
Mengikuti informasi yang diberikan Jiu Tou She, Kelompok Qing Shandian bergerak cepat menuju pusat kedalaman Wilayah Laut Timur.
Sepanjang perjalanan itu, tentunya banyak hal yang mereka jumpai. Namun, mereka tidak mempedulikan hal-hal itu, dan fokus pada tujuan mereka.
Setelah satu jam berlalu, kelompok Qing Shandian melihat sebuah benteng yang terlihat kecil dari kejauhan. Seiring berlalunya langkah, mereka dapat melihat dengan jelas bahwa benteng itu sangat tinggi, dan terdapat banyak manusia ular yang mengenakan baju pelindung sambil memegang tombak perak di tangan kanan mereka. Tanpa di jelaskan pun, kelompok Qing Shandian sudah tahu bahwa mereka sedang dalam keadaan siaga tinggi.
Qing Shandian dengan nada serius berkata, "Aku rasa kalian sudah jelas dengan situasi mereka. Jadi, jika sesuatu yang buruk terjadi, aku harap tidak ada diantara kalian yang membantah ucapan Qing Wenrou."
"Kami mengerti, Tuan muda." Sahut mereka serempak dengan nada tegas.
Beberapa saat kemudian, kelompok Qing Shandian tiba tidak jauh dari gerbang kerajaan manusia ular. Ketika Qing Shandian hendak berbicara, salah satu manusia ular pria yang mengenakan pakaian mewah dan rapi telah berbicara lebih dulu. "Apa yang kalian lakukan disini?! Pergilah! Kerajaan manusia ular sedang tidak menerima tamu!"
Qing Shandian menaikkan alisnya sebelah. Da dengan nada tenang membalas. "Aku, Shandian, ingin bertemu dengan ratu kalian. Katakan saja padanya, bahwa aku ingin berbicara serius dengannya."
"Hmph! Kamu tidak layak bertemu ratu kami! Sekarang enyahlah! Atau kami akan berbuat kasar!" Sahut manusia ular itu lagi dengan nada sengit.
"Ohh? Apa kamu adalah seorang raja di kerajaan ini? Bahkan kamu berani bertindak seliar itu. Atau... Sikapmu seperti itu karena perintah langsung dari ratumu?"
"Enyahlah!!" Seru manusia ular itu lagi dengan suara keras.
Qing Shandian menyeringai lebar, lalu berkata, "Bagaimana jika aku tidak pergi?"
Tatapan manusia ular itu menjadi lebih sengit dan tajam. Dengan suara yang dalam dia berkata, "Maka jangan salahkan kami jika harus bersikap kejam!" Pungkasnya sambil lalu mengangkat tangannya. Puluhan manusia ular lainnya dengan sigap mengacungkan tombak mereka, lalu menghunuskannya ke arah kelompok Qing Shandian.
Ketika mereka melakukan itu, udara nampak terdistorsi, lalu membentuk pusaran hitam samar. Bersamaan dengan itu juga, serangan mereka seolah menghilang ke udara tipis.
Ekspresi Qing Shandian berubah serius, dan berkata. "Hati-hati! Awasi punggung kalian! Mereka memindahkan serangan mereka melalui ruang.." Pungkasnya sambil lalu dia melambaikan tangannya dengan santai.
"Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh.."
Baut-baut petir muncul dari udara tipis dan melesat cepat ke arah kelompok manusia ular yang bersiaga diatas benteng. Qing Shandian dengan sigap juga membuat perisai petir yang mengelilingi dia dan kelompoknya.
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."
"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."
"Aahhhh..Aahhhh..Aahhhh..Aahhhh.."
Serangan para manusia ular secara tiba-tiba muncul di sekeliling kelompok Qing Shandian, namun itu berbenturan dengan perisai petir, dan meledak. Bersamaan dengan itu juga, serangan Qing Shandian dengan akurat menembus bahu kanan mereka, dan menyebabkan mereka berteriak kencang. Sengaja Qing Shandian tidak mengincar titik vital mereka, karena dia ingin memancing sang ratu keluar dari sarangnya.
Teriakan kelompok manusia ular itu segera menarik perhatian kelompok lainnya, sebelum kemudian mereka berduyun-duyun membentuk barisan, memenuhi benteng itu. Sebagian dari mereka dengan sigap memberikan pertolongan. Sementara yang lain, mereka menatap tajam ke arah Qing Shandian dan kelompoknya.
Qing Shandian mengabaikan tatapan mereka. Dia dengan tenang berkata, "Katakan pada ratu kalian, bahwa aku hanya ingin berbicara dengannya. Aku tidak akan membuat masalah jika masalah itu tidak mendatangiku lebih dulu."
