
"Boomm..Boomm..Boomm..."
"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..."
"Jeddeerr..Jeddeerr..Jeddeerr..."
Di bagian timur kota Bulan Jingga, suara berbagai macam jenis serangan terdengar saling bersahutan. Kekuatan perlawanan gelombang serangan Binatang Spiritual terlihat lebih terkonsentrasi di sisi ini. Tidak hanya Pemimpin Kota Yan, bahkan Sekte Bulan Jingga, perwakilan Rumah Dagang Bulan Jingga dan dua Klan berkumpul di sisi ini. Dari atas langit, Qing Shandian dan Qing Wenrou mengamati jalannya pertempuran yang kacau. Lautan Binatang Spiritual terlihat jelas secara perlahan merangsek maju mendekati tembok kota.
Melihat hal itu, Qing Shandian dengan ringan berkata sambil memiringkan kepalanya ke arah Qing Wenrou. "Wenrou, mungkinkah lima Binatang Spiritual Kelas 5 tingkat rendah yang hampir setara dengan kultivator tingkat Saint bintang 7 adalah pemimpin gelombang serangan ini?"
"Menurut yang Wenrou tahu, sepertinya memang begitu." Ucap Qing Wenrou santai sambil mengamati jalannya pertempuran yang terlihat semakin tidak seimbang. Lalu dia memiringkan kepalanya ke arah Qing Shandian dan berkata, "Kenapa An gege menanyakan itu? Apakah An gege tertarik untuk menjadikan mereka binatang kontrak?"
"Emm... Tidak terlalu buruk untuk menambahkan mereka. Serangan yang kuat, gerakan yang lincah dan gesit. Meskipun tidak banyak membantu untuk sekarang, namun untuk masa depan siapa yang tahu? Setidaknya memakai payung dulu sebelum ketiban hujan bukan? [ :-D ]" Sahut Qjng Shandian yang kembali memfokuskan pandanganya ke arah pertempuran.
Mendengar penuturan Qing Shandian, Qing Wenrou segera membalas sambil menganggukkan kepalanya. "Wenrou setuju dengan pemikiran An gege. Sampai hari ini, An gege sudah mengumpulkan cukup banyak Binatang Kontrak dengan berbagai spesialisasi. Dengan mereka sebagai tambahan, itu pasti akan sangat membantu An gege nantinya."
"Haahh.. Baiklah.. Saatnya mengumpulkan pundi-pundi poin untuk Wenrou-ku yang cantik dan menggemaskan... Hahahahaha.." Celetuk Qing Shandian sebelum melesat cepat menerjang kearah lautan Binatang Spiritual.
"Dasar An gege bodoh..." Gumam Qing Wenrou lirih sambil melihat Qing Shandian yang semakin jauh melesat ke bawah.
...…………………………...
"Boomm..Boomm..."
"Siuu..Siuu..Siuu..."
"Jeddeerr..."
Serangan demi serangan bersenandung layaknya genderang perang di wilayah luar kota Bulan Jingga bagian timur. Mereka terlihat seolah melangkah dengan tertatih-tatih oleh serbuan Binatang Spiritual. Ketika perasaan putus asa mewarnai jiwa mereka, suara teriakan nyaring segera membangunkan mereka dari keputusasaan itu.
"Semuanya mundur ke tembok kota.. Cepat!!"
Begitu suara itu berakhir, tidak ada satu pun dari orang-orang itu yang menunggu lebih lama. Mereka segera melesat dengan cepat meninggalkan area pertempuran
"Petir Suci! Hujan Petir!"
"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..."
"Petir Suci! Kesengsaraan Petir!"
"Jeddeeerrrr..Jeddeeerrrr..Jeddeeerrrr..."
Beriringan dengan selesainya setiap ucapan itu, baut petir hitam menghujani lautan Binatang Spiritual dan disusul oleh baut petir raksasa, yang membawa kekuatan penghancur liar dan ganas, yang turun dari langit sebanyak sembilan kali dan langsung menyapu gerombolan Binatang Spiritual yang perlahan merangsek ke tembok kota.
[Ding... Memulai menghitung... An gege berhasil membunuh 5.500 Binatang Spiritual Kelas 2 Tingkat Tinggi, 11.500 Binatang Spiritual Kelas 2 Tingkat Menengah, 22.000 Binatang Spiritual Kelas 2 Tingkat Rendah... Menghitung Poin... Mendapatkan 15,56 Milliar PS, mendapatkan 7,78 Milliar PP]
[Ding... Memulai menghitung... An gege berhasil membunuh 5.000 Binatang Spiritual Kelas 3 Tingkat Tinggi, 9.200 Binatang Spiritual Kelas 3 Tingkat Menengah, 12.800 Binatang Spiritual Kelas 3 Tingkat Rendah... Menghitung Poin... Mendapatkan 26,904 Triliun PS, mendapatkan 13,452 Triliun PP]
[Ding... Memulai menghitung... An gege berhasil membunuh 1.320 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Menengah, mendapatkan 33 Triliun PS, mendapatkan 16,5 Triliun PP]
[Ding... Memulai menghitung... An gege berhasil membunuh 4.200 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Rendah, mendapatkan 42 Triliun PS, mendapatkan 21 Triliun PP]
[Ding... Total Poin System saat ini \= 288.994.677.237.750 PS]
[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 127,272805 Triliun/120 Triliun PP]
[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman telah tercukupi...]
