
Berjalan dengan langkah tenang, Qing Shandian yang diapit oleh dua kecantikan hanya bisa dengan pasrah mendengar celoteh perdebatan mereka. Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka tiba di depan Gedung Rumah Dagang Bulan Jingga dan terus melangkah masuk menuju meja resepsionis.
Seorang resepsionis yang sudah mengenali Qing Shandian segera datang menghampiri kedatangannya. "Selamat datang kembali, Tuan muda, apakah ada yang bisa saya bantu?" Ucapnya dengan ramah.
Mengangguk ringan, Qing Shandian berkata, "Emm... Tolong antarkan aku ke tempat Pemimpin Wen dan para Tetua berkumpul."
"Baik, Tuan muda, mari saya antar. Kebetulan mereka juga baru kembali dari medan pertempuran." Sahut resepsionis itu dengan ramah, sebelum berjalan santai memimpin Qing Shandian, Qing Wenrou dan Mu Lingyun menuju suatu tempat.
...…………………………...
Tidak lama berjalan, Qing Shandian dan yang lainnya tiba di depan Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga. Resepsionis itu segera melangkah maju, mengetuk pintu beberapa kali sebelum berkata, "Pemimpin Wen, Tuan muda datang berkunjung."
Sesaat setelah ucapan resepsionis itu berakhir, terdengar suara langkah dari dalam ruangan.
"Krekkk...."
Begitu pintu terbuka, Pemimpin Wen segera berkata begitu melihat Qing Shandian yang ditemani dua gadis cantik. "Silakan masuk, Tuan muda, Nona muda, dan... Ehh.. Tetua Yun? Apakah ada sesuatu yang membawamu kesini?" Pungkasnya yang terkejut melihat Mu Lingyun yang juga ada disamping Qing Shandian.
"Bukan apa-apa. Aku hanya mengikuti An gege. Itu saja. Jangan pedulikan aku. Kalian bisa membicarakan apa yang ingin kalian bicarakan." Sahut Mu Lingyun dengan nada ringan.
Mengangguk ringan, Qing Shandian pun berkata, "Tidak apa-apa. Dia tidak akan mengganggu pembicaraan kita." Pungkasnya sebelum berjalan masuk diikuti oleh Qing Wenrou dan Mu Lingyun.
Begitu mereka masuk, Pemimpin Wen segera berkata pada resepsionis yang mengantar Qing Shandian. "Kamu kembalilah ke tugasmu. Jika ada seseorang yang mencariku, katakan bahwa ada pertemuan dan tidak bisa di ganggu. Kecuali jika memang benar-benar penting."
"Baik, Pemimpin Wen." Sahut resepsionis itu dengan sedikit menundukkan kepalanya, lalu segera berbalik pergi.
Setelah melihat kepergian resepsionis itu, Pemimpin Wen segera menutup pintu, lalu kembali ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan, Qing Shandian duduk dengan santai sambil menyesap teh yang disuguhkan. Suasana aula saat ini sangat tenang tanpa ada yang memulai pembicaraan. Namun setelah beberapa saat, suara yang terdengar riang memecah ketenangan itu.
"Hehe... Maaf telah membuatmu menunggu, Tuan muda, Nona muda, Tetua Yun." Pemimpin Wen terkekeh sebelum bicara, sambil melangkahkan kaki menuju kursi utama kemudian duduk santai.
"Tidak masalah. Aku tidak sedang sibuk sekarang. Ngomong-ngomong, bagaimana situasi pertempuran di sisi kalian sebelumnya?" Sahut Qing Shandian dengan nada tenang begitu ucapan Pemimpin Wen selesai.
Mendengar pertanyaan Qing Shandian, Pemimpin Wen dengan cepat berkata, "Beruntung tidak ada korban jiwa, Tuan muda. Meskipun ada yang terluka, kami semua merasa lega bisa menyelesaikan pertempuran itu dengan kemenangan."
"Emm.. Bagus jika begitu. Kedatanganku kesini untuk memberitahukan suatu hal pada kalian." Qing Shandian mengangguk ringan sebelum membalas, lalu dia berhenti sejenak. Menyapukan pandangannya pada semua orang yang ada dalam ruangan pertemuan, Qing Shandian berkata, "Urusanku di kota Bulan Jingga telah selesai. Aku hanya akan menunggu keputusan para tokoh kuat kota ini sampai besok. Jika tidak ada dari mereka yang datang menemuiku sampai batas waktu itu, aku akan meninggalkan kota ini. Untuk kalian, manfaatkan apa yang sudah aku berikan dengan sebaik mungkin. Tingkatkan kekuatan kalian, dan bila perlu, perluas pengaruh kalian ke kota-kota lainnya."
