
Di area lahan kosong yang luas, delapan orang terlihat sedang sibuk menggali tanah di delapan area yang berbeda, membentuk Segi Delapan. Sementara itu, Qing Shandian dan tiga orang lainnya duduk dengan tenang mengamati. Sesaat kemudian, Qing Shandian perlahan bediri, lalu menempati satu titik bekas tanah yang digali. Dia pun berkata, "Karena semua Plat Array sudah tertanam, sekarang bantu aku mengaktifkannya. Jika sendirian, aku tidak akan mampu melakukannya. Karena pada Plat Array itu, aku merangkap 3 simbol array. Array Ilusi, Pengumpul Qi, dan Penghalang. Tempati tiap satu titik. Kita hanya perlu mengaktifkannya sekali, dan itu akan terus aktif selama Benua Tianxia memiliki Qi Spiritual." Pungkasnya menjelaskan.
Mendengar ucapan Qing Shandian, mereka kembali terkejut, sebelum kemudian menenangkan diri masing-masing, dan menempati 7 titik lainnya.
"Baiklah, aktifkan!" Ucap Qing Shandian diikuti oleh mengalirnya Qi Spiritual memasuki Plat Array yang telah tertanam dalam tanah.
Perlahan, cahaya putih samar segera naik menyelimuti delapan titik dan saling terhubung satu sama lain, hingga setelah beberapa saat, itu membentuk kubah setinggi 50 meter.
Setelah proses pengaktifan selesai, Qing Shandian mengeluarkan Plat Pengontrol Array, lalu mengalirkan Qi kedalamnya, diikuti oleh arrah yang terbuka di sisi tepat didepan Qing Shandian yang membentuk jalan masuk selebar 3 meter dengan tinggi 4 meter. Qing Shandian pun berkata, "Semuanya, ikuti aku kedalam." Pungkasnya sambil berjalan melewati pintu array yang terbuka.
Begitu semuanya masuk, array langsung tertutup lagi. Qing Shandian pun berkata, "Bantu aku membuat lubang yang dalam. Aku akan meninggalkan Urat Spiritual sebelumnya disini. Jangan ada yang melamun.." Pungkasnya mengingatkan.
Setengah jam kemudian, lubang besar dan dalam pun selesai. Beruntung, bahwa empat Tetua Rumah Dagang Bulan Jingga ada yang menggunakan Teknik yang berasimilasi Tanah.. Jika tidak, mungkin mereka perlu menggunakan teknik tertinggi mereka untuk menciptakan sebuah lubang yang dalam.
Tanpa banyak bicara, Qing Shandian segera melambaikan tangannya. Urat Spiritual raksasa pun segera melesat menuju lubang dalam. Qing Shandian berkata, "Cepat.. Timbun lagi tanahnya.." Pungkasnya sambil lalu bergegas menutupi lubang diikuti oleh yang lain.
Proses penanaman Urat Spiritual pun akhirnya selesai. Qing Shandian dan semua orang akhirnya bernafas lega.
Segera, Qing Shandian merentangkan kedua tangannya kedepan, mengeluarkan Ruang Khusus Kultivasi secara langsung dan meletakkan telat di titik tengah kubah array. Dia pun berkata, "Bangunan ini adalah hadiah terakhirku. Itu dinamakan Ruang Khusus Kultivasi. Di dalam ruang itu, waktu dipercepat 100 kali. Sehingga, 1 hari kita disini, berarti 100 hari kita di dalam ruangan itu. Qi Spiritual di dalamnya juga menjadi lebih padat, karena Ruangan Khusus Kultivasi itu dilengkapi dengan Array Pengumpul Qi Kelas Surga Tingkat Tinggi." Pungkasnya menjelaskan secara detail.
Tidak ada yang berkomentar. Suasana sangat senyap. Qing Shandian pun hanya bisa menggelengkan kepala, lalu berkata lagi. "Urusanku sudah selesai disini. Jadi untuk yang terakhir, aku ingin menyerahkan barang untuk di lelang lusa hari."
Setelah berkata demikian, dia mengeluarkan 4 Kotak Khusus & 10 Botol Giok kecil kapasitas 100 ml. Dia menyerahkannya pada Pemimpin Wen, sambil berkata, "Selain 1 Bot 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas' yang aku serahkan sebelumnya, barang-barang ini juga ngin aku lelang lusa hari. 4 Kotak Khusus ini berisi 'Buah Roh Giok Ungu', 'Buah Phoenix Api', 'Buah Apel Emas Bergaris', 'Buah Roh Salju Biru' yang setiap kotaknya berisi 10 buah. Hanya buah pertama yang berrada dalam Kelas 6, sementara 3 lainnya Kelas 8, dan semua itu Tingkat Tinggi. Sedangkan untuk 10 Botol Giok itu berisi 'Madu Lebah Awan Emas Kelas 8 Tingkat Tinggi'." Pungkasnya menjelaskan.
