap Qing Shandian dengan nada ringan.
Xie Feng Xue membelalakkan mata, dan dengan nada terkejut dia berkata, "Apa kamu bilang? 'Madu Lebah Awan Emas'? Darimana kamu mendapatkannya? Bahkan aku, setelah bertahun-tahun memerintahkan banyak orang untuk mencarinya kemana-kemana tapi tidak mendapatkan hasil apapun."
Qing Shandian tersenyum tipis dan membalas sambil jarinya menunjuk ke arah 10 butir 'Pil Roh Peremajaan'. "Masukkan dulu pil-pil itu ke dalam botol giok. Jangan lupa beri tanda agar tidak keliru saat ingin mencobanya. Kita punya banyak waktu untuk berbicara bukan?"
"Ahh,.. Benar, aku hampir melupakannya." Sahut Xie Feng Xue sebelum kemudian bergegas memasukkan 'Pil Roh Peremajaan' ke dalam botol giok putih transparan dan memberinya tanda.
...…………………………...
** Bersambung …