
Setelah percakapan singkat dengan Tetua Yun melalui transmisi suara, Qing Shandian segera mengalihkan pandangannya ke arah lima Binatang Spiritual yang mulai perlahan membuka matanya. Dia dengan tenang berdiri dalam diam dengan tangan bersendekap. Sesaat kemudian, mereka memandangnya sebelum menundukkan kepala sambil berkata secara bersamaan. "Kami menyapa, Tuan."
Mengangguk ringan, Qing Shandian dengan nada tenang berkata, "Emm.. Namaku Qing Shandian. Kalian cukup memanggilku Tuan muda saja. Mulai sekarang, kalian adalah binatang kontrakku. Jadi jangan berfikir bahwa kalian bisa menghianatiku. Jika tidak... Kalian tahu sendiri konsekuensinya. Aku bukan orang yang kejam terhadap orang-orangku sendiri. Apa kalian mengerti?"
"Kami mengerti, Tuan muda." Sahut mereka serempak.
"Bagus... Lalu, katakan padaku, siapa nama kalian?" Ucap Qing Shandian dengan nada tenang.
"Ahh... Itu... Tuan muda, kami belum memiliki nama..." Sahut 'Kirin Api Ekor Naga' dengan nada canggung.
Begitu ucapan itu jatuh, Qing Shandian mengangkat alisnya sebelah, sebelum merenung sambil memegang dagunya. Sesaat kemudian, dia berkata, "Karena kalian belum memiliki nama, biarkan aku memberikannya untuk kalian. 'Kirin Api Ekor Naga', kamu akan dipanggil Qing Lin Long. 'Singa Langit Petir Hitam', akan dipanggil Qing Tian Shi. 'Harimau Angin Taring Panjang', akan dipanggil Qing Feng Hu. 'Kera Langit Tanduk Emas', akan dipanggil Qing Tian Yuan. Dan untuk 'Serigala Bintang Badai Petir', kamu akan dipanggil Qing Xing Lang."
"Terimakasih, Tuan muda." Ucap mereka dengan nada bersemangat.
"Tidak perlu untuk menjadi terlalu bersemangat. Sekarang, aku akan mengirim kalian ke suatu tempat. Tapi sebelum itu, perlu kalian ketahui, bahwa semua penghuni yang ada disana adalah bagian dari kita. Jadi, jangan membuat ulah." Ucap Qing Shandian.
"Baik, Tuan muda." Sahut mereka serempak
"Jangan menolak kekuatan spiritualku.." Ucap Qing Shandian sebelum membungkus mereka dengan kekuatan spiritualnya, dan segera, mereka pun menghilang dari tempatnya berpijak.
...…………………………...
Setelah menghilangnya lima Binatang Spiritual itu, Qing Shandian dengan malas meregangkan tubuhnya sambil memejamkan mata. Namun tiba-tiba, dia merasakan sesuatu yang terasa lembut menempel erat dipunggungnya, dengan sepasang tangan yang dengan erat melingkari perutnya. Segera, Qing Shandian membuka matanya. Sebelum dia mengatakan apapun, suara samar dan lembut memasuki telinganya.
"Apakah kamu baik-baik saja?"
Mendengar suara yang familiar itu pun, Qing Shandian menghela nafas ringan dan membalas. "Hahh.. Bukankah kamu sebelumnya mengatakan siapa yang peduli jika aku hidup atau mati? Lalu apa maksudnya ini, Tetua Yun?"
"Maaf, aku hanya bercanda sebelumnya. Jadi, jangan marah, oke?" Tetua Yun berkata dengan lirih. Dia pun segera melanjutkan, "Namaku Mu Lingyun.. Jadi jangan panggil aku Tetua Yun.. Panggil saja Lingyun."
Mu Lingyun, adalah seorang gadis yang berusia 15 tahun. Meskipun demikian, bakatnya dan potensinya melebihi rata-rata kebanyakan orang. Di usianya yang masih begitu muda, dia telah mencapai tingkat Kaisar bintang 2. Dan dengan potensinya inilah, dia bisa mendapatkan posisi Tetua di Sekte Bulan Jingga.