Sementara itu, Pemimpin Wen dengan tangan gemetaran berkata, "Yakinlah Tuan muda. Barang-barang ini akan aman bersama kami sampai hari lelang." Dia pun segera menoleh ke arah Manager Lin dan berkata, "Manager Lin, dimana Kartu VIP kita? Cepat... Serahkan pada Tuan muda.."
Manager Lin yang masih dalam keterkejutannya segera tersadar. Dia segera mengeluarkan Kartu Spiritual VIP berwarna jingga emas dengan bagian sisi depan tertulis 'Rumah Dagang Bulan Jingga, lalu menyerahkannya pada Qing Shandian dan berkata, "Tuan muda, ini Kartu Spiritual VIP rumah dagang kami."
Mengangguk ringan, Qing Shandian menerimannya dan berkata, "Baiklah, terimakasih. Aku akan datang ke pelelangan lusa nanti. Aku pergi..." Pungkasnya sambil menyimpan Kartu Jingga Emas sebelum dia menghilang ke udara tipis.
...…………………………...
"Wuusshhh.."
Muncul di dunia jiwa, tidak jauh dari tempat tinggal pribadinya, Qing Shandian segera menuju Ladang Ramuan Spiritual. Dia ingat akan benih 'Anggur Bumi Petir Angin' yang sebelumnya dia dapatkan dari system. Jadi dia berencana untuk menanamnya. Beberapa saat kemudian, dia terlihat melangkah keluar dari Ladang Ramuan Spiritual, dan langsung melesat ke arah Kediaman Klan Qing.
...…………………………...
Melangkahkan kaki dengan ringan memasuki halaman Kediaman Klan Qing, Qing Shandian berjalan ke arah rumah orang tuanya sambil melihat para anggota Klan yang melakukan aktivitas rutin latihan. Setelah beberapa saat berjalan, dia sampai didepan rumah Qing Yuan dan Lin Lianhua. Mengetuk pintu, dia berkata, "Ayah, ibu... An'er pulang... Apakah kalian didalam?"
Setelah menunggu sesaat, terdengar langkah kaki ringan dari dalam rumah, dan pintu pun terbuka perlahan. Lin Lianhua menatap Qing Shandian dengan tatapan lembut. Dia tersenyum dan berkata, "Apakah urusanmu sudah selesai, An'er?"..
Mengangguk ringan, Qing Shandian menjawab, "Emm.. Semua sudah selesai. An'er akan tinggal di dunia jiwa sampai lusa, sebelum acara lelang di mulai."
"Begitu juga bagus.. Masuklah... Paman dan Bibimu juga ada di halaman belakang bersama ayahmu." Pungkas Lin Lianhua sambil menutup pintu begitu Qing Shandian masuk.
"Ohh? Baiklah, An'er akan menyusul kesana nanti. Apakah Wenrou masih tidur, bu?" Ucap Qing Shan sambil melangkahkan kaki berdampingan dengan Lin Lianhua.
"Rou'er masih tidur.. Biarkan saja dia.. Dia terlihat sangat lelah." Sahut Lin Lianhua.
Tidak lama berjalan, Qing Shandian dan Lin Lianhua sampai di halaman belakang. Terlihat dalam pandangan mereka, bahwa Qing Yuan sedang berbincang dengan Qing Tian, Qing Yu dan Qing Xue.
"Ya... Itu sudah terselesaikan. Hanya tinggal menunggu acara lelang yang akan diadakan lusa..." Ucap Qing Shandin dengan nada santai sambil perlahan duduk, ikut bergabung bersama ayah, paman dan bibinya.
"Lelang yaa... Lalu, apa rencanamu setelah mengikuti acara pelelangan?" Sahut Qing Yuan.
Qing Shandian menggelengkan kepalanya ringan, dan berkata, "An'er belum punya rencana. Ngomong - ngomong, apakah ayah tahu suatu tempat yang mungkin bisa An'er kunjungi?"
Qing Yuan tidak segera menjawab. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil memegang dagunya.
