System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.91 - Sebelum Akhir Kompetisi 2



Perburuan Berlanjut


Hampir dua jam menunggu, Qing Shandian juga belum keluar dari dalam danau. Shi Zhifang terlihat sangat gelisah. Dia berjalan bolak-balik sambil berbicara dengan nada khawatir. "Apakah terjadi sesuatu dengannya? Kenapa sampai sekarang dia belum keluar?"


Meskipun khawatir, Sun Mingzhou berusaha untuk tetap tenang. Dia melirik Shi Zhifang dan berkata, "Zhifang, kamu harus merubah sikapmu yang mudah kalut. Lambat laun itu akan membawa bencana padamu. Apakah menurutmu kami tidak khawatir? Lalu apa yang bisa kita lakukan selain tetap menunggu? Percaya saja padanya. Jangan mudah panik."


"Itu benar. Kamu masih juga belum merubah sikapmu, Zhifang. Sekali lagi sikapmu itu menyebabkan bencana, kami tidak akan ragu melumpuhkanmu lebih dulu. Bukankah Shandian selalu mengingatkan itu? Jadi tetaplah tenang dan tunggu. Dia pasti akan segera keluar." Sahut Xie Huang Yang dengan nada dingin.


"Oke.. Oke.. Aku akan diam. Huuhhhh.." Ucap Shi Zhifang yang kikuk sebelum kemudian dia duduk bersila dan menghembuskan nafas panjang.


Sepuluh menit kemudian, permukaan danau terlihat sedikit bergelombang, dan terlihat bahwa Qing Sahndian menyembulkan kepalanya di permukaan danau sebelum kemudian dia dengan cepat menepi. Setelah menghilangkan api di tubuhnya, dia berjalan menghampiri Shi Zhifang dan kelompoknya. Sambil menatap mereka, dia dengan santai berkata, "Maafkan aku sudah membuat kalian menunggu cukup lama."


"Hihihi... Syukurlah kamu baik-baik saja. Zhifang sepertinya sangat menyayangimu, Shandian. Dia adalah satu-satunya yang paling mengkhawatirkanmu dan tidak bisa diam ketika kamu tidak kunjung keluar." Sahut Wang Xu Jia terkikik merdu sambil menutup bibirnya.


Qing Shandian terkejut. Sambil menaikkan alisnya sebelah dia menimpali. "Hah?! Zhifang, aku masih laki-laki normal. Aku tidak menyayangi sesama jenis. Bukankah masih ada Xu Jia, Miyue, Yuezhi dan Yinxue? Hiii.. Kamu membuatku merinding."


Balasan Qing Shandian membuat anggota kelompoknya tertawa lepas sambil memegangi perut mereka, kecuali Shi Zhifang yang sudut matanya berkedut-kedut. Dia menyahuti dengan gerutuan. "Memangnya siapa juga yang menginginkanmu? Aku juga laki-laki normal, kau tahu?"


"Hahaha... Shandian, sudah cukup. Jangan menggodanya lagi. Aduh perutku.. Hahaha.." Ucap Xie Huang Yang di sela-sela tawanya sambil memegangi perutnya yang terasa kaku.


"Hehe... Aku hanya bercanda. Baiklah, urusanku juga sudah selesai. Bagaimana jika bergerak sekarang?" Sahut Qing Shandian dengan kekehan kecilnya.


"Itu dia! Itu yang aku tunggu-tunggu. Hahaha.. Kakek Zhifang akan beraksi lagi. Hahaha..." Ucap Shi Zhifang diringi tawanya yang nyaring sambil berkacak pinggang.


Sun Mingzhou dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat kekonyolan Shi Zhifang.


"Ayo pergi. Kita akan bergerak ke timur sampai berakhirnya kompetisi." Sahut Qing Shandian sebelum kemudian dia melesat diikuti Shi Zhifang dan yang lainnya.


...…………………………...


Setelah melakukan perjalanan selama setengah jam diantara lautan pepohonan rimbun, Qing Shandian dan kelompoknya menemukan kawanan besar Binatang Spiritual dari Kelas 3 Menengah hingga Kelas 4 Rendah. Mereka tidak berbicara sepatah kata pun, dan langsung menyebar, melesat cepat menerjang ke arah kawanan itu.