[Ding... Selamat, An gege menerobos Tingkat Nirvana ★7..]
"Boommm..." "Wuusshh..."
[Ding... Akumulasi terobosan selanjutnya 7,272805 Triliun/135 Triliun PP]
Sesaat setelah selesainya serangan ganda itu, Qing Shandian mendengar suara pemberitahuan dalam fikirannya, namun dia mengabaikan itu. Sebaliknya, dia dengan cepat menghilang dari langit menggunakan teknik 'Teleportasi'-nya dan muncul didepan seorang gadis cantik yang terbaring lemah dengan gaun merah muda yang robek disana-sini dan banyak luka menghiasi kulitnya yang seputih giok. Dia berjongkok, mengeluarkan kain hitam, lalu menutupi pemandangan eksotis yang terpampang didepannya dengan hati-hati. Kemudian dia mengeluarkan 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas' dan memasukkannya ke mulut gadis itu, lalu membantu proses penyerapannya. Sesaat kemudian, alis gadis itu sedikit bergetar sebelum membuka matanya secara perlahan. Dia memandang Qing Shandian dengan tatapan lembut tanpa berkedip.
Melihat gadis itu tidak berbicara atau memberikan tanggapan apapun, sambil tersenyum, Qing Shandian berkata, "Apa Tetua Yun baik-baik saja sekarang?"
Tidak segera menjawab, gadis yang dipanggil Tetua Yun masih dengan lekat memandangi Qing Shandian sebelum berkata dengan suara lirih, "Aku baik-baik saja sekarang... Terimakasih."
"Baiklah... Pergilah ke tembok kota..." Ucap Qing Shandian dengan lembut sambil tersenyum, sebelum kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lima Binatang Spiritual yang mulai bangkit. "Masih ada yang perlu aku selesaikan disini."
Mendengar ucapan terakhir Qing Shandian, Tetua Yun perlahan duduk, lalu mengalihkan pandangannya mengikuti pandangan Qing Shandian. Memiringkan kepalanya ke arah Qing Shandian, dia dengan lembut berkata, "Berhati-hatilah.. Mereka bukan lawan yang mudah ditangani.."
"Tentu... Sekarang pergilah..." Ucap Qing Shandian dengan lembut membalas ucapan Tetua Yun sambil tersenyum menatapnya. Tetua Yun pun mengangguk ringan sebelum perlahan berdiri dan melesat dengan cepat meninggalkan area pertempuran.
Setelah melihat kepergian Tetua Yun, Qing Shandian berdiri membelakangi tembok kota. Tatapan tajamnya yang dingin tertuju pada lima Binatang Spiritual Kelas 5 tingkat rendah. Namun, dari aura yang dikeluarkannya, itu setara dengan seorang kultivator tingkat Saint bintang 7.
"Apakah kalian berlima adalah pemimpin penyerangan ini?" Ucap Qing Shandian dengan suara dalam dan sedikit berteriak.
"Bocah manusia... Kau benar-benar lancang berani memusnahkan pasukanku!" Sahut salah satu Binatang Spiritual itu dengan kemarahan yang meledak-ledak, namun terlihat waspada.
Qing Shandian menyipitkan mata dan tatapan tajamnya tertuju pada Binatang Spiritual yang baru saja membalas ucapannya yang ternyata adalah seekor 'Kirin Api Ekor Naga'. Dengan dingin dia membalas, "Lalu, apakah kami sebagai manusia harus diam dan menunggu untuk kalian bantai? Jika itu maksudmu, bukankah kalian para Binatang Spiritual akan menjadi penguasa Benua Tianxia ini?"
"Hahaha... Bocah manusia, lidahmu sangat tajam... Kamu mempunyai keberanian yang tinggi untuk berbicara dengan kami... Sayangnya, jika hanya itu yang kamu miliki, itu tidak berarti apapun." Binatang Spiritual yang lain pun segera menyahuti ucapan Qing Shandian dengan nada bengis..