Begitu ucapan itu berakhir, Qing Shandian melonggarkan lengan Mu Lingyun, lalu segera berbalik. Dia menatap kecantikan yang mempesona didepannya dengan tatapan lembut sebelum berkata dengan genit, "Hehe.. Lingyun? Bagaimana dengan Yun-yun?" Berhenti sejenak, lalu dia melanjutkan. "Sudahlah.. Lupakan itu... Namaku Qing Shandian. Panggil saja sesukamu. Sekarang, kenapa kamu tidak memelukku lagi? Itu terasa sangat lembut dan nyaman tadi, kau tahu?"
Mu Lingyun yang mendengar ucapan frontal dan serampangan itu pun segera menyembunyikan wajahnya yang merona merah karena malu di dada Qing Shandian, lalu mencubit pinggang Qing Shandian dengan keras. Meskipun Qing Shandian baru berusia delapan tahun, efek penyatuan tipe tubuh saat itu membuatnya terlihat lebih tinggi dan seperti seorang pemuda berusia lima belas tahun atau sekitar 170-172 cm.
Qing Shandian pun berteriak dan berkata, "Aahh.. Lingyun.. Itu sakit.. Sakiit..."
"Rasakan... Itu balasannya karena berani menggodaku.. Dasar bodoh.. Bodoh mesum..hmph.." Sahut Mu Lingyun sambil bersembunyi di dada Qing Shandian sebelum mendengus ringan.
Mendengar itupun, Qing Shandian terkekeh ringan dan berkata, "Hehe.. Tapi Lingyun, Aku sangat penasaran sekarang. Bisakah aku melihat wajahmu lagi?.. Aku fikir, itu terlihat lebih cantik sekarang. Atau mungkin, itu semakin menggemaskan. Atau... Aahh... Lingyun... Baik.. Baik... Aahh.. Aku tidak menggodamu lagi..." Pungkas diiringi teriakan karena kembali merasakan sakit dipinggangnya.
Bersamaan dengan itu, Qing Wenrou secara tiba-tiba muncul disamping Qing Shandian. Dengan alis berkerut, dia berkata, "An gege, siapa dia? Kenapa dia memelukmu?"
"Ahh.. Itu... Wenrou... Kamu ingat, kamu pernah melihatnya di acara pelelangan bukan?" Sahut Qing Shandian dengan nada canggung dan kebingungan.
"Lalu... Kenapa dia memelukmu?" Qing Wenrou sekali lagi bertanya sambil melangkah, lalu segera memisahkan Mu Lingyun dari Qing Shandian.
"Wenrou, itu......" Ucap Qing Shandian yang bingung bagaimana menjelaskannya. Fikirannya seolah buntu.
Sementara itu, Mu Lingyun yang pelukannya dilepaskan paksa oleh Qing Wenrou segera berkata dengan alis yang berkerut. "Kenapa kamu mengangguku? Apa aku sudah melakukan sesuatu yang salah padamu?"
"Jangan terlalu dekat dengan An gege.." Sahut Qing Wenrou dengan nada dingin.
"Ohh? Kenapa? Apakah itu salah jika aku ingin dekat dengannya? Dia pemuda yang baik, kuat, tampan dan juga, dia sudah menyelamatkanku dari pintu kematian." Ucap Mu Lingyun membalas dengan nada dingin.
Qing Shandian yang melihat tingkah aneh mereka berdua pun segera berkata, "Sudah cukup... Kalian berdua, jangan berdebat lagi."
"Ahh... Baik.. Baik.. Aku diam.. Kalian bisa melanjutkan. Aku akan pergi." Sahut Qing Shandian karena kaget dengan respon mereka sebelum melangkahkan kaki melenggang pergi.
"Aku ikut..." Ucap mereka bersamaan lagi sebelum mengejar lalu menempel dengan erat di lengan kanan kiri Qing Shandian.
"Lepaskan tanganmu dari An gege..." Celetuk Qing Wenrou ketika melihat Mu Lingyun juga menempel di lengan Qing Shandian.
"Tidak mau... Kamu yang lepaskan tanganmu darinya..." Mu Lingyun membalas dengan provokasi.
"Kamu... Hmph! Lakukan sesukamu.." Sahut Qing Wenrou sambil memelototkan matanya sebelum mendengus dingin.
Qing Shandian hanya bisa diam dan menggelengkan kepala tidak berdaya mendengarkan perdebatan mereka sambil tetap melangkahkan kakinya menuju gerbang kota.
...…………………………...
