System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.60 - Pembicaraan di Dalam Istana 1



Penjelasan Qing Shandian


--------------------------------------------------------------


Di sebuah halaman yang sangat luas di pusat Ibukota Kekaisaran, berdiri tepat di tengah sebuah istana yang megah dan luas. Sementara di sisi kiri kanan istana, ada beberapa bangunan yang terlihat seperti menara karena masing-masing bangunan memiliki enam lantai.


Dari dalam istana, terdengar seuara riuh perbincangan. Tepat di depan pintu masuk istana yang dijaga oleh prajurit kekaisaran, tiba-tiba empat orang muncul dari udara tipis, yang menyebabkan para prajurit terkejut dan segera memasang sikap siaga untuk meluncurkan serangan kapan saja.


"Wusshhh.."


Qing Shandian, Xie Feng Xue, Zhou Fenglian dan Xue Shui Jing bediri dengan tenang seolah mereka tidak melakukan pergerakan apapun. Sementara itu, Zhou Fenglian nampak terkejut jika dilihat dari ekspresinya.


Ketika prajurit itu mengenali siapa yang muncul, mereka segera berlutut dengan satu kaki, sambil menunduk mereka berkata secara serempak. "Selamat datang kembali Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri."


Zhou Fenglian segera tersadar dari keterkejutannya ketika mendengar sapaan prajurit. Dia mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Kalian boleh berdiri dan tetap dalam posisi kalian masing-masing."


"Baik, Yang Mulia Kaisar." Ucap para prajuriy itu serempak sebelum kemudian segera berdiri dan kembali ke posisi masing - masing.


"An kecil, ikuti aku." Ucap Zhou Fenglian sambil menatap Qing Shandian, lalu dia berjalan memasuki istana diikuti Xue Shuijing.


"Baik." Sahut Qing Shandian singkat, dan segera mengikuti Zhou Fenglian bersama dengan Xie Feng Xue.


Sementara itu, semua orang yang berada dalam istana segera mengalihkan pandangan mereka ke arah Zhou Fenglian ketika mereka mendengar suara langkah kaki. Mereka semua hendak berdiri, namun Zhou Fenglian segera melambaikan tangannya agar mereka semua tetap duduk.


Beberapa saat kemudian, Zhou Fenglian segera duduk di kursi singgasananya, dan Xue Shui Jing duduk di kursi yang berdampingan dengan Zhou Fenglian. Sementara itu, ketika Qing Shandian dan Xie Feng Xue hendak duduk di barisan kursi sebelah kanan dari paling akhir, Zhou Fenglian segera berkata, "An kecil, Fengxue, kalian duduklah di kursi depan sebelah kananku."


Ketika ucapan itu jatuh, semua orang segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian dan Xie Feng Xue. Ekspresi mereka penuh dengan banyak pertanyaan.


Qing Shandian dan Xie Feng Xue yang mendengar ucapan itu pun kembali berjalan menuju kursi depan yang berada disebelah kanan Zhou Fenglian, dan segera duduk dengan tenang.


Sikap tenang yang ditunjukkan Qing Shandian tidak luput dari mata Zho Fenglian dan Xue Shui Jing, dan itu membuat mereka bersemangat. Zhou Fenglian, sambil menyapukan pandangannya ke semua orang, berkata, "Baiklah.. Karena semua telah berkumpul, aku akan memulai pertemuan ini. Pertama, aku akan mengenalkan pemuda kecil ini pada kalian. Dia adalah Qing Shandian. Aku rasa, kalian sudah tahu bukan, kenapa secara tiba-tiba aku dan Jing'er pergi?"


Begitu ucapan Zhou Fenglian berakhir, ekspresi semua orang segera menjadi serius. Apa maksud Kaisar bahwa dia yang mendeklarasikan pemusnahan Klan Xiang? Seberapa kuat untuk bisa memusnahkan Klan Xiang?... Seperti itulah pemikiran yang ada dalam benak setiap orang.