"'Singa Langit Petir Hitam', 'Harimau Angin Taring Panjang', 'Kera Langit Tanduk Emas', 'Serigala Bintang Badai Petir' dan 'Kirin Api Ekor Naga'... Dari jenis kalian, sepertinya memang benar bahwa kalian adalah pemimpin dari gelombang serangan ini. Karena seperti itu... Maka aku akan menunjukkan pada kalian, apa itu sebuah kekuatan..." Ucap Qing Shandian dengan nada dingin dan ekspresi gelap menyebutkan nama-nama mereka, sebelum tiba-tiba aura kuat yang sangat ganas dan liar meletus dari dalam tubuhnya, diikuti oleh simbol bulan bintang yang menghias dahinya.
Ke lima Binatang Spiritual yang menyaksikan perubahan Qing Shandian pun bergidik ngeri. Hawa dingin perlahan menyusupi setiap inchi tulang mereka. Pandangan mereka menjadi sangat serius, bahkan tidak ada kata yang bisa mereka keluarkan dari mulut mereka, seolah-olah itu tersangkut kuat di tenggorakan, dan enggan untuk dimuntahkan.
Selama masa damainya di dunia jiwa sebelum pelelangan, disela-sela waktu luangnya dia tidak menganggur. Dengan memanfaatkan percepatan waktu di Ruang Khusus Kultivasi, untuk pertama kalinya dia menggunakan 'Fitur Ruang Latihan' yang disediakan system. Dia berjuang keras untuk melatih teknik-tekniknya. Setelah perjuangan yang melelahkan dan memakan waktu yang cukup lama, akhirnya dia mampu meningkatkan penggunaan teknik 'Pengganda Bayangan' dan penggabungan dari dua teknik 'Langkah Bintang Jatuh' dan 'Teleportasi'.
Dengan ganas menerjang, lima sosok Qing Shandian secara tiba-tiba sudah ada disamping mereka dan menebaskan pedangnya ke masing-masing Binatang Spiritual.
"Srriingg.. Srriingg.. Srriingg.
Srriingg.. Srriingg.."
"Raawwrrrr...."
"Boomm.. Boomm.. Boomm.. Boomm.. Boomm.."
Belum sempat memberikan serangan balasan, Qing Shandian sudah melancarkan tendangan kuat di tubuh mereka, hingga mereka terpental berguling-guling sejauh dua puluh meter, sebelum akhirnya berhenti.
"Ghrrrr.. Bocah manusia... Apakah kau ingin mempermainkan kami dengan hal sepele seperti ini?!" Ucap 'Harimau Angin Taring Panjang' dengan marah sambil menggeram.
"Benar... Hal sepele yang mampu membunuh kalian secara lambat.." Sahut Qing Shandian dengan suara dinginnya sebelum menerjang lagi dengan sangat cepat seperti kilasan bayangan.
"Boomm.. Boomm.. Boomm.. Boomm.. Boomm.."
"Aahhh... Bocah manusia! Apa kau fikir kami tidak bisa melakukan apapun padamu?!" Ucap 'Kirin Api Ekor Naga' dengan teriakannya, sebelum kemudian sebuah bola api seukuran bola yang berputar dengan kecepatan tinggi terbentuk. Dan diikuti oleh ke empat lainnya yang secara bersamaan mengeluarkan serangan mereka.
"Kompresi Atom Pusaran Api!"
"Kompresi Atom Pusaran Angin!"
"Petir Atom Peledak!"
"Pusaran Bintang Penghancur!"
"Cincin Petir Penghakiman!"
Ketika melihat bahwa mereka langsung menggunakan serangan terkuat mereka, Qing Shandian juga dengan cepat membentuk serangkaian segel tangan sebelum menghilang dari tempat nya berdiri, lalu muncul dan melayang di langit menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin', dia merentangkan tangannya tinggi-tinggi...
"Petir Suci Semesta! Kemarahan Naga Petir Semesta! Meraunglah..."
"Raawwrrrr..." "Jederr..jederr..jederr.."
Begitu ucapan Qing Shandian berakhir, pusaran awan hitam legam yang diselimuti oleh tiga petir yang berbeda warna secara tiba-tiba terbentuk diatas area pertempuran. Sesaat setelah itu kepala naga raksasa segera keluar dan meraung dengan keras, menggema menjangkau area yang luas, disusul dengan baut petir tiga warna yang menyambar-nyambar.
...…………………………...
Selama waktu itu juga, orang-orang yang mengamati jalannya pertempuran diatas tembok kota pun berdiri mematung dengan tatapan kosong. Dalam waktu yang begitu singkat, hanya dengan pertukaran yang sederhana, seorang diri mampu memojokkan lima Binatang Spiritual yang bahkan tidak mampu mereka hadapi, adalah sesuatu yang bahkan tidak pernah ada dalam fikiran mereka. Ditambah lagi dengan dua kali serangan diawal, ribuan Binatang Spiritual yang merangsek ke tembok kota juga telah musnah.