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Meskipun Qing Shandian dan kelompoknya ibarat semut jika dibandingkan dengan kawanan besar itu, mereka mampu memporak-porandakan mereka dari segala arah. Pedang yang menari, hujan panah energi, hujan petir, badai api, cakram yang berputar cepat, badai bilah angin, hujan pedang es, hujan tombak petir, dengan ganas membombardir kawanan besar itu layaknya mereka yang seekor semut.


Raungan, desingan, ledakan, saling bersahutan membentuk rangkaian melodi, menggema menjangkau area yang luas. Qing Shandian dan kelompoknya dengan lincah dan gesit melesat kesana kemari sambil menghalau serangan-serangan balasan dari kawanan Binatang Spiritual itu dan meluncurkan serangan demi serangan.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


Dari awal hingga akhir, pertempuran besar itu hanya berlangsung selama lima belas menit sebelum akhirnya berhenti. Darah mengalir mewarnai salju tipis yang menutup tanah. Ribuan mayat terpampang bergelimpangan tak tentu arah, berserakan dimana-mana.


[Ding... An gege berhasil membunuh 3.200 Binatang Spiritual Kelas 3 Menengah, 2.060 Kelas 3 Tingkat Tinggi, Mendapatkan 10,94 Triliun PS, mendapatkan 5,47 Triliun PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 1.320 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Rendah, mendapatkan 13,2 Triliun PS, mendapatkan 6,6 Triliun PP]


[Ding... Total Poin System saat ini \= 4,192549567 Kuadriliun PS]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 579,565 Triliun/750 Triliun PP]


Seperti biasanya, setelah pertempuran berakhir, Qing Shandian selalu mendengar pemberitahuan, namun diabaikannya. Dia dengan sigap menyelimuti semua mayat di medan pertempuran dengan kekuatan spiritualnya, lalu memindahkannya ke dunia jiwa. Ketika urusannya selesai, dia menatap ke arah kelompoknya yang tengah menunggunya dan berkata, "Hari sudah hampir memasuki senja. Apakah kalian masih ingin melanjutkan perburuan, atau istirahat?"


Sambil mengusap-usap tangannya, Shi Zhifang dengan sigap menyahuti. "Hehe.. Tentu saja kita lanjutkan dulu. Bagaimana dengan satu kali lagi perburuan lalu kita istirahat?"


Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia memperhatikan tanggapan yang lain terlebih dahulu. Ketika dia mendapati anggukan dari delapan orang lainnya, dia berkata, "Baiklah. Kalau begitu, mari kita bergerak lagi."


"Hahaha... Ayo berangkat." Sahut Shi Zhifang dengan tawa nyaringnya. Dia sangat bersemangat dan segera melesat cepat diikuti yang lain.


...…………………………...


Kilau senja telah menampakkan wujudnya, merubah langit biru menjadi jingga. Qing Shandian dan kelompoknya masih terus bergerak cepat beriringan. Sesaat kemudian, dia mengangkat tangannya dan menghentikan langkah, diikuti oleh yang lain. Dia dengan nada tenang berkata, "Aku rasa tidak lama lagi kita akan mendapat sasaran yang lebih besar. Kita berhenti disini dulu untuk memulihkan kekuatan kita ke puncak."


Dengan mata berbinar-binar, Shi Zhifang menyahuti. "Tentu. Kalau begitu, tunggu apa lagi? Ayo pulihkan diri." Pungkasnya sebelum kemudian dia duduk bersila, mengeluarkan 'Pil Pemulih Qi Spiritual', menelannya, dan langsung memasuki kondisi meditasi.


Sementara itu, Qing Shandian dan yang lain menggelengkan kepala ketika menyaksikan betapa bersemangatnya Shi Zhifang. Mereka juga dengan cepat melakukan hal sama dan memasuki kondisi meditasi.


Lima belas menit kemudian, mereka terbangun satu per satu. Qing Shandian menghembuskan nafas keruh, lalu berkata, "Lakukan formasi yang sama seperti sebelumnya. Kita akan mengepung mereka dari semua sisi. Ingat! Jangan memaksakan diri, dan tetap utamakan keselamatan kalian."


"Hehe... Tentu saja itu pasti. Aku masih belum ingin mati cepat. Setidaknya nanti saat aku telah menua. Hahahaha..." Celetuk Shi Zhifang yang diiringi tawa nyaringnya.