Melihat perubahan ekspresi semua orang, Zhou Fenglian segera berkata lagi. "Seperti yang kalian fikiran. Dia memang orangnya. Aku harap, kalian bisa menjaga rahasia ini, atau itu akan membuat seluruh wilayah timur semakin gempar."


"Baik, Yang Mulia." Sahut semua orang serempak.


Zhou Fenglian mengangguk, lalu mengalihkan pandangan ke arah Qing Shandian. Dia berkata, "An kecil, sebelum aku menyampaikan tujuanku membawamu kesini, aku akan memperkenalkan mereka yang ada disini terlebih dahulu. Dimulai dari barisanmu, tepat disebelahmu adalah Wang Xiu, lalu Shi Huang, Meng Xuan, Yuan Rufeng, Zhi Mingjun, Xing Lihai, Xie Jiu Ling, Bao Biyu. Mereka semua adalah para pemimpin Klan masing-masing yang sengaja aku undang dari berbagai kota untuk mengadakan pertemuan. Sementara untuk barisan sebelah kiri, mereka semua adalah bagian dari keluarga kekaisaran."


Qing Shandian yang mendengar itu juga mengarahkan pandangannya kepada orang yang dimaksud. Dia perlahan berdiri, menangkupkan kedua tangan dengan sedikit membungkuk, dia berkata, "Qing Shandian menyapa Senior. Senang bertemu dengan kalian semua." Pungkasnya lalu dia kembali duduk.


Setelah mendengar perkenalan Qing Shandian, seorang pria tua berambut putih pendek dan mengenakan jubah sutra berwarna cokelat terang, yang tidak lain adalah Wang Xiu, dia dengan sedikit terkejut bertanya sambil menaikkan alisnya sebelah. "Ohh? Qing? Apa kamu dari Klan Qing kota Teratai Salju?"


Mendengar pertanyaan itu, Qing Shandian memiringkan tubuhnya sedikit sambil memandang Wang Xiu, lalu berkata, "Itu benar. Seperti yang Pemimpin Wang katakan. Aku dari Klan Qing kota Teratai Salju."


Ketika Wang Xiu mendengar jawaban Qing Shandian, minatnya semakin terusik. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. "Dari kabar yang aku dengar, tiga kekuatan utama di kota Teratai Salju yang tidak lain adalah Klan Qing, Klan Luo, dan Klan Sangguan, secara misterius menghilang tanpa jejak. Jika benar kamu dari Klan Qing, berarti mereka berada disuatu tempat. Aku fikir, kamu mengetahui sesuatu bukan? Apakah kamu bisa sedikit memberitahu kami semua disini? Jujur saja, pria tua ini sangat penasaran. Karena berita itu benar-benar membuat keributan dimana-mana."


Apa yang dikatakan oleh Wang Xiu juga disetujui oleh semua orang yang berada dalam ruangan itu, termasuk Zhou Fenglian dan Xue Shuijing yang sangat ingin tahu tentang Qinh Shandian. Tidak mungkin seorang jenius tiba-tiba muncul dari udara tipis tanpa sepengetahuan mata-mata kekaisaran yang telah tersebar luas di seluruh Wilayah Timur.


Qing Shandian terdiam dalam renungan. Dia cukup ragu untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi jika dia tidak mengatakannya, mereka pasti akan terus mengganggunya. Setelah sesaat perenungan, dia menghirup nafas ringan, lalu menyapukan pandangannya pada semua orang, lalu berkata, "Berita bahwa tiga Klan itu menghilang memang benar. Tapi juga bisa dikatakan bahwa itu tidak benar. Sebenarnya, mereka hanya pindah ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh siapapun di Benua Tianxia ini. Dan mereka semua dalam keadaan baik-baik saja."