Begitu Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, Pemimpin Wen dan para Tetua tertegun untuk sesaat, lalu saling bertukar pandangan. Satu demi satu, mereka memberikan anggukan. Pemimpin Wen yang melihat tanggapan para Tetua segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian. Menghirup nafas dalam-dalam, dengan nada serius dia berkata, "Maaf, Tuan muda. Sebelumnya, kami juga sudah memperkirakan perihal kepergian Tuan muda begitu urusan Tuan muda disini terselesaikan. Oleh karena itu, setelah kepergian Tuan muda hari itu, sebelum acara pelelangan, kami segera mengadakan pertemuan menyeluruh. Kami semua telah sepakat untuk mengikuti Tuan muda kemanapun Tuan muda pergi."
Qing Shandian duduk dengan tenang mendengarkan penuturan Pemimpin Wen. Setelah jeda sesaat, Pemimpin Wen kembali berbicara. "Maafkan kami, Tuan muda. Keputusan ini adalah pilihan kami setelah banyak pertimbangan. Bukan karena apa yang telah Tuan muda tunjukkan, tetapi itu murni karena kami ingin melangkah maju bersama Tuan muda. Kami juga menyadari, bahwa mungkin perjalanan Tuan muda tidaklah mudah, dan mungkin kami juga akan merasakan jatuh bangunnya. Namun, jika kami terlambat mengambil keputusan meskipun hanya sesaat, kami pasti akan menyesali ini kemudian hari."
Ketika ucapan Pemimpin Wen selesai, Qing Shandian mengangguk-anggukkan kepalanya dengan ringan. Dia sangat puas dengan karakter Rumah Dagang Bulan Jingga. Sambil menyapukan pandangannya ke arah para Tetua dan Pemimpin Wen, Qing Shandian dengan nada tenang membalas. "Memang, perjalananku mungkin benar-benar tidak mudah dimasa depan. Oleh karena itu, sedari dini aku ingin menggalang kekuatanku sendiri. Sehingga, jika suatu saat terjadi sesuatu yang tidak terduga, aku tidak akan kekurangan kekuatan pendukung." Pungkasnya sebelum mengambil nafas ringan.
"Sebenarnya, tentang apa yang telah Pemimpin Wen sampaikan, itu diluar dugaanku. Aku memang sengaja memberikan kalian hadiah yang sangat murah hati, karena aku ingin mengenali seperti apa karakter kalian. Sekarang, aku sangat puas dengan itu. Tapi, untuk mengikutiku, aku tidak akan secara langsung menerima kalian begitu saja. Selain aku tidak mengenali kalian, aku juga tidak tahu bagaimana hati kalian. Aku tidak ingin jika suatu hari nanti ketika kalian berhasil menaiki tangga kesuksesan, secara tiba-tiba terjadi pembelotan dan pengkhianatan. Oleh karena itu, aku akan menguji sampai sejauh mana kesetiaan kalian." Qing Shandian melanjutkan pembicaraannya setelah jeda singkat sambil sesekali menyapukan pandangannya ke para Tetua dan Pemimpin Wen.
Mendengar penjelasan Qing Shandian, Pemimpin Wen tertawa sebelum memberikan balasan. "Hahahahaha... Sangat bagus. Karena Tuan muda sudah berkata seperti itu, maka kami akan membuktikannya. Tuan muda bisa mengatakan pada kami, apa yang Tuan muda ingin kami lakukan, dan kami akan melakukannya dengan baik selama itu berada dalam kemampuan kami."
Begitu Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, Pemimpin Wen menganggukkan kepalanya dan berkata, "Benar, kami belum memperkenalkan diri pada Tuan muda. Aku, Li Xingwen. Di sebelah kiriku, ada Li Jiangchen, Li Jiangyi, Li Jiangyu, dan Li Jiangshi. Mereka adalah empat bersaudara. Sementara yang berada di sebelah kananku ada Li Xingyin, Li Xingchun, Li Minhao, Li Feiyu, dan Li Fengyang. Sedangkan untuk manager kami bernama Li Qiaolin."
Setelah memperhatikan perkenalan itu, Qing Shandian mengangguk ringan, sebelum menyapukan pandangannya secara bergantian pada Pemimpin Wen dan para Tetua, lalu berkata, "Emm.. Begini lebih baik. Jadi kalian dari Klan Li. Aku akan mengingatnya. Sekarang, kembali ke tugas yang aku ingin kalian lakukan. Apakah kalian masih ingat tentang kelebihan utama Ruang Khusus Kultivasi?"
"Emm.. Kami masih mengingatnya Tuan muda. Itu adalah percepatan waktu." Sahut Pemimpin Wen mengangguk sebelum berbicara.
