
Di tempat tinggal pribadinya, Qing Shandian berdiri di teras lantai dua sambil menatap langit gelap bertabur bintang. Setelah berbincang-bincang dengan ayah dan ibunya, juga Mu Lingyun dan Xie Feng Xue, dia ingin menikmati suasana santai sebelum hari keberangkatan ke Wilayah Utara. Disampingnya, berdiri dengan tenang seorang wanita cantik yang mengenakan gaun mewah merah emas, yag tidak lain adalah Xue Shui Jing.
Qing Shandian memiringkan kepalanya menatap Xue Shui Jing dan dengan nada santai berkata, "Permaisuri Xue, bagaimana pendapatmu tentang tempat ini?"
Xue Shui Jing membalas tatapan Qing Shandian. Dalam sorot matanya, dia memiliki perasaan yang rumit. Dia pun berkata, "Tempat ini, adalah tempat terbaik dari semua tempat yang pernah aku kunjungi. Bahkan tidak bisa dibandingkan sedikitpun dengan tempat ini. Selain itu, kehidupan disini benar-benar damai tanpa perseteruan. Seolah-olah mereka semua seperti satu tubuh dan jiwa. Mereka semua bekerja keras tanpa mengenal lelah, saling menyemangati dan berlomba-lomba dalam meningkatkan kekuatan."
Qing Shandian memperhatikan ekspresi rumit di wajah Xue Shui Jing. Dia tersenyum manis, lalu mengalihkan pandangannya kembali memantap langit. Dia berkata, "Tentu saja mereka terlihat seperti itu. Karena di dunia kultivasi, tanpa kekuatan yang mendukung, kita akan selalu ditindas oleh mereka yang kuat. Selain itu, mereka juga memiliki harapan untuk melihat dunia lain yang lebih luas daripada Benua Tianxia. Bagiku, selama mereka setia, aku tidak akan ragu untuk membantu mereka menjadi lebih kuat. Itu sudah cukup bagiku."
"Lalu... Lalu bolehkah aku tinggal disini? Jika ayah dan ibuku mengikuti kemana kamu pergi, bukankah aku tidak akan bisa bertemu mereka lagi cepat atau lambat?" Sahut Xue Shui Jing dengan suara bergetar sambil menatap Qing Shandian dengan ekspresi sendu dan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
Mendengar suara bergetar itu, Qing Shandian segera menatap Xue Shui Jing. Dia menghela nafas ringan, lalu mengulurkan tangannya, mengusap airmata di pelupuk matanya dengan lembut dan berkata, "Dengan sumpah yang sudah Permaisuri Xue ucapkan, aku percaya, bahwa Permaisuri Xue bisa menjaga rahasia. Tapi jika ingin tinggal disini, Permaisuri Xue juga perlu izin dari Kaisar Zhou, karena dia adalah suamimu. Aku tidak ingin dianggap sebagai pencuri yang membawa kabur istri orang. Apalagi, Permaisuri Xue masih terlihat sangat cantik dari setiap sisi. Jika Permaisuri Xue belum memiliki suami, mungkin aku sudah melahap Permaisuri Xue sejak awal bertemu."
"Hihihihihi... An kecil, mulutmu sangat berbisa. Kamu bahkan berani merayuku. Lalu, bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku belum memiliki suami?" Xue Shui Jing terkikik merdu sambil menutup bibirnya yang mungil sebelum berbicara.
"Hah?! Apa yang kamu katakan? Jangan bicara omong kosong padaku. Tapi... Jika kamu belum bersuami, mungkin malam ini juga aku akan memakanmu." Qing Shandian berkata dengan kaget ketika mendengar ucapan Xue Shui Jing. Namun dia segera berputar haluan, berkata dengan nada genit dengan senyum cabul sambil mengusap lembut pipi Xue Shui Jing.