"Manusia! Kamu sangat lancang dan bernyali! Apa kamu fikir kami takut pada kalian?! Kamu bermimpi!" Seru manusia ular wanita yang terlihat cantik dan mengenakan pakaian hijau gelap.
"Haahhh... Kalian memang keras kepala. Padahal aku tidak ingin melakukannya dengan cara kasar. Karena begitu...." Qing Shandian menghela nafas panjang ketika dia menyahuti. Setelah itu, dia melayang ke langit bersama kelompoknya. Qing Shandian melepaskan aura ganasnya, sambil lalu dia membentuk segel tangan yang rumit, lalu berseru pelan. "Petir Suci Semesta! Kemarahan Naga Petir Semesta! Meraunglah!"
"Jederr...Jederr...Jederr...Jederr...Jederr..."
"Raawwrrrrrrrr..."
Ketika seruan Qing Shandian berakhir, pusaran awan hitam berbalut petir tiga warna yang berderak terbentuk sangat cepat di atas langit kerajaan manusia ular. Naga petir tiga warna raksasa perlahan menampakkan wujudnya diiringi dengan raungannya yang menggelegar. Naga petir itu berkeliaran dengan bebas seolah menunggu perintah.
Keributan pecah dimana-mana. Para manusia ular sangat terkejut ketika melihat kemunculan naga petir itu. Bahkan banyak dari mereka yang kekuatannya dibawah kelas 4 tingkat tinggi langsung terduduk lemas merasa tidak berdaya.
Qing Shandian mengabaikan reaksi mereka. Dia dengan lantang berbicara sambil lalu mengalirkan kekuatan spiritualnya. "Ratu manusia ular... Apakah kamu tetap tidak akan keluar? Atau haruskah naga petirku melakukan pembantaiannya baru kamu keluar?"
Ucapan itu terdengar menggelegar, melingkupi seluruh wilayah kerajaan manusia ular. Sesaat kemudian, tidak jauh dari kelompok Qing Shandian, manusia ular wanita yang terlihat cantik namun memiliki ekspresi dingin muncul dari udara tipis, diiringi dengan kemunculan dua puluh manusia ular pria dan wanita lainnya. Dia memandang kelompok Qing Shandian dsn berkata dengan nada tenang. "Katakan... Apa maksud tujuan kalian mengunjungi tempatku?"
Qing Shandian dengan santai berkata, "Bukankah begini lebih mudah? Apalah susahnya untuk berbicara dengan baik. Aku tidak akan berbasa-basi. Tujuanku kemari adalah untuk mengajakmu dan semua anggotamu untuk bergabung denganku. Jujur saja, aku sangat tertarik dengan kemampuan khusus kalian. Kemampuan yang bisa dikatakan sangat langka. Bukankah akan tidak berguna jika itu tidak kalian kembangkan dan gunakan? Namun maafkan aku. Untuk ini, aku akan memaksa kalian. Meskipun sebenarnya aku tidak menyukainya."
Ratu manusia ular itu menyipitkan matanya. Dia dengan nada dingin menyahuti. "Bergabung denganmu? Apa itu untuk menjadi pengikutmu?"
Qing Shandian mengangguk dsn berkata, "Benar. Seperti yang kamu fikirkan. Berikan jawabanmu."
"Hahahahaha... Hahahahaha... Manusia! Kamu memiliki nyali yang tinggi untuk hal itu. Apakah kamu fikir ratu ini terlihat lemah dan tidak mampu menghancurkanmu?!" Ratu manusia ular itu tertawa terbahak - bahak ketika dia menyahuti ucapan Qing Shandian. Sorot matanya menunjukkan kemarahan yang ekstrim.
"Aku tidak mempermasalahkan apakah kamu kuat atau tidak. Yang aku butuhkan hanyalah jawabanmu. Sekali lagi aku katakan. Untuk ini, aku akan memaksa." Ucap Qing Shandian dengan nada dingin.
Ratu manusia ular itu menggertakkan giginya. Dalam kemarahannya, dia berseru keras. "Sangat lancang!! Kamu sangat berani!! Kita lihat siapa yang akan bertahan sampai akhir! Jika aku kalah, aku tidak akan ragu untuk menundukkan kepalaku padamu sebagai Tuanku."
"Karena begitu... Maka baiklah.. Hancurkan untukku!" Ucap Qing Shandian dengan suara tenang.
"Wuusshh..."
"Jederr...Jederr...Jederr...Jederr...Jederr..."
Mendengar seruan itu, banyak manusia ular dengan sigap membentuk segel tangan.
"Jederr...Jederr...Jederr...Jederr...Jederr..."
"Aahhhh..Aahhhh..Aahhhh..Aahhhh.."