Suara riuh gemuruh sorak-sorai terdengar dari segala penjuru begitu Qing Shandian, Qing Wenrou dan Mu Lingyun melewati gerbang kota. Ekspresi bahagia nampak jelas terukir di wajah mereka. Qing Shandian yang menyaksikan kebahagiaan mereka pun juga merasa bahagia. Selain itu, dari pertempuran gelombang serangan Binatang Spiritual, dia mendapatkan banyak pundi-pundi poin system dan berhasil menerobos ke tingkat Nirvana bintang 7.
Sementara itu, Pemimpin kota Yan, serta para tokoh kuat yang melihat kedatangan Qing Shandian pun segera berbondong - bondong menghampirinya. Dengan nada riang dan bersemangat, diiringi tawanya yang menggelegar, dia berkata, "Hahaha... Selamat datang kembali Tuan muda. Berkat bantuan Tuan muda, Kota Bulan Jingga berhasil terselamatkan tanpa ada korban jiwa. Meskipun cukup banyak kultivator yang terluka, setidaknya ini adalah kemenangan yang gemilang."
"Aku ikut senang mendengarnya. Lupakan yang lainnya... yang terpenting saat ini adalah memberikan perawatan pada mereka yang terluka." Qing Shandian segera membalas begitu Pemimpin kota Yan selesai berbicara.
"Ahh.. Itu.. Tuan muda, maafkan aku. Apakah... Apakah Tuan muda memiliki pil pemulih yang bisa membantu pemulihan mereka lebih cepat?" Ucap Pemimpin kota Yan dengan sedikit ragu.
Mengangkat alisnya sebelah, Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Emm... Aku memang memilikinya. Apakah Pemimpin kota Yan membutuhkannya?"
"Benar, Tuan muda. Lalu... bisakah Tuan muda membagikannya untuk kami? Ahh.. Tentu saja kami akan membayarnya dengan harga yang sesuai." Sahut Pemimpin kota Yan dengan nada sedikit bersemangat.
"Pemimpin kota Yan, uang bukanlah masalah bagiku. Aku tidak kekurangan uang. Aku bisa saja memberikannya secara cuma-cuma dalam jumlah besar. Tapi, apa yang bisa aku dapatkan sebagai balasannya?" Qing Shandian berkata dengan santai. Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. "Kalian tentu tahu dan memahami betul bukan? Bahwa pil pemulihan dengan kualitas yang baik tidak semudah itu untuk dimurnikan. Selain itu, bahannya pun juga tidak mudah didapat. Sedangkan yang beredar di pasaran, kebanyakan dari mereka hanya kelas 2 dan 3 tingkat menengah paling tinggi. Maafkan aku, Pemimpin kota Yan, aku tidak bermaksud mempersulit. Tapi seperti itulah kenyataan yang ada."
Pemimpin kota Yan, Pemimpin dari Sekte Langit Biru, Bulan Jingga dan Bulan Sabit, serta para tokoh kuat dari beberapa Klan pun saling bertukar pandang sebelum Pemimpin Sekte Langit Biru, Du Huanglin, melangkah maju sedikit dan berkata, "Maaf, Tuan muda. Lalu, apa yang Tuan muda inginkan dari kami sebagai balasannya? Jika itu masuk di akal, kami akan merundingkannya lebih dulu sebelum memutuskan. Namun jika itu melampaui kemampuan kami, kami tidak bisa berbuat apa-apa."
"Itu bukan sesuatu yang sulit. Namun, itu akan kembali kepada kalian masing - masing, apakah kalian setuju atau tidak." Sahut Qing Shandian dengan nada tenang dan santai.
"Tuan muda, silakan lanjukan." Sahut Du Huanglin dengan cepat.
Mendengar ucapan itu, Qing Shandian menatap mereka secara bergantian sebelum berkata dengan serius. "Yang aku inginkan adalah kesetiaan dari kalian. Tentu saja, aku tidak mengatakan ini secara membabi buta dengan arogansi kekuatanku. Namun, aku akan mengatakannya di awal. Pertama, aku tidak menyukai pengkhianatan dalam bentuk atau alasan apapun. Kedua, aku akan meninggalkan Benua Tianxia suatu hari nanti."