Xue Shui Jing yang mendapat sentuhan lembut Qing Shandian merasa seperti tubuhnya sedang disengat aliran listrik kecil, sehingga tubuhnya gemetar halus. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan panas lalu mengalungkan lengannya di leher Qing Shandian. Setelah itu, dia mendekatkan bibirnya dengan cepat dan memagut bibir Qing Shandian dengan mesra.
Sementara itu, Qing Shandian terbelalak kaget dengan tindakan Xue Shui Jing. Dia benar-benar tidak menduga bahwa Xue Shui Jing sangat berani. Dia dengan sangat jelas bisa merasakan bibir lembut yang memagut bibirnya. Dia pun membalas pagutan Xue Shui Jing dengan mesra, hingga akhirnya mereka berdua terbuai oleh kenikmatan dan saling bertaut lidah. Tangannya turun hingga ke pinggang ramping Xue Shui Jing. Karena intensnya cumbuan itu, sifat binatang dalam diri Qing Shandian terbangun. Dia tidak lagi bersikap pasif. Tangannya mulai bergerilya di tubuh Xue Shui Jing.
"Emmmhhh.. Ahhh.."
Desa Han Xue Shui Jing lolos dari celah ciuman mereka. Dia tidak melakukan perlawanan ketika Qing Shandian mulai bermain di dua tempat yang berbeda. Dia juga tidak pasif dan membalas perlakukan Qing Shandian.
"Emmmmhh.. Aahhhh.."
Sama halnya dengan Xue Sui Jing. Qing Shandian juga seakan tidak mau kalah dengan aksinya. Sambil tetap berciuman, tangannya dengan cekatan segera melucuti tali yang mengikat gaun Xue Shui Jing dan bergerak lembut dibalik gaun yang membungkusnya. Sementara tangan kirinya, beralih naik memijat Xue Shui Jing dengan lembut dan memainkan biji ceri di puncaknya.
"Aahh... Emmmhh.. An gege..."
Desa Han Xue Shui Jing kembali lolos dari mulut kecilnya dan memanggil Qing Shandian dengan suara pelan dan parau. Tangannya memegangi kepala Qing Shandian. Dia merasa bahwa aliran listrik kecil semakin cepat mengalir di seluruh tubuhnya. Dia bisa merasakan bibir Qing Shandian telah menjelajahi leher jenjangnya yang putih dengan memberikan ciuman kecil dan hisapan lembut, lalu ke tulang selangkanya, dan akhirnya turun ke dadanya. Xue Shui Jing memejamkan matanya, merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Setiap sentuhan Qing Shandian, membuatnya seperti disengat aliran listrik kecil setiap saat, namun itu membuatnya merasa enak dan nikmat. Dia terus mende sah merdu seolah tidak ingin berhenti.
Qing Shandian masih berlama-lama menikmati manisnya dua ceri merah kecokelatan di dada Xue Shui Jing yang bulat, besar, padat, dan berisi namun terasa kenyal dan lembut secara bergantian, sambil memberikan pijatan lembut dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya juga beraksi di bagian sensitif Xue Shui Jing diantara kedua kakinya, hingga tidak lama setelah itu, dia merasakan bahwa tubuh Xue Shui Jing menegang sambil mencengkeram kuat rambut Qing Shandian.
"An gege..Aahhhh.. Hah..Hah.." Ucap Xue Shui Jing diikuti oleh desa han dan nafas terengah-engah.
Qing Shandian juga berhenti menggerakkan tangannya ketika dia merasakan ada sesuatu yang hangat menyiram jarinya. Dia segera berdiri, lalu mendekap Xue Shui Jing, dan kembali memagut bibirnya, yang dibalas oleh pagutan Xue Shui Jing yang ganas.
"Apakah itu terasa enak? Sepertinya kamu sangat menikmatinya." Ucap Qing Shandian lirih tepat di telinga Xue Shui Jing.
"An gege... Kamu benar-benar bocah kecil mesum.." Sahut Xue Shui Jing sambil membenamkan kepalanya di dada Qing Shandian, dan membalas dekapannya.
