System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.25 - Perpindahan Empat Klan



Sinar senja perlahan merayap, menyelimuti langit biru, menampakkan rona jingganya. Di dalam rumah Qing Yuan, suasana tampak begitu tenang, namun hidup.


"Hihihi.. An'er, jangan selalu menggoda Rou'er... Lihat.. Bahkan pipinya sampai semerah tomat.." Ucap Lin Lianhua sambil terkikik..


"Hmm... Bocah kecil, sejak kapan kamu menjadi begitu aktif dengan kebiasaan barumu? Seingat ayah, kamu selalu pendiam dengan berbagai buku yang menghiasi pandanganmu, bukan?" Sahut Qing Yuan sambil mengangkat alisnya sebelah.


Qing Shandian yang mendengar pertanyaan ayahnya pun menimpali dengan perasaan malas, "Siapa juga yang pendiam? Lagipula itu karena An'er tidak pernah dekat dengan siapapun. Bahkan dengan kakak dan adik sepupu pun, An'er tidak begitu dekat. Paman dan bibi juga sangat jarang ada di Klan."


"Hmmm.. Berbicara tentang kakak dan adik sepupumu, lalu apa rencanamu jika para Tetua dan Pemimpin Klan memutuskan untuk memindahkan Klan Qing?.. Bagaimana dengan Klan Sangguan, Klan Luo, dan Klan Xue?" Ucap Qing Yuan dengan rasa ingin tahu.


Qing Shandian pun terdiam. Dia merenung sambil memegang dagunya. Sesaat kemudian dia berkata, "An'er tidak begitu yakin jika Klan lain ingin ikut serta. Tapi selama mereka bisa dipercaya, An'er tidak keberatan memindahkan seluruh Klan mereka."


"Kalau begitu, ibu akan berbicara dengan nenekmu, sementara ayahmu, biarkan dia membicarakan ini dengan Klan Luo dan Sangguan secara pribadi. Itu akan menghemat waktu. Sedangkan kamu, samb menunggu, kamu bisa mempersiapkan Ruang Khusus Kultivasi yang baru. Jika semakin banyak yang ikut serta, jadwal kultivasi akan semakin panjang. Jika kamu mampu, menurut ibu dengan penambahan 10 bangunan lagi itu sudah cukup. Jadi jadwal bergilir tidak akan memanjang." Sahut Lin Lianhua memberikan saran.


Mengangguk ringan, Qing Shandian lalu membalas, "Emm.. An'er tidak keberatan sama sekali, selama An'er mampu."


"Baiklah, kami akan bergegas sekarang." Usap Lin Lianhua sebelum kemudian melenggang pergi bersama Qing Yuan.


...………………………...


Di dalam Dunia Jiwa, saat ini satu demi satu Ruang Khusus Kultivasi yang baru berhasil didirikan. Itu tertata rapi berderet. Mengikuti saran ibunya, dia membeli 10 Ruang Khusus Kultivasi yang menghabiskan 50 Milliar poin systemnya. Begitu dia menyelesaikan penataan Ruang Khusus Kultivasi, dia menggelengkan kepalanya, karena dia saat ini kembali miskin akan poin system. Menghela nafas ringan, dia bergumam, "Hahh.. Sepertinya, perjalanan panjangku harus di mulai dari Pegunungan Lingshan lagi..."


Begitu dia menyelesaikan urusannya di Dunia Jiwa, dia segera keluar untuk menunggu kabar terbaru...


...………………………...


Kediaman Klan Sangguan


Saat ini Aula Pertemuan tampak riuh dengan berkumpulkan para Tetua yang datang satu demi satu. Seiring berlalunya waktu, semua Tetua Klan akhirnya berkumpul. Pemimpin Klan, Sangguan Ling pun membuka pembicaraan, "Baiklah, karena semua sudah berkumpul disini, pertemuan kita mulai." Mengakhiri ucapannya, dia segera memandang ke arah Qing Yuan, lalu melanjutkan. "Pertemuan ini atas permintaan Qing Yuan. Dia ingin menyampaikan sesuatu yang sangat serius, sehingga membutuhkan kehadiran kita semua untuk membuat keputusan... Qing Yuan, sampaikan maksud kedatanganmu.."