Ketika ucapan Qing Shandian jatuh, suasana menjadi hening. Mereka jelas bertanya-tanya bagaimana cara tiga klan itu melakukan perpindahan sampai tidak ada satu pun yang menyadarinya. Selain itu, tempat apa itu yang tidak diketahui oleh siapapun bahkan oleh seluruh Benua Tianxia?... Mereka tenggelam dalam pemikiran dan rasa penasaran masing-masing.


Zhou Fenglian yang tersadar dari pemikirannya segera berkata, "An kecil, apakah yang kamu maksud, itu seperti dunia kecil?"


Qing Shandian memandang Zhou Fenglian dan berkata, "Benar. Itu adalah dunia semacam itu."


Zhou Fenglian mengangguk kecil tanda mengerti, lalu berkata, "Aku tidak tahu seperti apa dunia yang kamu maksudkan sampai membuat mereka secara serempak mau melakukan perpindahan. Namun, aku rasa ini juga pasti ada hubungannya dengan apa yang telah terjadi dengan Klan Lin yang menghilang dari kota Mawar Biru dan musnahnya Klan Ji. Selain itu, berita terbaru yang aku dengar dari kota Matahari terbit, Klan Mu yang telah diselamatkan dari penyerangan Organisasi Pembunuh Bayangan, juga secara misterius menghilang. Setelah itu disusul dengan musnahnya Klan Duan dan Klan Wen... An kecil, apakah kamu bisa meredakan rasa penasaran kaisar ini?" Pungkasnya dengan khidmat membeberkan semua informasi yang menyebabkan Wilayah Timur heboh.


"Apakah mungkin itu juga termasuk dengan menghilangnya Klan Xue secara misterius juga?" Sahut Xue Shui Jing dengan rasa penasaran.


"Benar... Aku setuju dengan pemikiran Kaisar Zhou dan Permaisuri Xue. Secara nalar, tidak mungkin hal seperti itu akan terjadi tanpa sebab. Aku dengar, Klan Lin dan Klan Ji memiliki permusuhan yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Secara tiba-tiba, Klan Lin melakukan penyerangan pada Klan Ji. Namun anehnya, Klan Lin yang kekuatannya dibawah Klan Ji bisa memenangkan pertempuran, sementara Klan Ji musnah tanpa...." Sahut Xing Lihai dengan alis yang mengkerut.


Dia menggantungkan ucapannya sebelum kemudian dia berkata dengan sedikit terkejut. "Tunggu dulu... Jika aku ingat dengan benar, pemusnahan yang terjadi pada Klan Ji, Klan Duan, dan Klan Wen memiliki jejak yang sama, yaitu semua area kediaman klan mereka menjadi kubangan yang dalam, dan teknik serangan yang digunakan adalah naga petir tiga warna. Apakah mungkin bahwa pelakunya adalah orang yang sama? Dan jika itu benar, lalu apa tujuannya?"


Xing Lihai adalah seorang pria paruh baya dengan kumis tipis dan rambut hitam bercampur putih panjang sebahu yang diikat rapi. Dia mengenakan jubah sutra berwarna biru langit.


Mendengar ucapan Xing Lihai, Zhou Fenglian tiba-tiba teringat akan pemusnahan yang dilakukan Qing Shandian pada Klan Xiang. Dia segera menatap Qing Shandian dengan tatapan yang dalam, lalu berkata dengan nada serius. "An kecil, apakah kamu tidak memiliki keinginan untuk menjelaskan sesuatu padaku?"


Sementara itu, Qing Shandian yang ditatap oleh semua orang hanya bisa menghela nafas panjang, sebelum dia berkata dengan menggerutu. "Haaahhh... Kalian para orangtua memang benar-benar menyebalkan. Kaisar Zhou, kamu orang yang tidak bisa menjaga rahasia."