Sementara itu, Qing Tian yang mendengar percakapan antara ayah dan anak itu pun menimpali. "An'er, jika kamu ingin mengunjungi suatu tempat, bagaimana jika mendengarkan saran Paman?"
Qing Shandian segera menoleh ke arah Qing Tian, lalu dia menjawab, "Ohh? Paman, cepat katakan.. Apa itu?" Pungkasnya penasaran.
Qing Tian pun menatap Qing Shandian dengan tatapan serius, sambil berkata, "2 Tahun yang lalu ketika kami berpetualang, aku, paman Yu dan Bibi Xue - mu tidak sengaja menemukan sebuah peninggalan kuno. Tapi, tempat itu tidak mudah untuk dimasuki. Selain jebakan, ada array dan binatang spiritual Kelas 4 Tingkat Tinggi. Dan itu tidak menutup kemungkinan ada Binatang Spiritual Kelas 5 juga."
Qing Yu yang berada disamping Qing Tian pun segera menyambung, "Emm.. Itu benar. Kami bahkan hampir mati saat itu ketika memaksa untuk memasuki tempat itu."
Qing Shandian yang mendengarkan penuturan Qing Tian dan Yu pun menjadi semakin penasaran. Dia berkata, "Lalu, apa yang paman dan bibi dapat pada akhirnya?"
"An'er, perlu kamu tahu, bahkan hanya di area dibagian luar tempat peninggalan kuno itu, banyak Ramuan Spiritual Kelas 5 sampai Kelas 7. Bagaimana menurutmu dengan area bagian dalam tempat itu?" Celetuk Qing Xue menyahuti, menambah bahan bakar agar Qing Shandian semakin penasaran.
Qing Yuan yang mendengar ucapan Qing Xue, sudut matanya berkedut-kedut. Di pun berkata, "Xue xue... Jangan membuat An'er menjadi semakin penasaran.. Dengan sifat cerobohmu itu, jika An'er tertular, itu akan merepotkan.."
Sambil mengerucutkan bibirnya, Qing Xue pun membalas, "Memangnya siapa yang ceroboh?.. Itu hanya sedikit tidak sabar..."
"Hihihi... Xue xue, kakak Yuan mu benar. Meskipun kamu cerdik, tapi sifat cerobohmu itu akan membawamu dalam bahaya..." Sahut Lin Lianhua sambil terkikik.
Qing Xue pun segera mendekat ke Lin Lianhua dan memeluk lengannya. Dengan suara manja, dia berkata, "Kakak Hua, bukankah kamu seharusnya membelaku? Apakah Kakak Hua tidak peduli pada Xue xue lagi?"
"Hihihi...Xue xue... Lihat An'er.. Apakah kamu tidak malu bersikap seperti ini?.." Celetuk Lin Lianhua.
Mendengus ringan, Qing Xue pun menyahut, "Huh... Memangnya kenapa jika An'er melihatnya? Biarkan saja..."
"Sudahlah..." Sahut Qing Yuan. Dia mengalihkan pandangan ke Qing Shandian lagi, lalu berkata, "An'er, jangan menjadi ceroboh seperti bibimu.. Berpetualang memang bagus untuk perkembanganmu. Tapi, lakukan sesuai kemampuanmu.. Jangan memaksakan diri."
Qing Shandian mengangguk dan berkata, "Emm.. An'er mengerti itu. An'er sudah membuat keputusan untuk menjelajahi tempat yang paman Tian katakan... Jika memang itu berbahaya, An'er tidak akan melanjutkan."
Mendengar jawaban Qing Shandian, Qing Yuan pun menatapnya lekat-lekat. Dia menghela nafas panjang, lalu berkata, "Haahhh.... Dasar bocah kecil keras kepala.. Lakukan sesukamu... Tetaplah hati-hati."
"Tentu, ayah... Jangan khawatir, jika ada situasi darurat, bukankah An'er bisa langsung menggunakan teknik teleportasi?" Sahut Qing Shandian.
"Haiihhh... Sudahlah.. Lupakan saja." Balas Qing Yuan.
Qing Shandian pun menggelengkan kepalanya, lalu memandang Qing Tian. Dia berkata, "Paman Tian, bisakah kamu mengirimiku informasi tentang tempat itu?"
Qing Tian menatap Qing Shandian dengan tak berdaya, laku berkata, "Baiklah.. Karena kamu bersikeras, aku akan mengirimkan informasi tentang tempat itu." Pungkasnya sambil lalu mengirimkan informasi yang Qing Shandian minta ke dalam fikirannya dengan kekuatan spiritualnya.
...…………………………...
** Bersambung …