"Dasar maniak pembantaian." Sahut Xie Huang Yang dengan nada dongkol, namun dia masih tersenyum tipis.


"Baiklah. Kita pergi sekarang. Mungkin hanya limat menit dari sini jika kita bergerak dengan kecepatan puncak Mingzhou." Ucap Qing Shandian sebelum kemudian dia perlahan berdiri.


Sesuai perkiraan Qing Shandian, lima menit adalah waktu tempuh ke tempat dimana target mereka berada. Kali ini, terpampang jelas jumlah kawanan Binatang Spiritual yang mungkin tiga kali lipat daripada target sebelumnya.


Mereka saling pandang sesaat sebelum kemudian menyebar ke arah yang berbeda, melakukan pengepungan dari segala sisi.


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr...."


"Groaarr..Groaarr..Groaarr..Groaarr..Groaarr.."


Qing Shandian yang telah tiba di posisi terjauh segera memulai lebih dulu debutnya menggunakan serangan hujan petirnya. Aksinya menyebabkan kawanan Binatang Spiritual itu dilanda kekacauan, dan itu membuat mereka ingin melarikan diri ke berbagai arah. Sayangnya, usaha mereka sia-sia. Karena mereka sudah disambut dengan serangan yang lain dari sembilan sisi lainnya.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


Raungan keras yang saling bersahutan diiringi ledakan dan lain sebagainya, terdengar memekakkan telinga, menggema bertalu-talu seperti genderang perang. Darah mengalir deras, merubah putih menjadi merah. Mayat mulai berjatuhan satu demi satu, bergelimpangan di segala arah.


"Hahahaha.. Ini sangat menyenangkan! Lagi.. Lagi.. Lagi! Hahaha..." Seru Shi Zhifang di sela-sela tawa menggelegarnya. Dia benar-benar terlihat seperti seorang maniak pembantaian setelah hampir satu bulan melewati masa-masa sulit dalam berbagai pertempuran besar.


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Di sembilan sisi lainnya, Qing Shandian dan yang lain tersenyum tipis ketika mendengar betapa bersemangatnya Shi Zhifang. Mereka dengan gesit terus meluncurkan serangan, membombardir kawanan besar itu.


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


Setiap kali mereka meluncurkan serangan, itu membuat mereka terlihat seperti sedang menari-nari dengan bebas dan meliuk-liuk seperti ular. Ekspresi mereka juga nampak tenang namun gerakan mereka sangat gesit, lincah, agresif dan ganas. Empat kata itu adalah yang paling cocok untuk Qing Shandian dan sembilan anggota kelompoknya.


Setengah jam kemudian, pertempuran yang melelahkan itu akhirnya berakhir. Peluh keringat terlihat bercucuran membasahi wajah mereka dan nafas mereka pun juga terengah-engah. Itu dengan Qing Shandian sebagai pengecualian. Dia masih terlihat biasa-biasa saja, seolah pertempuran itu tidak ada artinya baginya. Meskipun begitu, dia juga merasa lelah. Karena 50% Qi Spiritualnya terkuras. Dia pun juga kembali mendengar suara pemberitahuan lagi dalam fikirannya.


[Ding... An gege berhasil membunuh 7.250 Binatang Spiritual Kelas 3 Menengah, 5.810 Kelas 3 Tingkat Tinggi, Mendapatkan 30,4 Triliun PS, mendapatkan 15,2 Triliun PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 3.790 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Rendah, mendapatkan 37,9 Triliun PS, mendapatkan 18,95 Triliun PP]


[Ding... Total Poin System saat ini \= 4,256849567 Kuadriliun PS]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 611,215 Triliun/750 Triliun PP]


Qing Shandian tidak menghiraukan suara pemberitahuan itu. Dia memandang ke arah lautan mayat yang bergelimpangan di sekelilingnya untuk sesaat, dan melepaskan kekuatan spiritualnya. Dia menyelemuti seluruh mayat itu, lalu memindahkannya ke dunia jiwa. Ketika selesai, raut wajahnya terlihat sangat puas. Dalam waktu hampir satu bulan ini, pada setiap perburuan, dia selalu mendapat banyak mayat Binatang Spiritual untuk dijadikan nutrisi perkembangan dunia jiwanya. Yang pasti, keuntungannya berlipat ganda.