"Hehe.. Kita lanjutkan di dalam saja, oke?" Ucap Qing Shandian dengan terkekeh ringan sambil mengusap rambut Xue Shui Jing.
"Emm... Ya." Sahut Xue Shui Jing dengan mengangguk kecil.
Qing Shandian pun segera membopong Xue Shui Jing dan berjalan menuju kamarnya ketika dia mendengar itu.
Sesaat kemudian, Mereka berdua sampai di dalam kamar. Qing Shandian membaringkan Xue Shui Jing dengan hati-hati di tempat tidur, kemudian mulai melepaskan pakaiannya satu demi satu hingga tidak ada satu helai benang pun yang membalut tubuhnya.
Sementara itu, Xue Shui Jing yang melihat dengan jelas batang besar dan panjang Qing Shandian yang berdiri tegak, membuatnya menelan ludah dengan gugup. Dia benar-benar terpesona oleh milik Qing Shandian tanpa bisa berkata-kata.
Reaksi Xue Shui Jing juga tidak lepas dari pandangan Qing Shandian. Segera, dia naik ke atas tempat tidur, lalu mengulurkan tangannya dan secara perlahan mulai melucuti gaun Xue Shui Jing sambil berkata, "Jing'er, biarkan aku membantumu melepas gaunmu."
Qing Shandian yang sedang mengagumi tubuh indah Xue Shui Jing pun segera mengalihkan pandangannya ketika mendengar penuturan itu. Dia melihat tatapan sayu Xue Shui Jing, lalu mendekatkan wajahnya hingga tepat didepannya. Sambil menangkup pipi Xue Shui Jing, dia berkata dengan suara sedikit bergetar, "Jing'er, apakah yang kamu katakan tadi benar? Apakah ini akan menjadi yang pertama kali bagimu? Lalu, bagaimana dengan Kaisar Zhou?"
Xue Shui Jing menatap Qing Shandian dengan tatapan lembut, lalu berkata, "Kami hanya pasangan yang berpura-pura. Kami bukan suami istri. Kami juga tidak tidur dalam satu kamar. Apakah jawaban itu cukup? An gege, aku mulai kedinginan sekarang.." Pungkasnya sambil lalu melingkarkan lengannya di leher Qing Shandian, dan memagut bibirnya lagi dengan mesra.
Mendengar penjelasan singkat Xue Shui Jing, Qing Shandian sangat bahagia. Dia segera membalas ciuman Xue Shui Jing, sedangkan tangannya bergerilya di tubuh sintal Xue Shui Jing. Usapan, belaian, pijatan, semua itu dilakukan selembut mungkin. Setelah puas dengan ciuman, Qing Shandian segera menjelajahi leher jenjang putih Xue Shui Jing, hingga akhirnya sampai di dua gunung besar kembar dengan puncak merah kecokelatan. Sambil menghisap, dia juga memberikan pijatan lembut secara bersamaan pada dua gunung kembar itu.
"Aahhh... Ahhh.. Emmmhh.. An gege.. Itu geli.. Ahhh... Terus.. Emmhhh..." Racau Xue Shui Jing pelan disela desa han nya sambil memegangi kepala Qing Shandian dan menempelkannya dengat erat ke dadanya.
Setelah cukup lama mereka berdayung cinta dan memadu kasih, Qing Shandian dan Xue Shui Jing bercucuran keringat dan terengah-engah.
"Jing'er, kamu benar-benar luar biasa. Mulai sekarang, kamu milikku. Tidak akan ada yang aku ijinkan untuk merebutmu dariku." Ucap Qing Shandian sambil memandang kecantikan di hadapannya yang masih memejamkan mata menikmati sensasi ledakan.
Xue Shui Jing membuka matanya. Dia mengangkat kepalanya sedikit, memberikan kecupan singkat di bibir Qing Shandian sebelum tersenyum manis dan berkata, "An gege juga luarbiasa. Shui Jing akan selalu menjadi milik An gege... Tapi, An gege, Shui Jing mau lagi.." Pungkasnya dengan suara lirih.