Mengangguk ringan, Qing Yuan berkata, "Terimakasih Pemimpin Ling... Tetua sekalian, aku akan berbicara langsung ke intinya. Jika kalian diberikan kesempatan untuk merevitalisasi Klan secara menyeluruh, apakah kalian bersedia jika pindah ke suatu tempat yang tidak kalian kenal, namun disana jauh lebih baik dari Kota Teratai Salju?"


Para Tetua yang mendengar itu pun saling bertukar pandang. Lalu, salah satu Tetua yang menjadi perwakilan berkata, "Qing Yuan, kamu bisa memanggilku Tetua Yang. Aku mewakili semua tetua yang hadir disini akan menyampaikan jawabanku. Jika memang benar suatu hari saat-saat itu datang, sudah pasti kami akan bersedia pindah. Lagipula, dunia kultivator bukanlah tempat bermain, melainkan tempat bersaing. Jadi semua perlu perjuangan yang tidak mudah."


Mengangguk ringan, Qing Yuan berkata lagi, "Lalu, jika aku mengatakan, kesempatan itu akan datang segera. Apakah kalian bersedia untuk pindah ke tempat tak dikenal itu, meskipun kalian tidak tahu apa-apa?"


Mendengar pertanyaan Qing Yuan yang begitu frontal namun penuh teka-teki, membuat para Tetua bahkan Pemimpin Klan merasa minatnya terusik. Tanpa menunggu para Tetua selesai berdiskusi, Pemimpin Klan segera menimpali dengan nada tegas. "Jika memang kesempatan itu segera datang, bukan masalah selama tempat itu jauh lebih baik. Lagipula, benar seperti yang Tetua Yang sampaikan tadi, dunia kultivator bukanlah tempat bermain, melainkan tempat bersaing. Jadi semua perlu perjuangan yang tidak mudah."


"Hahahaha... Bagus, sangat bagus... Ehemm.. Kalau begitu, Pemimpin Ling, Para Tetua sekalian, lebih baik kalian segera bersiap. Sampaikan pada seluruh anggota Klan Sangguan untuk secepatnya berkumpul. Begitu Klan Qing selesai dengan urusannya, kita akan berangkat bersama-sama ke tempat itu... Baiklah, cukup sampai disini, maafkan aku karena berita mendadak ini, Pemimpin Ling, Para Tetua sekalian.. Qing Yuan permisi, masih ada Klan Luo yang harus aku kunjungi." Pungkas Qing Yuan dengan perasaan puas, memberi salam, lalu segera pergi tanpa menunggu jawaban.


Pemimpin dan para Tetua Klan Sangguan masih terlambat memproses ucapan Qing Yuan, sebelum kemudian, Pemimpin Klan, Sangguan Ling tersadar lebih dulu lalu berkata dengan suara keras, "Uhh.. Sialan.. Cepat..Cepat..Segera kumpulkan semua anggota Klan Sangguan!"


Para Tetua pun segera lari tunggang langgang untuk segera mengumpulkan para anggota Klan, diikuti Sangguan Ling paling akhir.


...………………………...


Kediaman Klan Luo


Suasana tampak begitu hening di Aula Pertemuan. Semua wajah yang hadir terlihat sangat serius. Mereka terkadang berdebat, kadang merenung, kadang saling mengevaluasi...


Seiiring berjalannya waktu, suasana kembali normal. Pemimpin Klan, Luo Bu, berkata dengan serius, "Qing Yuan, jika yang kamu katakan benar, kami akan mengikuti kalian semua untuk pindah. Meskipun mungkin diawal akan sedikit menemui kesulitan, setidaknya, jika bisa merevitalisasi seluruh anggota Klan, itu merupakan keberuntungan langit." Pungkas Luo Bu yang diikuti oleh anggukan para Tetua.


"Baik, keputusan Pemimpin Luo Bu tidak akan salah. Tapi ada satu hal yang harus aku peringatkan di awal. Jangan nodai sebuah kepercayaan yang orang lain berikan... Selebihnya, kalian semua pasti tahu... Mengenai kesulitan, aku bisa 100% mengatakan dengan pasti, bahwa itu tidak akan terjadi." Pungkas Qing Yuan menjelaskan. Berhenti sejenak, dia segera melanjutkan, "Hari semakin mendekati malam. Aku harus segera kembali ke Klan untuk memastikan semua berjalan lancar. Pemimpin Klan, Para Tetua, tolong segera kumpulkan anggota Klan kalian secepat mungkin. Aku permisi dulu." Pungkas Qing Yuan, memberikan salam, lalu segera meninggalkan Aula Pertemuan Klan Luo.