Ketika Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, dia melihat bahwa semua orang semakin lekat menatapnya. Dia pun berkata, "Seperti yang Kaisar Zhou fikirkan. Aku adalah orang yang memusnahkan mereka semua. Dan untuk mereka yang menghilang, aku tidak bisa menjelaskan apapun untuk kalian. Maafkan aku untuk itu. Yang pasti, mereka semua berada dipihakku sekarang."


"Apa maksudmu bahwa mereka berada dipihakmu? Apakah mereka semua mengikutimu?" Sahut Zhou Fenglian dengan nada serius sambil menatap Qing Shandian dengan tatapan yang dalam.


Qing Shandian membalas tatapan Zhou Fenglian. Dia mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Itu benar. Mereka mengikutiku dengan kesetiaan mereka."


Setelah suara itu jatuh, suasana dalam ruangan istana menjadi hening. Namun, itu berbeda dengan reaksi Xue Shui Jing. Tubuhnya yang sintal bergetar halus, sorot matanya seperti mengandung kemarahan. Lalu dengan suara sedikit bergetar dia bertanya, "Lalu... Apakah itu termasuk ayahku, Lang Tianli dan ibuku, Xue Shui Bian juga memberikan kesetiaan mereka?"


"Uhh.. Permaisuri Xue, aku tidak menghafal nama mereka semua. Yang pasti, seluruh anggota Klan Xue mengikutiku. Mereka semua aman, sehat, baik-baik saja, dan bertambah kuat setiap hari. Satu hal yang perlu aku tegaskan disini. Aku tidak memaksa siapapun untuk mengikutiku. Itu adalah keputusan yang mereka ambil melalui musyawarah pada pertemuan Klan." Qing Shandian melepas nafas ringan dan menjelaskan seperlunya.


Mendengar ucapan Qing Shandian, Xue Shui Jing menjadi lebih tenang. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan penuh harap dan berkata, "Bisakah kamu membiarkanku bertemu mereka? Sudah sangat lama aku tidak bertemu mereka karena banyaknya urusan dalam kekaisaran."


Qing Shandian membalas tatapan penuh haru Xue Shui Jing. Dia tersenyum, lalu berkata, "Tentu saja bisa. Apakah Permaisuri Xue ingin bertemu mereka sekarang?"


"Sekarang?! Benarkah? Bukakah mereka ada di suatu tempat? Bagaimana kamu akan mempertemukanku dengan mereka?" Xue Shui Jing dengan cepat berdiri, dan dia berbicara dengan sangat bersemangat.


Qing Shandian mengangguk kecil dan berkata, "Emm.. Memang benar bahwa mereka ada di suatu tempat. Tapi tidak sulit bagiku untuk melakukannya."


"Lalu tunggu apalagi? Cepat... Bawa aku kesana." Xue Shui Jing dengan sigap segera menerjang Qing Shandian dan memegang lengannya sebelum menyahuti dengan nada bersemangat.


Sementara itu, Zhou Fenglian yang melihat reaksi Xue Shui Jing sejak tadi hanya bisa menggelengkan kepala tidak berdaya. Dia berkata, "Jing'er jika kamu bersikap seperti itu, apakah kamu tidak malu dengan semua orang?"


Mendengar ucapan itu, Xue Shui Jing menyipitkan matanya dan memberi Zhou Fenglian tatapan dingin dan tajam. Dia pun berkata dengan dingin, "Fenglian gege, jika kamu merusak suasana hatiku, kamu tidak perlu tidur dalam kamar yang sama denganku selama dua tahun. Bagaimana menurutmu?"


Ketika semua orang mendengar apa yang dikatakan oleh Xue Shui Jing, mereka segera mengalihkan pandangan dan berpura-pura tidak mendengar apapun.


"Haha... Tidak, tidak.. Aku tidak akan berani mengganggumu." Ucap Zhou Fenglian sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Hmph.. Itu bagus jika kamu mengerti." Sahut Xue Shui Jing dengan mendengus dingin. Kemudian dia kembali menatap Qing Shandian dan berkata, "An kecil, sekarang bisakah kamu mempertemukanku dengan mereka?"