"Hahaha... Penutupan hari yang luarbiasa. Ini sangat memuaskan. Hah.. Hah.. Hah.. Akuu..sangat..leelaahhh.." Ucap Shi Zhifang yang kembali tertawa, namun tidak se-nyaring sebelumya. Dia terengah-engah ketika berbicara, sebelum kemudian suaranya melemah, dan akhirnya dia roboh, jatuh tidak sadarkan diri.


"Brukk..."


"Dasar.. Bodoh.. Maniak.. Pembantaiaann.." Sun Mingzhou tersenyum tipis ketika dia menimpali dengan suara lemahnya, sebelum kemudian dia juga jatuh pingsan.


"Brukk..."


Sementara itu, Qing Shandian dan tujuh orang yang masih terjaga mengabaikan mereka berdua, dan tidak membuang waktu meski hanya sedetik. Mereka dengan sigap memasuki kondisi meditasi untuk memulihkan Qi Spiritual yang terkuras selama pertempuran yang melelahkan itu setelah mengkonsumsi 'Pil Pemulih Qi Spiritual'.


Setengah jam lagi berlalu. Ketika mereka membuka mata, senja telah meredup. Matahari hampir sepenuhnya tenggelam dalam peraduannya. Qing Shandian perlahan berdiri, lalu berkata, "Huang Yang, Huo Tian, Wang Lu, bantu aku membawa mereka. Kita istirahat di tempatku saja."


"Tidak masalah... Hehe.. Mereka berdua benar-benar penggila perang." Sahut Xie Huang Yang diiringi kekehan pelan. Dia perlahan bangkit diikuti oleh Yuan Huo Tian dan Meng Wanglu, lalu menghampiri Shi Zhifang dan Sun Mingzhou yang tergeletak pingsan, dan menopang tubuh mereka.


Setelah itu, Qing Sahndian menyelimuti kelompoknya dengan kekuatan spiritualnya, lalu mereka menghilang, meninggalkan sisa kekacauan di medan pertempuran.


...…………………………...


"Wuusshh"


Qing Shandian dan kelompoknya muncul tepat di depan Ruang Khusus Kultivasi. Dia menatap kelompoknya dengan tatapan hangat dan berkata, "Jika kalian ingin memiliki banyak waktu istirahat, ruangan ini adalah pilihan terbaik. Tapi, kalian juga boleh istirahat di rumahku."


"Shandian, ruangan ini memang akan menjadi pilihan terbaik. Tapi, tidak ada tempat tidur di dalamnya, bukan?" Sahut Xie Huang Yang sambil mengerutkan alisnya ringan.


Qing Shandian tersenyum tipis dan berkata, "Kalian tidak perlu memikirkannya. Sekarang di dalamnya sudah tersedia tempat tidur dan perlengkapan untuk membersihkan diri. Lantai kedua akan menjadi tempat laki-laki. Sedangkan lantai ketiga untuk wanita."


"Ituu.. Shandian, bukankah masing-masing ruangan tidak ada pintunya? Bagaimana jika..." Sahut Bao Yinxue dengan suara pelan, dan wajahnya yang sedikit memerah.


"Hahaha... Bukankah itu bagus, jika Huang Yang, Huo Tian dan Wanglu bisa melihat? Dengan begitu, mereka tidak akan sendirian lagi bukan?" Qing Shandian tertawa lepas ketika melihat reaksi Bao Yinxue. Dia tertarik untuk sedikit menggodanya.


Mendengar ucapan Qing Shandian, Bao Yinxue dan tiga wanita lainnya semakin memerah malu. Namun dengan cepat Qing Shandian kembali berbicara. "Tenanglah, aku hanya bercanda saja. Aku sudah meletakkan array pelindung di masing - masing ruangan. Jadi, jangan kahwatir. Hehe.. Ternyata menggoda kalian juga cukup menyenangkan. Kalian sangat pemalu." Pungkasnya sambil lalu melenggang pergi meninggalkan kelompoknya.


Mendengar hal itu, Bao Yinxue berkacak pinggang dan berseru keras. "Shandian! Awas saja nanti! Kamu bodoh! Bajingan mesum!"


"Hahahahaha... Nikmati waktu istirahat kalian. Aku tidak akan mengganggu." Sahut Qing Shandian dengan tawa renyahnya dari kejauhan.


...…………………………...


** Bersambung …