...………………………...


Kediaman Klan Qing


Di lapangan pelatihan kini terlihat para anggota klan yang berkumpul dengan rapi. Mereka telah sepenuhnya membulatkan tekad untuk melakukan perpindahan demi bangkitnya Klan Qing setelah masa 100 tahun lebih dalam pengasingan yang jauh dari kampung halaman yang sebenarnya.


Tidak ada satu pun dari mereka yang terlihat tegang. Semua menunjukkan tekad membara dalam sorot mata mereka. Terlebih untuk Pemimpin Klan dan Para Tetua. Mereka sangat malu setelah kata-kata pengingat dari Qing Shandian, yang adalah seorang bocah kecil berusia 8 tahun.


Sesaat menunggu, terlihat Qing Yuan yang datang dengan senyum lebar. Dia segera mengangguk-anggukan kepalanya begitu melihat kumpulan para anggota Klan Qing. Mempercepat langkahnya, dia segera menuju ke arah kelompok Qing Shandian dan Lin Lianhua. Begitu telah saling berhadapan, dia berkata, "Bocah kecil.. Sepertinya surga benar-benar memberkatimu.. Semua berjalan lancar. Klan Sangguan dan Klan Luo setuju untuk bergabung."


"Itu bagus.. Dari pihak Nenek Mei juga setuju untuk bergabung... Lebih baik kita bergegas.. Hari semakin gelap.. Lagipula, Klan Xue cukup jauh dari Kota Teratai Salju..." Ucap Qing Shandian juga menjelaskan sedikit. Berhenti sejenak, dia kemudian mengarahkan pada para anggota Klan, lalu dia berkata, "Semua, kita akan berangkat sekarang. Apapun yang terjadi, jangan membuat gaduh. Cukup tunggu dengan sabar."


Begitu Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, para anggota Klan Qing segera memasuki portal dengan tertib. Lalu dia menoleh ke arah Pemimpin Klan dan para Tetua. Dia berkata, "Pemimpin Klan, para Tetua, kalian juga harus masuk dan menjadi pemdamping mereka. Apapun yang kalian lihat dan rasakan, pastikan untuk menjaga kesehatan jantung. Jangan sampai kaku.. Hehe"


"Bocah kecil,.. Aku harap semua seperti yang kamu dan ayahmu jelaskan. Kami akan menunggu kedatangan kalian." Sahut Pemimpin Klan sambil melangkah memasuki portal, yang diikuti oleh para tetua.


Sementara yang lain seperti Qing Jun dan orangtuanya, Qing Hai dan Sangguan Yu. Luo Fei dan orangtuanya, Qing Lin dan Luo Feng, Lin Shihai, Xue Lanmei, Lin Lianhua, Qing Wenrou dan Qing Yuan masih tinggal bersama Qing Shandian.


"Ayah, kirimkan informasi Kediaman Klan Sangguan dan Klan Luo padaku.." Ucap Qing Shandian santai.


Qing Yuan tidak mengerti untuk apa informasi itu. Namun dia tetap mengirimnya kepada Qing Shandian menggunakan kekuatan Spiritualnya.


"Baiklah, sekarang kita hanya perlu saling terhubung. semuanya saling bergandengan tangan, kita menuju Klan Sangguan." Tutur Qing Shandian yang justru menghilang lebih dulu.


Sesaat kemudian, Qing Shandian kembali muncul. Dia berkata dengan menggerutu, "Ayyaaaaa... Kenapa justru aku yang sampai disana dan kalian tetap disini?.. Haiiiihhh.. Bukankah aku bilang saling terhubung, bergandengan tangan? Hahhh..."


"Bocah kecil sialan... Bagaimana kami terhubung jika kamu sudah menghilang seperti hantu?.. Dasar bocah sialan.." Sahut Qing Yuan yang geregetan sambil menjitak kepala Qing Shandian.


"Ahh.. Ayah sialan... Kita akan bertarung lain waktu.. Sekarang cepat pegang aku.." Ucap Qing Shandian membalas.


Setelah itu, mereka yang masih tinggal pun menghilang tanpa jejak.


...………………………...


Jauh dari Kota Teratai Salju. Kelompok Qing Shandian saat ini hanya tersisa 6 orang. Sementara yang lain, mereka ikut masuk ke Dunia Jiwa setelah pemindahan Klan Sangguan dan Klan Luo. Tepatnya, mereka saat ini berada di Kediaman Klan Xue, Kota Cendana.