Qing Shandian memberikan kecupan singkat di dahi Xue Shui Jing, lalu membalas senyumannya. Dia mengusap pelan pipinya dan berkata, "Tentu.. Aku akan memberikannya sebanyak apapun yang kamu mau.." Pungkasnya sambil lalu memagut bibir ceri Xue Shui Jing dan memijat gunung kembarnya yang menggoda.
Setelah itu, adegan serupa kembali terjadi untuk waktu yang lama. Kamar Qing Shandian dipenuhi dengan alunan melodi desa han Xue Shui Jing dan Qing Shandian yang bersahutan. Mereka berdua memadu kasih, menggapai puncak kenikmatan, saling memuaskan satu sama lain.
...…………………………...
Waktu dengan cepat berlalu. Matahari menyingsing naik secara perlahan, menerangi setiap sudut yang gelap.
Saat ini, Qing Shandian berdiri didepan rumah sambil menatap Qing Yuan, Lin Lianhua, Xie Feng Xue, Mu Lingyun dan Xue Shui Jing dengan tatapan lembut. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Ayah, Ibu, sudah saatnya An'er kembali. Nanti, ketika ada waktu luang, An'er akan mengunjungi kalian lagi. Selain itu, An'er minta tolong, jaga Lingyun, Feng Xue dan Shui Jing dengan baik."
Qing Yuan tersenyum hangat. Dia melangkah maju dan menepuk ringan bahu Qing Shandian dan berkata, "An'er, kamu tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Lebih baik kamu fokus dengan apa yang akan kamu lakukan setelah ini. Ingat, selalu hati-hati dan waspada. Jangan bertindak gegabah. Kecuali jika memang diperlukan, selesaikan masalah sampai ke akarnya. Agar tidak mendatangkan masalah di kemudian hari."
"Baik. An'er akan mengingat nasehat ayah." Sahut Qing Shandian sambil membalas senyum ayahnya.
"An'er, jangan memaksakan diri juga. Jika kamu merasa sangat sulit untuk menangani sebuah permasalahan, kamu bisa mengandalkan Xing Yue maupun Jiao Long. Ibu tahu kamu kuat. Tapi kamu juga harus ingat, diluar sana, selalu ada yang lebih kuat." Ucap Lin Lianhua menambahkan.
"Pasti, Bu. An'er tidak akan memaksakan diri melebihi batas kemampuan An'er." Sahut Qing Shandian sambil tersenyum lembut. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Mu Lingyun dan Xie Feng Xue, lalu berkata, "Lingyun, Feng Xue, Shui Jing, berlatihlah dengan giat. Hibur diri kalian jika merasa jenuh dan bosan dengan kultivasi dan latihan. Dan juga, aku minta satu hal pada kalian berdua. Jika Wenrou kembali, tolong jangan selalu berdebat apalagi bertengkar. Aku ingin melihat kalian akur, dan saling menjaga satu sama lain."
"Baik, An gege." Ucap Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing bersamaan, kemudian mereka melangkah maju dan memeluk Qing Shandian bersamaan.
"Jaga diri An gege baik-baik." Ucap Xie Feng Xue dengan nada lembut.
"An gege juga harus berhati-hati." Sahut Mu Lingyun menambahkan.
"Kami akan selalu menunggu kepulangan An gege.." Sahut Xue Shui Jing sambil tersenyum lebar.
Qing Shandian membalas pelukan mereka. Dia berkata, "Tentu. Aku pasti melakukan yang terbaik. Baiklah, aku akan pergi sekarang. Aku fikir, semua orang sedang menungguku di ruangan istana." Pungkasnya sambil melepaskan diri dari pelukan Mu Lingyun dan Xie Feng Xue.
"Sampai jumpa, An gege." Ucap Xie Feng Xue dan Mu Lingyun bersamaan sambil tersenyum manis.
Qing Shandian mengangguk ringan, membalas senyum mereka, lalu segera menghilang dari pandangan.
"Wusshh"
...…………………………...
** Bersambung …