Petir menyambar-nyambar ke segela arah dengan ganas seiring jatuhnya naga petir. Namun, ketika naga petir itu akan menghantam wilayah manusia ular pusaran hitam transparan raksasa segera terbentuk, dan menyambut naga petir itu.
"Wuusshhh..."
"Boooommmmmmmm..."
Ratu dan para manusia ular segera mengalihkan pandangannya ke arah ledakan yang terlihat sangat jauh. Mereka sangat terkejut dengan kekuatan ledakan itu. Ratu manusia ular segera berbalik dan menatap Qing Shandian dengan ekspresi kemarahan yang meledak-ledak. Dengan suara dingin dia berkata, "Sepertinya kamu tidak main-main ingin menghancurkan kelompokku.. Karena begitu... Aku juga tidak akan bersikap mudah!"
"Kamu bisa mencobanya. Namun sebelum itu, kamu harus memastikan apakah naga petirku benar-benar meledak atau sedang melesat kembali kesini." Sahut Qing Shandian sambil tersenyum lebar.
Ketika ratu manusia ular melihat senyuman Qing Shandian, dia seolah memiliki firasat buruk. Dengan sigap dia membalikkan badan, dan betapa terkejutnya dia ketika naga petir raksasa dengan sangat cepat telah kembali. Dia kembali berseru keras. "Cepat! Buat belenggu ruang!"
Dari pengalaman pertama, Qing Shandian sudah belajar tentang dimana dan kapan ruang akan berfluktuasi. Karena itu, kali ini dia terlihat tenang. Tatapannya sangat fokus pada wilayah manusia ular, dan memperhatikan dengan cermat, kapan ruang akan berfluktuasi. Benar saja, sesaat setelah pengamatan serius, Qing Shandian menemukan lokasi tepatnya ruang berfluktuasi. Dia membentuk segel tangan, lalu berseru pelan. "Menyebar!"
"Jederr...Jederr...Jederr...Jederr...Jederr..."
"Aahhhh..Aahhhh..Aahhhh..Aahhhh.."
Bersamaan dengan memadatnya ruang di jalur lintasan naga petir, naga petir itu segera berhamburan ke segala arah menjadi baut-baut petir tiga warna, lalu menghujani wilayah manusia ular dengan ganas dan liar. Teriakan demi teriakan terdengar saling bersahutan. Bangunan dimanapun tempatnya terlihat hangus dan hancur terkena dampak sambaran petir. Namun, tidak ada satu pun dari manusia ular yang tewas karena petir itu. Memang inilah tujuan Qing Shandian. Dia hanya berniat melemahkan, dan bukan untuk memusnahkan.
Ratu manusia ular dan dua puluh manusia ular yang mendampinginya terlihat mematung. Tubuh mereka bergetar hebat ketika menyaksikan wilayahnya telah berubah menjadi puing-puing, dan semua anggotanya terluka parah.
Ratu manusia ular yang sudah tidak mampu menahan kemarahannya, dia berbalik. Dengan sangat cepat dia membuat segel tangan, lalu memusatkan kekuatan ruang pada Qing Shandian dengan seluruh kekuatannya. Dia dengan suara bergetar berseru, "Manusia.. Kamu.. Kamu telah menghancurkan peninggalan nenek moyangku yang telah lama aku jaga dengan baik.. Kamu.. Kamu harus mengalami penderitaan untuk waktu yang lama! Jangan harap kamu bisa kembali ke dunia ini!!...... Pemisah Ruang! Pengunci ruang! Bekukan!!"
"Wuushhhhh...."
"Krakk..Krakk..Krakk..Krakk..Krakk..Krakk.."
Ruang dengan cepat terkoyak, dan memadat, lalu terkoyak lagi dan memadat lagi. Qing Shandian juga seolah tidak bisa menggerakkan tubuhnya sekuat apapun dia mencoba. Bahkan teknik teleportasinya tidak bekerja.
Di sisi lain, Qing Wenrou yang melihat bahwa Qing Shandian terjebak dalam ruang yang terlihat kian menyusut, juga tidak tinggal diam. Dia meluncurkan serangan terkuatnya untuk mengoyak ruang itu. Qing Yin Yue dan yang lain juga melakukan hal yang sama. Sayangnya, ruang itu dengan sangat cepat memulihkan diri, dan tidak terpengaruh dengan serangan mereka.
"Hahahahahaha... Kamu pantas mendapatkannya! Manusia terkutuk! Jangan pernah bermimpi untuk keluar dari ruang itu... Hahahahahaha..." Meskipun terlihat sangat lemah, Ratu manusia ular tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikan kelompok Qing Shandian yang berjuang sekuat tenaga untuk menghancurkan ruang yang dia ciptakan.