"Benar. Percepatan waktu adalah kelebihan utamanya. Jadi, tugas pertama kalian adalah pelajari Teknik Terbang 'Sayap Merah Elang Api' yang aku berikan untuk mendukung pergerakan kalian semua, terutama eselon atas Klan Li. Kedua, berikan Teknik Kultivasi 'Pusaran Badai Menembus Awan' untuk generasi muda kalian yang masih belum berkultivasi dan untuk yang mereka yang masih berada di tingkat Qi Refining. Yang ketiga, tingkatkan kekuatan kalian sebanyak yang kalian bisa selama kepergianku. Nanti, ketika aku kembali, aku akan memastikannya lagi, apakah kalian masih teguh dengan keputusan kalian saat ini, atau kalian lebih memilih untuk tetap disini."
Pemimpin Wen dan para Tetua saling bertukar pandangan begitu suara Qing Shandian jatuh. Setelah pertukaran itu, Pemimpin Wen kembali memfokuskan pandangan pada Qing Shandian dan berkata, "Baik. Kami akan melakukan tugas yang Tuan muda berikan dengan sebaik mungkin."
"Baiklah. Kalau begitu aku akan menumpang di rumah tamu lagi sampai besok. Apakah kalian keberatan? Ohh... Satu hal lagi yang aku hampir lupa. Ngomong-ngomong mana hasil penjualan item lelangku? Aku akan mengambil 400 juta. Sisanya, berikan pada Manager Lin, juru lelang, dan resepsionis Fei. Kalian tidak akan memungut biaya penjualan bukan?" Pungkas Qing Shandian dengan santai ketika dia mengingat pelelangan.
Sementara itu, sudut mata Pemimpin Wen dan para Tetua berkedut-kedut begitu mereka mendengar ucapan Qing Shandian.
"Haha.. Tentu saja tidak, Tuan muda. Nanti aku akan meminta seseorang untuk mengantarnya ke rumah tamu." Sahut Pemimpin Wen dengan nada tenang.
Perlahan berdiri, Qing Shandian berkata, "Terimakasih. Kalau begitu, aku akan beristirahat. Aku cukup kelelahan hari ini." Pungkasnya sebelum memiringkan kepalanya ke arah Qing Wenrou dan Mu Lingyun lalu berkata, "Wenrou, Lingyun, ayo pergi."
Begitu Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, dia berjalan dengan langkah tenang meninggalkan ruangan pertemuan, diikuti oleh Qing Wenrou dan Mu Lingyun.
...…………………………...
Begitu keluar dari Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga, Qing Shandian berjalan dengan langkah ringan karena lengannya kosong tanpa beban. Dja menoleh ke kanan, lalu ke kiri, dia menyeringai licik sebelum kemudian berkata, "Wenrou, Lingyun, apa kalian sudah lelah memeluk lenganku? Rasanya sangat ringan sekarang."
Mendengar ucapan Qing Shandian, Qing Wenrou segera bergegas lebih dulu memeluk lengan kanan Qing Shandian dan segera menyeretnya dengan langkah cepat meninggalkan Mu Lingyun. Namun, Mu Lingyun dengan sigap segera mengejar dan memeluk lengan kiri Qing Shandian erat-erat.
Qing Shandian yang kembali merasakan kelembutan di kanan kirinya pun tersenyum lebar, lalu berkata, "Haahh... Ini benar-benar nyaman. Terasa kenyal dan lembut."
Begitu ucapan Qing Shandian berakhir, Qing Wenrou dan Mu Lingyun akhirnya mengerti, bahwa Qing Shandian sengaja memanfaatkan sikap mereka yang tidak rukun. Dengan wajah yang sama-sama merona merah, Qing Wenrou dan Mu Lingyun mencubit lengan Qing Shandian secara bersamaan.
"Aaahhhhh... Sakit sakiittt... Wenrou, Lingyun, apa kalian memang sangat menyukai untuk mencubitku?" Teriak Qing Shandian keras sebelum berbicara sambil meringis menahan nyeri.
"Rasakan... Siapa yang meminta An gege untuk memanfaatkan kami. Dasar mesum.. hmph." Sahut Qing Wenrou dengan nada dingin.
"Ini balasannya.. Berani-beraninya An gege mencuri kesempatan dari kami." Ucap Mu Lingyun sebelum menambahkan sedikit kekuatan pada cubitannya.
"Aahhh... Baik baik.. Aku salah... Ahh.." Sahut Qing Shandian di sela teriakannya.
Mereka bertiga pun terus berjalan beriringan semakin jauh diiringi suara teriakan Qing Shandian yang terus terdengar bersahutan.
...…………………………...
** Bersambung …