Berhenti sejenak, sekali lagi Qing Shandian menyapukan pandangannya pada tokoh-tokoh kuat yang ada didepannya sebelum melanjutkan ucapannya. "Aku bukan orang yang kejam terhadap orang-orangku sendiri. Tapi itu akan berbanding terbalik jika menghadapi lawanku. Dan tentang perawatan, aku tidak pernah pelit kepada mereka yang memberikan kesetiaannya padaku. Perlu kalian ketahui, jika hanya pendukung, aku tidak kekurangan pendukung yang setara dengan tingkat Saint, bahkan aku memiliki Saint King disisiku. Ini bukan paksaan. Kalian bisa merundingkan masalah ini baik-baik, karena ini akan menjadi penentu masa depan kalian. Aku akan menunggu keputusan kalian sampai besok di Rumah Dagang Bulan Jingga. Selama waktu itu, jika tidak ada keputusan dari kalian, aku akan segera meninggalkan kota ini." Pungkasnya sebelum dia mengibaskan tangannya, dan seratus botol giok hijau transparan terhampar di lantai jalan.
"Aku hanya akan memberikan 100 botol giok ini untuk kalian pergunakan. Totalnya ada 1.000 butir, dan itu terserah bagaimana kalian mengaturnya. Aku akan memgingatkan sekali lagi, apa yang sudah aku katakan adalah sesuatu yang sangat serius. Jadi, akan lebih baik jika kalian membuat pertemuan besar diantara kalian. Rundingkan dengan cermat, buatlah keputusan yang tidak berlawanan dengan hati kalian, agar suatu saat nanti kalian tidak menyesalinya. Kesempatan ini, hanya satu kali aku memberikannya. Tidak ada lagi dimasa depan. Aku akan pergi dulu. Aku cukup kelelahan hari ini. Kalian bisa menemukan Pemimpin Wen jika ingin bertemu denganku." Ucap Qing Shandian dengan tenang namun serius sebelum secara perlahan melenggang pergi diikuti oleh Qing Wenrou dan Mu Lingyun yang kembali menempel di lengannya.
Begitu ucapan Qing Shandian berakhir, suasana diantara mereka menjadi sunyi. Tidak ada yang berkomentar ataupun berbisik. Mereka terlihat dalam perenungan, bertarung dengan fikirannya masing-masing.
Sementara itu, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan cantik dengan gaun biru langit, yang merupakan Pemimpin Sekte Bulan Jingga, begitu melihat kepergian Tetua Yun bersama Qing Shandian pun, dia tidak bisa menahan untuk tidak bertanya. Dengan mengerutkan alisnya, dia berkata dengan sedikit teriakan. "Tetua Yun, apakah kamu tidak akan kembali ke Sekte?"
Mendengar ucapan itu, Mu Lingyun yang sudah berjalan agak jauh segera menghentikan langkahnya. Dia berbalik, memandang Pemimpin Sekte Bulan Jingga, lalu berkata dengan serius. "Pemimpin Sekte, maafkan aku. Ini bukan pengkhianatanku terhadap sekte. Hanya saja, ini berkaitan dengan hati. Oleh karena itu, mulai sekarang aku akan mengikuti An gege. Jadi, aku tidak akan kembali ke sekte. Maafkan aku, Pemimpin Sekte. Jika aku boleh memberikan saran, dengan mengikuti An gege, kalian tidak akan pernah menyesal telah membuat pilihan itu. Jika dia hanya menginginkan sebuah kekuasaan, dia bisa dengan mudah menghancurkan kita. Namun, dia justru membantu kota Bulan Jingga tanpa syarat. Pemimpin Sekte, semuanya, jika itu aku, aku pasti akan mengambil kesempatan emas ini." Pungkasnya dengan sedikit membungkuk sambil menangkupkan tangannya, lalu segera berbalik, mengejar Qing Shandian dan Qing Wenrou yang berjalan semakin jauh.
Sekali lagi, Pemimpin kota Yan dan para tokoh kuat kota Bulan Jingga dibuat dalam dilema fikiran masing-masing begitu mendengar ucapan Mu Lingyun. Jika hanya sebuah kekuasaan, tentu Qing Shandian akan mudaj menghancurkan mereka. Tapi yang membuat mereka dilema adalah tentang memberikan kesetian yang berarti melepas kebebasan.
Sementara itu, Pemimpin Sekte Bulan Jingga yang mendengar balasan Mu Lingyun terlihat sangat terkejut. Dia memandang kepergian Mu Lingyun yang semakin jauh dengan tatapan kosong tidak percaya.
...…………………………...
** Bersambung …