Di sisi Qing Shandian, dia yang merasa buntu dengan semua cara, dengan sigap mengirimi Qing Wenrou Transmisi suara. "Wenrou, sudah cukup. Jangan lanjutkan lagi. Lakukan apa yang sudah kita bahas sebelumnya. Aku akan tetap hidup dan kembali pada kalian suatu saat nanti. Jaga dirimu, jaga keluarga kita, dan teruslah meningkatkan kekuatan selama aku tidak ada. Aku akan mencari cara untuk keluar dari ruang terkutuk ini. Tinggalkan manusia ular untukku. Aku akan memberikan mereka pelajaran yang bagus ketika aku kembali. Wenrou, sampaikan maafku untuk ayah, ibu, Lingyun, Feng Xue, dan Shui Jing... Tunggu aku..."
Qing Wenrou yang mendengar transmisi suara itu seketika menghentikan aksinya. Dia berdiri diam seolah dia adalah sebuah patung. Tatapannya tampak sendu dan berkaca-kaca ketika menyaksikan Qing Shandian yang semakin tidak terlihat ketika ruang itu terus menyusut, sebelum akhirnya menghilang ke udara tipis. Dia mengepalkan tangannya hingga bergemeretak sambil menggigit bibir bawahnya. Emosinya benar-benar memuncak. Dia melepaskan aura kekuatan puncaknya dan memusatkannya pada kelompok manusia ular, terutama pada kelompok yang berada di Kelas 4 tingkat tinggi hingga Kelas 5 tingkat rendah..
"Wuuussshhhh....."
"Baamm..Baamm..Baamm..Baammm.."
"Bruukk..Bruukk..Bruukk..Bruukk..Bruukk.."
"Aahhh...Aahhh...Aahhh...Aahhh...Aahhh..."
Tekanan kuat dari aura Qing Wenrou seketika menjatuhkan ratu manusia ular dan semua anggotanya. Mereka bahkan tidak mampu untuk sekedar berlutut. Tubuh mereka terhimpit hingga melesak ke dalam tanah diiringi teriakan tertahan mereka. Di belakangnya, Qing Yin Yue, Yin Xing Yue dan yang lain bergidik ngeri ketika melihat hal itu. Untuk pertama kalinya, mereka merasakan hawa dingin yang menusuk tulang ketika merasakan aura kekuatan Qing Wenrou yang sebenarnya. Mereka pun dengan kasar menelan ludah sekedar membasahi tenggorokan yang terasa kering.
Qing Wenrou berbalik, dan menatap seluruh manusia ular dengan tatapan dingin yang menakutkan. Dia tidak mempedulikan apapun reaksi mereka, dan membentuk segel tangan, lalu merentangkannya. Sesaat setelah itu, dari udara tipis muncul sebuah penghalang energi tiga warna, dan menutupi seluruh wilayah kerajaan manusia ular. Dengan suara yang sangat dingin, dia berkata, "Kalian beruntung, bahwa An gege tidak mengizinkanku untuk memusnahkan kalian. Namun sebagai gantinya, sampai dia kembali, tidak ada satu pun dari kalian yang akan mampu meninggalkan tempat ini. Tidak peduli seberapa tinggi pengendalian ruang kalian, dan tidak peduli seberapa keras kalian mencoba, nasib kalian akan ditentukan olehnya di masa depan. Berharaplah bahwa dia tidak menunjukkan sisi terkejamnya, atau itu akan benar-benar menjadi akhir bagi kalian." Pungkasnya sambil lalu menarik kembali auranya.
Qing Wenrou berbalik. Dia menatap Qing Yin Yue dan yang lainnya, lalu berkata, "Selama An gege tidak ada bersama kita, aku yang akan menggantikannya untuk sementara waktu. Tugas kalian adalah giat berlatih, dan terus tumbuh lebih kuat dari sekarang. Apa kalian mengerti?"
"Kami mengerti, Nona Muda." Sahut Qing Yin Yue dan yang lain secara serempak.
Qing Wenrou mengangguk dan berkata, "Bagus. Kalau begitu, kita kembali ke tempat kita. Jangan menolak kekuatan spiritualku."
"Baik, Nona muda." Sahut mereka serempak ditengah rasa ngeri yang masih mereka rasa.
Ketika kekuatan spiritual Qing Wenrou menyelimuti mereka, seketika itu mereka menghilang dari tempatnya berdiri.
Di sisi kerajaan manusia ular, kondisi mereka terlihat memprihatinkan. Selain wilayahnya yang hancur menjadi puing-puing, tidak ada satu pun diantara mereka yang mampu menggerakkan bahkan seujung jari pun.
...…………………………...
** Bersambung …