"Kakek Hai, Nenek Mei, tolong dampingi mereka nanti begitu sampai di dunia baru. Selain itu, mungkin sudah banyak dari Klan sebelumnya yang mengerti dunia itu. Ayah dan ibu juga perlu membantu An'er untuk mengawasi dunia itu. Meskipun An'er juga bisa memantau darisini, An'er tidak mungkin membagi konsentrasi bukan? Setelah ini, An'er harus memulai perjalanan kembali ke Pegunungan Lingshan. Ada sesuatu yang ingin An'er butuhkan disana." Ucap Qing Shandian menjelaskan rencananya.


"Pegunungan Lingshan lagi? An'er, ibu mungkin tidak tahu seberapa kuat kamu sekarang.. Tapi, Pegunungan Lingshan tetaplah tempat berbahaya. Bahkan rumornya ada Binatang Spiritual setingkat Kultivator Saint di pusat Pegunungan Lingshan." Sahut Lin Lianhua dengan nada cemas.


"Bu, Tenanglah... Jika An'er tidak berlatih disana, An'er akan kesulitan untuk meningkatkan kultivasi yang sekarang. Ibu bisa tenang. Lagipula, bukankah An'er punya beberapa kartu penyelamatan darurat? Seperti dunia itu misalnya..." Pungkas Qing Shandian menjelaskan.


"Hua'er, sudahlah... Kita harus percaya padanya. Lagipula, hal gila apa yang belum dia tunjukkan pada kita?" Sahut Qing Yuan mengingatkan.


Lin Lianhua tidak segera menanggapi ucapan Qing Yuan. Dia hanya memandang Qing Shandian lekat-lekat. Menghela nafas ringan, dia berkata, "Hahh... Baiklah, ibu akan mempercayaimu. Jika sesuatu yang mengancam jiwa terjadi, segeralah pergi. Jangan menerjang membabi buta."


"Baik, An'er mengerti." Balas Qing Shandian sambil mengangguk.


"Rou'er, kamu harus bersama ibu. Tidak ada kata tapi..." Ucap Lin Lianhua dengan nada tegas dan tidak bisa diganggu gugat.


"Ahh... Baik, ibu Lin." Balas Qing Wenrou sambil menunduk lesu.


Qing Shandian yang memperhatikan perubahan sikap Qing Wenrou pun hanya bisa menghela nafas. Lalu dia berkata dengan lembut sambil tersenyum, "Tidak apa-apa, Wenrou... Begitu aku kembali, aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang sangat bagus.."


"Ehhh... Benarkah?.. An gege tidak akan berbohong kan?" Sahut Qing Wenrou


"An gege berjanji.. Apa Wenrou senang sekarang?.. Ucap Qing Shandian membalas.


"Hihi.. Tentu saja sangat senang.. Wenrou akan menunggu An gege kembali.." Ucap Qing Wenrou menambahkan..


"Baiklah.. Sekarang aku akan memindahkan Klan Xue dulu. Mereka sepertinya sudah berkumpul semua." Ucap Qing Shandian yang tengah memperhatikan para anggota Klan Xue yang telah berkumpul dengan rapi.


Setelah itu, dengan cepat, Qing Shandian memindahkan Kediaman Klan Xue, lalu membuka portal menuju dunia jiwa. Hingga semua anggota Klan memasukinya kemudian disusul oleh Lin Shihai, Xue Lanmei, Qing Yuan dan Lin Lianhua. Tapi, Wenrou belum masuk, dia dengan suara pelan berkata, "An gege... Hati - hati,, jangan ceroboh.. Kembalilah dengan sehat dan selamat.."


"Terimakasih, Wenrou... Aku pasti kembali dengan sehat dan selamat.. Sampai bertemu lagi, Wenrou..." Ucap Qing Shandian membalas, diiringi senyum hangat dibibirnya..


Qing Wenrou memandang Qing Shandian untuk sesaat, sebelum kemudian dia memasuki portal dengan cepat...


Melihat Qing Wenrou yang telah menghilang dari pandangannya, dia segera menghilangkan portal yang menuju dunia jiwa. Begitupun dengannya yang juga menghilang seperti hantu, tanpa aura dan jejak...


...………………………...


** Bersambung …