"Baiklah... Tapi dengan sebuah syarat, dan Permaisuri Xue harus memenuhi syarat itu. Jika tidak.. Maka aku tidak bisa berbuat apapun." Sahut Qing Shandian dengan nada dan tatapan serius.


Melihat tatapan serius yang diarahkan padanya, Xue Shui Jing berkata, "Selama itu masuk di akal, aku pasti memenuhinya."


"Apapun yang Permaisuri Xue lihat dan rasakan di tempat itu, itu harus menjadi rahasia. Sekalipun jika itu adalah Kaisar Zhou yang ingin tahu, Permaisuri Xue harus menjaga rahasia itu. Jika tidak, konsekuensinya adalah seluruh Kekaisaran Tianhuo akan menghilang. Apakah Permaisuri Xue sanggup memenuhinya?" Qing Shandian berbicara dengan nada serius melalui transmisi suara. Sehingga yang lain hanya bisa melihat tatapan dan ekspresi serius masing-masing.


Xue Shui Jing semakin penasaran dengan tempat yang dikatakan Qing Shandian ketika mendengar transmisi suara yang dikirimkan dalam fikirannya. Dia tahu, bahwa ucapan Qing Shandian tidak main-main. Dia pun membalas, "Baik. Aku bersumpah untuk tidak mengatakan apapun tentang tempat itu. Jika aku melanggar, biarkan surga yang menghukumku."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


Suara dari sembilan kali sambaran petir segera menggema di atas langit Ibukota Kekaisaran Tianhuo. Semua orang dalam ruangan istana pun menjadi kebingungan dengan sambaran petir itu. Mereka tidak yakin siapa yang baru saja membuat sumpah.


Sementara itu, Qing Shandian tetap dalam ekspresi tenangnya. Dia kemudian berpura-pura membentuk segel tangan, lalu berkata, "Permaisuri Xue, jangan menolak kekuatan spiritualku. Akan ada nenekku yang akan menjemput Permaisuri Xue nanti."


"Baik." Sahut Xue Shui Jing singkat.


Qing Shandian mengangguk dan segera menyelimuti tubuh Xue Shui Jing dengan kekuatan spiritualnya, lalu memindahkannya ke dunia jiwa.


"Wushhh"


Semua orang terkejut ketika mereka melihat Xue Shui Jing yang tiba-tiba menghilang setelah terbungkus cahaya putih transparan. Bahkan itu membuat Zhou Fenglian berdiri dari kursi singgasananya, lalu dengan cepat bertanya, "An kecil, kemana kamu membawa istriku? Kenapa aku sama sekali tidak merasakan auranya?"


"Lebih baik Kaisar Zhou tidak mengganggu suasana hati Permaisuri Xue, atau Kaisar Zhou akan benar-benar tidur diluar selama dua tahun.. Kaisar Zhou bisa tenang. Permaisuri Xue saat ini mungkin sedang terkejut, senang, bersemangat, dan bahagia pada saat yang bersamaan." Sahut Qing Shandian dengan nada santai.


"Uhh.. An kecil, lidahmu benar-benar sangat tajam.. Bocah kecil sialan.. Kamu benar-benar membuatku penasaran." Ucap Zhou Fenglian dengan mengumpat.


Qing Shandian terkekeh kecil dan berkata, "Hehe.. Penasaran juga bagus. Asalkan tidak mati karena penasaran."


"Sudahlah. Lupakan yang lain.. Sekarang kita akhirnya tahu siapa dalang dibalik musnahnya beberapa Klan itu. Dan menghilangnya beberapa klan, itu akhirnya juga terungkap. Cukup untuk itu. Tidak perlu dilanjutkan lagi. Lebih baik kita membahas tujuanku mengumpulkan semua orang disini untuk mengadakan pertemuan."


...…………………………...


** Bersambung …