Di sisi lain, seorang gadis bergaun merah muda yang tertutup oleh selembar kain hitam, yang dipanggil Tetua Yun, mengepalkan tangannya erat didepan dadanya dan memandang lekat-lekat ke arah Qing Shandian sambil menggigit bibir bawahnya. Dari sorot matanya, tersirat rasa kekhawatiran, perasaan gelisah, dan harapan agar dia bisa mengalahkan lima lawannya. Tatapan itu benar-benar sendu.
...…………………………...
Kembali ke sisi area pertempuran. Qing Shandian dengan tatapan dinginnya menyapu ke lima Binatang Spiritual yang sudah siap meluncurkan serangannya kapan saja. Dengan suara yang dalam dan dingin dia berkata, "Apakah kalian yakin ingin melanjutkan? Jujur saja... Aku berharap kalian bisa terus hidup dan berguna untukku daripada mati sia-sia.."
Mendengus dingin, 'Kirin Api Ekor Naga' berkata, "Hmph!!... Bocah manusia,, kita belum tahu siapa yang akan berdiri sampai akhir!"
"Serang!" Ucap 'Kirin Api Ekor Naga' sebelum meluncurkan serangannya, lalu diikuti oleh empat lainnya.
Menggelengkan kepalanya, dia berkata, "Hancurkan untukku!!"
Suara Qing Shandian jatuh, dan sosok naga petir tiga warna yang diaglomerasi dari penggunaan teknik dan Qi Spiritual pun segera melesat tajam menyerbu lima serangan lawan.
"Rawwrrrrr......"
"Boooommmmmmm......"
Ledakan hebat yang terjadi akibat pertemuan serangan itu mengguncang area pertempuran hingga kota Bulan Jingga. Tanah bergetar hebat, bahkan beberapa kultivator yang tidak siap akan getaran itu pun terjatuh dari atas tembok kota.
Sementara itu, seorang gadis yang dipanggil Tetua Yun semakin mengencangkan kepalannya. Dia dengan lekat menatap kearah riak energi ledakan yang menyapu ke segala arah seperti badai. Tatapan matanya semakin sendu ketika dia tidak kunjung melihat Qing Shandian. Sesaat setelah badai energi itu mereda, dia menjadi bersemangat begitu melihat bahwa Qing Shandian masih melayang dilangit
...…………………………...
Diatas langit area pertempuran, Qing Shandian dengan acuh tak acuh mengamati area yang porak-poranda akibat sapuan badai energi setelah ledakan, lalu mengeluarkan 'Pil Pemulih Qi Spiritual' dan langsung menelannya.
Setelah beberapa saat, begitu Qi Spiritualnya kembali kepuncak, Qing Shandian perlahan melayang turun, menghampiri lima kehidupan yang berada pada nafas terakhirnya. Dengan gerakan cepat, dia segera menanamkan segel kontrak, lalu mengeluarkan 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas Binatang Spiritual' dan memasukkan ke mulut mereka secara bergantian.
Dengan tenang menunggu, Qing Shandian mengalihkan pandangannya ke arah tembok kota. Dia mengabaikan sorak-sorai yang terdengar. Sebaliknya, tatapan tenangnya tertuju pada seorang gadis yang dia selamatkan sebelumnya, yang dia panggil Tetua Yun. Entah kenapa, Qing Shandian merasa bahwa dia selalu memperhatikan setiap tindakannya. Sambil tersenyum, dia mengirimkan transmisi suara dengan berkata, "Jangan khawatir. Aku baik-baik saja."
Bersamaan dengan itu, Tetua Yun yang mendapat transmisi suara dari Qing Shandian pun tubuhnya tiba-tiba mematung diiringi dengan degup jantungnya yang berdetak cepat. Tersadar dari lamunannya, sambil tersenyum, dia membalas transmisi suara Qing Shandian, "Syukurlah.. Senang mendengarnya... Aku fikir kamu tadi..."
"Hihihi... Aku kenapa? Mati? Bukankah kamu melihatnya sendiri bahwa aku baik-baik saja? Atau... Kamu sangat mengkhawatirkanku tadi?" Celetuk Qing Shandian sambil terkikik membalas transmisi suara dari Tetua Yun.
Mendengus ringan, dalam transmisi suara, Tetua Yun pun berkata, "Hmph.. Siapa yang mengkhawatirkanmu? Dan siapa juga yang peduli jika kamu hidup atau mati?"
"Haahh... Sayang sekali... Padahal, aku merasa hujan akan turun setelah mendung.. Ternyata itu hanya awan hitam yang terbawa angin..." Menghela nafas ringan, Qing Shandian membalas transmisi suara itu, sebelum akhirnya itu menjadi sunyi.
...…………………………...
** Bersambung …